Canangkan Program Kesehatan, Iuran Rp 1.000 Per Bulan

APRESIASI- Bupati Malang H Rendra Kresna memberikan penghargaan kepada Sri Sukisti, sebagai Tokoh Penggerak Lansia.

Usia yang semakin bertambah tua, tak menjadi hambatan bagi perempuan satu ini untuk meraih prestasi serta peduli terhadap sesamanya. Itulah yang dilakukan Sri Sukisti, 53 tahun, Warga Desa Tempursari, Donomulyo. Selama 17 tahun, ia membina 21.815 lansia di Kecamatan Donomulyo, supaya terus bersemangat menjalani hidup.
Pagi itu, ibu dua anak serta satu cucu ini tampak sumringah saat hendak mengikuti upacara Hari Kesehatan Nasional ke-50 di luar Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, dia akan menerima penghargaan Tokoh Penggerak Kader Lansia, yang diserahkan langsung oleh Bupati Malang H Rendra Kresna.
Rasa bangga serta raut wajah berbinar kian terpancarkan, saat ia menerima penghargaan berupa plakat dan sertifikat dari orang nomor satu di Kabupaten Malang itu. Selepas upacara, perempuan kelahiran asli Kecamatan Donomulyo,  21 Juni 1961 silam ini mendapat banyak ucapan selamat dari para peserta upacara dan kader kesehatan.
Usai upacara tersebut, perempuan yang mengenakan seragam kader kesehatan berwarna kuning serta berlogo Pemkab Malang ini, menghampiri Malang Post. “Tentunya saya bangga menerima penghargaan ini. Yang paling penting, bukan penghargaanya. Melainkan bentuk kepedulian nyata untuk memberdayakan para lansia,” ujarnya.
Meski usianya saat ini sudah lebih dari setegah abad, Sri Sukisti masih enerjik. Dia penuh semangat turun ke desa-desa untuk memberikan sosialiasai kepada lansia supaya berpola hidup sehat. Tidak main-main, ia membina sebanyak 21.815 lansia se Kecamatan Donomulyo di bawah naungan Puskemas Donomulyo.
“Di tiap-tiap desa di Kecamatan Donomulyo, terdapat Posyandu Lansia. Para lansia dicek kesehatannya di Posyandu tersebut,” terangnya.
Dia mengungkapkan, ia mendedikasikan diri pada Posyandu Lansia sejak 1997. Berawal dari keprihatinannya karena banyak lansia yang tidak terurus oleh keluarganya masing-masing. Yang menjadi kesulitannya adalah mengubah pola berpikir para lansia yang berada di pelosok. Belum lagi daerah yang dijangkau mempunyai medan berat, sehingga hal itu merupakan tantangan tersendiri baginya. Melalui pemberdayaan itu, ia berharap lansia tetap semangat menjalani hidup, terus bisa berkarya dan yang paling penting tidak merepotkan.
“Lansia bisa berkarya sesuai dengan kemampuannya. Seperti bisa menjahit, membuat kerajinan tangan, memasak dan sebagainya,” terangnya.
Dia pun membuat terobosan baru supaya lansia di Donomulyo lebih semangat lagi. Yakni dengan melibatkan masyarakat untuk membuat program iuran kesehatan Rp 1.000 per kepala keluarga (KK) per bulan. Program itu bernama Dana Sehat Mandiri, yang memang diberikan untuk kesehatan masyarakat utamanya lansia. Khususnya lagi, bagi mereka yang berobat dan rawat inap di Puskesmas Donomulyo. Selain itu, obat-obatan juga diberikan secara gratis. “Program ini memang diutamakan untuk lansia, tapi masyarakat umum juga bisa mempergunakannya,” kata dia.
Program tersebut, lanjutnya, sangat membantu masyarakat serta lansia yang tidak mampu. Selain itu, program ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap sesama terutama yang tidak mampu. Muaranya adalah seluruh masyarakat Donomulyo semakin guyub rukun serta peduli terhadap sesama.
“Hanya Rp 1.000 per KK per bulan, maka masalah kesehatan dapat teratasi. Masyarakat Donomulyo tidak perlu khawatir bila nantinya menderita sakit,” terangnya.  
Selama 17 tahun mengabdikan diri pada dunia lansia, ia mengatarkan Posyandu Lansia meraih penghargaan tingkat Kabupaten Malang hingga Provinsi Jawa Timur. Di antaranya mengantarkan Posryandu Tlogosari menerima penghargaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Provinsi Jawa Timur. Tahun 2014 ini, juga mengantarkan Karangwerda Harjuna Mukti Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo sebagai salah satu Karangwerda terbaik Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, melalui berbagai penghargaan yang diterimanya itu, menjadi pemacu kepada seluruh lansia di manapun berada supaya tetap semangat dan terus berkarya. (Binar Gumilang/han)