Bidik Anak-anak, Tawarkan Wisata Modern, Tak Lupakan Budaya

Cara Jakarta Memasarkan Wisata (2/habis)

Memadukan wisata modern dengan wisata budaya, menjadi salah satu bagian promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta. Aneka tempat berlibur modern yang bisa menguras banyak uang, diimbangi dengan tawaran wisata hemat tetapi bermanfaat. Hal itu ditunjukkan dengan dua tempat wisata yang bisa mendidik anak, Kidzania yang modern dipadukan dengan Museum Wayang untuk belajar kearifan budaya lokal.

Ketika mengunjungi DKI Jakarta dalam acara Famtrip beberapa waktu lalu, Malang Post mendapat satu pelajaran menarik dari dua tempat wisata beda zaman ini. Kidzania, tempat wisata anak dikemas menarik untuk mendidik mereka dalam bersikap. Sementara di Museum Wayang, anak-anak bisa menonton pertunjukan wayang kulit yang disajikan tanpa membuat mereka bosan saat menonton.

Kidzania, merupakan salah satu wahana wisata yang berada di Lantai 6 Mall Pacific Place, tidak jauh dari Hotel Ritz Carlton. Di tempat ini, ada 110 tempat yang memberitahukan kepada anak, tentang kehidupan dewasa yang akan mereka jalani kelak.

Berbagai macam pekerjaan dan profesi bisa secara langsung dipelajari anak. Misalnya menjadi editor dan penulis berita, penyiar radio, pembawa acara televisi, hingga dokter. Beberapa pekerjaan lain seperti polisi, pegawai hotel, hingga pegawai di perusahaan yang membuat mie instan pun tersaji di Kidzania.

"Tempat ini memang dibuat untuk membuat anak bersikap dewasa. Tanpa harus menutupi kepada sang anak, bahwa kehidupan orang dewasa nantinya ya seperti ini. Harus bekerja untuk mendapatkan uang, bila berhasil bisa membeli makanan, berbelanja ke department store atau mengunjungi kafe," papar Customer Service Kidzania, Gladys W. Yasmin.

Dia menyebutkan, di beberapa tempat pekerjaan, akan menghasilkan reward berupa gaji kepada anak bila berhasil menggapai target. Gaji tersebut, akan ditransfer ke rekening, yang bisa diambil via ATM.

Menurutnya, melaluo Kidzania, orang tua juga bisa mengetahui ketertarikan anak untuk bekerja di bidang apa. Misalnya, ada anak yang suka menjadi polisi, dan menjajal untuk bekerja di sana. Ada pula pilihan seperti hakim atau pengacara. Di Kidzania, juga berlangsung sidang untuk memutuskan dakwaan, dalam versi anak-anak dan tentunya panduan dari tim Kidzainia.
“Selain itu, kami menganggap Kidzania sebagai negara. Ada rapat pembuatan undang-undang, serta pemilu dari beberapa warga negara," papar dia panjang lebar.
Di Kidzania, tidak ada sebutan adik bagi anak-anak. Pengunjung disapa dengan sebutan bapak dan ibu, sebab anak diposisikan sebagai sosok dewasa dan layak untuk menjadi pekerja. Berdasarkan catatan, Kidzania dikunjungi sebanyak 800 anak per hari saat weekday. Sementara, ketika weekend akan meningkat mencapai 1200 anak. Kidzania, merupakan satu tempat wisata yang mengadopsi konsep serupa dari Meksiko.

"Indonesia termasuk yang kedua di Asia dan pertama di Asia Tenggara. Setelah Meksiko, Jepang baru Indonesia. Tahun ini sudah belasan, Malaysia pun kepincut mendirikan Kidzania," terangnya ketika berbincang dengan Malang Post.

Menurut Gladys, Kidzania selalu menjadi partner Disparbud untuk menjadi bagian promosi wisata. Sebab, menurut dia, kota lain pun patut mengenal konsep wisata edukasi ala Kidzania yang menyebut setiap sudut ruang kerja dengan establishment itu.

Terpisah, Wakil Kepala Disparbud DKI Jakarta, Tinia Budiati mengkaui, Kidzania bisa menjadi jujukan untuk belajar pekerjaan dengan konsep yang modern. Sementara itu, supaya anak-anak tetap mengenal wisata budaya, mereka bisa mengunjungi Museum Wayang di taman Fatahillah kawasan Kota Tua.

Di Museum Wayang, anak-anak dapat melihat berbagai koleksi tokoh pewayangan. Tidak hanya itu, ada pula pertunjukan wayang di saat-saat tertentu. "Pertunjukannya tidak dibuat berat dan susah dipahami. Sekuel ceritanya dibuat kekinian agar menarik," ujar Tinia.

Dia menyebutkan, Museum Wayang juga menjadi jujukan bagi guru-guru yang membawa serta muridnya. Umumnya di akhir pekan bisa mencapai 700 siswa. Selain itu, Museum Wayang juga menjadi bagian dalam program Disparbud untuk menggelar Wayang Project dalam Jakarta Kids Festival. Kegiatan tersebut, membuat anak kreatif untuk berimajinasi membuat wayang.
"Wayang Project membuat anak tetap cinta budaya. Mereka kreatif sekali membuat tokoh-tokoh anak kekinian dalam bentuk wayang," jelasnya.

Hasilnya, dalam Wayang Project terdapat ratusan tokoh wayang versi anak SD. Mereka mempresentasikan karyanya, setelah itu bersama-sama menonton pagelaran wayang di Museum Wayang. Menurut Tinia, Wayang Project juga tidak luput dari perhatian wisatawan asing.
"Makanya, Museum Wayang dan Wayang Project ini akan terus kami sertakan dalam promosi wisata DKI Jakarta. Padahal, basic perwayangan tidak dari tempat ini, namun kami menganggap, ini untuk promosi Indonesia dan memastikan, wayang ini peninggalan asli Indonesia," pungkas dia. (stenly rehardson/han)