Para Pengendali Sistem Komputer Ujian CPNS Online

UNTUK kali pertama ujian CPNS Pemkot Malang, bahkan di seluruh Indonesia digelar dengan sistem online. Tak sekadar hanya paperless, sistem ini lebih akuntable. Usai ujian, peserta bisa langsung mengetahui hasilnya. Tapi perlu ‘tangan khusus’ agar sistemnya tak mendadak terganggu yang bisa berakibat fatal.

Aan Andreas dan Ikhsan Giva tak langsung pulang usai ujian CPNS gelombang keempat, hari ketiga, Sabtu (22/11) sore lalu di SMKN 4 Malang. Dua kawan sejawat  ini bukan peserta ujian CPNS, tapi operator sistem dan server ujian CPNS.
“Saya masih  back up system. Setiap sore (selama ujian CPNS 20-25 November), saya harus back up system,” terang  Aan di depan komputer. Tujuannya agar seluruh sistem dan perangkat ujian CPNS Pemkot Malang tetap stabil pada keesokan harinya.
Guru SMKN 4 Malang ini sedang kerja ekstra. Ia juga memiliki tanggung jawab besar. Yakni sistem dan seluruh perangkat ujian CPNS secara online harus stabil serta selalu siap digunakan. Jika server ngadat, seleksi para  abdi negara yang rencananya diikuti oleh 4.083 orang itu bisa buyar. Karena itu setiap hari selama ujian CPNS berlangsung, Aan harus pastikan bahwa server lokal dan server pusat panitia seleksi nasional (panselnas) di Jakarta selalu terkoneksi.
“Koneksi internet juga harus stabil. Karena  itu saya selalu koordinasi dengan Telkom supaya  jaringan internetnya tidak down,” kata pria 26 tahun ini. Aan yang juga alumnus SMKN 4 Malang ini memang harus selalu memastikan bahwa koneksi internet dalam kondisi stabil. Sebab kalau server lokal di tempat ujian dan server panselnas tak terkoneksi maka bisa saja soal ujian tak muncul di monitor komputer peserta ujian CPNS.
Tak hanya itu saja, sebagai operator Aan juga bertugas memandu peserta menggunakan aplikasi ujian CPNS. Sebab peserta  ujian belum familiar, bahkan tak mengetahui cara mengikuti ujian CPNS secara online di komputer.
Ujian berlangsung selama 90 menit. Sepanjang waktu 90 menit itu pula, Aan harus siaga dalam ruangan ujian. Kendati menjalankan tugas berat, ia tak merasa tertekan lantaran urusan jaringan komputer dan internet sudah menjadi tugas sehari-harinya di sekolah.
Namun demikian, dia tak mau ceroboh. Dua pekan sebelum ujian CPNS dimulai, Aan giat melakukan uji coba jaringan server.
Begitu juga Ikhsan Giva, operator ujian CPNS. Di hari pertama pelaksanaan ujian, ia sempat dag-dig-dug. “Soalnya ini kan pertama kali ujian CPNS secara online,” ucap staff SMKN 4 Malang ini. Kendati dag-dig-dug, Ikhsan yakin pada persiapan yang dilakukan sejak sebelum ujian berlangsung. “Ya memang butuh kesiapan seperti penanganan jaringan dan komputer,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang, Sugiharto mengatakan terdapat empat operator jaringan internet dari SMKN 4 Malang yang bertugas di ruang ujian selama ujian CPNS berlangsung.
“Operator inilah yang memastikan jaringan terkoneksi ke klien atau komputer peserta, memastikan data peserta,” terang Sugiharto. Tugas itu menurut dia salah satu tugas paling penting dalam ruangan ujian.
Tak hanya operator saja, selama ujian CPNS berlangsung terdapat pengawas ujian dari BKD dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Mereka terdiri dari delapan orang pranata komputer. “Pranata komputer itu jabatan fungsional. Mereka juga sudah dilatih,” jelasnya.
Tugasnya yakni melakukan verifikasi data peserta ujian dan memberi pengarahan. Selain itu juga terdapat dua pengawas  dari LPMP Jatim.
Para pengawas dan operator merupakan ‘penguasa’ ruang ujian. Merekalah yang memegang id account untuk mengakses jaringan server ujian CPNS ke panselnas di Jakarta. Selain itu hanya para petugas itulah yang boleh berada dalam ruangan ujian. Selebihnya, termasuk pejabat sekali pun tak bisa masuk dalam ruangan selama ujian berlangsung.“Saya juga tidak boleh masuk. Kami hanya berada di luar untuk kelancaran pelaksanaan ujian. Saya juga tidak tahu id account. Ya pengawas saja yang tahu id accountnya,” kata Sugiharto.
Di luar ruangan ujian pun terdapat sederet perangkat yang disiagakan agar perangkat sistem dan server ujian CPNS tetap terjaga. Diantaranya mensiagakan genset berkapasitas 30 ribu watt. Fungsinya agar aliran listrik tetap terjaga jika aliran listrik dari PLN mendadak padam.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN agar tak ada pemadaman di lokasi ujian. Tapi harus menyiapkan langkah antisipasi seperti mendadak pohon tumbang atau kejadian darurat lain yang berakibat mati lampu,” kata mantan Inspektur Pemkot Malang ini.
Kendati mensiagakan genset, power supply unit juga disiapkan untuk mengatasi stabilitas tegangan listrik. “Agar aliran listrik untuk jaringan komputer dan server selalu stabil,” terangnya.
Jika sistem atau pun server terganggu, bisa saja soal ujian yang sudah dikerjakan peserta bisa hilang. “Risikonya besar. Tapi ini tanggung jawab yang harus diemban. Dan sejauh ini lancar saja,” pungkas mantan sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang ini.(vandri van battu/ary)