Menjual Batu Lewat Shining Batu Investment Exhibition (1)

Saat ini kunjungan pariwisata ke Kota Batu berada pada urutan ketiga setelah Bali dan Jogjakata. Namun Pemkot Batu, pengusaha maupun elelemen masyarakat harus terus bergerak dan berbenah supaya posisi ini tetap bertahan atau bahkan semakin meningkat. Shining Batu Investment Exhibition yang baru diawali di Kalimantan Timur merupakan langkah konkrit Pemkot Batu dalam jemput bola mempromosikan semua potensi kota ini.
 
Dulu, ketika Eddy Rumpoko baru setahun menjabat Wali Kota Batu (periode pertama), ia terpaksa harus keliling ke kota-kota besar utamanya Jakarta, untuk mempromosikan pariwisata maupun menawarkan investasi. Namun karena banyak yang belum mengenal Kota Batu,  sehingga membuat mereka ragu. 
Namun setelah tiga tahun masa jabatannya dan kunjungan wisata ke kota apel ini mulai bergeliat, kondisi mulai berubah. Menurut Eddy, orang-orang Jakarta malah balik bertanya ada apa di Kota Batu. ”Anak-anak orang-orang berduit di Jakarta, merengek minta berlibur di kota kita, potensi wisata Kota Batu mulai dikenal,” urainya.
Nah, apakah Kota Batu harus puas sebagai satu-satunya destinasi pariwasata andalan Jatim seperti  sekarang ini? Ketua PHRI Kota Batu Uddy Saiffudin menyebut Batu harus terus berbenah dan tumbuh, tidak boleh puas dengan yang sudah diraih sekarang. “Kita semua harus terus bergerak, bila tidak lima tahun ke depan tertinggal oleh daerah lain,” ujarnya.
Shining Batu Investment Exhibition di Balikpapan dan Samarinda yang digelar minggu lalu merupakan langkah awal Pemkot, DPRD, pengusaha, pelaku usaha maupun semua komponen masyarakat untuk jemput bola calon wisawatan ataun investor ke kota-kota besar untuk masuk ke Kota Batu.
“Road show ke kota-kota besar itu, tidak hanya untuk jangka pendek melainkan kepentingan jangka panjang. Hampir semua pejabat Pemkot Batu dilibatkan plus menyertakan pengusaha, KADIN, pelaku UMKM, pelaku pariwisata, pedagang hingga tokoh agama dan masyarakat. Di daerah tujuan, semuanya terlibat langsung memasarkan potensi Kota Batu,” papar Kepala Badan Penanaman Modal, Syamsul Bahri.
Sasaran ke Balikpapan dan Samarinda, juga sudah diperhitungan masak. Secara geografis, ekonomis dan bahkan politik di Indonesia, kota berpenduduk sekitar 1 jiwa ini sangat strategis. Sebagai gerbang Kalimantan Timur dan kota minyak, kota-kota itu sedang bertransformasi menjadi metropolitan.
Hasil jangka pendek pun telah diraih delegasi Shining Batu Investment Exhibition itu. Perhotelan yang tergabung dengan PHRI, dalam liburan Desember mendatang telah mendapatkan reservasi yang nilainya cukup menggembirakan. Demikian pula dengan KADIN Kota Batu, bisa menambah volume perdagangan anggotanya.
“Kebutuhan sayuran dan buah apel di Balikpapan, mayoritas dipasok dari Kota Batu. Kami pun masih membuka diri untuk komoditas lain termasuk kami akan mendorong pengusaha-pengusaha untuk berinvestasi di Kota Batu,” ungkap Wali Kota Balikpapan, H Rizal Effendi, kepada Malang Post.
Eddy Rumpoko pun kembali menegaskan, semua pejabat dan PNS di lingkungan Pemkot Batu, berkewajiban menjadi marketing untuk mempromosikan potensi kota pegunungan ini. ”Semua kegiatan Shining Batu Investment Exhibition ini untuk kepentingan jangka panjang, sehingga hasilnya belum bisa kita rasakan sekarang ini,” papar ER.
Sukses di Balikpapan, sasaran promo yang dibidik ke depan adalah Jakarta, Singapura, dan Brunei Darussalam. “Untuk Jakarta, kemungkinannya nanti kami gelar di Senayan City. Sedangkan untuk menggaet turis mancanegara, kami condong akan menggelar di Singapura sebagai pontu gerbang wisatawan masuk ke negara-negara ASEAN. Pangsa pasar potensial lainnya adalah Brunei Darussalam,” jelas Syamsul Bahri. (samsuliyono/han/bersambung)