Menjual Batu Lewat Batu Shining Batu Investment Exhibition (2/habis)

Rencana pembangunan destinasi wisata Kereta Gantung dan ASEAN Culture Park (ACP) tahun depan, menjadi perhatian pejabat dan pengusaha Balikpapan yang Sabtu malam pekan lalu menghadiri Business Ghatering di Ballroom Hotel Grand Jatra Balikpapan. Dua destinasi terbaru itu menjadi trending topic dalam Shining Batu Investment Exhibition.
 
Setiap tahun Kota Wisata Batu pasti melahirkan destinasi wisata baru. Itulah salah pernyataan yang dilontarkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu Eny Rachyuningsih di hadapan pejabat, pengusaha maupun pelaku usaha Balikpapan, Kalimantan Timur.
Mereka yang baru menikmati sajian kesenian khas kota ini yakni Bantengan, sempat tercengang. “Wow.. berarti wisatawan bisa menikmati alam penggunungan melalui kereta gantung itu. Lalu bagaimana konsep ASEAN Culture Park sendiri?,” tanya Hasyim Halim, pengusaha permata kepada Zaenul Arifin KR Direktur PDAM Kota Batu, yang kebetulan malam itu duduk satu meja.
Zaenul pun menerangkan dengan gamblang kepada Hasyim tentang proyek tersebut. Ya, masing-masing pejabat Pemkot Batu memang harus menjadi marketing, karena itu mereka pun harus memahami konsep pembangunan wisata di kota ini dan mampu menjelaskan kepada siapapun yang bertanya.
Sementara di atas pangung, Eny mengurai obyek-obyek pelesir yang sudah ada di kota apel ini mulai wisata alam hingga obyek buatan termasuk pertumbuhan desa-desa wisata yang menyuguhkan potensi pedesaan. “Target kami, obyek wisata terbaru berupa Kereta Gantung dan ASEAN Culture Park sudah terbangun pada tahun 2015. Lesemuanya sudah melalui survei yang dilakukan oleh PTN,’’papar wanita berjilbab itu.
Ada tiga alternatif yang bakal dijadikan rute Kereta Gantung, ada rute pendek sepanjang 1 Km, rute menengah antara 7 Km ataupun alternatif rute panjang sekitar 34 Km yang kesemuanya belum final. Sedangkan perkiraan nilai investasi destinasi terbaru ini, per kilo meternya sekitar Rp150 miliar. Ia mengatakan, promosi lebih awal ini diharapkan bisa menarik pengusaha-pengusaha kota minyak itu, untuk ikutan berinvestasi melalui pembangunan Kereta Gantung.
“Memang pembangunannya ditargetkan tahun depan, namun perkiraan Kereta Gantung baru bisa dioperasikan pada 2016 karena proses pemesanan dan pembuatan perlengkatan maupun armadanya butuh waktu setahun. Rencananya Kereta Ganting ini diproduksi Austria,’’papar Eny.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menyebut, hingga saat ini pihaknya terus bergerak mencari investor walaupun sudah ada beberapa pemilik modal yang menyatakan bergabung. “Tentu saja, Pemkot Batu ikut memiliki investasi Kereta Gantung ini,’’jelas Eddy Rumpoko kepada Malang Post.
Menurut ER, sapaan akrabnya, pasar domestik kunjungan wisatawan ke kota pegunungan ini sangat potensial dan itulah yang sedang gencar digarap dengan promosi ke kota-kota besar. “Ketimbang kita fokus mengaet wisatawan mancanegara yang jumlahnya tidak terlalu banyak, mending kosentrasi mendatangkan wisatawan domestik yang ditargetkan tahun depan meningkat tembus 5 juta jiwa per tahun,” tandas ER.
Kepala Badan Penanaman Modal Kota Batu, Syamsul Bahri memperkirakan, hasil Batu Shining Exhibition ke Balikpapan dan Samarinda, itu tahun depan ada penambahan jumlah kunjungan wisatawan dari Kaltim sekitar 18 persen.
Rombongan DPRD yang lebih awal melakukan studi banding ke Balikpapan dengan pembiayaan sendiri, sangat mengapreasiasi program Pemkot tersebut. “Fakta yang kami dapatkan, ternyata banyak pejabat dan pengusaha Balikpapan yang belum mengetahui potensi Kota Batu. Karena itu, promosi ini sangat kami apresiasi. Kami pun anggota dewan berada di Balikpapan sejak Rabu (19/11) atas biaya sendiri bukan numpang Pemkot,” jelas Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edi Purnomo. (samsuliyono/han)