Sabet Juara Nasional, Wakili Indonesia di Level ASEAN

Prestasi atlet tenis meja Malang Kota Tenis Table Club terus menggema. Saat tenis meja Indonesia sedang terpuruk, tiga atlet Makota TTC tampil sebagai harapan baru nasional. Mauli Fajar, Adam Harmono dan Diajeng Lia Regita, mewakili Indonesia untuk tampil di Pekan Olahraga Mahasiswa tingkat ASEAN setelah menyabet gelar juara nasional di POM Nasional.

Tenis meja menjadi cabang olahraga naik daun di Kota Malang. Seiring dengan lahirnya Malang Kota Tenis Table Club, atletnya menorehkan tinta emas di kancah nasional. Padahal, sebelum Makota TTC lahir, tidak banyak atlet Malang yang dikenal.
Jangankan berprestasi di level Kejurnas, meraih gelar di level regional Jawa Timur saja hampir tidak pernah. Namun, revolusi prestasi yang diberikan Makota TTC membuat Malang memiliki harapan baru di dunia tenis meja nasional. Tiga atletnya, Mauli Fajar, Adam Harmono dan Diajeng Lia Regita, menyabet gelar juara di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), akhir tahun lalu.
Fajar dan Adam merebut gelar juara 1 di kategori ganda putra. Sementara, Lia memuncaki kategori juara I di kategori tunggal putri. Dengan gelar juara ini, ketiga atlet Makota TTC tersebut, berhak tampil di Pekan Olahraga Mahasiswa ASEAN atau ASEAN University Games, melawan negara-negara tenis meja seperti Singapura dan Malaysia, pertengahan bulan Desember 2014 nanti, di Palembang
Fajar yang ditemui Malang Post kemarin menyebut, perjuangan untuk jadi wakil Indonesia di POM ASEAN bukan hal mudah. “Kita harus berjuang dari bawah. Kita mengikuti dua POM, level regional dan level nasional, sebelum tampil mewakili Indonesia,” terang Fajar.
Menurutnya, Mauli menjadi runner up tunggal putra pada POM Daerah tingkat Jawa Timur yang digelar di Universitas Brawijaya, tahun lalu. Sementara, Adam menjadi juara 1 tunggal putra. Lia, merebut gelar juara 1 di kategori ganda putri. Ketiga atlet ini, membawa nama Makota TTC, sekaligus Universitas Negeri Malang (UM) sebab ketiga atlet tersebut adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan UM.
Fajar, Adam dan Lia tidak menghentikan langkahnya meskipun telah sukses di level regional. Pada POM Nasional, Fajar dan Adam bertarung dalam kategori ganda putra melawan DKI Jakarta di partai final, lalu memenangkan pertandingan. Sementara, Lia merebut gelar juara 1 melawan DKI Jakarta di final, kategori tunggal putri. Dengan raihan prestasi ini, ketiga atlet berhak tampil sebagai wakil Indonesia di POM ASEAN. “POMNAS kemarin itu juga sekaligus ajang seleksi. Meskipun levelnya mahasiswa, yang ikut POMNAS itu juga atlet Timnas tenis meja Indonesia. Tentu saja kami merasa bangga, tidak kalah dari pemain Timnas, dan mewakili Indonesia,” tegas juara tiga Kejurnas tenis meja 2013 itu.
Sebelum terjun di POM ASEAN pada 13-16 Desember 2014 nanti, Fajar, Adam dan Lia akan ikut Training Center atau pemusatan latihan Timnas di Jakarta, mulai hari ini (3/12) hingga 10 Desember nanti. Dia mengungkapkan, latihan untuk mencapai level internasional seperti sekarang, cukup berat.
Atlet yang sudah menggeluti tenis meja sejak kelas 3 SD tersebut, harus berlatih 5 jam sehari demi mengasah skill. Bahkan dia dapat tambahan materi serta jam latihan dari para pelatih Makota TTC, bila menghadapi event layaknya POMDA dan POMNAS.
“Waktu latihan 5 jam sehari itu bila tak ada kegiatan turnamen. Kalau sedang ada event, jam latihannya tambah di pagi hari. Untuk mencapai prestasi seperti sekarang, kita tidak berleha-leha. Kita juga menguras tenaga dan kerja keras agar sukses,” sambung pemuda domisili Sawojajar tersebut.
Ia berharap TC kali ini bisa meningkatkan kemampuan serta skillnya. Sebab, ia akan menghadapi negara-negara tenis meja. Malaysia, Thailand, Singapura hingga Australia akan menjadi lawan berat bagi tiga atlet Makota TTC yang mewakili Indonesia.
“Kita baru kali ini mewakili Indonesia di kompetisi internasional. Rasanya senang juga. Tapi, juga tetap waspada. Karena ada banyak negara tenis meja yang ikut. Singapura salah satunya. Ada pemain naturalisasi yang ikut di POM ASEAN,” tutup atlet berkacamata itu.
Sementara itu, Pembina Makota TTC Ir R Agoes Soerjanto mengungkapkan, prestasi atlet Malang sebagai wakil Indonesia di ajang internasional, sangat membanggakan. “Kita tentu bangga dengan capaian prestasi ini. Tenis meja Malang terus bertumbuh sebagai salah satu barometer tenis meja Indonesia,” tegas Agoes, dikonfirmasi terpisah.
“Kita doakan agar atlet Malang yang mewakili Indonesia di level ASEAN, bisa membawa pulang gelar juara dan memberi kebanggaan bagi masyarakat Malang,” tambah Agoes.(fino yudistira/han)