Dibalik Kesibukan Duta Catering Layani Wakil Presiden

Kunjungan kerja Wakil  Presiden RI Jusuf Kalla, di Kabupaten Malang Sabtu (6/12) lalu tidak hanya membuat bangga Bupati Malang H Rendra Kresna. Rasa bangga  juga dirasakan owner Duta Catering, H Suhardjito. Itu karena, dalam kunjungan tersebut, Duta Catering dipercaya menyajikan berbagai makanan untuk tamu VVIP tersebut. Peraih The Best Catering In Service Exellent Of The Year tahun 2014 ini selama ini memang langganan tamu VVIP.

“ Bangga, tegang dan puas,’’ kalimat pertama itu yang meluncur dari Hj Gustiningsih anak pertama H Suhardjito. Gustiningsih  saat itu menjadi penanggung jawab melayani rombongan Jusuf Kalla.  Menik begitu Gustiningsih ini akrab dipanggil mengaku sangat bangga, karena catering yang dibangun oleh kedua orang tuanya sejak tahun 1991 ini kembali mendapat kepercayaan untuk melayani tamu VVIP.
Sebelumnya, Menik menceritakan jika sejak berdiri, Duta Catering kerap mendapat kepercayaan untuk melayani tamu VVIP. Bahkan, kepercayaan tersebut diterima sejak zaman almarhum Abdurrahman Wahid menjadi presiden RI, yakni tahun 1999 lalu.  
“Saat pertama mendapat kepercayaan melayani tamu VVIP, jelas kami sangat bangga. Apalagi yang dilayani saat itu adalah pak presiden,’’ katanya.
Memang melayani tamu VVIP berbeda dengan melayani tamu biasa, karena harus ada prosedur. Tidak terkecuali saat melayani Jusuf Kalla dan rombongan, prosedur layanan tamu VVIP pun berlaku. “Kami tahunya tiga hari sebelum acara. Saat itu pihak Kabupaten Malang datang ke kantor di Jalan Ir Soekarno, Areng-areng, Batu, untuk melakukan pemesanan catering, yang disajikan kepada Jusuf Kalla dan rombongan,’’ kata wanita berkacamata ini.
Saat itu, pihak Kabupaten Malang, memilih Menu Nusantara yang berisi 12 menu, dan disediakan untuk 200 orang.
Tanpa menunggu, begitu pemesan pulang Menik dan para pekerja Duta Catering pun langsung melakukan persiapan. Perangkat dan dekorasi ditata lebih awal. Bahkan, beberapa pegawai juga juga langsung datang ke pringgitan, untuk melakukan survei lokasi. “Survei tetap dilakukan untuk melakukan penataan. Kami juga berkoordinasi dengan Bagian Umum untuk penataan ruangannya,’’ katanya.
Sehari sebelum hari H persiapan total pun dilakukan. Belanja bahan dilakukan sehari atau malam sebelum hari H. Ini dilakukan, agar bahan yang disajikan betul-betul segar. Tidak main-main Djito begitu sapaan owner Duta Catering ini. Ia terlibat langsung dalam penyediaan bahan.
“Saya ikut ke pasar, ikut memilih bahan yang digunakan,’’ kata Djito kemarin. Setelah semua bahan lengkap, para pegawai pun memasak di pagi harinya. Satu persatu menu diselesaikan. Tapi begitu, lagi-lagi semua yang terlibat dalam layanan ini mengaku deg-degan. Itu karena mereka takut ada kesalahan.
Menik dan pekerja lainnya makin tegang  saat check food dilakukan. Saat itu check food dilakukan oleh anggota Kesdam  V Brawijaya. “Semua makanan yang ada dicampur jadi satu diblender kemudian dicek,’’ katanya. Check food ini dilakukan untuk untuk mengetahui kandungan Arsen, Cyanida, logam berat, senyawa nitrit dan formalin. Selain itu juga melihat bentuk, warna, bau dan rasa.
Menik dan para karyawan pun lega, setelah mendapat pemberitahuan jika semua makanan yang disajikan sangat layak. “setelah semua makanan dicek, barulah kita melakukan penataan makanan di meja. Semua makanan yang kami bawa kami tempatkan pada tempat yang tersedia di meja,’’ katanya sembari mengatakan, selama penataan tidak dilakukan sendirian, tapi ada petugas yang menunggu. Agar makanan tetap hangat, pihaknya juga menyalakan api dibawa tempat makanan.
Di meja, ada sekitar tujuh tempat besar untuk menu yang disajikan. Mulai dari asem-asem iga, ayam goreng lengkuas, rendang daging, gurami bakar, bawan jamur, dan aneka steak. Sementara di meja satunya lagi, pihaknya juga menyediakan bakso Malang. Rangkaian bunga juga dipasang untuk mempercantik dekorasi ruangan.
Rasa tegang kembali melanda saat rombongan JK datang. Dibalik pintu kaca, Menik dan karyawan pun  melihat aktifitas JK bersama rombongan. “Tegang pasti, takut kalau makanan yang kami sajikan tidak pas dengan selera pak Wapres,’’ kata Menik. Tapi begitu, dia pun mengaku lega, karena saat itu Jusuf Kalla sama sekali tidak menunjukkan mimik kecewa saat menyantap makanan. “Tadi pak JK makan ikan gurami, beliau juga makan bakso malang,’’ katanya. Menik pun merasa bangga karena bakso yang disajikan mendapat pujian dari JK. “Tadi pak JK bilang, ya ini bakso Malang,’’ urainya.
Selama JK dan rombongan berada di ruang makan ditemani Bupati Malang H Rendra Kresna memang tidak boleh ada karyawan yang berlalu lalang. Kalaupun ada hanya salah satu saja untuk mengecek makanan yang ada. “Kami sangat puas. Apalagi pak JK dan rombongan juga makan dengan lahap,’’ tandasnya, yang mengaku saat bersamaan sebetulnya pihaknya juga melayani di tiga tempat lain.
Sementara Djito, mengatakan dirinya membangun Duta Catering ini sejak tahun 1991 lalu. Awalnya BPR tempat dirinya bekerja mengadakan acara, dan pihaknya harus menyediakan makanan untuk 600 orang. Tapi karena uang yang tersedia tidak mencukupi, maka dia pun meminta istrinya Hj Kustianingsih untuk memasak. Dari situlah, usaha catering ini dibangun. Beberapa orang pun melakukan pemesanan catering kepadanya.
“Memang tidak langsung melejit, dulu pertama berdiri ya satu bulan dapat satu pesanan itu sudah syukur, kadangkala baru tiga bulan dapat pemesanan,’’ kata pria asal Batu ini.
Tapi dirinya pun mengucap syukur yang luar biasa, karena setelah ditekuni dengan baik, usaha cateringnya pun terus berkembang. Banyak instansi negeri maupun swasta yang percaya kepada catering miliknya dalam hal makanan.
Djito juga mengaku selain Jusuf Kalla, tamu VVIP yang pernah dilayani diantarannya adalah almarhum Taufiq Kiemas, Nuriyah Wahid, SBY dan lainnya. Bukan itu saja, pihaknya juga pernah mendapat pesanan dari tentara Amerika. Lantaran kerap mendapatk kepercayaan itulah, catering yang dikelolanya tersebu mendapatkan The Best Catering In Service Exellent Of The Year tahun 2014  dari Pusat Rekor Indonesia.
Nama Duta Catering sendiri tidak hanya berjaya di Malang  Raya saja, tidak juga di luar Malang, diantarannya Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Pandaan, Sidoarjo,. Surabaya dan lainnya. Duta Catering sendiri sekarang telah memiliki lebih dari 400 karyawan. “Kami bersyukur karena sudah bisa melayani masyarakat,’’ tandasnya.(ira ravika/red/ary)