Diapresiasi Bupati, Tembus Jerman, Belanda dan Perancis

Keberadaan perajin Topeng Malangan saat ini tidak banyak. Padahal posisi topeng sebagai perlengkapan utama pertunjukan Tari Topeng Malang, sangat vital. Salah satu perajin yang konsisten membuat topeng adalah Iswati. Tidak main-main, karya perajin topeng dari Kelompok Galuh Chandra Kirana Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan ini, tembus luar negeri.  Seperti Jerman, Belanda dan Perancis.

Hari Rabu (17/12), suasana Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan, lebih ramai dari biasanya. Saat itu sedang berlangsung kegiatan Bhakti Sosial Menata Desa (Bina Desa) oleh Bupati Malang H Rendra Kresna. Bupati bersama seluruh pejabat Pemkab Malang, meninjau potensi yang ada di desa tersebut.
Selama ini, kesenian tradisional identik dengan potensi yang ada di Desa Jambuwer. Salah satunya adalah kesenian tarian Topeng Malangan. Topeng khas Malangan sendiri, juga dibuat di desa itu. Bupati juga mengunjungi kelompok perajin Galuh Chandra Kirana, yang selama ini konsisten menekuni pembuatan Topeng Malangan.
Iswati, Ketua Kelompok Galuh Chandra Kirana tampak sumringah ketika tempatnya didatangi orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang ini. Apalagi ketika bersalaman dengan Bung Rendra sapaan akrab bupati, dia tidak bisa menyembunyikan wajah groginya. Maklum, dia baru pertama kali bertemu langsung dengan Bupati Malang H Rendra Kresna
Saat meninjau hasil kerajinan topenh buatannya, Bung Rendra berpesan kepadanya supaya terus membuat Topeng Malangan. "Pertahankan membuat topeng khas Malangan ini. Karena sebagai pelestarian kebudayaan tradisional," ujarnya. Bupati juga berjanji akan memberikan bantuan berupa peralatan untuk membuat topeng tersebut.
Ismawati seperti mendapat durian runtuh. Dia berulang kali mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada bupati. Usai dikunjungi bupati, pria yang saat itu mengenekan hem batik, menceritakan kesuksesannya. Awalnya, pria asli Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan itu membuat topeng khas Malangan sejak tahun 1990. 
Desanya itu, sejak dulu dikenal sebagai pelestari tarian Topeng Malangan. Untuk itu, dia membuat Topeng Malangan sendiri. "Ada 76 jenis topeng yang saya buat. Di antaranya Topeng Panji, Topeng Sabrang, Topeng Totok Terot dan Topeng Proto Joyo," ujarnya kepada Malang Post. Sedangkan bahan pembuatannya, dari beberapa jenis kayu. Di antaranya kayu pule, kayu nongko, kayu sengon dan kayu kembar.
Sedangkan waktu pembuatannya sendiri, tergantung dari tingkat kesulitan. "Topeng yang saya buat mulai dari ukuran kecil untuk aksesoris seperti gantungan kunci, topeng untuk penari dan topeng untuk dipajang di dinding," ujar bapak dua anak ini.
Dia menjelaskan, yang paling sulit saat proses pengukiran dan pemahatan. Karena dibutuhkan ketekunan dan kesabaran. Kemudian, proses finishingnya dengan melakukan pengecatan. Pernah suatu ketika, Ismawati membuat sketsa ruangan dengan ukir-ukiran dedaunan. Karya itu, dibeli seorang warga Jerman seharga Rp 600 ribu. Sedangkan di pamerkan di Jerman melalui pelelangan, laku seharga Rp 16 juta.
Selain itu, topeng buatannya, dikirim ke beberapa negara Eropa lain, seperti Perancis dan Belanda. "Ada teman-teman saya yang mengenalkan topeng ini ke turis asing melalui inernet. Ada juga murid luar negeri yang belajar tari Topeng di desa ini, ketika hendak pulang ke negara asalnya, juga sekalian membeli topeng," terangnya.
Dia bersama empat perajinan konsisten membuat topeng karena niatannya untuk melestarikan kerajinan tradisional. Menuurtnya, baik itu kerajinan dan kesenian tradisional, keberadaanya semakin berkurang, seiring dengan tergerusnya dengan perkembangan zaman modern seperti sekarangan.
Padahal, kata dia, kebudayaan tradisional khusunya Topeng Malangan merupakan identitas Kabupaten Malang. "Kami membuat topeng ini, bukan berniat mencari keuntungan. Sebagai pekerja seni, kami sudah puas bila membuat karya yang bagus dan dapat diapresiasi oleh masyarakat," terangnya.
Melalui konsistensisnya mempertahankan pembuatan kerajinan topeng khas Malangan, dia berharap nantinya dapat ditiru oleh pihak-pihal lain. Sehingga eksistensi perajin Topeng Malangan maupun tarian Topeng Malangan dapat tetap terjaga seterusnya. (Binar Gumilang/han)