Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Kiprah Anggota Kowad, Para Melati Pagar Bangsa

Mereka ‘Bukan Mawar Penghias Taman, Tetapi Melati Pagar Bangsa.’ Itulah prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang berulang tahun ke 53 Senin (22/12) hari ini bersamaan peringatan Hari Ibu. Di Malang, sejumlah anggota Kowad mengukir prestasi, membuktikan diri bahwa mereka bukan wanita yang bisa disepelekan.  

Pekan lalu, Serda Nurindah bersama empat temannya berdiri sigap di salah satu sudut lapangan Rampal. Mereka mengenakan seragam loreng, bersepatu laras dan baret di kepala.
“Siap ndan,” kata mereka dengan nada tegas lalu berjalan tegap dan cepat mendekati Kepala Penerangan  Korem (Kaprenrem) 083/Baladhika Jaya, Mayor CAJ Sugiati.  Tegas, tegap tapi tetap ramah. Itulah Serda Nurindah dan  Mayor CAJ Sugiati.
Mayor CAJ Sugiati dan  Serda Nurindah contoh wanita berkarir militer namun tak meninggalkan kodrat perempuannya. Bahkan mereka termasuk prajurit wanita TNI AD yang berprestasi.
Mayor CAJ Sugiati saat ini merupakan satu-satunya anggota Kowad di jajaran Kodam V/Brawijaya yang menempati jabatan sebagai Kapenrem. Serda Nurindah adalah atlet lempar lembing. Selain itu ada juga Serda Novi Merliana, atlet bola voli yang ‘berperang’ di medan proliga.
30 tahun berdinas sebagai prajurit wanita TNI AD, Mayor CAJ Sugiati termasuk wanita tangguh. Kendati sebagai seorang perwira menengah, tapi wanita berusia 51 tahun ini loyal pada tugasnya. Kesehariannya melayani permintaan informasi dan data oleh para wartawan.  
“Saya bangga menjadi anggota Kowad,” katanya. “Bukan Mawar Penghias Taman, Tetapi Melati Pagar Bangsa. Itulah Kowad,” sambung Sugiati  menyebut moto Kowad.  
Sejak tahun 1984 ketika menjadi prajurit wanita TNI AD hingga sekarang,  ia tak pernah mengalami diskriminasi gender. Bahkan kini mendapat kepercayaan  sebagai ‘corongnya’ Korem 083/Baladhika Jaya.
Sugiati bersuamikan  seorang prajurit TNI AD, Kapten CHK Agus Purwanto, SH. Secara jenjang kepangkatan, pangkatnya lebih tinggi dari suami.  Kalau bertemu di acara kemiliteran seperti saat upacara atau rapat, dia pasti dihormat oleh suami. “Tidak masalah. Aturan kedinasannya seperti itu,” ucap wanita yang sudah memiliki dua cucu ini.
Tapi sewaktu di rumah, Sugiati  memposisikan diri sebagai seorang ibu rumah tangga. “Ketika di rumah, suami  sebagai kepala keluarga dan saya pendamping suami, ibu dari anak-anak,” terang mantan Kepala Seksi Penerangan Umum, Penerangan Kodam (Pendam) V Brawijaya ini.
Selama 30 tahun dinas militer, Sugiati  telah mendapat satya lencana kesetiaan Kartika Eka Paksi Narariya. Ia mendapat lencana tersebut karena telah mengabdi lebih dari 24 tahun tanpa cacat. Kini, seorang putrinya, Maria Ulfa menapak jejak Sugiati menjadi anggota Kowad dengan pangkat sersan satu (sertu) bertugas di RST Dustira, Cimahi.  
Anggota Kowad lain, Sersan dua (Serda) Nurindah juga bangga dengan pilihannya menjadi prajurit wanita. Wanita 20 tahun ini sehari-harinya bertugas di Ajendam V Brawijaya. Tapi Indah, begitu dia biasa disapa juga atlet lempar lembing.
Sejak masih duduk di bangku SMAN Olah Raga Jatim di Sidoarjo, Indah sudah terjun sebagai atlet lempar lembing. Sederet prestasi disabetnya. Diantaranya  mewakili Sidoarjo di  POPDA  tahun 2010 di Nganjuk dan berhasil meraih juara 1, juara 2 cabang olah raga lempar lembing di Porprov di Kediri pada tahun 2012.  Indah juga pernah menyabet juara saat kejurnas lempar lembing untuk remaja junior.    
Ketika menjadi anggota Kowad sejak tahun 2013 lalu, ia masih bisa menekuni olah raga lempar lembing. Pada tahun 2014, dia berhasil juara 1 dalam Jatim Open. Dinas militer dan olah raga sejalan. Sebab selain untuk kesehatan, berprestasi juga demi menjaga postur tubuh ideal.
Olahraga lempar lembing yang ditekuni Indah termasuk berat. Bayangkan saja, berat lembing 600 gram. Sudah begitu, lemparannya pun harus jauh. Ia pernah melempar lembing hingga sejauh 35 meter.
Kesatuan tempatnya berdinas memberi kesempatan untuk terus berprestasi. “Selama ini izin saya selalu disetujui saat akan TC atau lomba,” katanya. Kini ia bangga, bisa mengharumkan nama bangsa dan kesatuan melalui olah raga. “Menjadi anggota Kowad itu kebanggaan. Saya bangga,” tegasnya.
Serda Novi Merliana juga begitu. Ia merupakan salah satu anggota Kowad yang menoreh prestasi  di olahraga. Anggota Kowad yang sehari-hari berdinas di Ajendam V Brawijaya ini merupakan atlet voli. Sekarang sedang memperkuat club Bank DKI di proliga. Sebelumnya Novi atlet voli di club Petrokimia Gresik. “Selama ini saya selalu mendapat dukungan dari kesatuan. Saya selalu mendapat izin saat akan bertanding,” kata wanita berusia 24 tahun ini.
Menjadi prajurit wanita TNI AD, Novi merasa bangga karena bisa mengawal negara. Apalagi ia juga atlet bola voli yang bisa mengharumkan kesatuan.(vandri battu/ary)

Please publish modules in offcanvas position.