Inovasi Program PKK Desa Sumber Sekar Dau Malang

Sebagai organisasi, PKK Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau memang tidak sekadar berdiri.  Memanfaatkan dukungan penuh masyarakat, organisasi yang berinduk pada pemerintah ini cukup aktif membuat program dan menerapkan berbagai inovasi.  Bahkan, salah satu inovasinya ‘Madu Pria’ mampu mengantarkan PKK yang dipimpin oleh Riyati ini meraih juara I lomba PKK tingkat Nasional.
“Madu Pria itu bukan istilah wanita yang bisa dimadu oleh pria lho ya. Itu adalah program, singkatan dari masyarakat peduli perempuan, ibu dan  anak,’’ kata Riyati.
Madu Pria merupakan program inovatif yang dibuat sejak 2013 lalu, dengan tujuan menampung berbagai permasalahan, yang dialami oleh perempuan, ibu ataupun anak. “Bentuknya seberti lembaga konseling, dimana warga bisa mengadu tentang masalah yang dialami. Mulai dari masalah kesehatan, hingga rumah tangga. Bahkan, ibu-ibu yang menjadi korban Kekerasan Dalam rumah Tangga (KDRT) pun dapat mengadu ke sini,’’ katanya.
Istri Hasan Asyari ini meyebutkan, program ini sengaja dibuat karena  banyak masalah yang dialami warga dan  mereka tidak tahu ke mana harus mengadu, sehingga memilih memendam sendiri permasalahan yang didahapi. Tapi dengan adanya program ini, masyarakat pun bisa menumpahkan problem-problem yang dialaminya. Saat mengadu, masyarakat tidak perlu kawatir karena ditangani dengan professional. Anggota PKK yang menjadi petugas konseling telah mendapat pelatihan khusus, masalah yang diceritakan pun dipastikan tidak bakal bocor.  “Karena menjadi lembaga konseling, kami juga membentuk Posko,’’ katanya.
Selama lebih satu tahun berdiri, cukup banyak warga yang mencurahkan keluhannya. Keluhan itupun tertampung sangat aman. “Tidak sekadar menampung, tapi juga mencarikan solusi atau jalan keluar. Intinya program ini didirikan untuk menerima curahan hati warga,’’ katanya.  Termasuk jika ada warga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan ingin melapor ke polisi atau menuntut cerai, petugas konseling pun pun wajib memberikan saran terbaik.
Riyati mengaku saat program ini dibuat, sama sekali  tidak ada kendala. Awalnya, menurut dia, memang banyak warga yang meremehkan dan memandang sebelah mata program ini. Banyak yang tidak percaya, mereka juga menilai masalah rumah tangga tidak perlu diumbar. Tapi seiring dengan seringnya disosialisasikan, program ini pun dapat berjalan. Banyak warga percaya dan datang mencurahkan isi hatinya.
Bahkan jika dulunya warga datang dengan sembunyi-sembunyi, kini tidak lagi. Mereka datang dan masuk ke posko Madu Pria . Mereka juga tidak lagi malu-malu menceritakan seluruh persoalan yang dialaminya. “Konsultasi itu penting untuk mutu hidup lebih baik.  Contohnya ada masalah dalam rumah tangga, dengan konsultasi mutu rumah tangga akan lebih baik, karena di dalamnya ada nasihat yang diberikan,’’ urainya.
Riyati mengungkapkan, Madu Pria bukan satu-satunya program PKK Sumber Sekar. Ada 11 program lain yang inovatif. Di antarannya  Pundi Mas, Rumah Tanpa Asap, Wisuh Disik Yuks, Bumbung Sehat, dan Pitutur Si mbah. “Semua program ini dibuat untuk memperdayakan masayarakat, tidak hanya kaum perempuan tapi untuk laki-laki juga,’’ tambah ibu dua anak ini.
Dia mencontohkan, program yang memberdayakan kaum laki-laki adalah rumah tanpa asap rokok. Program ini lebih umum diwujudkan sebagai program tanpa asap rokok di dalam rumah. Dia menyebutkan, asap rokok sangat bahaya pada kesehatan. “Umumnya yang merokok adalah laki-laki. Kadang mereka merokok tidak kenal tempat, termasuk di dalam rumah tetap merokok dan terkadang tidak peduli ada balita. Dengan program ini, (kebiasaan) itu tidak ada lagi,’’ katanya, sembari mengatakan dengan program ini tidak ada warga yang menjadi perokok pasif.
Seperti Madu Pria, program Rumah Tanpa Asap ini cukup sulit diterapkan. Tapi di setiap pertemuan, Riyati tidak pernah putus asa untuk mengingatkan. Ada juga program Wisuh Disik Yuks yang mewajibkan warga untuk cuci tangan sebelum masuk rumah untuk menjaga kesehatan. “Program ini dibuat bukan semata-mata ide dari saya, tapi dari seluruh warga. Karena ide bersama, penerapannya pun mudah,’’ urainya.
Riyati juga mengatakan, pendekatan yang selama ini terjalin dengan warga membuat seluruh program yang dibuat berjalan lancar. Bahkan, sekalipun anggaran yang disediakan dalam program ini minim, juga tetap berjalan. “Kami dapat anggaran setiap tahun Rp 10 juta. Anggaran itu untuk semuanya, mulai dari menerapkan berbagai program, operasional PKK, hingga memberikan bantuan kepada warga. Intinya, adalah guyub dan aktif berpartisipasi. Jika warga guyub dan aktif, semua program bisa berjalan dengan baik,’’ urainya.
Itu dibuktikan, sekalipun anggarannya kecil, PKK yang dipimpinnya ini sering kali mendapat penghargaan. Mulai dari tingkat Kabupaten Malang hingga Provinsi.  Dia juga menyebutkan, sebelum ikut lomba tingkat nasional, PKK yang dipimpinnya itu lebih dulu ikut lomba PKK tingkat Kabupaten Malang. “Awalnya tahun 2013 lalu kami ikut lomba PKK tingkat Kabupaten Alhamdulillah juara I, kemudian mewakili Kabupaten Malang untuk ikut tingkat Provinsi, dan kembali juara I. Selanjutnya mewakili Provinsi ikut lomba PKK tingkat Nasional, dan lagi-lagi juara satu. Piala dan penghargaan itu diterima ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang Hj Djadjuk Rendra Kresna, Juli lalu,’’ katanya.
Sekalipun tidak menerima sendiri piala dan penghargaan tersebut, Riyati tetap bangga. Dia mengatakan jika kinerjanya selama ini diterapkan warga memberikan hasil juara. “Sebetulnya tujuan utama kami bukan pada meraih juara, tapi memberdayakan seluruh masyarakat, mulai dari laki-laki, perempuan, remaja serta anak-anak. Alhamdulillah, semuanya berjalan sampai saat ini,’’ katanya sembari mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat Desa Sumber Sekar, karena banyak memberikan dukungan, baik moril maupun materil.(ira ravika/han)