Disambut BBQ Latin, Segera Disusul Istri dan Anak

Fabiano Beltrame Da Rosa belum genap satu bulan tinggal di kandang Arema Cronus, Bhumi Malang. Namun, pemain berdarah Brasil itu mengaku sudah kerasan di Ngalam. Pesta barbeque ala latin yang menyambut kedatangannya, serta suasana kota yang nyaman, membuat defender Singo Edan ini betah. Bagaimana penuturan Fabiano tentang Malang dan Arema?

Mata cokelat Fabiano Beltrame Da Rosa bergerak-gerak ke kiri dan ke kanan menyaksikan arah bola di lapangan Stadion Brantas, Minggu (4/1/2015) kemarin. Kepalanya ditutupi handuk basah. Namun, matanya memincing dari sudut kelopak. Napasnya tersengal-sengal. Air mineral dingin diteguknya sesekali.
Sedikit air minum yang mengurangi dahaganya, membuat napasnya kembali normal. Dia bisa fokus mengamati babak kedua dan ketiga pertandingan ujicoba Arema lawan Putra Jaya. Sesekali, dia menimpali pembicaraan dengan rekan-rekan satu timnya yang duduk di bench cadangan.
Layaknya pemain yang sudah berkumpul lama, Fabiano tidak canggung saat bersama dengan pemain-pemain lain. Kedatangan Fabiano di skuad Arema belum genap satu bulan. Dia resmi berkostum Arema saat boxing day atau liburan Natal. Maksimal, dia baru dua minggu bersama Victor Igbonefo dkk.
Namun, pemain asal Brasil itu seperti tidak kesulitan berbicara dan berbincang dengan rekan-rekan satu timnya yang lain. Bahkan, Fabiano merasa sudah menemukan kenyamanan bersama anggota tim skuad pujaan Aremania itu. Usut punya usut, Fabiano telah mendapat sambutan hangat bahkan pada hari pertama kedatangannya.
Rekan barunya sesama pemain berdarah Latin, Cristian Gonzales menyambut Fabiano dengan hangat. Kebetulan, El Loco menggelar pesta kebun ala barbeque di halaman rumah saat liburan Natal. Fabiano diundang untuk mengobati rasa rindu terhadap kampung halamannya Brasil. Pesta barbeque tersebut membuat Fabiano kerasan di Malang.
“Saya pikir pemain Arema sangat ramah dan mau membantu pemain baru seperti saya untuk adaptasi. Kita semakin dekat.Saya senang karena semua pemain mendukung saya untuk cepat adaptasi di kota dan suasana baru ini,” kata Fabiano kepada Malang Post, usai ujicoba, pagi kemarin (4/1).
Pesta kebun yang digelar di rumah El Loco membuat Fabiano tidak canggung saat bersama Arema. Bahkan, setelah mendapat sambutan hangat dari sesama pemain berdarah latin, Fabiano semakin akrab dengan para pemain lain ketika berkunjung ke Bojonegoro. Fabiano mau ikut bersama anggota tim untuk merayakan sukacita pernikahan Samsul Arif Munip.
Dia tidak segan ataupun canggung ketika menemui Samsul yang sejatinya sudah pernah membela Persela Lamongan walaupun beda musim. Pribadinya yang hangat dan tidak sombong terhadap suporter, juga membuatnya dikerubuti tamu-tamu undangan Samsul ketika berada di Bojonegoro.
Namun, Fabiano merendah. Dia merasa masih perlu bantuan dari rekan-rekan satu timnya untuk semakin masuk dalam dunia skuad Arema. Calon kapten tim berlogo singa ini menilai bantuan teman-teman barunya di Arema sangat penting. “Setiap hari saya semakin dekat dengan para pemain. Tim ini mau menerima saya dan itu membuat saya senang,” kata mantan pemain Persija Jakarta itu.
Karakternya yang woles dan dewasa serta tidak neko-neko membuatnya disukai dan mudah mendekat dengan para pemain. Fabiano tak hanya merasakan kenyamanan ketika bersama skuad Arema. Bahkan, Kota Malang pun memiliki kesan tersendiri. Menurut Fabiano, udara serta atmosfer Kota Malang sangat menyenangkan buatnya.
“Malang bagus sekali. Suasana dan cuacanya bagus. Kota ini hidup dan dinamis. Saya suka berada di sini,” sambungnya. Kenyamanan Fabiano di Malang bakal semakin lengkap dengan rencana kedatangan istrinya Sunamita Beltrame dan kedua anaknya Juliana dan Gustavo. Pemain bernomor 15 tersebut masih menantikan kedatangan keluarga kecilnya dari Brasil.
“Istri dan dua anak saya akan suka tinggal di Malang. Mereka rencananya mau ke Malang pada akhir bulan Januari,” tutup Fabiano.(Fino Yudistira/ary)