Jenazah Siswi SMAK Dempo Dikremasi Minggu Depan

Musibah AirAsia QZ8501
MALANG- Korban AirAsia QZ 8501 asal  Kota Malang, Cindy Clarissa Soetjipto berhasil diidentifikasi  tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim, kemarin siang. Begitu dinyatakan valid, jenazah Cindy langsung dibawa ke Yayasan Gotong Royong, kemarin sore.
Selain keluarga dan kerabat, Wali Kota Malang, H Moch Anton, Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono ST, Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata dan sejumlah pejabat Pemkot Malang  ikut menyambut kedatangan jenazah. Setelah Cindy Clarissa Soetjipto teridentifikasi, kini tinggal menunggu proses pencarian dan identifikasi ibundanya, Lindawati Anggara. Sebelumnya, ayah Cindy, Rudy Soetjipto dan kakak kandungnya, Kevin telah teridentifikasi dan sudah dikremasikan di Sentong.
Satu keluarga yang beralamat di Jalan Terusan Tinombala itu menjadi korban AirAsia QZ 8501 pada Minggu, Desember lalu ketika akan berlibur ke Singapura. Cindy, 15 tahun merupakan siswi kelas X SMAK St Albertus ‘Dempo’ Malang.
Menurut Kombes Pol Budiyono, Kepala DVI Polda Jatim, jenazah berhasil dikenali berdasarkan data primer yakni gigi dipadu data ante mortem dan post mortem. Selain itu dari data skunder yakni medis dan antropologi, tentang jenis kelamin dan tinggi badan, diperkuat dengan properti yang dikenakan korban yang masih melekat. ‘’Kami sangat berterima kasih sekali kepada para dokter gigi dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia). Atas bantuan dan keterlibatan mereka, tim DVI berhasil mengidentifikasi peti jenazah berlabel B019. Baju dan celana yang dikenakan korban dalam rekaman CCTV di Juanda, sama seperti sesaat sebelum berangkat,’’  ujarnya mengulangi.
 Hendro Soetjipto, kakak kandung Rudy Soetjipto mengatakan jam tangan juga masih melekat di tangan Cindy, namun tidak dengan sepatu.  Menurut rencana, jenazah Cindy dikremasikan di Sentong, pada Selasa (20/1/14) Januari, pekan depan. Sembari menunggu waktu kremasi, Hendro berharap ibunda Cindy segera teridentifikasi. “Sekarang tinggal mamanya (Lindawati Anggara) yang belum. Kami mohon doa wartawan agar segera teridentifikasi,” katanya.  “Mohon doa wartawan supaya segera ketemu,” sambung Rita Handayani, kerabat Cindy.
Saat menyambut jenazah, keluarga tampak haru namun kuat menerima peristiwa ini. Mery Ruliana, sepupu Cindy menetaskan air maat ketika mengenang saudaranya itu. “Saya terakhir ketemu dia  pada 25 Desember. Anaknya pendiam, calm,” kenang Mery.
Untuk mengenang Cindy, sejumlah barang kesukaannya dibawa dari rumah lalu ditempatkan di sekitar peti jenazah. Di antaranya boneka dan selimut kesayangan Cindy. Wali Kota Malang, H Moch Anton, berharap pencarian korban AirAsia terus dilakukan sebagaimana harapan keluarga dan masyarakat. Apalagi badan pesawat sudah ditemukan. “Semoga dengan ditemukannya badan pesawat, semakin memudahkan pencarian dan terus dilakukan untuk bisa temukan yang lain,” harap Abah Anton, sapaan akrab H Moch Anton.
“Harapan masyarakat agar korban AirAsia bisa segera ditemukan,” sambung ketua dewan, Arief Wicaksono.
Lebih lanjut Abah Anton mengatakan, Pemkot Malang masih terus menyiagakan posko AirAsia  di Surabaya. Fungsinya untuk membantu keluarga korban yang mencari informasi. Saat ini baru terdapat empat penumpang AirAsia QZ 8501  asal Kota Malang yang teridentifikasi. Sedangkan jumlah total penumpang asal kota pendidikan ini sebanyak 36 orang.
POSKO ASURANSI
Sementara guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pemprov Jatim secara resmi telah membuka posko penanganan kompensasi asuransi korban pesawat AirAsia QZ8501. Posko itu mengambil tempat di pojok kanan depan Gedung Grahadi, Surabaya.
‘’Grahadi itu tempat untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk kompensasi, asuransi dan pengurusan keluarga penumpang AirAsia,’’ kata Soekarwo, Gubernur Jatim usai menerima komisioner pemerintah Victoria Australia, Kamis siang.
Dia mengatakan, masyarakat sudah tahu Gedung Grahadi adalah tempat bagi komunitas yang meminta penjelasan dan pelayanan, baik penjelasan tentang bencana alam maupun tempat berkumpulnya masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya (demo). Selain itu, lanjut Pakde Karwo, pihaknya berharap otoritas jasa keuangan (OJK) dalam melayani kompensasi dan permasalahan keuangan lainnya korban pesawat AirAsia QZ8501 ditempatkan di gedung tersebut.
‘’Posko di Grahadi akan memudahkan keluarga penumpang dan kru mendapatkan hak para korban. Termasuk penyelesaian asuransi, hutang, keabsahan ahli waris dan bidang keuangan lain,’’ katanya dengan menyebut di posko ada tim Pengadilan Tinggi, asuransi, Perbankan dan OJK. (van/has/han)