Sisi Lain Kiper Arema Cronus Kurnia Meiga Hermansyah

SEPAK BOLA sering diibaratkan dengan dunia malam nan glamor yang hedonis serta individualis. Namun, Kurnia Meiga Hermansyah, kiper nomor satu Arema Cronus dan timnas Indonesia, tak mau terjebak dengan semua itu. Selain menekuni profesi sepak bola, Entong dan istrinya Azhiera Adzka Fathyr atau Azizah Hermansyah, punya panggilan hati untuk berbagi dengan sesama. Diam-diam, Meiga dan Zia yang baru dikaruniai satu putri itu, sudah memiliki dua anak asuh.

Kurnia Meiga adalah kiper atraktif di atas lapangan. Saat di luar lapangan, gayanya cuek dan seperti tidak peduli. Namun, siapa sangka ternyata Meiga punya hati yang lembut dan belas kasih. Sebelum memiliki putri bersama istrinya Azhiera Adzka Fathyr, Meiga ternyata telah membesarkan dua anak asuh, bernama Asmawati dan Kurnia Sabrina Az-Zahra. Sabrina yang sekarang berusia satu tahun delapan bulan sudah ikut Meiga sejak tahun 2013. Bahkan, Asmawati kini sudah lebih dari 12 tahun diasuh oleh Meiga dan keluarganya.
Dua putri asuh Meiga punya cerita pilu. Zia, istri Meiga mengungkapkan, Sabrina adalah anak yang tidak diinginkan dari pasangan tanpa ikatan nikah. "Sabrina yang masih umur 1 tahun 8 bulan, anak dari teman sekolah adik saya. Laki-laki yang hamili tidak bertanggung jawab dan ditinggal begitu saja. Saat Sabrina mau lahir, saya, Meiga dan keluarga bikin kesepakatan untuk membawa dia dan mengasuhnya. Nama Kurnia Sabrina Az-Zahra adalah pemberian Meiga," kata Zia kepada Malang Post, kemarin.
Sabrina sekarang sedang dalam asuhan Zia dan Meiga di Malang. Sabrina menjadi kakak buat Talita, putri kandung Meiga dan Zia yang baru lahir tahun lalu. Meskipun tidak memiliki hubungan darah, Meiga dan Zia membesarkan Sabrina seperti putri mereka sendiri. Pasalnya, Zia merasa terenyuh dengan nasib yang menimpa jabang bayi Sabrina. Dia heran, mengapa bayi tidak berdosa harus lahir tanpa tanggung jawab dan kasih sayang bapak ibunya.
"Karena itu, Meiga dan saya memutuskan untuk asuh Sabrina. Saya yakin, Sabrina tidak kebetulan menjadi anak kami. Allah memberikan dia karena kami dipercaya dan mampu membesarkan Sabrina. Kami yakin, dia berasal dari Allah dan akan memberi berkah serta harapan bagi keluarga kami," terang wanita kelahiran Jakarta tersebut. Meiga tidak memperbolehkan Sabrina dan Talita diasuh oleh pembantu.
Tak heran, dalam keseharian, Meiga terbiasa mengasuh dua putri kecilnya bersama Zia. "Kalau di rumah, Meiga ngurus si Talita, saya yang urus Sabrina. Begitu juga sebaliknya. Dia ingin membesarkan sendiri dua putrinya yang masih kecil ini," sambung Zia.
Cerita putri asuh pertama Meiga, juga tidak kalah miris. Asmawati berasal dari pedalaman Flores. Asmawati sudah lebih dari 12 tahun diasuh oleh Meiga dan Zia. Karena faktor ekonomi dan kendala finansial, Asmawati terpaksa terlantar di Jakarta tanpa orangtua. Momen pertemuan dengan keluarga Meiga, menyelamatkan Asmawati dari nasib menggelandang di ibu kota.
Asmawati tumbuh besar dalam keluarga Meiga di Jakarta. Setelah diasuh oleh orang tua Meiga, kini Asmawati ikut kiper jebolan diklat Ragunan itu. Sampai sekarang, Zia dan Meiga bingung menjawab berapa umur Asmawati. "Karena saat pertama bertemu Asmawati, dia sendiri tidak tahu umurnya berapa. Tidak ada akta kelahiran apalagi KK. Sekarang Asmawati sudah kuliah. Meiga membiayai kuliahnya di kampus kebidanan di Jakarta. Dia adalah pribadi yang luar biasa. Kami senang karena dia tumbuh jadi wanita yang kuat dan baik. Kami yakin dia bisa sukses dan mampu membangun hidupnya sendiri suatu saat nanti," sambung Zia.
Zia sendiri berencana untuk menambah anak asuh lagi. Meiga ingin mengasuh anak laki-laki. Ia sudah menemukan calon anak asuh di Jakarta. Anak laki-laki berumur 4 tahun yang ditinggal mati ibunya karena penyakit kanker. Ayah bocah 4 tahun ini depresi berat dan tidak mampu membesarkannya. Bocah empat tahun itu ingin diasuh oleh Meiga dan diboyong ke Malang. Namun, karena si bocah masih syok ditinggal oleh ibunya, Meiga masih mengurungkan niatnya.
"Kalau nanti si bocah diantar ke Malang dan mau jadi anak kita, ya jadi kita asuh. Kalau dia gak mau, kita gak maksa. Karena sekarang dia sedang diasuh oleh orang tua saya. Dia dekat sama orang tua saya," tutupnya.(fino yudistira/han)