Miliki Galeri di Pakisaji, Kerap Didatangi Wisatawan Asia hingga Eropa

Kabupaten Malang memiliki galeri lukisan yang cukup eksis di Pakisaji. Galeri itu dikelola Aris Setiawan, pria yang memutuskan jalan hidupnya menjadi seorang seniman perupa. Siapa sangka, galeri milik Aris juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara dari Benua Asia hingga Eropa.

Bagi Aris, hampir seluruh waktunya dihabiskan dengan kanvas serta cat warna tersebut. Dia pun memetik hasilnya. Karyanya banyak diapresiasi masyarakat hingga wisatawan manca negara. Layaknya seorang seniman pelukis, Aris Setiawan tampil apa adanya alias natural. Berambut panjang dan mengenakan kaos lengan pendek, dia saat itu tengah asyik melukis di galerinya yang terletak di Jalan Raya Pakisaji. Tangan kanannya, memegang kuas dan asyik menggoreskan cat warna di atas kanvas yang telah berpigura.
Sesekali pria berusia 31 tahun ini, memandang sejenak karya lukisannya yang belum selesai tersebut. Ketika mengetahui kedatangan Malang Post, dia menghentikan aktivitasnya. Kemudian mempersilahkan masuk ke dalam galerinya. Di dalam galeri berukuran 6 meter x 8 meter itu, terdapat puluhan lukisan yang terpajang.
Terdapat lukisan alam maupun pemandangan, lukisan abstrak, lukisan buah-buahan, lukisan hewan dan lukisan tokoh seperti Bung Karno. “Lukisan yang saya buat, alirannya adalah realis dan natural. Artinya, lukisan itu nyata dan sesuai yang ada di dunia ini. Salah satunya adalah pemandangan,” ujarnya mengawali pembicaraan.
Puluhan lukisan itu, berbagai ukuran. Mulai dari berukuran kecil, sedang, hingga besar yakni berukuran 2,5 meter x 1,5 meter. Lukisan berukuran besar itu, diperuntukkan sebagai hiasan di dalam ruangan rumah maupun perkantoran. “Membutuhkan waktu 20 hari lebih, ketika melukis di atas kanvas ukuran besar ini,”  imbuhnya.
Selain membutuhkan waktu lama, tingkat kesulitan melukisnya juga cukup tinggi. Karena dalam proses pembuatannya, membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Mulai dari proses sketsa, hingga melukis atau memberi warna dibutuhkan kehati-hatian. Tidak hanya itu saja, obyek lukisannya disesuaikan dengan permintaan dari pemesan.
“Semakin sulit obyek yang dibuat, maka harga jualnya semakin mahal. Contohnya lukisan kuda yang berukuran besar ini, saya jual seharga Rp 15 juta,” kata bapak dua anak ini. Dunia lukis, merupakan hobinya sejak kecil. Bermula dari hobi itulah, ternyata bisa dijadikan profesi dan memberikan tambahan lebih baginya.
Selama menekuni hobinya itu, dia telah menghasilkan banyak karya yang diburu oleh kolektor. “Saya mempunyai galeri ini sejak sembilan bulan yang lalu,” akunya.
Sedangkan mayoritas pemesan lukisannya adalah pengusaha dari Tulungagung, Blitar dan Kediri. Wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Malang, juga menyempatkan diri mampir ke galerinya. Bahkan galerinya tersebut, juga sering kali didatangi oleh wistawan mancanegara dari berbagai negara.
Seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Inggris, Belanda, Perancis dan Suriah. “Pernah suatu ketika, wisatawan asing dari Suriah membeli lukisan abstrak karya saya. Katanya, bentuknya unik dan bagus. Lukisan seperti itu, katanya tidak ada negaranya,” tuturnya. Tentunya perasaan bangga, ketika lukisannya diberi oleh wisatawan asing.
Karena hasil jerih payahnya berupa karya lukisan, diapresiasi oleh wisatawan manca negara. Selain itu, dia saat ini membawahi sekitar empat pelukis di dalam galerinya. Tujuannya, sebagai tempat para pelukis itu mengeksplorasi dan mengembangkan keahliannya. Apalagi, kualitas pelukis Kabupaten Malang tidak kalah dengan daerah lain.
“Mereka selama ini belum ada wadah sebagai pengembangan karya. Melalui galeri ini, kami ajak mereka untuk maju, kreatif dan sukses bersama-sama,” tuturnya. Melalui galeri ini dia juga semakin menegaskan, potensi lukis Kabupaten Malang bisa berkembang. Tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk mendaptakan lukisan berkualitas.
Selanjutnya, dia berharap Pemkab Malang lebih perhatian terhadap perkembanganm seni lukisan di Kabupaten Malang. Karena diakui, belum banyak even pameran lukisan di Kabupaten Malang. Padahal menurutnya, potensi pelukis Kabupaten Malang, tidak kalah dengan daerah lain dan bahkan bisa lebih berkualitas.(Binar Gumilang/ary)