Tiara, Arek Malang yang Tembus Indonesian Idol Junior

Kau alasan ku bernyanyi
Alasan kunikmati
Indahnya hari
Yang hadir dalam hidupku

Itulah reffrain lagu dari Zahra, alumnus ajang pencarian berbakat anak Idola Cilik, yang dinyanyikan oleh Mutiara Naycilla Puteri Pradiastuti alias Tiara. Arek Malang yang beberapa waktu lalu mampu mengundang decak kagum juri Indonesian Idol Junior dan membuatnya berkompetisi dalam lingkup nasional di Jakarta. Juri Regina Ivanova, Titi DJ, Irvan Nat, dan Daniel Mananta pun kagum, dengan sosok Tiara yang semangat dan mempunyai misi agar anak yang memiliki kekurangan, menjadi percaya diri.
Ya, Tiara merasa dia memiliki kekurangan karena saat ini harus menjadi kidal. Bukan keinginannya, namun kondisi itu karena kesalahan fatal ketika dia dilahirkan. ”Tangan saya tersangkut di jalan lahir dan dua sarafnya patah,” ujar Tiara, ketika itu di depan empat juri.
Wajahnya yang tegar, sebenarnya tidak menyiratkan bila dia memiliki kekurangan. Bahkan, juri pun tidak mengetahui bila gadis cilik berusia sembilan tahun ini pernah mengalami kejadian yang membuat dia menjadi kidal. Terlebih, ketika dia bernyanyi, nadanya mulus tanpa ada sedikit pun yang sumbang, dan tembakannya di nada tinggi pas.
”Saya tidak boleh patah semangat dan bisa memberi contoh buat teman-teman yang lain jangan ragu bila memiliki kemampuan,” terang gadis cilik yang kini tinggal di Kecamatan Lowokwaru ini.
Menjadi satu-satunya wakil dari Malang beradu suara di Idol Junior, membuat Tiara bangga. Dia tidak minder dengan keadaannya, malahan dia mampu bertahan hingga babak spektakuler sebelum terhenti di 11 besar. Kecewa, namun dia mengambil banyak hal positif dari kompetisi itu. ”Yang jelas bisa memberi inspirasi juga untuk teman-teman lain,” tambah bungsu dari tiga bersaudara ini.
Percaya diri Tiara ini berkat motivasi dari orang terdekat, sang ibu bernama Bertha Dewi Radiastuti. Sang mama, menurut Tiara selalu memotivasi dia, sejak dia kecil. Dia tidak boleh patah semangat, atau menyesal dengan kekurangannya. Hal itu pun dibuktikan dengan pilihan lagunya yang kerap menyentuh hati, ditambah dengan penghayatan istimewa dari Tiara.
Selain Alasan, gadis yang kini duduk di bangku kelas 3 SDN Kauman 1 tersebut juga menyanyikan lagu Jangan Menyerah dari D’Masiv. Satu yang diyakininya, apa yang dia sampaikan lewat lagu, sama halnya dengan motivasi Tiara.
Termasuk lagu spesial untuk mama yang selalu mendampinginya. Iya, sesuai dengan pengakuan Bertha yang berbincang dengan Malang Post, dia harus memberikan perhatian ekstra untuk sang anak. ”Kekurangan dia waktu kecil, membuat saya harus lebih memperhatikan dia. Terutama memotivasinya,” terang dia.
Bertha pun sedikit menceritakan proses Tiara ketika lahir. Dengan berat sekitar 4,1 kg, ketika lahir terlalu besar dan membuat tangannya tersangkut di jalan lahir. Itulah yang membuat Tiara tidak bisa maksimal menggerakkan tangannya. Padahal, setelah proses kelahiran, perjuangan untuk memulihkan gadis penyuka barbie ini pun sangat maksimal.
Tinggal di Paiton kawasan Situbondo, sang ibu rela menempuh perjalanan pulang pergi selama enam jam untuk mengantar sang anak berobat di Surabaya. Tidak hanya itu, pengobatan pun pernah dilakukan hingga ke Bandung, baik medis maupun non medis. ”Pokoknya sudah lengkap, tetapi hasilnya sekarang ini, Saya sangat mensyukuri, tinggal memotivasi Tiara saja agar selalu percaya diri,” urai perempuan berusia 46 tahun ini.
Bertha menyampaikan, bakat menyanyi Tiara ditemukan oleh sang guru ketika masih duduk di TK. Ketika aktivitas melipat kertas, Tiara bernyanyi kecil dan didengarkan sang guru. Ternyata nadanya pas, dan itu disampaikan kepada Bertha. Hasilnya, gadis yang ketika dikarantina di Idol Junior satu kamar dengan Abby ini mengikuti beberapa lomba bernyanyi. ”Pertama kali lomba Purwacaraka di Cor Jesu, eh juara 1. Setelah itu, seringkali juara satu,” beber Bertha.
Begitu memasuki SD, akhirnya sang anak dimasukkan sekolah vokal untuk memantapkan vokalnya. Hingga akhirnya, Tiara berhasil mencapai prestasi tertinggi. ”Meski pun tidak juara, saya sangat bangga. Banyak teman di Idol Junior yang sangat berkualitas yang sangat pantas juara,” imbuhnya.
Bertha meyakinkan, akan selalu mensuport sang anak. Namun, dia tidak juga memaksakan seperti halnya ketika berkompetisi. Bila yang ditawari mau, maka berlanjut. Sebab dia mengakui, sang anak juga moody untuk berkompetisi. ”Biasa kan anak-anak. Kadang pun, ketika bernyanyi dia masih sering menawar untuk jumlah lagu yang dinyanyikan,” tambah dia, lantas tertawa.
Kembali ke sosok Tiara yang merupakan adik kandung dari Pra Addinata Graciando Putera dan Addinda Sekar Puteri ini, ternyata dia juga sosok pintar di bidang akademis. Dari kelas 1, selalu menjadi juara pertama. Hanya, ketika ikut kompetisi, dia menjadi juara ketiga. Tetapi, catatan ini sangat bagus di tengah aktivitasnya yang padat di karantina dan dia mesti belajar hanya beberapa jam saja dalam seminggu.
Selepas dari Idol Junior, dia mengakui kangen bertemu dengan teman-temannya. Terutama Abby yang merupakan teman sekamar, dan juga Vitara yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri. Selain itu, dia juga kangen ritual sebelum tidur, yakni menikmati sajian telur dadar dari Tante Londo, julukan ibu Abby Junior. ”Selain kangen teman-teman, kangen juga sama telur dadar Tante Londo sebelum tidur. Bisa membuat saya lebih gemuk dan bersemangat menghadapi hari esok,” pungkas Tiara, yang ayahnya bekerja sebagai pegawai PLTU di Surabaya ini.(stenly rehardson/ary)