Preman Super, Wadah Optimisme Wanita Pra Sejahtera

IDENTINTAS kelompok ini terkesan sangat maskulin. Namanya Preman Super. Tapi jangan salah itu hanyalah singkatan dari Perempuan Mandiri Sumber Inspirasi. Para penggiatnya adalah wanita. Dari kelompok inilah para wanita yang sempat terpuruk bangkit dan punya harapan baru.


Peni Budi Astuti, baru saja bangkit dari keterpurukan. Ia korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga proses perceraian. Terjerembab dalam masalah keluarga, wanita ramah ini terasing, tak punya apa-apa. Hari-harinya sepi dan gelap, tak tahu harus kemana dan apa yang harus diperbuat.
”Sekitar setahun lalu saya bertemu dengan Preman Super. Disitulah saya mulai bangkit. Sekarang saya punya harapan,” ucapnya . “Saya punya kegiatan ekonomi, ya ekonomi produktif. Saya juga tahu tentang advokasi,” sambung wanita 40 tahun ini.
Preman Super, sebuah komunitas yang digagas Peni Budi Astuti dan kawan-kawan. Komunitas yang dibentuk tahun 2010 lalu itu hadir sebagai wadah harapan bagi kaum perempuan untuk bangkit. “Kami mewadahi dan memberdayakan perempuan pekerja rumahan dan ibu-ibu untuk kegiatan ekonomi,” terang Peni tentang Preman Super.
Anggotanya datang dari berbagai latar belakang. Mulai pemulung, pedagang pracangan, PKL dan penjahit. Kebanyakan dari mereka adalah wanita yang datang dari keluarga pra sejahtera.
Anggotanya sekarang sudah mencapai 284 orang. Awalnya sekitar 50 orang dari anggota Preman Super tak punya skill. Belasan lainnya pernah terpuruk jadi korban KDRT hingga nyaris tak punya harapan. Tapi kini mereka justru bangkit dan punya optimisme.
“Sekarang mereka sudah punya harapan. Ya punya usaha perekonomian seperti berjualan di rumah, jualan cilok, pengrajin atau pun buat kue,” kata Peni.
Wanita berusia 45 tahun ini bersama teman-temannya mendampingi anggotanya untuk berkreatifitas yang bisa menjadi sumber perekonomian. Selain pelatihan seperti buat manik-manik, kue dan lainnya, juga membangun jaringan pemasaran. Saat ini, anggota Preman Super  punya  50 item buah tangan. Mulai dari makanan olahan seperti abon, kripik dan berbagai  kerajinan seperti tas dan lainnya. Tak hanya itu saja, kelompok ini juga punya jaringan advokasi. Karena itulah kini anggotanya punya pemahaman tentang penanganan KDRT.
Karya mereka pun terjual hingga ke luar negeri. Agar buah tangan terdistribusi, Peni dan kawan-kawannya punya banyak cara. Misalnya ketika diundang ke luar negeri, mereka selalu membawa hasil produksi sesama temannya.
Misalnya saat  ikut workshop pekerja inforrmal di Brasil pada tahun  2010, di Thailand   tahun 2012 dan di Filipina tahun  2012, Peni selalu membawa karya teman-temannya di Preman Super.
Peni menyadari, berkreatifitas tentu membutuhkan modal. Salah satu upaya untuk memiliki modal cukup sederhana. Yakni  urunan Rp 1.000 per bulan pada setiap tanggal 7. “Karena jadwal kumpul kami setiap tanggal 7,” katanya.
Untuk penguatan ekonomi,  kini mereka membentuk koperasi hingga bekerjasama dengan warung lain. Sekretariat juga disulap jadi tempat untuk mengenalkan produk-produk anggotanya.  
Koperasi yang dimiliki Preman Super tak sekadar simpan pinjam uang. Namun juga kebutuhan peralatan produksi usaha ekonomi rumahan. Misalnya wajan hingga mixer untuk olahan bahan kue.
Punya sekretariat di kawasan Blimbing, Preman Super terbuka untuk anggotanya. Setiap anggota bisa berkreatifitas di sekretariat. Disitulah terjadi proses pendampingan dan belajar bersama.
Dari belajar bersama itulah, kini mereka bangkit dan punya harapan. Bahkan salah seorang anggota Preman Super punya anggota yang terkenal. Yakni Sumiyati, seorang pemulung yang membuat penyedap rasa makanan dari tanaman sawi langit.
“Bahan dan alat juga karena dampingan dari Preman Super. Saya senang bisa ikutan di Preman Super.  Orang kecil seperti saya senang kalau seperti ini (penyedap rasa) dijual ke mana-mana,” katanya.
Karena beraktifitas dengan sesama wanita yang memiliki jaringan, Sumiyati pun tahu  apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan usahanya. Misalnya harus paham dan membuat pembukuan usaha hingga cara pemasaran sederhana.
Tak hanya itu saja, usaha untuk menjaga kualitas dan kesehatan produk juga diketahuinya. Contohnya tentang pentingnya kode Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang diterbitkan Dinas Kesehatan sebagai standarisasi bahan makanan olahan yang digunakan.
Kini anggota Preman Super yang tersebar di Kabupaten Malang dan Kota Malang punya motivasi  dan harapan. “Membangkitan semangat perempuan itu penting. Dan kami berusaha memberi motivasi,” kata Peni. (vandri battu/ary)