Jujukan Studi Banding, Ciptakan Pengendali Hama dari Kearifan Lokal

TEROBOSAN terbaru dalam bidang pertanian, dilakukan petani Kabupaten Malang. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Bakti 1, Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis, bernama Bahrul Ulum. Dia sukses membuat pengendali hama organik, memanfaatkan kearifan lokal alam. Keberhasilan itu, membuatnya kerap didatangi mahasiswa, petani dan instasi se Indonesia untuk studi banding .

Bahrul tampak sedang serius meneliti bakteri melalui mikroskop di dalam laboratorium rumahnya. Di ruangan itu, juga tampak berjejer galon bekas air minum, yang di dalamnya ternyata pengendali hama pertanian.
 “Saya prihatin, banyak petani yang masih menggunakan pupuk maupun pestisida kimia. Padahal, hal itu tidak bagus bagi tanaman mereka. Selain bahaya bila dikonsumsi, pupuk kimia juga mencemari tanah dan memperpendek umur tanaman itu sendiri,” ujarnya kepada Malang Post.
Untuk itu, tahun 2008 silam, dia berinisiatif untuk membuat terobosan baru. Yakni menciptakan pengendali hama tanaman pertanian (PHT) berbahan organik atau dari alam. Mulanya, dia belajar membuat PHT Organik di UPTD PHT di Pandaan, Pasuruan.  Hingga bapak tiga anak ini, berhasil menciptakan PHT Organik sendiri pada pertengahan tahun 2014.. Dia menjelaskan, kearifan lokal dari alam menjadi bahan utama pembuatan PHT Organik.
“Contohnya jagung rebus yang bonggolnya dibuang. Saat beberapa lama, muncul bakteri ataupun mikroba. Tidak semua bakteri itu buruk, ada pula bakteri yang baik. Salah satunya bakteri bernama mikroba azotobacter,” paparnya. Kemudian, bakteri berwarna hijau itu diambil dan lantas difermentasi menjadi PHT Organik.
Setelah difermentasi, kemudian bakteri tersebut ditaruh di atas mikroskop. Tujuannya, untuk mengetahui kerekatanan pori-pori bakter terebut. Bila kerekatannya mencapai 1x10 pangkat tujuh, maka bisa diproses lebih lanjut menjadi PHT Organik. Kemudian bakteri itu, dicampur dengan air dan dimasukan ke dalam galon air bekas untuk disuling.
Setelah proses penyulingan selesai, maka PHT Organik itu, dikemas di dalam botol berukuran satu liter. Menurutnya, untuk melawan hama maupun bakteri, maka menggunakan hama dan bakteri pula, namun yang bersifat positif maupun baik. Kemudian, cairan PHT Organik itu, disemprotkan ke tanaman pertanian.
Bisa juga sebagai campuran pupuk organik. Penggunaannya, disiramkan ke tanah dari tanaman pertanian tersebut. Menggunakan PHT Organik itu kata dia, sangat menguntungkan bagi para petani. Dia mencontohkan satu kilogram sayur sawi, dijual dengan harga Rp 5.000. Padahal di pasaran harganya Rp 3.000 per kilogram.
“Harga jualnya mahal, berkat kualitas sayur sawi tersebut sangat bagus. Tidak berlendir, daunnya tidak rusak, lebih segar dan tahan lama,” paparnya. Bila menggunakan pupuk maupun PHT kimia, maka hasil bagus seperti itu tidak diperoleh para petani.
Selain itu biaya produksi para petani yang impas, bila mengunakan PHT Organik ini masih untuk Rp 2.000 per ikat. Karena berhasil menekan biaya produksi maupun sisitem tanam pertanian. “Yang paling penting, produktivitas para petani tidak berkurang karena rusak akibat penggunaan pestisida maupun kimia secara berlebihan,” imbuhnya.
Selain sayur-sayuran, PHT Organik ini bisa dipergunakan ke tanaman lainnya. Hingga hasil perkebunan dan buah-buahan juga bisa menggunakan PHT Organik ini. Atas prestasinya itu, membuatnya sering dikunjungi mahasiswa, petani dan instansi pertanian seluruh Indonesia untuk study banding maupun belajar dari kesuksesannya.
“Terakhir dari NTB dan Sulawesi belajar penggunaan PHT Organik ini. Kami pun welcome menerimanya. Karena hal ini untuk kemajuab bersama,” kata dia.
Bahkan produk PHT Organik terobosan terbarunya itu, tembus ke pasar nasional. Seperti Jakarta, Bandung, Bali, Palembang, Makassar, Balikpapan dan Bali.
Tidak cukup itu saja, pada ajang Penas tahun 2014 lalu di Kabupaten Malang, dia sempat mempresentasikan tanaman organik di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Yang paling dia tekankan saat ini, sudah saatnya petani meninggalkan pupuk kimia dan beralih ke organik. Karena itu untuk kebaikan lingkungan dan manusia.(binar gumilang/ary)