Menikmati Jamuan Makan Siang di Kapal Pesiar

Melancong Bersama Garuda Indonesia dan Singapore Tourism Board (3/Habis)

KAPAL pesiar Royal Caribbean. Inilah kapal pesiar terbesar di Asia dengan  panjang 360 meter, 16 lantai,  2.700 kamar dan dapat menampung sekitar 5.400 tamu. Kami beruntung dapat menikmati  berbagai kemewahan kapal ini saat melakukan kunjungan ke Singapura beberapa waktu lalu.

Kapal  ini memiliki fasilitas  serba bintang lima, dilengkapi area bermain untuk anak-anak, berbagai fasilitas olahraga, taman super luas, pusat perbelanjaan, fasilitas musik dan sederet kelengkapan lainnya  dengan standar pelayanan kelas dunia.
Dengan menyediakan berbagai sensasi luar biasa tersebut, Royal Caribbean  yang  memiliki moto Designed for Wow Experience ini memang sangat diminati untuk sarana melakukan liburan eksklusif untuk keluarga dari berbagai negara.
Seperti kami saksikan,  banyak rombongan wisatawan antusias mengunjungi kapal pesiar mewah ini. Mereka menikmati berbagai fasilitas  sekaligus tidak lupa ‘’berselfie ria’’  di berbagai sudut kapal  yang  rutin melakukan Luxurious Journey mengarungi perairan Singapura, Malaysia dan Thailand ini.
Setelah menikmati seluruh fasilitas, kami  kemudian  dijamu makan siang oleh Terence Ong, Manager Communications & Industry Marketing Singapore Tourisme Board (STB) dan jajaran  dari STB lainnya. Dalam suasana penuh keakraban, Terence Ong juga banyak meminta masukan dari kami mengenai  obyek-obyek wisata yang sudah  kami kunjungi. Pria ramah ini juga menuturkan bahwa sebagai salah satu destinasi yang senantiasa menawarkan gaya hidup berbeda bagi orang Indonesia, Singapura selalu memberikan hal-hal baru .
‘’Sehingga pasti memberikan pengalaman tak terlupakan saat Anda mengunjunginya. Mulai dari saat berbelanja, wisata kuliner, atraksi, pemandangan kota, kehidupan malam maupun pengalaman berada di atas kapal pesiar seperti sekarang ini,’’ paparnya  didampingi Jeffrey Chow, Manager International Marketing STB.
Menariknya, beberapa ABK (anak buah kapal) kapal pesiar tersebut merupakan warga negara Indonesia.Diantaranya adalah  Agung Widiantono dari Jogjakarta dan beberapa ABK lain asal Semarang yang sempat dengan penuh kehangatan turut menyambut sekaligus berbincang sebagai ‘’tombo kangen’’ karena mereka berbulan-bulan selalu berada di atas kapal.
Setelah sekitar tiga setengah jam berada di atas kapal pesiar, kami segera kembali ke Marina Bay Cruise Center guna melanjutkan perjalanan mengunjungi berbagai obyek wisata lain pada hari Jumat 30 Januari 2015 lalu. Diantaranya mengunjungi Singapore Art Museum, Singapore Zoo and River Safari  diakhiri check in di Fullerton Hotel yang merupakan hotel berbintang lima dan terletak berdekatan dengan Merlion Park yang sangat terkenal tersebut. Di dekat Fullerton Hotel yang merupakan bekas kantor pos terdapat jembatan  Cavenagh yang dibangun pada tahun 1859 hingga tahun 1867. Jembatan bergaya kolonial ini juga sangat menarik kunjungan wisatawan termasuk dari Indonesia.
Beberapa obyek wisata lain turut kami kunjungi adalah  Gardens by The Bay, yang berisi lebih dari 500.000 tanaman  terdiri dari lebih dari 2.200 spesies. Beberapa wahana terdapat di taman seluas 101 hektar ini antara lain flower dome yang meniru  iklim Mediterania yang sejuk dan kering dilengkapi sembilan ragam taman dari lima benua.
Gardens by The Bay merupakan 10 taman dalam ruangan terbaik di dunia sekaligus keajaiban hidup di Singapura. Beberapa wahana melengkapinya seperti Cloud Forest dengan air terjun dalam ruang tertinggi  di dunia dengan tinggi mencapai 35 meter serta 7 zona penemuan. Selain itu, juga dilengkapi OCBC Skyway & the Supertress dan Taman Luar Ruangan serta berbagai fasilitas lainnya.
Selain itu, kami juga berkesempatan mengunjungi Ultimate Drive di Marc Griot, KuDeTa, kawasan Little India dan beberapa obyek wisata lain yang  memang sangat menarik dan mengesankan kami. Karena itu, kami tidak merasa heran jika Singapura dinobatkan sebagai tujuan wisata nomor satu di dunia oleh Lonely Planet pada tahun 2015.
Kami  akhirnya kembali ke tanah air  pada hari  Minggu 1 Februari 2015 dengan menggunakan Garuda Indonesia GA 855. Penerbangan nyaman dengan pelayanan penuh keramahtamahan khas Indonesia mengakibatkan penerbangan selama dua jam terasa sangatlah  mengasyikkan. Tepat  pukul  21.30 WIB diiringi hujan rintik rombongan  kami mendarat dengan mulus di bandara Juanda Sidoarjo.(nugroho/habis)