Fang-fang Penyanyi Spesialis Lagu Mandarin Saat Imlek

TAHUN Baru Imlek, selalu dinantikan oleh warga Tionghoa. Momen tersebut merupakan waktu  sangat tepat untuk berkumpul dengan keluarga besar. Terlebih setelah selama  setahun  mereka  saling sibuk dengan kegiatan masing-masing.

 Akan tetapi, momen Imlek bagi Shek Lan Fang harus lebih bersabar dan sedikit berbeda dengan warga lainnya karena harus memenuhi job menyanyi terlebih dulu, sebelum berkumpul dengan orang tua, kakak dan adik-adiknya.
Shek Lan Fang atau akrab dipanggil Fang-fang harus mengalami hal tersebut selama 10 tahun terakhir. Dia harus memenuhi kewajiban menghibur warga Tionghoa lain, sejak malam Imlek yang merupakan momen berkumpul untuk makan bersama.  
“Ya, saya memang berbeda dengan teman-teman Chinese yang lain. Sebab, tidak bisa berkumpul dengan orang lain saat malam Imlek dan hari pertama Imlek,” ungkapnya ramah kepada Malang Post kemarin.
Fang-fang, memang harus memberikan waktunya untuk menghibur orang lain di malam Xin Jia. Dia harus menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi bagi warga Tionghoa lain yang bersantap malam bersama. Tak pelak, tidak hanya berpisah dengan orang tua serta saudaranya, Fang-fang pun tidak bisa bersama suami dan kedua anaknya.
“Selain harus menahan diri berkumpul dengan keluarga besar yang selama ini berjauhan, saya tidak bisa bersama anak dan suami. Mereka pun berkumpul dengan keluarga besar dari mertua,” beber dia kepada Malang Post.
Sebenarnya, dia enggan disebut tidak bisa berkumpul dengan keluarga untuk merayakan Imlek. Dia lebih memilih harus tertunda beberapa hari. Fang-fang masih bisa bertahun baruan, sebab masa Imlek berlangsung selama sepekan. “Imlek kan berlangsung sampai Cap Gomeh. Jadi masih bisa lah menghabiskan waktu Imlek dan bagi-bagi angpao, hanya harinya yang berbeda,” beber perempuan berusia 30 tahun ini.
Fang-fang menyampaikan, setelah melakukan tugas untuk menyanyi, dia bisa langsung menuju ke Blitar menuju rumah orang tuanya. Menurut dia, untuk tahun ini, akan berlangsung di hari keempat  perayaan Imlek. Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tiga hari pertama dia mesti memenuhi job menyanyi dan baru menuju keluarga mertua yang masih di Kota Malang saja, selanjutnya baru ke Blitar.“Setelah clear, barulah saya sekeluarga bersenang-senang. Ketemu dengan keluarga di Blitar, saya ketemu orang tua, satu kakak saya, dan dua adik serta keponakan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk tahun ini jadwal manggungnya di Hotel Regents. Tepat sejak malam Imlek dan hari pertama Imlek, kemarin. Dia harus membawakan lagu Mandarin, di tengah-tengah keluarga oriental yang sedang merayakan Tahun Baru Kambing kali ini. Sementara, di tahun lalu dia harus menyanyi di Hotel Harris.
Menurut dia,  perbedaan dengan job menyanyi biasa, yakni lagu-lagu memang spesial untuk Imlek. Dia mesti merefresh beberapa lagu yang selama ini dia bawakan. Walaupun diakuinya, kerap kali dia manggung membawakan lagu berbahasa Mandarin. Bahkan, dia terkenal sebutan Fang-fang sang  penyanyi Mandarin.“Ya memang, orang lebih mengenal saya sebagai penyanyi Mandarin. Sebab, belum banyak di Kota Malang yang khusus membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin,” urai dia panjang lebar.
Fang-fang tidak merasa sedih dengan aktivitasnya kini. Begitu pula dengan keluarganya di Blitar. Pasalnya, ternyata kakak dan adik-adiknya pun memiliki pekerjaan yang sama serta harus menunda kebersamaan merayakan Imlek. “Kami memang keluarga penyanyi dan saudara saya juga full job untuk memeriahkan Imlek. Makanya, memang untuk berkumpul di Blitar, baru lengkap di hari Minggu (22/2) depan,” jelas istri dari Ardi Sugianto tersebut.
Dia sudah menyiapkan angpao untuk keluarga besarnya di Blitar. Sebagai perempuan yang sudah menikah dan bekerja, bagi warga Tionghoa merupakan kewajiban untuk memberikan angpao. Termasuk kepada orang tuanya. Menurut dia, momen angpao ini juga ditunggu orang tuanya, yang akan berbalik dengan doa terbaik bagi anak-anaknya.
“Bisa dibilang, saya menunggu momen Imlek untuk memberikan angpao spesial untuk orang tua. Selain makanan untuk memeriahkan Imlek seperti permen jeruk yang nanti akan dinikmati bersam,” imbu  perempuan yang tinggal di Jalan Telaga Golf Kota Araya tersebut.
Fang-fang, suaminya Ardi dan kedua anaknya,Steven dan Braven telah menyiapkan busana spesial untuk momen Imlek ini. Warna merah dipilih, sebagai warna terbaik yang akan memeriahkan momen Imlek tahun ini. (stenly rehardson)