Berharap Arek Malang Kian Cintai Bola Voli

Serda Novi, Anggota Ajendam V Brawijaya Perkuat Tim Putri Voli Bank DKI

SELAMA   tiga hari, sejak  hari Jumat kemarin sampai Minggu besok,  publik Malang Raya disuguhi Proliga 2015. Pertandingan voli yang menyuguhkan pertandingan keras dan cepat itu menjadi hiburan tersendiri. Tapi dibalik tim-tim tangguh yang tampil terdapat seorang anggota Kowad asal Kota Malang yang ikut memperkuat salah satu tim papan atas. Dia adalah Serda (k) Novi Merliyana.


Di salah satu sudut GOR Ken Arok, kemarin sore, Novi bersemangat pemanasan. Bersama sesama temannya satu tim, ia berlari kecil, sesekali menggerakan tubuhnya. Ya kemarin sore, Novi memperkuat tim putri Jakarta Bank DKI.
Dari perawakannya sudah tampak bahwa ia adalah prajurit TNI AD. Tingginya 175 Cm, badan tegap berambut pendek tak melebihi bahu. Ya itulah Serda (k) Novi Merliyana, anggota Ajendam V Brawijaya.
Selain sebagai seorang prajurit TNI AD, ia atlet voli. Selama Proliga 2015 berlangsung, Novi memperkuat tim putri Jakarta  Bank DKI. Kelahiran Tulungagung, 24 November 1990 ini pun bukan pendatang baru di lapangan voli.
Saat Proliga 2015 putaran pertama minggu kedua di Palembang, pekan lalu, Novi duduk di bangku cadangan. Namun pemilik nomor punggung 17 itu sempat diturunkan saat pertandingan krusial antara Jakarta Bank DKI versus Jakarta BNI 46.
Dilapangan, Novi yang ramah ini ternyata dibutuhkan. Sebab ia berada pada posisi quicker. Posisinya itu bukan sembarang posisi karena memiliki peran startegis lantaran harus bermain serba cepat dan tepat.
Lebih dari itu, saat memukul bola, Novi pun dituntut harus cepat mengambil keputusan. “Harus cepat ambil keputusan. Diwaktu bersamaan  harus lihat bola, lihat block yang kosong dan memukul secara cepat sehingga dapat point untuk tim,” terangnya tentang posisinya.
Namun demikian, menurut Novi, saat bermain di posisi quicker tak harus memukul bola secara kencang sekuat tenaga. Yang penting  cepat dan tepat diposisi yang kosong.
Pekan ini giliran Novi ‘pulang kampung’. Mantan pemain tim putri Petrokimia, Gresik ini senang GOR Ken Arok menjadi tempat berlangsungnya Proliga 2015 putaran pertama minggu ketiga. Tim Putri Jakarta Bank DKI, tim yang diperkuat Novi juga kembali berlaga.
“Saya senang. Karena pulang ke Malang. Nanti ibu saya juga nonton, ada juga  teman-teman kantor. Kalau main di Malang ya seperti pulang kampung,” kata warga Sawojajar 2 ini sembari tersenyum.
Saat Kota Malang jadi tuan rumah Proliga 2015 putaran pertama minggu ketiga, bagai momen penuh pengharapan bagi Novi. Sebab menurut dia, momen ini bisa jadi momen pelecut kebangkitan voli di Malang Raya. Apalagi kata dia, Malang Raya sebenarnya punya bibit dan potensi bola voli. Hanya saja perlu penggemblengan melalui latihan-latihan yang intensif dan lebih serius."Saya berharap, arek-arek Malang semakin termotivasi dan mecintai bola voli," katanya penuh harap.
Tak sekadar memotivasi, Novi sebenarnya sudah terjun dalam pembinaan bola voli di Malang. Belakangan waktu  senggangnya diisi dengan membantu melatih bola voli di kota pendidikan ini.
Olah raga bola voli menurut wanita ramah ini sebenarnya olah raga yang menarik. Selain sehat dan bugar, tentu juga jadi ajang berprestasi dan mematangkan pribadi yang sportif.
Bahkan jika ditekuni secara serius bisa menjadi masa depan yang menjanjikan. "Misalnya bisa daftar jadi tentara," ujarnya memotivasi.
Kepala Penerangan Korem 083/BDJ, Mayor (k) Sugiarti mengatakan, Novi merupakan salah satu dari sekian banyak anggota Kowad maupun prajurit TNI AD yang menjalankan tugas ganda. Mereka kata dia ikut secara langsung memajukan olah raga di Indonesia. Bahkan peran Novi sekaligus wujud kebersamaan antara prajurit TNI AD dengan masyarakat. Karen itulah, mereka selalu diberi dukungan dan motivasi untuk terus berlatih dan berprestasi di luar dinas kemiliteran.
Menurut Sugiarti, setiap prajurit TNI AD termasuk Kowad yang aktif memajukan olah raga serta berpartisipasi untuk kemajuan olah raga pasti mendapat izin dan motivasi satuan. "Biasanya dari tim yang merekrut sudah meminta izin kepada atasan," pungkasnya. (vandri battu)