Rambo Dukung Polisi Tembak Mati Pencuri Mobil

Tindakan tegas Polres Malang Kota, menembak mati dua maling mobil mendapat apresiasi masyarakat. Terutama mereka yang pernah menjadi korban pencurian.
Tembak mati pelaku, seperti yang dilakukan pada Satori dan Luddin, mendapat dukungan masyarakat.

“Saya dan masyarakat sini mendukung polisi dengan tembak mati pelaku curanmor. Karena masyarakat sudah resah dengan pencurian mobil serta motor. Sebab di wilayah sini sering terjadi pencurian. Tembak mati untuk pelaku curanmor seperti yang dilakukan Polres Malang Kota, adalah solusi yang bagus untuk memberantas curanmor,” terang Suprianto.
Supriyanto, warga Jalan Kresna 19, RT07 RW02, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing ini, adalah satu dari dua korban pencurian mobil yang dilakukan kelompok Satori Cs. Mobil pick up Suzuki ST Carry nopol N 9856 CB miliknya, dicuri oleh Satori Cs Jumat (27/2) dini hari lalu. Berbarengan dengan hilangnya mobil pick up L300 milik Ong Shandy Anthony, warga Jalan KH Zaenul Arifin Malang.
Mobil hilang saat diparkir di jalan kampung. Padahal sekitar pukul 02.00, mobil diketahui masih ada. “Kemungkinan hilangnya antara sekitar pukul 03.00 -04.00,” ujar Rambo, sapaan akrab Suprianto di kampungnya.
Mobil baru diketahui hilang sekitar pukul 08.00. Saat itu Rambo yang hendak memanasi mesin mobil, kaget karena mobilnya sudah tidak ada. Warga sekitar saat ditanya tidak ada yang tahu.
Bapak dua anak ini pun, langsung lemas. Ia sempat putus asa, mobilnya tidak akan ditemukan. Kalaupun ditemukan, mungkin dalam jeda waktu lama dan kondisinya sudah tidak utuh. Kemudian sembari memendam rasa dendam, Rambo melaporkan kejadian itu ke Polsekta Blimbing.
“Bagaimana tidak putus asa, mobil itu bagi saya adalah kaki untuk mata pencaharian. Setiap hari digunakan untuk mengangkut dekor. Apalagi, mobil itu masih kredit dan baru 17 kali angsuran dari 35 kali angsuran,” tutur pria berusia 45 tahun ini.
Dengan kejadian pencurian mobil milik Rambo tersebut, keresahan warga terhadap pelaku curanmor semakin memuncak. Warga bahkan sudah sepakat untuk menyanggong pelaku curanmor yang meresahkan wilayah Kelurahan Polehan. Mereka berancang-ancang akan membakar hidup-hidup pelaku curanmor jika tertangkap tangan warga.
“Pokoknya masyarakat sudah resah dengan pelaku curanmor. Benar, kalau tertangkap tembak mati saja,” katanya sembari mengatakan kalau mobil pick up miliknya, juga selalu untuk kegiatan warga.
Perasaan putus asa Rambo, terhapus manakala malamnya sekitar pukul 19.30 mendapat kabar dari polisi, kalau mobilnya ditemukan. Termasuk polisi telah menangkap pelakunya. Rambo mengaku langsung senang dan sujud syukur. Ia mengucapkan sangat berterima kasih kepada polisi yang berhasil menemukan mobilnya, termasuk menangkap pelakunya.
“Kalau mobil sudah dikembalikan, saya akan membuat syukuran jenang merah. Selain itu, juga akan lebih waspada lagi. Termasuk akan memasang beberapa kunci rahasia pada mobil,” paparnya.(agung priyo/ary)