Mengikuti Blusukan Rektor ITN Malang Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT

TAK Banyak rektor perguruan tinggi yang mau meluangkan waktu bersilaturahmi ke sekolah. Namun tidak demikian dengan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT. Kemarin, ia mendatangi dua sekolah yakni SMK Nasional dan SMA Nasional. Dua sekolah swasta yang rupanya masih satu yayasan dengan ITN Malang.
Mengenakan jas almamater warna biru, Lalu Mulyadi pagi kemarin menyapa hangat siswa SMK Nasional. Ia memberikan motivasi kepada para siswa di sekolah yang berada di Jalan Langsep itu untuk terus bersemangat belajar hingga bangku perguruan tinggi.
“Raihlah cita-cita setinggi langit, di era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) ini dibutuhkan orang-orang yang terampil,” ungkap Lalu.
Siswa Kelas XII pun terlihat antusias dan surprised menerima kunjungan tiba-tiba itu. Apalagi mereka bisa bertemu langsung dengan rector baru ITN yang dilantik seminggu lalu. “Semuanya sudah kenal kan dengan ITN, SMK Nasional dan ITN adalah saudara seperti adik kakak. Jadi harus kenal satu sama lain,” ujarnya.
Pria asal Lombok Tengah ini tidak datang sendiri, tapi bersama Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Ida Bagus Suardika dan Kepala Humas Elizabeth Catur Yulia. Suasana hangat dan akrab juga terasa ketika rombongan dari ITN disambut kepala SMK Nasional Drs Ignatius Budiyana M.Pd. Di ruangan kepala sekolah, obrolan mengalir. Rektor ke 7 ITN Malang tersebut mengajak SMK Nasional untuk lebih membangun hubungan intensif.
“Karena hubungan kita adalah kakak dan adik, maka masing-masing harus bisa saling menjaga,” ujarnya.
Menurut mantan pembantu rektor 2 tersebut, ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan kedua lembaga. ITN memiliki banyak tenaga ahli dan juga mahasiswa terbaik di jurusan untuk datang ke sekolah. Mereka bisa membagi ilmu dan sharing mengenai produk unggulan teknologi yang bisa dirancang dan tren lain. Selain potensi sumber daya manusia, ITN juga memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh SMK Nasional.
Di era MEA seperti sekarang ini, menurut Lalu, siswa tak boleh puas hanya dengan mengantongi ijazah SMK. Tapi sudah mulai harus berfikir untuk masuk ke perguruan tinggi. Arus globalisasi yang masuk saat ini harusnya tidak dianggap enteng. “Jangan khawatir bagi yang tidak mampu, karena ada banyak peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan,” bebernya.
Salah satunya adalah beasiswa Bidikmisi dari Dirjen Dikti. Beasiswa studi empat tahun itu memberikan kesempatan bagi siswa dari keluarga miskin untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Tahun lalu ada 7 kursi yang dikelola ITN, dan diharapkan meningkat jumlahnya pada tahun mendatang.
Kepala SMK Nasional Ignatius dengan lantang mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan perhatian yang diberikan ITN. Terutama pada rektor ITN yang menyempatkan berkunjung ke sekolahnya. “Saya merasa tersanjung dengan kunjungan ini, impian kami selama ini adalah ada hal-hal baru menyangkut keilmuan yang bisa disampaikan kepada siswa SMK ini,” harapnya.
SMK Nasional saat ini memiliki 8 jurusan keteknikan. Di antaranya adalah Teknik Gambar Bangunan, RPL, dan Multimedia. Menurut Ignatius, dengan kerjasama yang lebih erat lagi diharapkan jurusan yang ada bisa berkembang dengan lebih baik. Terutama terkait pemanfaatan fasilitas laboratorium dengan memanfaatkan milik ITN.
Usai menyapa SMK Nasional, rektor ITN dan rombongan lantas menuju SMA Nasional. Lokasinya di kawasan S Supriyadi Sukun. Kedatangan rombongan ITN rupanya sudah dinanti sejak pagi oleh kepala sekolah Drs Rusdi M.Si dan jajaran wakilnya.  “Bagi kami, apa yang dilakukan Pak Rektor ini menjadi sebuah uswah, memberi contoh tradisi yang baik bahwa yang tua justru mau mengunjungi yang muda,” ujar Rusdi dalam sambutannya.
Kepala sekolah yang ramah tersebut rupanya sudah menyiapkan sejumlah terobosan kerjasama dengan ITN. Salah satunya, rencana kegiatan masa orientasi siswa (MOS) yang dijadwalkan mengunjungi kampus ITN. Menurutnya, jika sejak kelas X siswa sudah dikenalkan dengan ITN, diharapkan siswa makin mantap untuk lanjut studi ke perguruan tinggi.
“Kami ingin mengenalkan ITN sejak siswa masih kelas X, supaya tahu mereka punya kakak yang hebat,” tegasnya.
Ia membayangkan, siswanya bisa menyaksikan langsung bagaimana performa seorang mahasiswa. Bagaimana mahasiswa jurusan Arsitektur yang gagah dengan penggarisnya, atau mahasiswa teknik mesin yang bisa merakit kendaraan sendiri.
“Kami ingin siswa SMA Nasional ini bisa membuat teknologi baru, dan kami optimis dengan bimbingan ITN hal itu bisa terwujud,” harapnya.
Sementara Ida Bagus Suardika menjelaskan ITN saat ini dipercaya oleh Dikti untuk mengelola beasiswa Bidikmisi. Beasiswa ini memberi kesempatan bagi siswa pintar namun tidak mampu untuk menempuh studi perguruan tinggi.  “Tahun lalu kuota Bidikmisi kami 7 orang, harapannya tahun ini bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.
Sementara Humas ITN Elizabeth Catur Yulia menjelaskan, setelah dilantik, rektor ITN mengagendakan sejumlah kunjungan. Setelah mengunjungi media massa, kini dilakukan roadshow ke sekolah-sekolah dalam rangka silaturahmi dan pengenalan ITN Malang. (lailatul rosida/red/han)