Samsul Hadi, Siswa Penyancang Cacat yang Berbakat

MEMILIKI keterbatasan fisik, bukan menjadi halangan untuk meraih prestasi. Itulah yang ditunjukkan Samsul Hadi, salah satu siswa SLB Kepanjen. Pemuda berusia 18 tahun ini, lolos seleksi Olahraga Khusus Tahun 2015 Kabupaten Malang. Sehingga dia berhak mewakili Kabupaten Malang dalam ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Timur

Sekilas, tidak ada yang berbeda dari Samsul Hadi ketika ditemui di sekolahnya pagi itu. Pemuda ini berbadan tegap dengan tinggi 175 cm dan berambut cepak, layaknya pemuda normal pada umumnya. Tapi, siapa sangka dia mempunyai keterbatasan fisik. Sejak kecil, dua bersaudara ini telah menjadi penyandang tuna rungu dan tuna wicara.
Meski demikian, tidak membuatnya patah arang dalam menjalani hidup ini. Anak pertama ini, selalu mempersembahkan yang terbaik. Salah satunya dalam bidang olahraga. Sejak kecil, dia menyukai olahraga bulutangkis. Saat ditemui itu, Samsul Hadi, usai latihan rutin bersama guru olahraga yang menjadi pembimbingnya.
Latihan itu dipersiapkannya, lantaran lolos seleksi dalam Olahraga Khusus 2015 Kabupaten Malang, awal bulan kemarin. Saat latihan, dia didampingi salah seorang guru olahraga yang sekaligus menjadi pelatihnya, bernama Haryono. Samsul Hadi tampak serius memperhatikan arahan dari gurunya tersebut, menggunakan isyarat tangan.
“Anak ini, sejak dulu memang berbakat dalam bidang olahraga bulutangkis, atlet favoritnya Alan Budikusuma dan Susi Susanti,” ujar Kepala Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kepanjen Yulia Esti Mulyani SIP kepad Malang Post kemarin. Wanita berjilbab ini berkomunikasi dengan Samsul menggunakan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIB) menggunakan tangan.
Untuk menyampaikan pertanyaan yang dimaksud, memang harus dijembatani oleh Esti menggunakan bahasa isyarat. Samsul Hadi, juga antusias menjawab pertanyaan yang diajukan, dengan menggunakan SIB. Dia tampak bersemangat menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan. Tidak ada rasa minder yang ditunjukannya.
Bahkan, dia mencoba berbicara menggunakan bahasa isyarat, dengan wartawan koran ini. Menurut Esti, anak pasangan suami istri dari ayahnya bernama Kudani dan ibunya bernama Sulistyawati, sangat handal dalam bidang olahraga bulutangkis. Postur tubuhnya, sangat mendukungolahraga itu. Apalagi dia juga mempunyai teknik yang baik.
“Kalau dari segi teknik, Samsul Hadi tidak ada masalah dalam menjalankan olahraga bulutangkis. Karena anggota tubuhnya lengkap,” terang wanita berjilbab ini.
Menurutnya, kualitas dari sisiwanya itu, dapat disetarakan dengan atlet normal pada umumnya. Bahkan dia seharusnya juga bisa tergabung dalam satu klub bulutangkis.
“Setelah pertandingan tingkat provinsi nanti, saya akan mendaftarkannya ke salah satu klub bultangkis yang ada di Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Selama menjalani latihan bulutangkis, pemuda asal Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen ini tidak kesulitan. Meski saat berlatih, dia juga sering melawan anak seusianya yang masih normal.
Sedangkan saat proses seleksi di tingkat Kabupaten Malang di Stadion Kanjuruhan, dia berhasil menyingkirkan 20 lawannya yang ikut seleksi dalam olahraga khusus.
Sehingga, satu slot jatah Kabupaten Malang dalam perlombaan bulutangkis se Jawa Timur pada pbulan Juni mendatang, menjadi miliknya. Bahkan, dia acap kali memenangkan pertandingan persahabatan maupun lomba bulutangkis, antar sekolah.
“Yang saya patut kagumi dari anak ini adalah semangatnya. Dia tidak kenal lelah dalam berlatih dan tidak pernah mengeluh sekalipun. Meski dia mempunyai keterbatasan dan kekurangan,” tuturnya.
Beberapa ajang yang berhasil dijuarai, yakni kejuaraan bulutangkis antar sekolah se Kecamatan Kepanjen. Serta masuk 10 besar atlet Cabang Olahraga Khusus Kabupaten Malang, tahun 2014. Prestasi yang diraihnya, merupakan hal yang luar biasa. Mengingat ditengah keterbatasan yang dimiliki dua bersaudara ini.  
Namun, melalui keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki, justru membuat motivasi dari Samsul Hadi semakin meningkat. Dia berharap, hal itu dapat ditiru siswa SMALB Kepanjen maupun anak didiknya yang lain. Melalui torehan yang dihasilkannya, dapat memberikan contoh maupun motivasi terhadap anak yang memiliki keterbatasan lainnya.
“Saya percaya, dia bisa bersaing pada ajang Olahraga Khusus Tingkat Provinsi, dalam bidang bulutangkis. Untuk itu, saya dan teman-temannya terus memberikan motivasi Samsul Hadi, dalam setiap latihannya,” pungkasnya. (Binar Gumilang/ary)