Adopsi Waterfront City Hongkong untuk Kembangkan Pantai Selatan


FOTO BERSAMA : Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Ir Wahyu Hidayat MM saat berfoto bersama di tempat menginap selama di Hongkong, Holiday Inn Exspress.

Kesempatan berharga diraih Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang, Ir Wahyu Hidayat MM. Dia bersama 60 perwakilan kota maupun kabupaten seluruh Indonesia, baru saja melakukan Benchmarking ke Hongkong. Berikut cerita kunjungannya selama empat hari, 18-21 Juli lalu.

Wahyu Hidayat berkesempatan ke Hongkong bersama 60 perwakilan lain, karena diutus Lembaga Administrasi Negara. Mereka seluruhnya merupakan peserta Diklat Kepimpinan. Sehingga, diwajibkan melakukan kegiatan benchmarking ke Hongkong, untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang tata kota.
Benchmarking ini merupakan suatu proses membandingkan dan mengukur suatu kegiatan perusahaan maupun organisasi terhadap proses operasi yang terbaik di kelasnya. Sedangkan tujuannya sebagai inspirasi dalam meningkatkan kinerja. Terlebih dapat menciptakan suatu inovasi yang diimplementasikan dalam bidangnya masing-masing.
Nah, Benchmarking Diklat Kepemimpinan kali ini, kebetulan ditempatkan di Hongkong. Selama lima hari di sana, Wahyu banyak mendapat pengetahuan tata kota. Salah satunya, yang dapat diaplikasikan di Kabupaten Malang, yakni pengelolaan pantai selatan dapat mengaplikasikan Waterfront City yang ada di Hongkong.
“Kondisi geografis pesisir pantai di Hongkong, sama dengan Pantai Selatan di Kabupaten Malang,” ujar Wahyu Hidayat kepada Malang Post. Dia menceritakan, di negara pecahan Cina ini, memang memiliki potensi pantai yang luar biasa. Di sekitar pantia juga ada jalan tol, bandara berkelas internasional dan sejumlah obyek wisata.
“Grand design pengembangan Pantai Selatan di Kabupaten Malang, sama dengan Hongkong. Di situ nantinya ada Bandara Internasional Purboyo dan jalan tol,” kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang ini. Kondisi geografis yang sama, sambungnya, juga bisa diaplikasikan di Kabupaten Malang.
Asaslkan pengembangannya dilakukan dengan baik, termasuk tata wilaya Pantai Selatan dikonsep ciamik seperti Waterfront City Hongkong. Dia mendiskripsikan, Water City Hongkong, memang konsep serta desain kota di pinggir laut yang sebenarnya. Di situ ada hotel, café, dan tempat-tempat wisata pendukung lainnya.
Meski demikian, pengembangan Waterfront City Hongkong, tidak merusak alam maupun ekosistem yang ada dinsekitarnya. Apalagi keberadaan tumbuhan hijau juga diupayakan terus bertambah. Sehingga, penerapan Waterfornt City Hongkong ini, ditegaskannya bisa diadopsi untuk mengembangkan Pantai Selatan Kabupaten Malang.
“Selain itu, tata kota maupun tata wilayah di Hongkong sangat rapi. Meskipun wilayahnya kecil, dapat menata kotanya dengan baik. Hal ini menandakan, rencana tata ruang dan rencana tata wilayahnya digodok dengan matang,” paparnya. Tidak hanya itu, masih kata Wahyu, dia juga dapat menyerap ilmu antisipasi banjir.
Hal itu sesuai dengan tugasnya saat ini, yakni sebagai Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang, yang salah satunya adalah penanganan banjir. Mengingat daerah terluas nomor dua di Jawa Timur ini setelah Banyuwangi, kerap dilanda banjir.
“Termasuk dalam sektor mekanisme maupun sistim irigasi pertanian serta perkebunan di Hongkong bisa diiplemntasikan di Kabupaten Malang. Apalagi saluran pertanian ini, memang sangat mendukung produktivitas petani,” terang mantan Kepala Kantor Perumahan Kabupaten Malang tersebut.
Selama di Hongkong, dia mengunjungi beberapa tempat yang dipergunakan untuk mengatur tata kota. Di antaranya, Air Traffic Control Center Building dan Chenung Sha Wan Government Office. Selain itu, dia juga menyempatkan diri mengunjungi Konsulat Jengderal (Konjen) Indonesia yang ada di Hongkong.
Semua ilmu yang diserapnya dari Hongkong ini, dia berjanji akan mengimplemenastikan ke Kabupaten Malang. Apalagi, kata dia, Kabupaten yang berusia 1255 tahun ini, dituntut untuk berkembang lebih baik ke depannya. Baik itu untuk tata wilayah, pariwisata dan segala bidang dituntut menjadi lebih baik lagi. (binar gumilang/han)