Agus Hidayatullah Anam Pengusaha Donat Frozen Kota Batu


Tangannya sangat lihai saat mengolah adonan donat di sebuah rumah Jalan Agus Salim Kota Batu. Wajahnya terlihat lelah, namun dari matanya, terlihat semangatnya tetap membara. Dia adalah Agus Hidayatullah Anam. Bapak dua anak ini sejak dua tahun terakhir menggeluti usaha donat frozen dan berhasil.

Meski bukan orang pertama yang membuat produk donat frozen, tapi bisa dikatakan Agus Hidayatullah Anam salah satu pengusaha yang sukses mengelola produk donatnya. Saat ini, Agus sapaan akrabnya telah memiliki puluhan distributor dan agen. Bahkan pria 35 tahun ini juga siap mengembangkan usahanya dengan produk franchise.
"Wah jangan dilebih-lebihkan lah, saya ini tidak seperti yang dikatakan orang. Usahanya masih baru merintis," katanya dengan tersenyum.
Agus sendiri tidak keberatan saat Malang Post bertanya perihal usaha yang dibangunnya. Bahkan dia juga tidak pelit berbagi tips kepada semua orang yang ingin membangun usaha. Dikatakan oleh Agus, usaha donat frozen ini dimulai pada September 2014. Awalnya lulusan MI Miftahul Ulum ini jalan-jalan ke mall. Saat itu dia melihat produk donat frozen. Entah apa penyebabnya, Ayah dari M Maulana Firdausi, ini tertarik. Kepada sang istri tercinta,  Lina Indriani pria ini pun langsung mengutarakan untuk membuat usaha tersebut.
"Produk donat frozen itu saya beli. Saya rasakan, untuk tahu kelebihannya," ujarnya.
Dia pun mulai browsing mencari bahan, selanjutnya mencoba membuat produk donat.  Agar produknya beda, Agus juga menambahkan kentang asli Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas sebagai bahan pokok membuat donat.
"Saya pilih kentang asli dari Jurang Kuali untuk produk yang berbeda. Karena produk lain menggunakan tepung kentang," beber pria kelahiran 17 Agustus 1981 ini.
Meski menggunakan bahan yang sesuai dengan yang tertera di internet, bukan berarti produknya langsung jadi. Donat pertama buatanya tidak sesuai dengan tang diinginkan Agus. Baik dari rasa, warna   maupun bentuknya. Alhasil dia pun terus mencoba. Agus tanpa lelah melakukan percobaan untuk mendapatkan produk yang pas. Bahkan dia juga tidak segan membeli produk donat frozen lain untuk mengetahui kandungan bahan lainnya. "ATM mbak, amati, tiru modifikasi," ucapnya sembari mengatakan di produk donat yang dibelinya itu dia amati, kemudian dia meniru serta memodifikasinya agar produk miliknya betul-betul sesuai yang diinginkan.
Entah berapa puluh kali Agus melakukan trial untuk produk donatnya. Yang jelas September 2014 dia mulai mengeluarkan produknya. Sasaran pertama produk tersebut tak lain adalah tetangga dan teman juga kerabat. Dia memadarkan sendiri produknya.
"Alhamdulillah teman-teman banyak yang suka. Dan itu yang membuat saya semangat," katanya.
Untuk tahap awal bahan untuk membuat produk donat hanya 3 kilogram saja. Dari bahan itu dia bisa menciptakan 21 pack, masing-masing pack berisi 10 donat. Setiap hari dinat frozen itu habis terjual alias tanpa return.
Sebagai pengusaha Agus pun ingin berkembang. Dia pun menambah bahan untuk mendapat produk yang lebih banyak. Tentu saja dia tidak hanya mengandalkan teman, kerabat atau tetangga saja. Tapi dia juga mempromosikannya. "Kebetulan saat itu ada e-Lun yang digagas oleh pak Lurah. e-Lun menjadi tempat promosi pertama saya untuk mengenalkan produk donat frozen ini keluar," tambahnya.
Kepada setiap pengunjung Agus tidak pelit berbagi kartu nama. Bahkan saat ada pemain Arema yakni Arif Suyono yang berkunjung ke standnya, Agus pun langsung meminta untuk merasakan donatnya, Arif kesengsem dengan rasa donat frozen milik Agus. Itu sebabnya Arif pun tidak keberatan saat dia diminta menjadi model iklan produk donatnya..
Kegigihan Agus dalam mempromosikan produknya pun membuahkan hasil yang luar biasa. Donat frozen yang kemudian diberi label Dituqu ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Kota Batu. Tapi juga masyarakat di seluruh Indonesia. Terbukti setelah setahun berjalan banyak orang dari luar Jawa menjadi distributor produknya. "Saya bersyukur, karena apa yang saya kerjakan memiliki manfaat bagi orang lain," tambahnya.
Agus juga mengatakan jika saat ini dia memasokkan produknya di berbagai instansi pemerintahan di Malang Raya. Selain itu juga sudah banyak langganan yang datang ke rumahnya. Agus memang tidak mengelak jika dirinya menjual donat frozennya melalui media online. Dan dia pun mendapat manfaat dari penjualan tersebut.
"Kalau di online kita harus update terus menerus. Agar produk kita dilihat," tambahnya.
Untuk label Dotuqu yang dipasangnya Agus mengatakan bukan sembarang label. dotuqu dijelaskannya adalah singkatan Donat Kota Batuku. Label itu juga yang didaftarkan Agus ke Disperindag untuk izin produksi donat.
Agus juga meyakinkan bahwa donat produksinya ini halal. Selain label halal telah tertempel di kemasan, produknya juga sudah beberapa kali dilakukan uji lab.
"Sertifikasi halal ini saya dapat dari MUI langsung melalui pengajuan," tegasnya.
Agus sendiri mengaku ingin terus berkembang. Terbukti dalam waktu dekat dia juga akan membuka franchise dan food teuck. Berbagai persiapan sudah dilakukan. "Nanti akan dilaunching, bersamaan dengan itu saya juga mengeluarkan produk baru untuk kelas premium dengan rasa yang kami tawarkan sudah tentu lebih enak dibanding yang lainnya," tandasnya.(Ira Ravika/ary)