Berawal Hobi Jalan-Jalan, Ubah Jadi Peluang Bisnis


HOST MTMA : (Kiri ke kanan) Rosita Bulan bersama Marshall Sastra host My Trip My Adventure (MTMA), Agung Firmansyah dan Rahmania Hardiyanti.

Anda yang melihat tayangan Celebrity On Vacation (SOV) Trans TV hari Sabtu (3/9) mendatang, bisa jadi tidak akan menyangka. Ternyata di balik kesuksesan acara tersebut ada beberapa nama pemuda asal Kota Batu. Bukan sebagai crew Trans TV, melainkan tim organizer kepercayaan perusahaan media elektronik nasional tersebut, yang ada di balik segenap kelengkapan kebutuhan shooting para crew selama di wilayah Malang raya.
Mereka adalah Agung Firmansyah, Rahmania Hardiyanti, Rosita Bulan dan Andi Wisnu, empat pemuda asal Kota Batu ini telah menjadi fixer, atau orang ketiga kepercayaan Trans TV, untuk tayangan dengan konsep adventure wilayah Malang raya. Bisa dibilang, mereka berempat adalah dalang di balik terkenalnya beberapa wilayah di Malang raya.
Tugas mereka adalah mempersiapkan segala keperluan shooting tayangan My Trip My Adventure, Celebrity On Vacation dan Survivor, yang diminta crew Trans TV. Tidak hanya perlengkapan pendukung seperti  mobil, motor track, ataupun penginapan, melainkan juga talent.
Akhir bulan Januari tahun 2015, menjadi awal “perkenalan” mereka dengan tim dari Trans TV. Awalnya, para pemuda kelahiran 1993 ini, adalah sahabat SMA yang senantiasa mbolang  ke mana-mana. Kegiatan mereka sempat tertunda lantaran aktivitas kuliah yang menyita waktu.
Lepas meraih gelar sarjana, mereka pun kembali mengagendakan jadwal liburan. Tak hanya itu, pemuda lulusan SMAN 1 Kota Batu ini juga merencanakan agar bagaimana jika kesukaan mereka jalan-jalan, menjadi peluang bisnis.
“Awalnya buka jasa guidance, namanya Batubackpacker di tahun 2014. Kita gencar promosi lewat sosial media, kemudian tiba-tiba akhir Januari 2015, dapat WA dari Trans TV,” kenangnya.
Agung, ketua geng sempat mengaku ada kecurigaan jika WA yang dikirim ke nomernya adalah penipuan. Hingga akhirnya ia pun menyepakati untuk menjemput tim dari Trans TV di bandara. “Ternyata kok benar, langsung kita layani apa permintaan mereka,” ujarnya kepada Malang Post.
Pria lulusan Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, diberi kepercayaan oleh perusahaan televisi bukanlah hal mudah. Apalagi, untuk mempertahankan kepercayaan.
“Orang TV kalau sudah kerjasama dan kecewa, tidak akan repeat order. Jadi kita berusaha menjaga profesionalitas kita, dengan cara selama shooting tidak rewel,” urainya.
Profesionalitas yang senantiasa dijaga itu berlangsung hingga sekarang. Osi, sapaan akrab Rosita menjelaskan, mereka dan tim dari Trans TV tidak ada kontrak kerjasama. “Pokoknya setiap shooting ke Malang mereka selalu minta kita,” katanya.
Mereka tidak mematok harga khusus selama kerja sama dengan Trans TV. Osi menyebutkan tidak pernah memberikan harga pasti, namun proyek terbesar mereka selama bekerja dengan Trans TV adalah sebesar Rp 19 juta.
“Karena kita terlibat hampir 100 persen untuk proses pengambilan gambar,” terangnya. Osi menerangkan, kendala utama yang biasa mengiringi perjalanan karir mereka adalah menentukan talent.
Terutama untuk tayangan Survivor, mereka harus mencari talent yang kisah hidupnya menyentuh. Nia, panggilan akrab Rahmania, menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tim harus melakukan survey beberapa hari sebelum tim Trans TV datang.
“Seperti waktu shooting di Bromo kemarin. Kami harus mencari talent seperti yang diinginkan orang Trans, lalu kami ke Bu Lurah dulu buat tanya-tanya, baru ke keluarganya untuk minta ijin, setelah fix kami kirim profil orang tersebut ke Jakarta, kalau mereka setuju baru lanjut, kalau tidak ya kami cari lagi,” jelasnya panjang lebar.
Selain itu, tak jarang pula crew Trans TV meminta untuk dicarikan lokasi shooting  yang baru di sekitar wilayah Malang raya, yang sedang menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi. Dalam kurun waktu satu setengah tahun kerjasama, mereka berempat telah diajak terlibat dalam rangkaian shooting sebanyak tujuh kali.
“Biasanya wilayah pantai di seluruh Kabupaten, terus wisata wahana juga pernah. Pernah juga ke Probolinggo ke Gunung Bromo dan taman Madakaripura,” jelas Agung. (Alfinia Permata Sari/ary)