Garini, Siswi SMK PIM Bersiap Ke O2SN Tingkat Nasional


KEBANGGAAN: Garini Kartika Febrina (kiri), siswi SMK PIM ini akan bertanding di Jakarta 26-28 Juli mendatang.

SEMANGAT tekad para srikandi Arema tak pernah surut. Selalu ada gelora baru asal Kota Malang yang siap guncangkan Indonesia. Seperti Garini Kartika Febrina, siswi SMK Putra Indonesia Malang (PIM) ini akan melaju dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional, yakni Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN), yang berlangsung di Jakarta tanggal 26 hingga 28 Juli 2016, mendatang.
Gadis yang akan menginjak kelas dua SMK itu mewakili Kota Malang dan Jawa Timur, menghadapi lawan dari seluruh penjuru Indonesia, dalam olahraga Karate. Saat ini, Garini sedang berada di provinsi untuk mendapat pembinaan.
”Saya bersyukur sekali karena bisa membanggakan orangtua, pelatih dan khususnya sekolah saya SMK PIM yang sudah memberi kepercayaan kepada saya,” ujar Garini kepada Malang Post.
Ia memiliki harapan besar untuk bisa menghadiahkan gelar juara di ajang bergengsi O2SN ini. Bisa menunjukkan yang terbaik, bermain lebih baik, dan membuat sekolahnya bangga.
”Saya optimis bisa meraih juara dan membuat bangga Jatim,” ujarnya.
Selain berterimakasih atas kepercayaan dari sekolahnya, Garini juga berterimakasih kepada pelatihnya Sinshe Udjang yang sudah menggemblengnya bertahun-tahun. Berkat pembinaan yang maksimal itulah, ia bisa bermain baik saat seleksi tingkat provinsi.
”Saat laga di provinsi saya bermain empat kali, pertama bermain bertemu dengan lawan dari Kediri,” urainya.
Sementara itu Kepala SMK PIM, Zubaidah, S.Pd mengatakan, apabila gadis yang juga berperan sebagai ketua kelas itu, sebagai sosok penuh semangat dan aktif. Mengetahui ada potensi luar biasa dalam diri Garini, sekolah pun tak tinggal diam. Segala macam cara dan upaya dilakukan untuk memfasilitasi siswi yang menggeluti dunia karate semenjak SD tersebut.
Tak hanya bekal pelatihan saja. SMK PIM berusaha memberikan dukungan dan upaya terbaik kepada siapapun duta sekolah, yang akan mewakili dan membawa nama baik sekolah di ajang kompetisi apapun.
Zubaidah menambahkan, sekolah sangat terbuka kepada bakat dan minat siswa. Contohnya Garini, SMK PIM tak segan memberi fasilitas berupa manajer dan official dari tenaga ahli yang berpengalaman.
Ia menjelaskan, sekolah yang terletak di Jl. Barito itu menerapkan metode pembelajaran humanis. Maksud Zubaidah, metode pembelajaran tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kepada siswi yang berprestasi di luar akademik.
“Artinya, kami memberi peluang besar dalam pembelajaran di luar jam sekolah, karena atlet kan sering ikut pertandingan. Nah untuk meningkatkan nilai akademik agar tidak ketinggalan, sekolah memberi tambahan belajar,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Zubaidah, siswa berprestasi non akademik juga dapat meraih prestasi secara akademik. Sehingga, selain unggul dalam kompetensi, para duta sekolah juga tidak lalai dengan tanggung jawab utama mereka sebagai seorang pelajar.
Sama halnya dengan Garini, Zubaidah mengamati meski sibuk bertanding, gadis yang super aktif itu juga tidak ketinggalan dari segi nilai akademik. Ia pun mengakui jika Garini merupakan gadis yang pandai dalam manajemen waktu.
Buktinya, selain aktif sebagai atlet, ia juga rajin dan berkontribusi di OSIS dan sanggup menghandle tugasnya sebagai ketua kelas. “Biasanya anak sering capek, ini aktif di segala bidang,” ungkapnya.
Dukungan kepada Garina dan siswa lain yang akan berkompetisi di ranah nasional pun juga dalam bentuk pendanaan. Zubaidah menuturkan, jika pihak sekolah juga memberi uang saku kepada srikandi SMK PIM tersebut. “Bahkan waktu berangkat diantarkan pakai mobil sekolah,” paparnya.
Wanita berkerudung itu berujar, dengan aktif dalam mengikuti ekstrakurikuler, akan menanamkan nilai dan memunculkan karakter pada siswa. SMK PIM memiliki 16 macam ekstrakulikuler untuk menampung apresiasi minat dan bakat siswa.
“Supaya bakat mereka benar-benar tersalurkan, dan kami siap memfasilitasi mereka,” jelasnya. Zubaidah berharap, bakat minat siswa yang tersalurkan dapat membuat mereka mahir secara akademik dan non akademik. “Dengan anak-anak senang ekstrakulikuler, mereka akan senang belajar,” sambungnya.
Sementara itu, Masyitha Laxmi Dewi, S.Ag, staff kesiswaan yang merangkap sebagai manajer Garini selama pembinaan mengungkapkan, apabila Garini merupakan sosok yang ulet dan gigih. Ia selalu memberikan dorongan semangat kepada anak didiknya untuk terus memupuk prestasi di bakat yang dimilikinya tersebut.  (nia/adv)