ITN Malang Gandeng Universiti Teknologi Malaysia

INSTITUT Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi berpartner dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Istimewanya, penandatanganan MoU dilaksanakan dalam forum bergengsi University President Forum (UPF) ke 8 yang dihadiri 124 delegasi dari 61 universitas dan 19 negara. Bangga luar biasa, kalimat itulah yang kali pertama diungkapkan Rektor ITN Malang Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT ketika bertemu wartawan, kemarin. Sukses menggandeng sebuah perguruan tinggi besar dengan status world class university (WCU) menjadi kebanggaan bagi ITN. Sebab, tidak semua perguruan tinggi bisa mewujudkannya. ”UTM sebagai WCU tentu sangat selektif untuk memilih partner, ada beberapa pertimbangan seperti resources, SDM dosen dan juga kinerja penelitian yang sudah dijalankan di perguruan tinggi,” ujar Lalu. Sebagai alumni UTM, Lalu enggan disebut bahwa kerja sama ini bisa dijalin karena faktor kedekatannya dengan dosen di sana. Karena yang lebih penting menurut dia adalah kesiapan perguruan tinggi terkait kesetaraan sumber daya yang dimiliki. UTM, lanjutnya, tentu tidak mau bekerja sama dengan kampus yang tidak punya SDM potensial. Selain itu, kesuksesan ITN membangun nama besar mendapat pengakuan global. Bahkan, ITN yang disebut sebagai ITN Indonesia berada dalam catatan rangking perguruan tinggi global. ”Inilah yang sedang kami kejar sekarang ini, bagaimana agar ITN bisa masuk dalam deretan rangking perguruan tinggi global,” tegasnya. Bagi rektor asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, kesuksesan ITN menjalin kerja sama internasional ini bisa menjadi upaya dalam meningkatkan image kampus. Sebab, selain ITN, sejumlah perguruan tinggi lain yang juga menandatangani MoU seperti ITB, UGM, ITN, UM, BINUS dan Trisakti. Sedikitnya ada 17 Perguruan Tinggi yang melakukan MoU. Selain dari Indonesia, ada pula dari Filipina, Thailand, Jepang, dan Korea. ”Ini adalah langkah awal ITN untuk menjadi worldclass, yakni dengan aktif berpartisipasi di forum internasional dan membangun link dengan perguruan tinggi asing,” tegasnya. MoU yang dihelat dalam gelaran University President Forum tersebut juga diisi dengan serangkaian diskusi dan sharing. Tema yang dibahas seperti bagaimana meningkatkan pemeringkatan perguruan tinggi. Peserta forum juga berkesempatan melihat fasilitas milik UTM, seperti laboratorium dan lainnya. Poin kerjasama yang akan ditandatangani antara Rektor ITN dan Rektor UTM pertukaran pelajar, pertukaran karyawan, pertukaran informasi dan publikasi, kolaborasi penelitian dan program pengajaran, kolaborasi supervisi mahasiswa, dan kolaborasi seminar atau konferensi. ”Dalam waktu dekat yang bisa direalisasikan adalah pertukaran mahasiswa ke UTM,” bebernya. UTM merupakan kampus ke empat di Malaysia yang bekerjasama dengan ITN. Sebelumnya tiga universitas yang sudah bekerjasama adalah Univeritas Malaysia Pahang (UMP), Univeritas Selangor (Unisel), dan Univeritas Tun Hussein Onn (UTHM). Wakil Rektor III ITN Malang, Dr. Eng. Ir. I Made Wartana MT, yang ikut serta dalam forum tersebut menuturkan, ITN kini sudah menjadi anggota forum internasional. Selain akan merealisasikan isi nota kesepahaman, peluang untuk mengikuti berbagai forum lanjutan sudah terbuka. Dan ini akan menjadi langkah awal bagi ITN untuk go global. Diakui Made, sebelum adanya MoU ini, ITN sebenarnya sudah punya link dengan UTM. Yakni melalui program magang mahasiswa. ”Ada mahasiswa Geodesi yang magang di UTM, bisa dibilang dia juga ikut berperan membuka jalan kerja sama ini,” urainya. Bahkan, lanjutnya, tak sedikit yang memberikan apresiasi terhadap kualitas mahasiswa ITN yang magang di UTM tersebut. Termasuk sejumlah perusahaan yang tertarik untuk merekrut mahasiswa tersebut. (lailatul rosida/adv)