Jadi Mendikbud, Muhadjir Effendy Tak Lepas dari MU


Meskipun sudah mejadi pejabat tinggi negara, Muhadjir Effendy masih tidak berubah, tetap seperti dulu, sederhana. Memanfaatkan liburan akhir pekan ke Malang, mantan rektor UMM ini justru memiliki agenda yang sangat padat. Salah satunya adalah menyempatkan bertemu dengan wartawan dan berkunjung ke kantor Malang Post.
DITEMANI istrinya, Suryan Widati, Muhadjir melakukan aktivitas yang sangat padat. Yang membedakan sekarang adalah ada petugas protokoler Kemendikbud yang selalu mendampinginya. Sebenarnya dia tidak ingin ada pengawal, tapi ini sudah menjadi keharusan yang harus diterima pejabat tinggi. Saat bertemu dengan wartawan, dia tidak banyak bicara, dia justru minta para wartawan untuk berbicara dan bertanya mengenai berbagai masalah pendidikan.
Saat ngobrol dengan Malang Post, topiknya bukan lagi soal pendidikan atau perkembangan politik mutakhir, tapi yang dibicarakan justru sepak bola. Dia langsung tanggap saat pembicaraan mulai mengarah pada Manchester United (MU) klub kesayangannya. ‘’Sekarang MU mulai bangkit di tangan pelatih yang baru Jose Mourinho,’’ ucapnya.
Serentetan kemenangan mewarnai debut pelatih yang karib disapa Mou tersebut bersama klub berjuluk Setan Merah tersebut. Hasil ini berbeda dengan musim lalu ketika MU harus banyak menelan kekalahan. Meskipun demikian, kata Muhadjir, dalam pertandingan terakhir melawan Hull City, MU hanya menang tipis 1 – 0 berkat gol Marcus Rushford saat injury time. Kala itu MU nyaris gagal memetik tiga poin di kandang Hull sampai pertandingan memasuki menit 90. ‘’Sekarang tidak ada alasan bagi Mou tidak menurunkan Rushford,’’ terangnya.
Meskipun demikian, Muhadjir agak mengeluh dengan kesibukan sebagai menteri kegemaran menyaksikan pertandingan sepak bola agak keteteran. Kesibukan sebagai menteri sangat padat dan tidak mengenal waktu, bahkan sampai dini hari. Padahal, banyak pertandingan menarik di Liga Inggris dimainkan pada tengah malam sampai dini hari, pada saat yang sama dia masih disibukkan dengan pekerjaan. Dia maklum, itulah konsekuensi sebagai pejabat tinggi, yang penting dia tetap memantau perkembangan klub kesayangan yang bermarkas di Old Trafford tersebut.
Di tangan Mou, kini MU kembali menunjukkan jati dirinya sebagai klub yang sangat ditakuti di Inggris. Kehadiran seorang pelatih yang memiliki karakter kuat sangat penting untuk mendonkrak prestasi. Di tangan Mou, prestasi MU menunjukkan tren yang meningkat, sejak Liga Inggris digeral, MU terus memetik kemenangan. Di sisi lain, melatih MU adalah impian terbesar pelatih asal Portugal tersebut. Sejak lama dia memimpikan suatu saat bisa melatih MU.
Setelah berhasil memenuhi impiannya, Mou masih punya impian lain, yakni menyamai prestasi Sir Alex Fergusson, mantan pelatih MU yang menorehkan prestasi luar biasa sepanjang sejarah klub tersebut. Setelah beberapa musim bersama MU, Fergusson mengakhiri karirnya saat prestasi MU mencapai puncaknya. Prestasi ini pula yang kini tengah dikejar oleh Mou. ‘’Dia ingin seperti Fergie, menjadi pelatih MU yang sukses.
Tanda-tanda ke arah itu sudah kelihatan dengan serentetan prestasi yang sudah dicapai, meskipun itu masih belum bisa dijadikan patokan karena kompetisi masih panjang. Mou bukan hanya mampu membawa MU meraih kemenangan, tapi yang paling penting adalah mampu membangkitkan motivasi pemain kembali ke trek yang benar. Di tangan Mou, kapten Wayne Rooney kembali menunjukkan kelasnya sebagai penyerang hebat. Marouane Fellaini juga menunjukkan jati dirinya sebagai pemain tengah yang andal. Pemain sayap Anotonio tidak mau ketinggalan unjuk kebolehan bersama Mou. ‘’Itulah hebatnya Mou, dia bisa menjadikan pemain yang menurun kembali meningkat. Pada masa sebelumnya mereka kurang bagus, bahkan sudah muncul desas-desus Rooney mau keluar. Tapi sekarang di tangan Mou, mereka justru kembali bersinar,’’ urainya.