Ketika Putra Tukul Arwana Jabat Kanit Laka Polres Malang Kota

Sang ayah yang seorang pelawak dan host terkenal, bukan berarti sang anak juga ikut melawak. Bahkan kali ini, sang anak adalah seorang perwira polisi. Ipda Ega Prayudi, putra Tukul Arwana, adalah Kanit Laka Polres Malang Kota.

Tidak mudah, untuk melepaskan background orang tua dalam kinerja sehari-hari. Terlebih jika orang tua tersebut, merupakan public figure. Seperti Ipda Ega Prayudi, contohnya. Anggota Polres Malang Kota yang kini menjabat sebagai Kanit Laka ini, adalah anak dari komedian Tukul  Riyanto alias Tukul Arwana dan Susiana.
Sekalipun bukan anak kandung, tapi karena sejak lahir, Ega sudah ikut Tukul, Ega sudah benar-benar menjadi ‘anak kandung’ Tukul. Apalagi ketika itu, Tukul dan Susiana, belum memiliki anak.
Sampai saat ini pun, banyak orang penasaran dan ingin mengenal Ega lebih jauh. Apalagi, putra seorang selebritis terkenal di Indonesia, ternyata memilih menjadi seorang polisi.
Ega mengaku, menjadi anak selebritis, sebetulnya hal yang biasa. Namun banyak orang yang mengganggap luar biasa. ‘’Sebetulnya biasa saja. Saya dulu sekolah SD-SMA di sekolah biasa. Tidak ada yang istimewa, sekalipun orang tua adalah selebritis. Karena orang tua tidak pernah mengajarkan kami hidup mewah atau hidup berlebihan,’’ ucap lulusan perwira karir Polri tahun 2011 ini.
Termasuk dalam kehidupan sehari-hari.  Saat dia tinggal bersama Tukul dan Susiana, juga dua adiknya Novita Eka Afriana dan Wahyu Zhovan Utama, di Jakarta, kehidupannya pun wajar.
‘’Sebagai orang tua, Bapak seperti orang tua lainnya. Dia sangat tegas dan memiliki komitmen. Kalaupun bergurau, dia tahu akan waktu. Jelas berbeda saat di depan televisi,’’ katanya lagi.
Kalau pun ada yang berbeda dengan dirinya menjadi anak selebritis adalah, dia kerap bertemu public figure lainnya. Mulai dari pejabat, hingga artis atau selebritis lainnya. Menurut Ega, di rumahnya di Jakarta, banyak artis datang.
‘’Tadinya senang. Penasaran dan minta foto. Tapi setelah besar, saya mulai terbiasa,’’ ucap pemuda berbintang Gemini ini.
Kepada Malang Post, Ega pun mengaku jika sebelum dirinya memutuskan masuk menjadi anggota Polri, dia juga sempat terbawa arus, mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi artis. Ega juga sempat ikut casting. Baik film, sinetron maupun bintang iklan.
Tapi ketika ikut casting, Ega tidak pernah membawa nama sang bapak. Tak heran kalau dari sekian kali casting,  yang dilakoninya, hanya beberapa kali dia mendapatkan tawaran untuk terlibat.
‘’Saya pernah ikut iklan Honda, Cerebrofit dan beberapa kali main menjadi figuran di sinetron,’’ kata pemuda yang lahir 22 Juni 1987.
Meski demikian, bagi Ega, dunia artis bukanlah pilihan hidupnya. Ega mengaku jenuh dan tidak mendapatkan kepuasan batin. Hingga akhirnya, dia pun memutuskan tidak mau ikut aktivitas keartisan lagi. Keputusan itu sempat  membuat Tukul kecewa, sekalipun Tukul menyerahkan semua keputusan di tangan Ega.
Selepas kuliah di Universitas Mustopo Beragama Jakarta, Ega pun sempat mendaftarkan diri di Trans 7. Ternyata di stasiun televisi yang membesarkan nama Tukul itu, Ega hanya bertahan beberapa bulan saja.
‘’Setelah saya keluar, bapak kemudian sering ajak saya di beberapa acara kepolisian. Dari sinilah kemudian saya tertarik menjadi polisi. Menurut saya polisi yang berseragan cokelat memiliki karisma dan wibawa,’’ katanya. Hingga akhirnya tahun 2010 lalu, Ega memutuskan untuk mendaftar sebagai Perwira Karir Polri. Tapi sayang, saat itu Ega harus menelan pil pahit. Dia tidak lolos dalam ujian kesehatan.
Tukul pun terus memberikan semangat kepada Egad an memintanya untuk mencoba lagi tahun depan. ‘’Waktu itu bapak meminta saya daftar di Akpol. Tapi lagi-lagi, saya pulang tanpa hasil. Panitia menolak berkas pendaftaran lantaran usia saya sudah melebihi batas,’’ tambah pria dengan satu balok di pundak ini.
Dua kali tidak lolos, sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk masuk menjadi polisi. Buktinya, Januari 2011, Ega kembali daftar masuk perwira karir Polri. Setelah tiga kali itulah, akhirnya Ega lolos seleksi dan ikut pendidikan perwira karir di Semarang.
Ega benar-benar sangat menikmati masa-masa itu. Sembilan bulan masa pendidikan yang berat, sama sekali tidak membuat dirinya patah semangat.  Justru dia semakin bertekad menjadi seorang polisi yang tangguh.
Tugas pertamanya, adalah menjadi sekretaris pribadi Kadiv Humas Polri Irjen Anang Iskandar. Baru tiga minggu lalu, dia pindah ke Malang. Diawali menjadi Panit I Lantas Polsekta Lowokwaru dan sekarang menjadi Kanit Laka Polres Malang Kota.
‘’Dulu bapak sama ibu sendiri yang hadir dalam pelantikan. Beberapa teman sempat tidak menyangka. Tapi begitu ketemu langsung minta foto bareng,’’ katanya.
Ega pun mengatakan, sebagai orang tua, Tukul merupakan figur yang tegas dan memiliki wibawa. Bahkan ketegasan dan kewibawaan itulah yang membuat Ega terobsesi untuk menjadi seperti Tukul dalam memimpin keluarga.
‘’Banyak yang saya suka dari bapak. Mulai suka bersedekah, suka menanam pohon, komitmen dalam bekerja, komitmen dengan waktu dan banyak lagi. Itu yang membuat saya terobsesi untuk seperti dia. Semoga jika saya nanti berkeluarga, bisa seperti beliau,’’ katanya. (ira ravika)