Kisah Patung RT 07 RW 01 Gadang Terbaik Nasional

Jika anda lewat di gang 5 RT 07 RW 01 Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, amatilah karya patung yang fenomenal. Ya, di RT 07 berdiri tegak, seni patung seberat 200 kilo. Patung itu berhasil meraih juara nasional dalam lomba gapura se Indonesia. Kelebihannya, warga RT 07 Gadang berhasil menerjemahakan tema gotong royong dengan sangat apik. Patung tema gotong royong yang berwarna emas kecoklatan ini, berhasil menarik perhatian tim juri penyelenggara dari sebuah perusahaan cat nasional ternama, Nippon Paint, dengan tema lomba “Gapura Merah Putih”. Tak tanggung-tanggung, peserta lombanya mencapai 1.000 gapura dari empat pulau se Indonesia. Hebatnya, patung gotong royong mampu mengalahkan 999 gapura yang mengikuti ajang kompetisi ini. Filosofi gotong royong dan kerja nyata yang menjadi tema patung gapura Gadang. Patung gotong royong, berisi enam figure orang yang menggambarkan tentang perjuangan bangsa Indonesia saat merebut bendera kebangsaaan yaitu sang merah putih. Adegan pada skenario patung, lima orang bergotong royong untuk saling memikul beban dalam merebut bendera, dan satu diantaranya adalah pemimpin untuk menunjuk bendera yang akan diperebutkan, mirip peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato Surabaya. “Bedanya skenario patung ini dengan sejarah kemerdekaan adalah benderanya, kalau di sini bendera sudah merah putih, bukan lagi merah, putih biru,” cerita Sutono, Ketua RW 07 Gang 5. Patung yang mencerminkan perjuangan kemerdekaan ini pun terlihat seolah seperti terbuat dari logam emas. Padahal, bahan dasarnya adalah kertas semen. Hebatnya patung ini menjelma seolah patung terbuat dari logam yang berwarna emas kecoklatan. Sutono menjelaskan proses pembuatan yang memakan waktu satu minggu mulai tanggal 20-31 Juli 2016. Pertama adalah dengan membuat rangka patung dari bambu, lalu memberikan kaos kepada patung untuk volume. Lantas di dalamnya diisi sekam. Kemudian melapisis lagi baju dan celana dengan kerta bekas. Yang tak kalah penting, bahan utama memperindah kemasan adalah kertas semen. Dengan kertas semen ini patung yang hampir jadi akan lebih terlihat hidup. Sutono mengatakan, kertas semen ini memang yang paling utama digunakan karena sifatnya yang timbul dan fleksibel. Kertas semen digunakan sebagai bahan pelapis utama penentu kemasan. “Membentuk dan membuat rangka serta desain harus teliti dan hati-hati,” tegas Sutono. Ia mengaku, mendapatkan inspirasi tema patung dari warganya. “Warga saya sangat guyup dan rukun, oleh karena itu saya ingin kerukunan ini terus dipupuk karena rasa kebersamaan itulah yang akhirnya membuat saya untuk mewujudkan patung seperti ini,” urainya. Bekerja secara bergotong royong di malam hari, dengan sisa tenaga yang dimiliki, warga RT 07 tetap menjalankan proses pembuatan patung ini dengan senang hati. “Euforia dan harapan untuk menang sangat luar biasa oleh warga dan akhirnya harapan mereka pun terwujud,” imbuhnya. Ia mengungkapkan, tentu bukan perkara mudah bagi warganya bekerja dimalam hari, di sisa tenaga yang dimiliki, namun dengan keikhlasan dan rasa kebersamaan warga mampu membuktikan kinerjanya yang luar biasa hingga menorehkan prestasi di tingkat nasional. Euforia warga RT 07 Gang 5 semakin terlihat dengan pengangkatan patung seberat 200 kg dan panjang tiga meter ini dilakukan serentak bersama-sama oleh seluruh warga Gang 5. Warga berjumlah 50 orang naik genteng. Lantas menyetting patung, agar adegan mengambil bendera, dan satu orang duduk menunjuk bisa terlihat apik. “Luar biasa, sampai juga membuat macet jalanan depan gang kami, kita susah payah mengangkat patung 200 kilo itu ke atas dengan andang,” tegasnya. Sutono menerapkan azas gotong royong dan kebersamaan pada warganya. Dan asaz itulah yang menjadi landasan di balik kemenangan yang diraih. “Saya terinspirasi ari warga saya untuk membuat tema ini, gotong royong yang diterapkan dan ditetapkan sebagai tema ini rupanya membuat kesuksesan bagi warga kampung kami,” terangnya. Patung ini menurutnya adalah representasi dari kehidupan warganya, dengan gotong royong dan kebersamaan mampu menghasilkan prestasi hingga ke tingkat nasional. Ia mengaku bersyukur, melalui kerjasama dan kesadaran yang baik antar warga dalam membuat patung gapura ini serta dengan kesibukan mereka yang luar biasa, ia sebagai Ketua RT salut dan akhirnya pun bisa sama-sama merasakan hasilnya. “Tinggal hadiah yang kami nanti adalah uang tunai senilai Rp. 30.000.000,” tutupnya.(Shinta Indreswari Windyaningrum/ary)