Korbankan Waktu Liburan, Bantu Polisi Amankan Terminal


PENGAMANAN : Meski libur panjang, namun pramuka yang tergabung di Bhayangkara Polsekta Blimbing tetap terjun amankan pemudik. (SISCA ANGELINA/MALANG POST)

TERMINAL Arjosari tidak terlalu ramai di siang hari yang terik. Muhammad Taufik Hidayat, siswa kelas X SMKN 8, Yisaq kondy, siswa kelas XI SMAN 8 dan Aghnia Mar'atul, siswa kelas X SMPN 18 tetap siaga dengan baju pramukanya. Mereka mengaku tetap berlebaran dengan caranya sendiri. Yakni menjaga situasi terminal agar tetap kondusif dan aman dari kejahatan.
Ketiga siswa yang tergabung dalam Pramuka Bhayangkara Polsekta Blimbing itu rela mengorbankan waktu liburan mereka berkumpul bersama keluarga, demi tugas dan  misi penting melayani kebutuhan masyarakat terutama soal keamanan di tempat umum.
Taufik, sapaan akrab, mengaku sudah menjalani tugas berjaga di beberapa pos keamanan jelang lebaran, semenjak Kamis (30/6) hingga Selasa (12/7) mendatang. Dia merasa justru dengan berkegiatan semacam inilah ia memanfaatkan waktu liburnya dengan positif.
“Kalau begini kan bermanfaat. Kalau di rumah nggak ngapa-ngapain,” ujarnya. Selain itu, banyak manfaat lain yang ia dapatkan selama membantu pengayom masyarakat. Seperti menambah relasi, teman dan juga menambah pengalaman.
“Dengan begini saya jadi tahu tugas polisi seperti apa dan bagaimana membuat masyarakat mudik tanpa terancam oleh pelaku kejahatan,” tukasnya. Selain itu, Taufik mengaku juga tidak senang apabila dirinya menganggur dalam jangka waktu cukup lama karena selama ini dirinya termasuk pribadi yang cukup aktif.
Bungsu dari tiga bersaudara ini menjelaskan tugasnya dengan kawan-kawannya adalah menjaga stabilitas dan keamanan terminal, dengan menyisiri dari segala penjuru. Ia mengatakan, dengan berkeliling maka tindak kejahatan dapat diminimalisir.
“Kalau ada orang niat jahat melihat ada petugas keamanan pasti mengurungkan niat, meskipun ada kesempatan," jelasnya. Selama beberapa hari berjaga di terminal, lanjut Taufik, situasi cenderung aman dan terkendali. Hanya saja pernah ada kejadian pencopetan.
Namun, saat kejadian itu berlangsung, ia dan kedua teman lainnya sedang tidak bertugas. Taufik menjelaskan, saat bertugas delegasi Pramuka Bhayangkara dibagi menjadi beberapa shift. Shift pertama yakni pukul 07.00 hingga 12.00 dan shift kedua mulai pukul 12.00 hingga 19.00.
"Masing-masing sudah ada jadwalnya sendiri-sendiri," jelasnya. Putra dari Anik Hidayati itu merasa semakin semangat menjalankan tugas terlebih setelah mendapat persetujuan dari ibunya. Hanya saja, mulai hari ini (kemarin) Taufik mengajukan izin karena akan mudik ke Bandung.
Berbeda dengan Yisaq dan Nia, pelajar asli Kota Malang itu sama sekali tidak mudik ataupun berpergian bersama anggota keluarga lain. Berbekal ijin dari orang tua dan semangat mengayomi masyarakat, Yisaq dan Nia semakin semangat membantu polisi menjalankan tugasnya.
“Manfaat lebih ke diri kita masing-masing. Kalau saya pribadi lebih merasa percaya diri dan disiplin, karena terbiasa dituntut demikian," ujar Nia, yang saat bertugas sedang menggunakan kerudung. Pernyataan tersebut dibenarkan kedua rekan lainnya terutama Yisaq.
Selain mendapat tugas mengawal keamanan selama musim lebaran, mereka bertiga juga mendapat pembekalan soal pertolongan pertama gawat darurat. Selesai bertugas, mereka bertiga akan siap untuk menjalani hari-hari biasa sebagai seorang pelajar. (alfinia permata sari/marga nurtantyo)