Popo Aryo Sejati, Jagoan Down Hill Asia Tenggara

Nama Popo Aryo Sejati sudah tak asing lagi di telinga para pecinta balap sepeda kategori Down Hill (DH) di Asia Tenggara. Baru-baru ini, laki-laki yang memiliki segudang prestasi membanggakan tersebut berhasil memboyong medali perunggu di Red Bull Dark Knights Singapura, Juni 2016. Bogel sapaan akrabnya, berhasil mengalahkan ratusan pembalap dari seluruh belahan dunia yang mengikuti ajang bergengsi ini. Namun, prestasi yang membanggakan tersebut tidaklah didapatkan dengan cara mudah. Bogel harus disiplin berlatih dan mengorbankan waktu untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang berada di Blitar. “Kunci keberhasilan saya adalah latihan yang serius dan disiplin. Pagi dari jam delapan sampai sepuluh, dan sore dari jam empat sampai menjelang Maghrib. Dengan latihan yang sangat padat tersebut, saya harus rela tidak bertemu dengan keluarga di rumah,” ujarnya kepada Malang Post. Berbicara mengenai prestasi di balap sepeda kategori DH nampaknya sudah tidak dapat diragukan lagi. Pasalnya, sederet prestasi tingkat nasional maupun internasional telah berhasil ia raih. Mulai dari Kejurnas, kejuaraan tingkat Asia, hingga SEA GAMES. Ketika tim Malang Post menanyakan berapa jumlah medali yang didapatkan selama meniti karir, Bogel hanya tertawa dan mengatakan lupa berapa jumlahnya. Laki-laki kelahiran Blitar 24 Juli 1986 ini mengaku bahwa saking banyaknya medali yang telah didapat, sampai-sampai dia ingin membuat rak khusus untuk menaruh medali kebanggaan miliknya tersebut. “Saya memang hobi mengumpulkan medali. Untuk itu, saya selalu bekerja keras agar suatu saat nanti dapat membuat museum medali,” harapnya. Memang, menjadi seorang atlet balap adalah impian dan cita-citanya sejak kecil. Impiannya tersebut didukung penuh oleh orang tuanya, Seger Triyono dan Sukarti yang pada waktu itu memberikan hadiah sebuah sepeda BMX saat masih duduk di bangku sekolah dasar. “Waktu SD saya hanya iseng-iseng saja. Eh kok tau-taunya ketagihan dan ingin selalu mengayuhnya,” jelas pembalap yang pada waktu itu mengidolakan Sugianto Setiawan. Ketertarikannya pada balap sepeda memuncak pada saat duduk di bangku SMP. Dia tak lantas menjadi pembalap DH, melainkan balap sepeda BMX. “Sepanjang hari saya latihan bersama ayah di sirkuit Blitar. Keinginan untuk menjadi seorang rider handal mengebu-gebu pada waktu itu. Dan syukurnya kedua orang tua saya mendukung saya,” Setelah SMA, Bogel memutuskan pindah ke Malang, karena sirkuit di kota kelahirannya dianggap kurang membantu dalam mencapai impiannya. Tak mau mengecewakan orang tuanya. Bogel yang pada waktu itu beranjak dewasa disiplin mengikuti latihan sepeda, dengan diawali sepeda road pada tahun 2003. “Saya tipe orang yang gigih mengejar impian. Karenanya latihan yang telah dijadwalkan pelatih, selalu saya ikuti. Mungkin karena balap sepeda adalah hobi saya, jadi saya tak pernah mengeluh dengan rutinitas latihan pada waktu itu,” lanjutnya. Setahun kemudian, di bawah asuhan Sugeng Trihartono dan Zainul Siswanto, Bogel menjalani latihan cross country sambil mengikuti beberapa kejuaraan selama dua tahun. Selama latihan, Bogel menunjukkan kemampuannya dalam penguasaan teknik tubuh serta handling saat menghadapi turunan dengan baik. “Dan di tahun  2005 di awal karir internasional, saya berhasil meraih juara kedua kelas elite men, Malaysia cross country. Setelah itu, tawaran balap internasional makin banyak,” lanjutnya. Dari situ sang pelatih melihat potensi yang sangat kuat di kategori DH padanya. Akhirnya di tahun 2007 Bogel resmi menjadi atlet balap sepeda kategori DH.  Awal karirnya di DH berhasil menghantarkannya pada kesuksesan, meraih medali Perak di SEA GAMES Philipina 2007, dan di tahun selanjutnya dia berhasil naik podium dan mendapat emas di PON 2008. “Waktu itu saya merasa sangat bahagia dan bersyukur dengan perolehan itu. Namun saya tak merasa cepat puas. Bagi saya mendapat medali adalah cambuk untuk dapat meraih prestasi di tingkat selanjutnya,” ungkap suami dari Meitha Praditha. Tidak hanya itu saja, sederet medali mulai direbutnya dari perlombaan tingkat nasional maupun internasional. Bogel juga telah berhasil mengalahkan juara dunia DH yang juga idolanya, Sam Hill dalam ajang Specialized Asia Pacific Downhill Challenge 2013. “Itulah moment yang tak dapat saya lupakan dan selalu membekas di hati saya. Saya tidak dapat mengambarkan betapa bahagianya pada waktu itu,” imbuhnya. Saat ini, Bogel telah masuk dalam daftar atlet yang akan membela Jatim di PON XIX Jabar. Atlet yang baru saja mendapatkan medali emas di Kejurnas 76 Indonesia DH Batu ini tak mau memgecewakan orang-orang yang mendukungnya, Bogel yang juga masuk Puslatnas akan memberikan yang terbaik bagi Jatim di event terbesar di Indonesia ini. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memboyong pulang medali emas, seperti yang telah ditargetkan. Namun usaha keras saja tak cukup bagi saya. Doa dari orang terdekat dan masyarakat Jatim khususnya Kota Malang sangat saya harapkan,” tandasnya. (Yuyun Wahyu Kristianingsih/ary)