Reza C Kambey, Atlet Paragliding Kota Malang


“Saya menaruhkan hidup saya di tali-tali yang dikaitkan pada parasut paralayang ini. Demi membela nama Indonesia di mata dunia”. Demikian yang dikatakan atlet paragliding dari Kota Malang Reza C Kambey saat berkisah tentang olahraga yang ditekuninya.  
Reza sapaan akrabnya, baru saja mengharumkan nama Indonesia dengan memperoleh medali emas di kejuaraan Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) Lombok, 7 Agustus lalu. Prestasi yang tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja, sebab ada lebih dari 100 peserta dari berbagai negara yang terlibat.
“Alhamdulilah saya bisa menjadi yang terunggul dari paragliding yang diikuti oleh 15 negara dan 129 peserta,” ujarnya kepada Malang post.
Sebagai atlet, Reza mengatakan dapat menunjukkan nasionalismenya saat naik di podium dan mengibarkan sang saka merah putih di berbagai kejuaraan yang dia ikuti. Sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya di hadapan peserta dari belahan dunia lain.  “Tak ada yang mampu menandingi rasa bahagia dan bangga saya ketika lagu kebangsaan Indonesia dilantunkan di depan ribuan warga negara tetangga. Air mata tak dapat dibendung dim omen-momen seperti itu,” katanya.
Tak dapat dipungkiri, Reza memperoleh kemenangan itu dengan perjuangan berat. Setiap prestasi dan pencapaian melalui proses panjang dan tidaklah didapat dengan cara mudah. Latihan keras, disiplin, dan mental yang kuat adalah kuncinya. Apalagi untuk menjadi seorang atlet paragliding dibutuhkan keberanian. Sebab olahraga ini cukup ekstrem, dengan nyawa sebagai taruhan. Bagaimana tidak, seorang paraglider harus terbang di atas ketinggian dengan bergantung pada tali-tali dan parasut. Jika tak hati-hati, akibat fatal bisa terjadi.
“Kita harus pandai membaca arah angin di udara dan juga teliti dalam mengendarai parasut. Jika tidak, maka kapan pun maut bisa saja menjemput,” tambahnya.
Apalagi menurut Reza, setiap hari dia harus latihan dan setiap hari pula maut dekat dengannya. Namun hal itu tak membuat atlet ini berkecil hati. Reza yang mengaku sering sekali mengalami cedera, mengatakan bahwa dengan menjadi atlet paragliding lah dirinya bisa berbakti pada negara.
“Yang saya bisa hanya menyumbangkan medali pada negara. Dengan cara menjadi atletlah saya mampu membalas bumi pertiwi ini,” tambahnya.
Ketika Malang Post menanyakan prestasi yang telah dia dapatkan, Reza hanya tersenyum. Paraglider yang memiliki senyum manis ini mengatakan, banyak sekali medali yang telah dia dapatkan. Sampai-sampai dia lupa jumlahnya. Medali tersebut dia dapatkan baik dari Kejurda, Kejurnas, hingga kejuaraan internasional.
“Di tahun 2016 ini ada enam kali perolehan medali yang saya sumbangkan untuk Indonesia, khususnya Kota Malang. Ini semua bukti bakti saya pada tanah air,” katanya.
Reza berhasil meraih medali emas di kejuaraan Indonesia Paragliding Xc Lover Sumedang Seris, Kasau Cup Puncak Bogor, King Cup Thailand, Acuraccy World Cup Lombok Series, Asian Air Sport federation Lombok, dan juga medali perak di National Championship Accuracy NTB. “Alhamdulillah di setiap event saya berhasil membawa pulang medali,” jelas putra dari pasangan Tony Suyanto dan Ratna Birawati ini.
Paaraglider kebanggaan Kota Malang ini juga akan kembali berjuang mengharumkan nama Kota Malang di PON XIX Jabar. Pria yang baru saja menikah dengan Veny Mayangsari ini akan berusaha agar ia juga dapat meraih kesuksesan di PON Jabar. Untuk itu, dia terus berlatih dengan serius, dan selalu mencoba mengatur strategi.
“Lawan terberat saya adalah Jateng yang di PON Riau kemarin mendapat medali emas, dan Jabar sebagai tuan rumah. Namun saya akan berusaha sekuat mungkin untuk melawan mereka,” tambahnya.
Tak hanya di PON saja. Reza juga mempunyai misi untuk menang di ASEAN Games dan bahkan ingin membela Indonesia di olimpiade dunia. Dia tak mau setengah-setengah mengabdi untuk negara. Paraglider alumni UB ini mengatakan, selama dia hidup dan sehat, akan selalu berusaha mengharumkan nama Indonesia.
“Itulah keinginan terbesar dalam hidup saya. Selama saya masih diberi kesempatan, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama bangsa ini agar besar di mata dunia,” lanjutnya.
Reza tak memungkiri jika dia takkan selamanya  berada di titik kesuksesan. Selagi dia bisa berpeluang untuk mengharumkan nama Indonesia seperti saat ini, dia akan selalu berjuang untuk itu. “Saya hanya meminta doa kepada semuanya agar kesehatan, dan juga angin berpihak pada saya. Ini demi nama negara kita tercinta,” tandasnya. (mga/han)