Roger Christo Lianto, Pegolf Muda yang Bersinar


Roger Christo Lianto, merupakan salah satu atlet cabang olahraga golf  junior asal Kota Malang yang tengah bersinar. Ia berhasil mengalahkan puluhan pegolf dari Malaysia, Singapura, Thailand, Tiongkok, dan Korea di ajang internasional. Laki-laki berusia 15 tahun ini baru saja meraih 2nd runner Up A Boys Division di Indonesian Junior Amateur Open Championship (IJAO) Gombel Golf Semarang. Roger sapaan akrabnya mulai menekuni dunia golf sejak berusia 12 tahun. Sejak kecil (usia 5 tahun) ayahnya yang juga seorang pemain golf, sering mengajaknya untuk sekedar menemani bermain golf. Namun Roger kecil tak punya ketertarikan untuk menjajal olahraga yang membutuhkan keterampilan mengatur emosi dan kesabaran ini. “Saya dulu kalau ikut papa ya lari-lari saja. Gak ada minat sama sekali buat megang stick golf,” ujarnya kepada Malang Post. Roger yang kala itu masih mencintai olahraga Basket, tak pernah berfikir untuk menjadi seorang atlet golf seperti saat ini. Meskipun sering kali diajak oleh ayahnya ke lapangan, tetap tetap saja dia tak ingin menekuni olahraga ini. “Yah namanya juga tak tertarik, mau gimana lagi. Papa juga tak memaksa agar saya mencintai dunia ini,” katanya. Namun kisahnya menjadi seorang pegolf, layaknya seperti pepatah Jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” yang artinya, cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa bersama-sama dengan olahraga golf adalah awal hadir cintanya. “Awalnya coba mukul satu hole eh lama-lama ketagihan. Akhirnya saya benar-benar merasa ingin dan ingin mencoba permainan ini,” katanya. Alumnus dari SDK Santa Maria 2 Malang atau sering disebut SD Panderman ini, mengambil keputusan yang sangat berat pada hidupnya. Tak ingin setengah-setengah menekuni dunia yang akan digeluti, remaja yang saat itu masih baru menginjak kelas 2 SMP memutuskan untuk menjadi seorang atlet golf professional. “Saya pikir kalau mau sukses di kedua-duanya antara sekolah dan menjadi atlet adalah dengan cara home schooling,” tambahnya. Niatnya untuk meninggalkan sekolah formal dengan beralih sekolah home schooling, pada awalnya sempat di tentang oleh kedua orangtuanya. Namun setelah menunjukkan bakat yang hebat, Yulianto ayah Roger akhirnya mengikuti kemauannya. “Saya yakinkan pada Papa kalau saya bisa meraih prestasi di kedua-duanya. Dengan jalan inilah akhirnya saya mampu meraih kesuksesan keduanya,” kata remaja yang saat ini ingin mengejar beasiswa ke Amerika ini. Keinginan Roger untuk menjadi pemain golf andalan Indonesia, nampaknya sudah dapat dipetakan.