Sang Gembala Yang Siap Jadi Pewarta Injil

PENAHBIS UTAMA: Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Penahbis Utama dalam misa penahbisan uskup baru Malang.

MALANG - Nama Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm tidak asing lagi di kalangan jemaat di Kota Malang. Uskup kelahiran 13 Juli 1955 ini tumbuh besar di Malang, sebelum akhirnya hijrah ke Roma untuk menuntut ilmu keuskupan pada tahun 1990.
Uskup yang akrab disapa Romo Pid ini mengaku sedikit terkejut ketika ditunjuk sebagai pemimpin Keuskupan Malang menggantikan pendahulunya, Mgr. Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro, O.Carm.
“Saat ada rumor ditunjuk saya sempat ingin menolaknya. Karena saya pikir usia saya sudah tidak masuk kategori dan saya maunya jadi dosen saja sampai mati,” ungkap pria yang ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1982 lalu.
Ia meneruskan, bahwa sebelumnya ia lebih dikenal sebagai seorang guru besar bidang Kitab Suci Perjanjian Baru di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widyasasana Malang. Keseharian sebagai dosen sudah dijalaninya dan dirinya tidak menyangka akan ditunjuk sebagai Uskup baru Keuskupan Malang.
Namun, dengan pertimbangan dan doa dari banyak orang serta tuntunan dari orang-orang yang ia anggap lebih senior, Romo Pid akhirnya mengikrarkan sumpah setianya dihadapan ribuan jemaat Katolik dalam misa tahbisannya, Sabtu (3/9) di Stadion Gajayana Malang.

Ia mengaku, siap mengemban seluruh tanggung jawab dan tugas sebagai Uskup Malang walaupun dirinya sendiri mengakui hal tersebut berat untuk dijalani. “Ya saya masih harus mempelajari situasi sebelum akhirnya menentukan visi dan misi apa yang akan saya bawa. Tapi sementara ini saya masih akan melanjutkan visi misi pendahulu saya yaitu Paguyuban, Communio, dan persaudaraan sejati,” paparnya.
Sekilas tentang Uskup baru Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto O.Carm adalah putera dari alm. Laurentius Hadijono Gunawan dan Maria Magdalena Sri Wahyuni Prasetya. Romo Pid sendiri dan saudara lelakinya sejak masa kecil sudah menjalani pendidikan imamat di Malang.
Romo Pid mengaku bahwa motivasinya menjadi romo dan menjalani hidup selibat adalah karena melihat kakak kandungnya yang juga seorang romo, alm. Rom. Antonius Maria Kristijanto Gunawan, O.Carm.
“Romo Anton, kakak saya dan saya menjadi imam. Keinginan menjadi imam tak lepas dari kehidupan herejani yang kami ikuti sewaktu masih kecil. Di rumah dulu saya dan kakak biasa membuat drama misa jadi romo-romo an,” kenang Romo Pid.
Terlepas dari itu, motivasi terbesarnya untuk hidup selibat menjadi pewarta injil adalah dimana dirinya melihat kebutuhan akan tenaga iman di gereja Katolik, dan saya punya bakat untuk menanggapi panggilan tersebut,” tandasnya.
Mgr. Henricus Pidyarto, O.Carm resmi ditahbiskan, Sabtu (3/9) dalam prosesi penahbisan uskup yang dihadiri juga Utusan Vatikan serta Uskup Agung dari 37 Keuskupan di seluruh Indonesia beserta ribuan jemaat Katolik perwakilan paroki wilayah Keuskupan Malang Pasuruan, Probolinggo, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi dan Pulau Madura. (ica/udi)