Sudah Pantas Dong Jadi Kepala Daerah

Foto : Nurohman (IRA RAVIKA/MALANG POST)

NUROHMAN menjadi salah satu sosok yang diidamkan warga Kota Batu menjadi pemimpin. Salah satu indikasinya, Ketua DPC PKB Kota Batu ini masuk jajaran dua besar polling Bakal Calon Kepala Daerah tahun 2017 melalui harian Malang Post.
Meski lumayan mendapat banyak dukungan, warga Desa Sumberejo Kecamatan Batu ini ni tidak mau sombong. Dia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat sudah memberikan dukungan, salah satunya melalui polling.
’’Tinggi ya, berarti sudah pantas dong jadi Kepala Daerah,’’ katanya dengan nada bercanda.
Wakil Ketua DPRD Kota Batu ini enggan untuk berkoar-koar terkait pencalonannya. Sebaliknya, dia memilih menunggu. Apalagi sampai dengan saat ini, DPP PKB belum mengeluarkan rekomendasi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Batu.
Bukan berarti Nurohman tak bergerak sembari menunggu. Pendekatan-pendekatan kepada masyarakat pun terus dilakukan. ”Sebetulnya pendekatan tidak hanya saya lakukan saat ini. Tapi sebelum-sebelumnya sudah saya lakukan,’’ katanya.
Posisinya sebagai wakil rakyat membuat dirinya memiliki kewajiban mendatangi masyarakat dan menjaring aspirasi. Dia selalu mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat untuk diperjuangkan di gedung dewan.  
Selain itu, dia juga melakukan sowan ke rumah-rumah kyai, ulama, tokoh agama dan seniman. Tidak hanya di lingkungan tempat tinggalnya saja, tapi juga seluruh wilayah Kota Batu.

Saat melakukan sowan ke kyai, ulama, tokoh agama dan seniman, Nurohman juga kerap membuka diskusi kecil tentang pemilihan kepala daerah Kota Batu. Dalam diskusi ini tidak sekadar mencari nama siapa kepala daerah yang cocok untuk memimpin Kota Batu, tapi juga mengevaluasi kinerja pemerintahan Kota Batu.
”Banyak masukan yang dapat diambil dari diskusi-diskusi kecil,’’ katanya.
Selain itu, untuk menjaring aspirasi masyarakat Nurohman juga tidak segan datang ke pangkalan ojek atau warung-warung yang ada di tepi  jalan Kota Batu. Kepada tukang ojek dan pemilik warung, Nurrohman pun meminta pendapat tentang Kota Batu.
”Wah kalau dikatakan itu kunjungan kok resmi sekali kesannya. Yang bener itu jagongan biasa. Tapi yang pasti dari kegitan yang saya lakukan ini, banyak sekali usulan dan pendapat yang kami dapat dar masyarakat tentang Kota Batu,’’ tambahnya.
Nurohman mengatakan, dirinya tidak mau ikut-ikutan calon lain yang memasang banner di tepi jalan. Bukan karena dia tidak serius untuk maju, tapi dia justru ingin menghormati tahapan. Menurutnya ada waktunya banner-banner memuat gambar dirinya dipasang, tapi tidak sekarang.
”Di PKB ini prosesnya kan jelas. Terkait dengan Pilkada Kota Batu tahun 2017 mendatang, PKB membuka pendaftaran untuk calon wali kota maupun wakil wali kota. Dan saat ini nama-nama yang daftar masih digodok dan belum diketahui hasilnya,’’ katanya.
Kalaupun dia melakukan pendekatan dengan masyarakat serta mendatangi rumah-rumah para kyai, bukan terus kemudian untuk meminta dukungan. Melainkan menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai wakil rakyat.
”Ya jangan disalahartikan lah, kami sebagai anggota dewan ini memiliki kewajiban untuk menjaring aspirasi masyarakat,’’ tandasnya.
Disinggung dengan niatnya maju menjadi calon Wali Kota Batu, Nurohman mengatakan untuk menjadikan Kota Batu ini lebih baik. Mulai dari sektor pertaniannya, sektor birokrasinya, sektor wisata, sektor pendidikan pendidikan hingga sektor kesehatan. ”Kami tidak muluk-muluk, hanya ingin Batu lebih bagus ke depannya. Masyarakatnya dan petaninya dapat hidup dengan aman dan nyaman. Para petaninya juga makmur, karena program pertaian yang maju dan berhasil,’’ tandasnya.(ira/feb)