Wakil Ketua DPR Kena Batunya

GELEDAH : Saat menggeledah rumah pengusaha Heri Mursyid di kawasan Jalan Soekarno Hatta Malang. (DOK/MALANG POST)

FAHRI Hamzah, Wakil Ketua DPR RI tidak pernah membayangkan dalam hidupnya akan berurusan dengan  AKBP  Hendrik N Christiaan, Penyidik Madya (Kepala Satuan Tugas) KPK. Dia terkena batunya karena mencoba menghalangi penggeledahan penyidik KPK.
Fahri dengan suara tegas meminta Christiaan untuk menyuruh pergi Brimob yang membawa senjata laras panjang saat memeriksa kantor DPR RI terkait kasus anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti yang menjeratnya sebagai tersangka dugaan suap proyek.

Namun, Pak Kris, panggilannya tidak kalah gertak, dia tetap ngotot didampingi Brimob. “Saya yang bertanggungjawab dengan para anggota Brimob ini. Brimob tetap di sini,” tegasnya. Ketika itu, Fahri mencoba mengalah dan mengajak Christiaan bicara baik-baik.
Justru Christian tetap bersikukuh menjalankan undang-undang. Bahkan, pria ini mengatakan, tidak ada urusan dengan Fahri karena dia sudah meminta izin kepada MKD dan Biro Hukum Setjen DPR. “Saya tidak akan keluar. Saya menjalankan tugas,” kata Christiaan.
Dalam menjalankan tugasnya, selama ini tegas dan tidak gentar sebagai penyidik KPK. Dia tidak segan bertindak tegas jika terjadi pelanggaran prosedur. Dalam kasus OC Kaligis misalnya, Christian tidak segan-segan mengusir tim penasihat hukum OC Kaligis yang dipimpin Johnson Panjaitan karena sudah melewati batas waktu besuk.
Kendati diprotes OC Kaligis dia tidak gentar dan tetap dengan sikap tegasnya itu. Bahkan saat dilaporkan ke Presiden RI. Christiaan memang dikenal sebagai penyidik yang berani dan tak mau kompromi. Dia terlibat dalam penanganan perkara yang berisiko tinggi. “Apa yang saya lakukan itu hanya menjalankan undang-undang,” pungkas dia. (mar)