Yuswinda, Karateka Andalan yang Dihantui Cedera

Keinginan meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar, nampaknya ada terus di benak satu-satunya karateka andalan Kota Malang, Yuswinda Eka Puspitasari. Meskipun baru menjalani penyembuhan pasca cedera Maret lalu akibat pelatihan nasional (Pelatnas) Sea Games dan Asian Gane, karateka ini masih saja berkeinginan untuk membawa nama harum Malang.

Tekadnya sangat kuat untuk meraih hasil terbaik di pertandingan yang kemungkinan bisa menjadi laga terakhirnya. “Ini bisa jadi laga terakhir saya, menimbang luka cedera di lutut yang selalu kambuh dan menghantui,” ujarnya Kepada Malang Post.
Untuk memuluskan impiannya naik podium di laga bergengsi bagi para atlet se Indonesia ini, Yuswinda sampai mendatangi psikolog untuk meminimalisir rasa traumannya. Supaya ia bisa lebih lepas saat bertanding sehingga dapat memberikan yang terbaik.
 “Bukan hanya latihan fisik untuk mempertajam skill saja yang saat ini gencar saya dalami. Tetapi persiapan mental untuk menjadi juara, wajib untuk dimiliki,” katanya.
Memang, cedera bagi atlet bisa dikatakan kiamat. Si atlet akan selalu merasa takut kambuh, takut cedera, takut tak bisa memberikan yang terbaik. Padahal, pikiran-pikiran negatif seperti itu adalah musuh terbesar untuk memuluskan setiap jalan menuju kesuksesan.
“Sempat beberapa bulan terakhir saya merasa minder. Bahkan untuk latihan saja saya tak mampu. Namun orang-orang terdekat, selalu memberikan motivasi sehingga saya bisa kembali merasasa percaya diri di PON ini,” tambahnya.