Zulfikar Aleksandri, Jadikan Traveling Sebagai Pekerjaan


Berawal dari kecintaan pada dunia tulis menulis dan fotografi, membawa sosok Zulfikar Aleksandri berkeliling Indonesia. Setiap sudut wisata alam seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, Pulau  Derawan hingga Pulau Weh, pernah dikunjunginya. Bahkan, dalam waktu dua tahun terakhir, 10 negara di Asia Tenggara sudah pernah dia kunjungi.

Tidak pernah terpikir oleh Zulfikar, jika dia memiliki kesempatan untuk bisa berkeliling Indonesia, bahkan Asia. Semua berawal dari tahun 2013, ketika dia mulai aktif di dunia blogger. Suka menulis dan fotografi, dia menulis untuk blog pribadinya, terutama menceritakan tentang wisata alam.
Perlahan, dia mengikuti komunitas blogger dan berbagi cerita dengan mereka. Lambat laun, dia pun seakan wajib berwisata, untuk mengeksplore keindahan alam yang harus dia tulis. Misalnya ke Lombok, Flores atau tempat wisata lain di tanah air, dengan kocek pribadinya.
“Awalnya, ya masih memakai dana pribadi. Saya memang suka jalan-jalan, mengambil foto dan menulis,” ujarnya, mengawali cerita.
Dari tulisan tersebut, akhirnya bisa menjadi lahan pekerjaan bagi alumnus Universitas Brawijaya tersebut. Dia dihubungi oleh beberapa media dan pengelola website wisata, untuk mengisi rubrik wisata, berdasarkan pengalaman jalan-jalan yang dia peroleh. “Setelah itu, saya harus aktif jalan-jalan, walaupun backpackeran. Mulai dari traveling ke tempat wisata dengan biaya murah sampai yang mahal dalam hal transportasi,” beber dia kepada Malang Post.
Memang terkadang, apa yang dia hasilkan melalui tulisan, tidak sebanding dengan biaya yang harus dia keluarkan. Tetapi kala itu, dia mendapatkan kepuasan tersendiri karena bisa mengeksplore wisata alam di dalam negeri yang indah dan seakan tiada habisnya. Sesekali dia berjalan-jalan ke luar negeri seperti Myanmar atau Vietnam.
Sampai pada satu masa, Zul, sapaan akrabnya, memutuskan untuk bekerja di sebuah biro jasa travel. Namun, dia menerima pekerjaan bukan dengan tujuan mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan gratis. Sebab, pekerjaannya justru di bidang IT, untuk melancarkan koneksi jaringan dari tempat kerjanya. Sesekali dia cuti, untuk memuaskan keinginannya explore keindahan alam.
Memang dasar sudah beruntung dan bernasib layaknya traveler, dia diberi kepercayaan untuk mengikuti tour, mengantarkan tamu travel tempat dia bekerja. Baik ke dalam maupun luar negeri. Kesempatan itu, memang seperti berkah baginya, yang bisa bekerja di tempat yang sesuai hobi.
“Saya bisa menulis, mengabadikan tempat wisata dengan foto sembari menjadi guide untuk tamu. Kantor saya sepertinya tahu jika pekerjaan itu sesuai dengan kesenangan saya dan aktivitas yang sering saya jalani,” urai dia panjang lebar.
Dia pun masih bisa menjadi pengisi sebuah kolom wisata di suatu website dan juga media online. Apa yang dia dapatkan selama menjadi tour guide, bisa tetap dia tumpahkan menjadi tulisan dan menjadi rujukan banyak orang. Tak terkecuali di blog pribadinya, yang menampilkan destinasi wisata di kawasan Asia Tenggara.
 “Bisa dibilang sambil menyelam, minum air. Pekerjaan utama tetap jalan,” beber Zul, yang baru akhir pekan kemarin menuntaskan perjalanan wisata ke wilayah Timur, yakni Sumba, Flores, Enda sampai Labuan Bajo.
Tak terhitung berapa kali dia berkunjung ke tempat-tempat wisata di sisi timur. Kecuali Raja Ampat, diakui Zul sudah cukup sering dia datangi. “Ya permintaan, mau gimana lagi. Ada tamu yang dari kantor, tetapi banyak pula tamu karena membaca tulisan saya meminta untuk di-guide,” beber pria yang hobi bermain futsal itu.
Untuk perjalanan ke luar negeri, menurut dia, 10 negara di Asia Tenggara sudah pernah dia singgahi. Mulai Thailand, Laos, Kamboja, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Singapura, Malaysia, sampai Myanmar. Bahkan, untuk Vietnam misalnya, di tahun ini dia sudah enam kali ke negara tersebut. Saking seringnya, dia mulai fasih berbahasa Vietnam, selain bahasa Inggris yang mesti dikuasainya.
“Orang Vietnam jarang yang bisa berkomunikasi bahasa Inggris. Jadi kami harus menyesuaikan,” tambahnya.
Pria ramah ini memaparkan, dari pengalamannya tersebut, sejatinya dia tetap mengidolakan tempat wisata alam di Indonesia. Misalnya di Raja Ampat, Tanjung Puting, Derawan atau Pahawang, diakuinya lebih indah dari tempat wisata di luar negeri.  “Hanya cara mengemasnya saja Indonesia yang perlu belajar. Selain itu, Indonesia tetap juara,” tegas dia sembari menunjukkan beberapa tempat wisata, yang pernah dia kunjungi yang juga di upload di media sosialnya.
Di tahun ini, dia sudah merencanakan mengembangkan sayap perjalanan wisatanya. Tidak harus menunggu karena permintaan wisata di travelnya, Zulfikar merencanakan Jepang dan India adalah tujuan berikutnya. “Saya sudah mendapatkan tiket pesawatnya. Murah banget, makanya saya rela backpakeran Oktober mendatang,” tambahnya.
Dia pun memberi tips untuk traveler dalam mencari tiket. Manfaatkan promo tiket pesawat, yang seringkali diluncurkan tengah malam. Selain itu, tiket dengan harga murah, kerap diberikan oleh maskapai seperti AirAsia di hari Senin dan Selasa. “Itu yang saya dapat dalam dua perjalanan berikutnya,” ucap Zulfikar.
Untuk saat ini, pengidola klub Leeds United ini mengakui sangat enjoy dengan pekerjaannya. Sekalipun, diakuinya terkadang juga lelah karena jarang berada di Malang, tempat tinggalnya. “Kuncinya menikmati segala pekerjaan. Ternyata rezeki saya saat ini seperti ini,” papar pemilik akun Instagram @zulfikaralex, yang menjadi tempat baginya untuk menampilkan beberapa foto wisatanya. (stenly rehardson/han)