| Dulmatin di Atas Azahari |
| Rabu, 10 Maret 2010 14:08 |
JAKARTA- Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) telah memastikan jenazah 001 yang tewas di Pamulang adalah Djoko Pitono alias Yahya Ibrahim alias Dulmatin. Keluarga pun meminta maaf atas segala yang dilakukan buruan Interpol sejak 2002 itu.Polri tentunya bangga berhasil melumpuhkan Dulmatin dkk. Dia adalah teroris asal Indonesia termahal, yaitu seharga Rp 93 miliar (US$ 10 juta) yang diburu sejak bom Bali 2002. "Kemampuan Dulmatin di atas Dr Azahari, sehingga jadi perburuan negara lain," kata Kapolri Jenderal BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (10/3). Menurutnya, identitas tiga jenazah yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan itu adalah Dulmatin, Ridwan, dan Hasan Nour. "Tiga tersangka tewas di Jakarta (Pamulang-red). Jenazah 002 itu Ridwan, pengawal Dulmatin dan nomor 003 adalah Hasan Nour, pengawal yang bersangkutan juga," ujarnya. ’’Jenazah nomor 001 itu 100 persen dengan tingkat kemungkinan kekeliruan 1:100.000 triliun ini adalah betul bahwa benar-benar Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono," tegas BHD. Sementara seorang pengawal Dulmatin, Syaiful Siregar alias Abu Haikal, juga tertembak. Namun pria tersebut tidak tewas. Bahkan, untuk memastikan, jenazah Dulmatin selain dicocokkan lewat tes DNA, juga dicocokkan lewat ciri-ciri fisik. Foto-foto dan kesamaan fisik juga membuktikan jenazah 001 adalah Dulmatin. Ada kesamaan ciri fisik yaitu tahi lalat di bawah bibir sebelah kanan. "Kami dapatkan ada hal identik tahi lalat. Kemudian alis cocok dan dagu cocok," kata Kepala Pusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol dr Musaddeq Ishaq di Mabes Polri, yang mendampingi Kapolri BHD. Tim Polri membandingkan ciri-ciri fisik dari 3 jenazah teroris dengan ciri-ciri fisik Dulmatin. Kemudian dibandingkan foto-foto saat hidup dan foto jenazah setelah meninggal. "Foto hidup dan foto jenazah juga cocok," lanjutnya. Tim Dokkes juga mengambil sidik jari namun tidak ada sidik jari pembanding. Polri pun mengandalkan tes DNA lewat Hj Asmiyati (60) dan Ali Usman (12). Keduanya diketahui merupakan ibu dan anak Dulmatin. "Jenazah nomor 001 match 100 persen dengan profil DNA di data kami," ujarnya. Menurutnya, ada empat negara yang memburu pria asal Pemalang, Jateng, ini, yaitu Indonesia, Filipina, AS dan Australia. AS dan Australia berkepentingan karena puluhan warganya turut tewas dalam bom Bali yang diotaki Dulmatin. Dr Azahari dikenal sebagai ahli bom. Dia tewas meledakkan diri dalam penggerebekan di Batu, Malang, tahun 2005 lalu. Kapolri menggambarkan Dulmatin sebagai orang yang memiliki kemampuan pengeboman jarak jauh. "Kita tak pernah menghentikan operasi ini," ujar Kapolri yang sejak awal jumpa pers sering tersenyum lebar ini. Usai menewaskan Dulmatin, kata Kapolri BHD, polisi terus melanjutkan perburuan teroris. Umar Patek diduga kuat kini menjadi incaran utama. Dalam keterangan pers di Mabes Polri, Kapolri BHD menggunakan foto-foto jenazah dan foto profil buronan keluaran Kepolisian Filipina. "Ini dari polisi Filipina," kata Kapolri menjelaskan foto yang ditulisi 'Terrorist' dan 'Murderer'. Namun kemudian foto terakhir sengaja tidak diperlihatkan. "Masih ada satu lagi, tapi ini jangan dulu, karena masih menjadi target kami," jelasnya. Diduga kuat foto yang tidak diperlihatkan adalah foto Umar Patek. Sebab, Kepolisian Filipina memang mengeluarkan sepasang foto dengan format, warna dan tampilan sama yaitu foto Dulmatin dan Umar Patek. Umar Patek alias Mike dihargai Rp 9,3 miliar (US$ 1 juta) oleh pemerintah AS. Kapolri menjelaskan jajarannya akan terus melakukan perburuan. Dia berterima kasih atas kerja sama masyarakat terutama di Provinsi NAD dalam memberantas terorisme kali ini. "Tentu rangkaian kegiatan kami belum selesai. Untuk itu saya sebagai Kapolri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat," ujarnya. Dulmatin cs, ditengarai hendak melakukan serangkaian aksi penyerangan dan pemboman. Dari mana Dulmatin mengongkosi gerakannya, benarkah dari Al Qaeda? "Dari infak anggota kelompok," jawab sumber yang dekat dengan kepolisian yang enggan disebutkan namanya, kemarin. Salah satu alasan Dulmatin akhirnya mau menyeberang ke Indonesia, selain karena ingin membangkitkan medan jihad di Indonesia, juga untuk menarik uang untuk dana logistik di Filipina. "Al Qaeda sama sekali tidak membiayai. Kalau uang Al Qaeda turun, mereka pasti tidak hidup di kontrakan, ukurannya kecil," tambahnya. Kontak dengan Al Qaeda putus ketika Umar Al Farouk dan Hambali tidak lagi 'bermain' di Indonesia. "Soal Tandzim Al Qaeda Asia Tenggara pun itu hanya mengaku-ngaku saja," ungkap sumber itu. Kelompok Dulmatin pernah tertangkap membawa uang paling banyak dalam bentuk cash Rp 300 juta sekitar tahun 2002 lalu. "Untuk membuat bom itu tidak sampai butuh dana banyak, hanya ratusan juta. Itu bisa didapatkan dari iuran," tuturnya. Bahkan sumber itu membisikkan ada sejumlah simpatisan kelompok itu yang memang memiliki usaha sukses dan kerap menyumbang. "Kalau Al Qaeda ikut menurunkan uangnya, Amerika pasti juga sudah turun tangan," tegasnya. Secara terpisah, keluarga Dulmatin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. "Keluarga menyatakan meminta maaf," ujar kakak Dulmatin, Azzam Baabud, dalam wawancara dengan TVOne, Rabu (10/3) kemarin. Azzam mengakui jika mungkin saja ada perubahan mendasar pada adiknya selama ia tidak pernah pertemu lagi. "Sudah sekitar 12 tahun sudah tidak ada kontak lagi dengan keluarga," ujar Azzam. Saat Kapolri Jenderal BHD memperlihatkan foto Dulmatin dalam jumpa pers di Mabes Polri yang disiarkan langsung sejumlah televisi, Azzam nampak memperhatikan dengan seksama. Raut mukanya kerap kali terlihat sedih. Sesekali dia mengusap wajahnya. (jpnn/dtc/udi) |
| Arema - PersemaTambah Semangat 08/09/2010 Malam Ini, Giliran Diuji Metro FC |
Arema - PersemaMainkan AK 08/09/2010 MALANG-Menghadapi laga uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, malam ini, Arema tak lagi bingung penjaga gawang. Pasalnya, kiper Arema, Ahmad Kurniawan sudah siap diturunkan pada ujico [ ... ] |
| OlahragaMetro Bakal Rotasi Pemain 08/09/2010 KEPANJEN - Jelang laga ujicoba melawan Arema, Metro FC kembali akan memainkan 11 penggawa yang disiapkan masuk dalam starting eleven. 11 pemain yang akan dijadikan starter di menit awal itu, dia [ ... ] |
OlahragaAmbisi Imbangi Singo Edan 07/09/2010 KEPANJEN-Menjelang laga uji coba melawan Arema, Rabu (8/9) besok malam di Stadion Gajayana, Metro FC tak ingin dipandang sebelah mata. Meski, kalah kasta, namun tim asuhan Jonathan tetap ingin mengimb [ ... ] |
| KriminalRumah Judi Diobrak 07/09/2010 BLIMBING– Rumah di Jalan Ciliwung Gg II B/37 Malang, dinihari kemarin digerebek anggota Polsekta Blimbing. Dari tangan para tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 298.000, [ ... ] |
KriminalKakak-Adik Curi Motor 07/09/2010 BATU– Kakak beradik warga Jalan Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yakni Suherman, 41 tahun dan Mahmudin Hari, 31 tahun, Minggu malam lalu dibekuk petugas Polres Malang. Keduanya ditangkap [ ... ] |
| Ronce NgalamCeramah Hanya Salah Satu Metode Dakwah 08/09/2010 Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Imam Hambali prihatin dengan makna dakwah yang sering diartikan sempit. Dakwah hanya diidentikkan dengan tabligh atau berceramah di hadapan masyarakat atau um [ ... ] |
Ronce NgalamMengakhiri Ramadan, Jangan Lupa Bayar Zakat 08/09/2010 MALANG– Menjelang akhir Ramadan dan menyambut Hari raya Idul Fitri 1431 H., masih ada ibadah yang harus dilakukan untuk menyempurnakan kesucian bulan Ramadan yakni zakat fitrah. Karena ada batas [ ... ] |
| Techno - CellHuawei Dance G6620 untuk Penyuka Musik 08/09/2010 MALANG– Penerimaan pasar yang sangat bagus membuat Huawei semakin rajin merilis ponsel anyar di Indonesia. Baru-baru ini Huawei yang konsisten dengan ponsel QWERTY mencoba melebarkan sayap untuk [ ... ] |
Techno - CellMalang Peringkat Pertama Sales Samsung 08/09/2010 MALANG- Meski termasuk kota menengah, tetapi geliat bisnis ponsel di Kota Malang cukup tinggi. Terbukti kota Malang mampu memegang peringkat pertama market share produk Samsung Mobile di Indonesia. Ba [ ... ] |
| Butuh Manajer PKB |
| Kana : Arema golek gnaro sing gelem dadi manajer ndik musim ngarep bes Ebes : Iku jabatan sing paling abot jes, kudu gnaro sing PKB (pinter, kober, bener) Kana : Ketoke angel yo bes golek gnaro sing koyok ngono Ebes : Oyi jes, tapi ayas percoyo sik kanyab sing gelem dadi manajer Arema, cuma sing menuhi PKB iku ono opo kadit. Ancen iku ideale jes, tapi lek kadit satus persen yo kurang-kurang titik tak kiro kadit opo-opo, soale tantangan Arema ndik ngarep tambah abo. Soale dadi juara sing kudu mertahanno gelar juarane |
| Idul Fitri "atawa" Lebaran Oleh: Gus Mustofa Bisri |