| Menelusuri Jejak-jejak Teroris di Malang Raya (1) |
| Minggu, 14 Maret 2010 14:44 |
Malang Raya, tampaknya tetap menjadi pilihan utama bagi teroris ataupun pelaku kejahatan untuk bersembunyi. Bahkan salah satu teroris paling dicari, Dr Azahari, tewas di Batu. Bukan itu saja, banyak teroris yang ternyata bersembunyi cukup lama di wilayah ini. Bagaimana jejak-jejak mereka selama ini? Tapi ada juga mereka yang sempat mendekam di LP Lowokwaru, karena kasus terorisme dan kini sudah keluar. Berikut tulisannya. Nama Mochammad Achwan, di kalangan penegak hukum, sudah tak asing lagi. Pria 62 tahun, bapak enam anak yang tinggal di Jalan Ir Juanda Gg 8 RT02 RW01, Kelurahan Jodipan, Blimbing, Kota Malang, dituduh ikut melakukan serangkaian pengeboman di sejumlah daerah di Indonesia. Achwan pun harus mendekam di LP Lowokwaru, tahun 1984 lalu, setelah majelis hakim memvonis 15 tahun hukuman penjara. Kini pria yang menjadi pengikut setia ustadz Abu Bakar Baasyir ini telah bebas. Saat Malang Post bertandang ke rumahnya, Mochammad Achwan memang tidak berada di rumah. Menurut anggota keluarganya, Achwan sedang berada di Jepara, untuk melakukan kegiatan pengajian. Kendati begitu, salah satu anggota keluarga Achwan, Fuad Ibrahim, tidak menolak, saat Malang Post mengutarakan niat melakukan wawancara. ‘’Silakan. Kalau saya tahu mungkin saya bisa menjawabnya,’’ kata Fuad menjawab niat Malang Post melakukan wawancara. Diceritakan Fuad, sekeluar dari LP Lowokwaru tahun 1999 lalu, Achwan lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT. Kegiatannya pun lebih banyak seputar ibadah, dan pengajian. Di masjid Mujahidin, yang berada di Jalan Ir Juanda Gg 9 itulah Achmad banyak menghabiskan waktunya. ‘’Bapak menjadi imam di masjid tersebut, juga sebagai penceramah,’’ kata Fuad sambil mengatakan kegiatan pengajian di Masjid Mujahidin tersebut dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Fuad yang juga menjadi jamaah di masjid tersebut tidak memungkiri jika dalam materi ceramah, ayahnya kerap menyinggung masalah jihad. Namun begitu, Fuad pun menguatkan, jika jihad yang dimaksud dalam ajarannya bukan untuk di lakukan di Indonesia. ‘’Kami diberikan pemahaman tentang materi jihad yang sesungguhnya, dan dimana serta kapan kami harus berjihad? Pemahaman ini sangat penting, sehingga kami tidak salah arah, tidak salah berpikir juga tidak salah melangkah,’’ kata Fuad yang kemarin menggenakan celana panjang warna abu-abu dan baju warna hijau lumut tersebut. Fuad pun menyebutkan, banyaknya pelaku bom bunuh diri tersebut karena faktor pemahaman jihad. Menurut Fuad usia muda memiliki semangat yang menggebu-gebu, sehingga jika mendapatkan satu pemahaman yang salah, maka sudah tentu langkah yang ditempuh pun salah. ‘’Kami adalah jamaah. Satu sama lain saling mengetahui, sehingga jika ada jamaah yang keliru melangkah, kami pun akan segera mengetahuinya,’’ tambah Fuad, yang mengaku akan menjadi penerus ayahnya ini. Fuad tidak memungkiri jika Achmad Cholili, tetangganya yang kini mendekam di LP Lowokwaru karena dituduh sebagai anggota dr Azahari pernah beberapa kali datang ke rumahnya. Saat datang beberapa tahun lalu, Cholili pun berbincang dengan ayahnya masalah jihad. ‘’Kami tidak tahu jika saat itu dia ikut terlihat dalam jaringan teroris, tapi yang jelas, saat itu Cholili hanya mengatakan seputar jihad, dan ayah saya juga menjelaskan secara detail,’’ tambah Fuad. Pria bertubuh kurus ini juga tidak memungkiri jika selama ini masih kerap berhadapan dengan polisi, termasuk dengan tim Densus 88. Latar belakang ayahnya, memang tidak bisa dihapuskan begitu saja. Puncaknya saat penggerebekan di Batu, dan menewaskan dr Azahari serta penganutnya, setelah melakukan baku tembak dengan anggota Densus 88. Jumlah polisi yang datang ke rumahnya cukup banyak, bahkan hingga ratusan. Banyak polisi yang mencurigai ayahnya ikut terlibat. Tapi begitu, Achwan mengelak, dan mengatakan jika tidak mengenal, serta tidak pernah bertemu dengan dr Azahari ataupun para penganutnya. ‘’Terakhir yang datang ke sini pak Slamet, anggota Densus 88 yang ada di Polda Surabaya. Sekitar dua minggu lalu dia datang dengan empat anggotanya, katanya hanya silahturahmi,’’ kata Fuad sambil mengatakan setiap bulan, pasti ada anggota polisi ataupun TNI yang datang ke rumahnya. Tidak hanya mencari informasi, mereka yang datang juga banyak yang ingin belajar mengaji. Apakah tidak risih, terus dicurigai? Dengan tegas Fuad menggelengkan kepala. ‘’Kami tidak risih, dan yang perlu digaris bawahi, kami bukan teroris, kami menjalankan ibadah sesuai syariat Islam,’’ tandas Fuad, sambil mengatakan ayahnya tetap setia dengan ustad Abu Bakar Baasyir. Dan kini ayahnya Mochammad Achwan dipercaya sebaga Ketua Wilayah Jamaah Ansor Tabligh (JAT), dibawa pimpinan Ustaddz Abu Bakar Baasyir. ‘’Saat ustadz Abu Bakar Baasyir keluar dari Majelis Muhajidin Indonesia (MMI), dan mendirikan Jamaah Ansor Tabligh (JAT), ayah dipilih sebagai pimpinan wilayah Jatim, dan sampai saat ini masih aktif,’’ tandas Fuad. (ira ravika) |
| Arema - PersemaTambah Semangat 08/09/2010 Malam Ini, Giliran Diuji Metro FC |
Arema - PersemaMainkan AK 08/09/2010 MALANG-Menghadapi laga uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, malam ini, Arema tak lagi bingung penjaga gawang. Pasalnya, kiper Arema, Ahmad Kurniawan sudah siap diturunkan pada ujico [ ... ] |
| OlahragaMetro Bakal Rotasi Pemain 08/09/2010 KEPANJEN - Jelang laga ujicoba melawan Arema, Metro FC kembali akan memainkan 11 penggawa yang disiapkan masuk dalam starting eleven. 11 pemain yang akan dijadikan starter di menit awal itu, dia [ ... ] |
OlahragaAmbisi Imbangi Singo Edan 07/09/2010 KEPANJEN-Menjelang laga uji coba melawan Arema, Rabu (8/9) besok malam di Stadion Gajayana, Metro FC tak ingin dipandang sebelah mata. Meski, kalah kasta, namun tim asuhan Jonathan tetap ingin mengimb [ ... ] |
| KriminalRumah Judi Diobrak 07/09/2010 BLIMBING– Rumah di Jalan Ciliwung Gg II B/37 Malang, dinihari kemarin digerebek anggota Polsekta Blimbing. Dari tangan para tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 298.000, [ ... ] |
KriminalKakak-Adik Curi Motor 07/09/2010 BATU– Kakak beradik warga Jalan Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yakni Suherman, 41 tahun dan Mahmudin Hari, 31 tahun, Minggu malam lalu dibekuk petugas Polres Malang. Keduanya ditangkap [ ... ] |
| Ronce NgalamCeramah Hanya Salah Satu Metode Dakwah 08/09/2010 Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Imam Hambali prihatin dengan makna dakwah yang sering diartikan sempit. Dakwah hanya diidentikkan dengan tabligh atau berceramah di hadapan masyarakat atau um [ ... ] |
Ronce NgalamMengakhiri Ramadan, Jangan Lupa Bayar Zakat 08/09/2010 MALANG– Menjelang akhir Ramadan dan menyambut Hari raya Idul Fitri 1431 H., masih ada ibadah yang harus dilakukan untuk menyempurnakan kesucian bulan Ramadan yakni zakat fitrah. Karena ada batas [ ... ] |
| Techno - CellHuawei Dance G6620 untuk Penyuka Musik 08/09/2010 MALANG– Penerimaan pasar yang sangat bagus membuat Huawei semakin rajin merilis ponsel anyar di Indonesia. Baru-baru ini Huawei yang konsisten dengan ponsel QWERTY mencoba melebarkan sayap untuk [ ... ] |
Techno - CellMalang Peringkat Pertama Sales Samsung 08/09/2010 MALANG- Meski termasuk kota menengah, tetapi geliat bisnis ponsel di Kota Malang cukup tinggi. Terbukti kota Malang mampu memegang peringkat pertama market share produk Samsung Mobile di Indonesia. Ba [ ... ] |
| Mergo Aremania |
| Kana : Along ambek Ridhuan balik nang Arema mergo abot ambek Aremania bes Ebes : Wajar jes, pemain ambek klub kadit osi opo-opo lek kadit onok suporter Kana : Tapi hubungane Aremania – Arema – pemain iki wis jero banget bes Ebes : Makane yak opo sak iki agit unsure iku digabung jadi utas cikno dadi kekuatan sing gede. Mungki iki sing kadit onok ndik klub liyane, supporter kadit fanatic tok, tapi wis duwe hubungan emosional sing kipa |
| Idul Fitri "atawa" Lebaran Oleh: Gus Mustofa Bisri |