Malang Post

You are here: Home

Pejabat Dikbud Selingkuhi Eks Dewan, Digerebek di Hotel

Share
BLIMBING - Seorang pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Drs Heri Wiyono, Rabu (24/4) malam kemarin, digerebek di sebuah kamar Hotel Pinus di Jalan Sunandar Priyosudarmo Malang.
Warga Jalan Gadang IV RT02 RW07 Malang itu, digerebek bersama Dewi Prihartini, warga Dusun Morotanjek, Desa Purwoasri Singosari,
yang diduga selingkuhannya.  
Justru yang melakukan ‘penangkapan’ terhadap pejabat 44 tahun dan mantan anggota DPRD Kabupaten Malang berusia 38 tahun itu, adalah suami Dewi Prihartini sendiri, Muji Haryono. Dia mendatangi kamar hotel nomor 124 itu bersama anggota Polsekta Blimbing.
‘’Saya sudah lama mencurigai dia berselingkuh, setelah melihat ada SMS dan telepon dari Pak Heri (Heri Wiyono, Red.),’’ tutur Muji, panggilannya, kepada Malang Post, kemarin.  
Dijelaskan, wanita yang dinikahinya tahun 1997 itu, tanpa sebab mendadak keluar dari rumah yang mereka tinggali di Dusun Morotanjek, Februari 2012 lalu. Dewi pulang ke rumahnya di Desa Sedayu, Turen.
Di sana, Dewi dikatakan berbisnis nasi pecel dan membuka salon kecantikan. Menurut bapak tiga anak ini, sejak keluar dari rumah, Dewi sama sekali tidak pernah menjenguk dia dan anak-anaknya.
‘’Mungkin dia marah, karena sempat saya pergoki sering SMS dan telepon dengan Pak Heri. Saya sendiri sempat berusaha menyelesaikan masalah itu dengan Pak Heri. Namun dia mengatakan, tidak ada hubungan khusus dengan istri saya,’’ ujar pria yang memiliki bengkel motor tersebut.
Menurut pria 37 tahun ini, dugaan perselingkuhan Dewi dan Heri sebenarnya sudah muncul sejak 2010. Memuncak pada Desember 2012 lalu.
‘’Dia jarang pulang. Sering keluar kota dengan alasan bisnis,’’ papar saudara Cahyani Elis Susanti, korban pembunuhan yang ditemukan jadi kerangka di dasar jurang Pegunungan Ringgit, Dusun Ngandeng, Desa Sidodadi, Lawang, Maret lalu.
Buntut dari perselingkuhan itu, Muji mengaku sempat bertengkar dengan istrinya yang mantan anggota DPRD Kabupaten Malang itu. Bahkan, dia sempat dilaporkan ke Mapolres Malang dengan tuduhan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
‘’Saya hanya dikenai wajib lapor. Sekarang, saya sudah capek. Apalagi saya menemukan surat dokter dari Dr. H. Syamsul Bachri, Sp.OG karena dia minta untuk KB. Buat apa kalau tujuannya (minta KB) kalau bukan untuk selingkuh,’’ kata Muji dengan berapi-api.
Kemudian pada Rabu (24/4) malam, saat mendengar istrinya berada di Hotel Pinus bersama Heri, dia spontan meminta bantuan untuk melakukan penggerebekan ke Mapolsekta Blimbing.
‘’Ketika digerebek, istri saya ada di dalam bersama Heri,’’ tegasnya. Muji berharap, polisi memproses kasus laporan perzinahan yang dilakukan istrinya dengan pejabat Dikbud Kota Malang tersebut.
Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsekta Blimbing, Ipda I Gusti Agung Ananta Pranata mengaku, hingga semalam pihaknya masih mengamankan pasangan selingkuh itu.
‘’Kami memiliki kewenangan untuk mengamankan 1 x 24 jam. Dalam kasus ini, bentuk laporannya adalah delik aduan yang tidak bisa kami terima secara mentah-mentah,’’ kata mantan Kanit Laka Polres Malang Kota ini.
Polisi, kata dia, masih harus menyelidiki kasus tersebut. Karena usai digerebek dan dibawa ke polsek, keluarga Dewi menunjukkan surat cerai Dewi dengan suaminya. ‘’Ini yang masih kami cari bukti-buktinya,” sebut dia.
Tetapi saat surat cerai itu ditunjukkan kepada Muji, sang suami justru menyangkal. ‘’Suaminya (Muji, Red.) menduga itu palsu, karena dia masih membawa buku nikahnya dengan Dewi. Pemeriksaan sementara, Dewi dan Heri mengaku sudah menikah siri,’’ pungkasnya. (mar)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.