Malang Post - Malang Post


TOGEL: warga Gadang Kecamatan Sukun diringkus jajaran Polsek Sukun, akibat menjadi bandar togel di rumahnya, Sabtu (28/8) lalu. (Sisca Angelina/ Malang post)

MALANG - Desakan dan tuntutan kebutuhan ekonomi membuat RD, 42 tahun warga Jalan Gadang Gang 21, Kecamatan Sukun Kota Malang memilih menjadi bandar togel. Akibatnya ia diringkus jajaran reskrim Polsek Sukun, Sabtu (28/8) di kediamannya.
Kanit Reksrim Polsek Sukun, AKP Gunarsono, SH., mengatakan tersangka sudah beroperasi menjadi bandar togel selama kurang lebih satu bulan lamanya.
“Katanya ia mengaku tidak kunjung dapat pekerjaan dan mengganggur kemudian tidak memiliki uang akhirnya diajak kawan untuk bandarin togel di sekitar rumahnya. Dianya mau,” ungkap Gunarsono saat ditemui Malang Post, Selasa (30/8).
Menurut keterangan yang didapat, tersangka dalam sekali bukaan (gelar togel) bisa mendapatkan Rp 100 ribu dalam sehari. Dalam seminggu tersangka bisa membuka sebanyak empat kali. Setelah itu hasil dari bukaan tersebut, akan disetor tersangka ke pengepul togel kenalannya yang bernama Gundul.
Lebih lanjut, Gunarsono mengatakan tersangka akan mendapatkan komisi sekitar 20 persen dari penghasilan tiap kali gelar togel.
“Dari tangan tersangka kami menyita satu lembar rekap togel yang dipakai tersangka dan uang tunai sebesar Rp 55 ribu,” terang Gunarsono.
Sampai saat ini, Pihak Polsek Sukun masih akan mengembangkan kasus untuk mencari pengepul togel yang dikatakan tersangka. Akibat perbuatannya ini, RD yang masih berstatus lajang ini terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun. (Ica/jon)

Please publish modules in offcanvas position.