Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Petakan Daerah Rawan Penjambretan

KEPANJEN -  Maraknya kasus penjambretan menggunakan sepeda motor yang terjadi di Kabupaten Malang belakangan ini, membuat kepolisian ekstra waspada. Bahkan, tidak jarang masyarakat yang gerah dengan penjambretan, main hakim sendiri. Karena itu, jajaran Polres Malang menempuh berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kejahatan itu.
Yakni mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat, hingga melakukan pemetaan daerah yang rawan terjadinya aksi penjambretan. “Sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai bahaya kejahatan di jalanan, terus kami lakukan,” ujar Kasat Binmas Polres Malang AKP Dwiko Gunawan kepada Malang Post kemarin.
Dalam sosialisasi itu dikatakannya, masyarakat diimbau saat berpergian ke pasar maupun ke tempat lain, supaya tidak menggunakan perhiasan yang mencolok dan berlebihan. Menurutnya, perhiasan yang mencolok menggundang para pelaku kejahatan jalanan terutama penjambretan untuk melancarkan aksinya.
“Menggunakan perhiasan seperlunya saja. Sedangkan bagi wanita, saat keluar harus ditemani suami atau saudara laki-laki,” terang mantan Kasubag Humas Polres Malang Kota ini.
Lanjut dia, bila terjadi hal yang mencurigakan saat berpergian, harus segera minta bantuan salah satunya dengan berteriak minta tolong. Namun, dia meminta kepada masyarakat ketika mengetahui tindakan kejahatan tersebut dan berniat menolong korban, tidak melakukan main hakim sendiri. “Masyarakat sifatnya hanya melaporkan kejadian dan mengamankan tersangka. Jangan main hakim sendiri, karena hal tersebut tentunya tidak dibenarkan,” tegasnya.
Dia menjelaskan, sosialisasi dilakukan di kantor kecamatan, kantor desa, pasar tradisional dan tempat umum lainn. “Tentunya saat sosialisasi, kami bekerjasama dengan muskpika, tokoh masyarakat, maupuan tokoh agama,” terangnya.
Menilik peristiwa penjambretan di Kabupaten Malang belakangan ini, terjadi di tempat sepi. Seperti penjambretan di Desa Kedungpendaringan Kepanjen pada (17/9) lalu dan penjambretan di Desa Segaran pada (27/9). Beberapa wilayah di Kabupaten Malang selama ini juga rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan tersebut. Seperti Tumpang, Poncokusumo, Wajak, Tajinan, Donomulyo, Bantur, Kalipare, Jabung  dan Wagir.
“Jajaran Reskrim tentunya sudah meempunyai cara agar kejahatan tersebut tidak terjadi. Salah satunya adalah melakukan pemetaan daerah yang rawan jambret itu. Sehingga, pengawasan di daerah tersebut menjadi lebih diperketat,” ucap Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman Sri Efliadani di tempat sama.(big/han)

Page 1 of 1041

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »