Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Noeryanto Balik Menggugat

MALANG - Mantan calon Bupati Malang tahun 2005, Drs. Noeryanto MM., mengaku segera membuat gugatan perlawanan, terkait rencana eksekusi lelang rumahnya di Jalan Rinjani 22 Malang.
Kepada Malang Post, dia menegaskan balik menggugat perdata mantan Branch Manager Sinarmas Finance Malang, Hari Suhardi. ‘’Dalam waktu dekat akan kami kirim ke pengadilan. Sekarang masih disusun oleh tim pengacara saya di PPMR Malang,’’ terangnya melalui sambungan telepon kemarin.
Secara implisit, mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang ini menolak rumahnya untuk dieksekusi. ‘’Sebab, saya berutang kepada Hari itu secara pribadi. Saya sudah memberikan beberapa senilai Rp 900 juta untuk jaminan utang saya,’’ lanjut dia.
Dijelaskan Noeryanto, jaminan yang dimaksud adalah empat bidang tanah, satu mobil Suzuki Karimun dan satu motor Harley Davidson. Dia juga mengaku sudah membayarkan uang tunai Rp 90 juta kepada Hari.
Dia mengaku tidak paham kalau empat bidang tanah yang sertifikatnya dibawa Hari, sudah berpindah tangan ke orang lain, melalui salah satu notaris wanita di Kota Malang.
‘’Tanah di Ampeldento luasnya tujuh hektar sedangkan di Donomulyo tiga hektar.  Dua objek tanah lainnya juga dibawa oleh Hari. Lalu kenapa jaminan ini tidak diakui oleh Hari, hingga seolah-olah saya memiliki utang hingga akhirnya menyebabkan keputusan pengadilan berbeda dengan kenyataannya,’’ urainya.
Pria berusia 62 tahun itu menegaskan, semua barang-barang itu sudah dimiliki orang lain. “Padahal, sesuai dengan perjanjiannya, jaminan itu adalah untuk pinjaman. Akadnya bukan jual beli. Tapi sekarang tanpa saya ketahui sudah berpindah tangan ke orang lain. Sudah dijual semua oleh Hari,” ungkap dia.
M.S Alhaidary, kuasa hukum Hari menampik bila urusan jaminan barang berhubungan dengan kasus kliennya. ‘’Itu perkara lain. Memang hak dia untuk menggugat dan mau memakai pengacara siapa saja,’’ ucapnya.
Yang penting, menurut Haidary, eksekusi yang diajukan sekarang adalah eksekusi atas putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap. ‘’Silakan dia menggugat, eksekusi jalan terus,’’ tegas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, rumah mantan calon Bupati Malang, Noeryanto di Jalan Rinjani 22 Malang akan dilelang bila tidak segera membayar utangnya sebesar Rp 730.500.000 kepada Hari, mantan Branch Manager Sinarmas Finance Malang.
Dia menjelaskan, perlawanan atas eksekusi yang diajukan Lilik Ismuwati, AMKK, istri Noeryanto telah diputus dan ditolak seluruhnya oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang dalam putusannya tanggal 22 Februari 2011, Nomor 74/Pdt.Plw/2010/PN.Plw junto putusan Pengadilan Tinggi Jatim tanggal 13 September 2011, Nomor 495/Pdt/2011/PT.Sby junto putusan Mahkamah Agung RI tanggal 26 September 2012, Nomor 494 K/Pdt/2012/MARI. (mar)

Page 1 of 528

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »