Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Pembunuh Winarti Terancam Hukuman Mati

Jual Perhiasan Korban ke Pasar Tumpang Rp 10 Juta
KEPANJEN- Saiku, 25 tahun warga Dusun Nongkosongo, Desa Ringin Songo, Kecamatan Tumpang, pelaku pembunuhan sadis, Winantri, 41 tahun, warga Jalan Mpu Barada Desa Tulus Besar, Tumpang, terancam hukuman seumur hidup.
Jeratan hukum yang diberikan kepada pelaku itu, setelah petugas mendapatkan bukti kuat bahwa ada unsur perencanaan dibalik aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka di rumah kontrakan rumah korban.
“Saiku sudah pasti dijerart dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup,” Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Selain menangkap Saiku, Polisi juga menangkap Jupri, rekan Saiku yang ikut mengantarkan Saiku menjual perhiasan milik korban yang diambilnya.
“Tersangka Jupri dijerat pasal 365 KUHP Junto 55 hukuman maksimal seumur hidup. “Karena yang bersangkutan, turut membantu tersangka Saiku untuk melakukan pencurian kekerasan yang menyebabkan korbannya meninggal,” tegasnya.
Usai membunuh korban, tersangka melucuti perhiasan emas seberat 40 gram terdiri dari kalung, gelang dan cincin yang terdapat di tubuh korban. Oleh tersangka, perhiasan itu dijual di salah satu toko emas di Pasar Tumpang, diantarkan oleh temannya Jupri.
“Perhiasan emasnya berhasil saya jual senilai Rp 10 juta. Sedangkan ada beberapa perhiasan lainnya seberat 10 gram yang belum sempat saya jual,” terang Jupri di Mapolres Malang.
Dalam pengakuannya, Jupri tidak mengetahui perhiasan yang dijual tersebut merupakan milik korban. “Yang saya tahu, istri Saiku juga mempunyai perhiasan emas. Saya kira perhiasan itu milik istri Saiku,” kata dia di tempat yang sama.
Saiku yang nekat membunuh pemilik rumah kontrakan, mengaku kesal karena istrinya yang tinggal di rumah kontrakan itu sering diejek oleh korban.
“Ketika korban datang ke rumah kontrakan, sering mengatakan istri saya itu pemalas, tidak pernah masak dan jarang bersih-bersih rumah,” ujar tersangka Saiku kepada wartawan kemarin.
 Ejekan yang dilontarkan oleh korban tersebut, dikatakannya terjadi selama tiga bulan belakangan ini. Ejekean semakin sering dilakukan pada bulan ini. Mulanya ejekan itu dia tanggapi secara biasa. Hanya saja, kata tersangka setiap manusia mempunyai batas kesabaran. “Ya lama-lama sakit hati kalau istri atau orang kesayangan diejek seperti itu,” lirihnya. Namun, dia berkilah pembunuhan serta preampokan tersebut pada sebelumnya tidak dia rencanakan. (big/sit/aim)

Page 1 of 985

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »