Kriminal

Malang Post

Kriminal

Kabar Peristiwa dan Kriminal terkini di Malang Raya

Pencuri Antarkota Ditembak

ANTARKOTA : Inilah para pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya.


SURABAYA - Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar komplotan pencuri spesialis rumah kosong antarkota dan meringkus pelakunya. Setidaknya, sudah ada sekitar 50 TKP pencurian yang mereka akui kepada penyidik.
Keempat pelaku sama-sama tinggal di Jalan Tales Langgar Bendul Merisi, Kecamatan, Wonokromo, Surabaya. Yakni Priyadi, 44, Junaidi, 39, Dimas Bayu Rahman Christanto, 23, dan Aditya Rumpaka,22.
Polisi terpaksa melumpuhkan kaki para tersangka ini karena berusaha kabur saat berkumpul merencanakan kejahatannya di salah satu hotel di Surabaya. Dijelaskan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, para pelaku menggunakan mobil sewaan untuk mencari sasaran.
“Kebanyakan aksi pencurian dilakukan di siang hari,” ucapnya. Dalam beraksi, keempat pelaku juga memiliki peran masing-masing. Aditya bertugas mengemudikan mobil sedangkan Dimas Bayu bertugas memastikan rumah dalam kondisi kosong atau ditinggal bepergian penghuninya.
“Sementara tersangka J (Junaidi) bertugas merusak gembok rumah dengan menggunakan kunci L yang telah dimodifikasi. Lalu dia dan tersangka P (Priyadi) masuk ke dalam rumah dan menguras berbagai barang yang ada di dalam rumah,” terang perwira ini.
Seperti, lanjutnya, televisi berbagai merek dan ukuran, laptop berbagai merek, motor serta barang elektronik lainnya. Dalam pemeriksaan sementara, komplotan ini telah melakukan beraksi di sejumlah daerah di Jawa Timur dan Bali.
Di Jawa Timur, mulai kota Surabaya, Tuban, Bojonegoro, Lamongan,  Gresik, Ngawi, Magetan, Malang, dan lainnya. Sementara di Bali, dilakukan pencurian dilakukan di beberapa rumah kosong daerah Denpasar dan Tabanan.
“Mereka menyewa mobil Toyota Avanza ataupun mobil Daihatsu Ayla untuk mendatangi rumah sasaran agar warga sekitar lokasi pencurian tidak curiga,” kata Shinto, sapaan akrabnya. Dari penangkapan ini polisi mengamankan berbagai motor dan barang bukti lain.
Mulai dari Honda Beat L 6099 GT, Honda Vario W 5037 QK, Yamaha R 25 L 4537 EX, Yamaha N-Max L 6401 NE dan beberapa peralatan elektronik lainnya. “Mereka juga memiliki satu pasang cadangan plat nomor yang dipakai saat operasi,” tegasnya.
Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan memasang alat pengaman, seperti gembok dan melapor ke pengurus warga saat meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Terutama menjelang Lebaran saat sebagian besar masyarakat pulang ke kampung halaman. (jpnn/mar)

Hendak Sahur, Rumah Disatroni Perampok

TKP : Salah satu rumah di Desa Denok, Lumajang yang didatangi kawanan rampok.


LUMAJANG - Berhati-hatilah bagi anda dalam beberapa pekan ke depan menjelang Lebaran, karena angka kriminalitas terus meningkat. Di Lumajang, dua rumah warga bertetangga diobok-obok kawanan perampok bercadar.
Selain menguras harta kedua korban, mereka juga melukai salah satu korban. Dua rumah warga di Desa Denok, Lumajang, didatangi kawanan perampok bercadar, yakni rumah Sukyati, 60, dan rumah Khoyin, 62.
Kejadian itu bermula saat Sukyati tengah memasak menu sahur. Tak disangka dari jendela samping rumah terdengar bunyi aneh.  Ia pun berniat melihatnya, namun nahas para pelaku ternyata sudah berhasil berada dalam rumah.
Perampok yang membawa senjata tajam ini lantas mengancamnya agar tidak berteriak. “Kalau teriak, saya habisi,” ancam pelaku kepada Sukyati. Hanya dalam waktu beberapa menit, pelaku menguras uang miliknya dan pergi.
Tidak hanya itu, selang beberapa menit kemudian, hal yang sama juga terjadi di rumah Ketua RW setempat, Khoyin, 62. Modusnya sama. Pelaku yang juga berjumlah tiga orang bercadar menyatroni rumah korban yang hendak sahur.
Informasi yang didapat, Khoyin sempat melawan saat hendak disekap, hingga perampok membacok tangannya. Bacokan ini sempat ditangkis dengan jari tangannya hingga nyaris putus. Saat itulah Khoyin pun memilih menyerah.  
Menurut beberapa petugas Polres Lumajang, tidak ada warga yang tahu saat para pelaku ini beraksi. “Kami sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Lainnya masih dalam penyelidikan,” terang salah satu petugas yang menolak menyebut namanya ini.
Akibat kejadian ini, para perampok bercadar berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan emas dan satu unit sepeda motor. Meski belum ada keterangan resmi dari Satreskrim Polres Lumajang, namun warga menduga pelaku ini adalah orang yang sama. (jpnn/mar)

Petasan Meledak Bakar Tangan dan Kemaluan


DIRAWAT : Suhiyeh dirawat di RS dr Haryoto Lumajang setelah tangan dan kemaluannya mengalami luka bakar karena petasan.


LUMAJANG -  Ini menjadi pelajaran berharga bagi para penyulut petasan. Kalau tidak mau bernasib sama seperti Suhiyeh, 47, lebih baik segera berhenti bermain petasan. Warga Desa Boreng, Kecamatan Kota Lumajang dilarikan ke RS dr Haryoto, Lumajang.
Akhir pekan kemarin, tangan dan kemaluannya mengalami luka bakar serius setelah terkena ledakan petasan yang dibuatnya sendiri. Tidak ada yang tahu persis, namun para tetangga korban sempat mendengar bunyi ledakan yang cukup keras yang berasal dari rumah korban.
“Saat ada ledakan, saya pun kaget dan langsung ke rumahnya pak Suhiyeh ternyata dia sudah berlumur darah,” ungkap Jailani, tetangga korban kepada wartawan. Sedangkan di sekitar rumahnya, ditemukan serpihan plastik, kerikil dan kertas.
Warga menduga, barang-barang itu adalah bahan-bahan petasan yang meledak. Ini ditambah dengan kaca rumah korban yang pecah akibat kerasnya ledakan yang terjadi. “Keras banget sampai kaca rumahnya pecah,” tambahnya.
Sementara itu, dari rumah korban polisi berhasil mengamanakn sejumlah bungkus bubuk mesiu petasan milik korban.  Polisi yang datang, hingga kemarin masih melakukan penyelidikan terhadap jenis petasan yang dibuat oleh korban. (jpnn/mar)

Pohon Roboh Timpa pengendara Motor

RINGSEK : Motor yang dikendarai Arif Setiawan ringsek tertimpa pohon.Foto: SARIANTO FOR MALANG POST

MALANG – Tidak ada hujan ataupun angin sebuah pohon jenis ambar, di Jalan Raya Genengan, Kecamatan Pakisaji, sore kemarin tumbang. Tragisnya, ketika roboh pohon tersebut justru menimpa seorang pengendara motor. Korban adalah Arif Setiawan, 23 tahun, warga sekitar.
Beruntung, Arif tidak sampai mengalami luka serius. Ia mengalami luka pada pinggang, akibat tertimpa pohon. Arif langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen, dengan menggunakan mobil ambulance milik PMI Kabupaten Malang. Sedangkan motor Honda Vario  n 4909 dv yang dikendarainya, remuk pada bagian depan.
“Korban tadi sempat pingsan. Karena luka pada pinggang, ia langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Sri Amung Wulandari.
Kejadian pohon tumbang tersebut, terjadi sekitar pukul 16.50 ketika arus lalu lintas sedang ramai. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba pohon berukuran besar itu roboh ke tengah jalan. Apesnya, saat tumbang Arif sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor.
Peristiwa tumbangnya pohon itu, sempat mengakibatkan arus lalu lintas macet hingga sekitar dua kilometer. Petugas dibantu warga sekitar, langsung berusaha mengevakuasi batang pohon yang melintang di tengah jalan. Diperkirakan pohon tersebut roboh karena kondisinya sudah tua dan rapuh.
“Saya tadi kebetulan melintas. Ada pohon roboh, lalu bersama-sama dengan warga langsung membantu mendorong ke pinggir. Banyak warga yang membantu, karena pohonnya lumayan besar,” terang Solikin, warga Desa Curungrejo, Kepanjen.(agp)

Tiga Laka Renggut Tiga Nyawa



MALANG - Hanya dalam kurun waktu dua jam, tiga nyawa melayang akibat peristiwa kecelakaan (laka, Red) yang terjadi Sabtu (25/6) kemarin. Tiga kasus kecelakaan terjadi di tiga lokasi berbeda, dengan selisih waktu beberapa menit saja. Yaitu, di Kecamatan Lawang, Singosari, serta Pakisaji.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Desa Bedali, Kecamatan Lawang, sekitar pukul 11.30. Dua pengendara sepeda motor, tertabrak truk gandeng. Seorang pengendara tewas di lokasi kejadian, dengan kondisi sangat mengerikan. Sedangkan satu lagi, kritis dan menjalani perawatan di RSSA Malang.
Kejadian kedua, terjadi sekitar pukul 13.00 di Jalan Raya Desa Tunjungtirto, Singosari. Korbannya juga seorang pengendara motor. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius di kepalanya.
Sedangkan kejadian ketiga, di Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji sekitar pukul 13.30. Korbannya pasangan suami istri (Pasutri) yang berboncengan sepeda motor. Sang istri meninggal di lokasi kejadian dengan luka di kepala, sementara suaminya mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.
Identitas korban meninggal tersebut adalah Riyanti, 29 tahun, warga Jalan Raya Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. Suaminya yang luka serius, adalah Anang Mashudi, 38 tahun.
"Sebetulnya ada anak kecil berusia sekitar 5 tahun yang dibonceng sepeda motor. Tetapi tidak apa-apa, hanya luka lecet di tangan dan langsung ditolong oleh tetangga korban yang kebetulan melintas di lokasi kejadian," ungkap salah satu petugas Pos Lakalantas Kepanjen.
Peristiwa kecelakaan di Jalan Raya Kebonagung Pakisaji, terjadi di KM 95 - 96 (Surabaya - Blitar). Kecelakaan beruntun ini, melibatkan sepeda motor Honda Revo N 5145 DA, penyeberang jalan serta mobil Toyota Kijang N 1874 DF.
Semua sepeda motor Honda Revo yang dikendarai Anang, berboncengan dengan istrinya (Riyanti) serta anak laki-lakinya melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Sesampai di lokasi, mendadak ada seorang perempuan bernama Suminah (alamat tidak diketahui, red) menyeberang jalan dari timur ke barat.
Karena jarak cukup dekat dan Anang, tidak bisa menguasai setir akhirnya terjadi tabrak samping. Usai menabrak, motor yang dikendarai oleng ke kanan. Bersamaan dengan itu, dari arah selatan ke utara melaju mobil Toyota Kijang yang dikemudikan oleh Iswahyuni, 42 tahun, warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.
Lagi-lagi, karena jarak cukup dekat akhirnya terjadi tabrakan depan. Kedua pengendara motor terpental dan tubuhnya, jatuh ke media jalan. Riyanti yang luka berat di kepala, meninggal saat dalam perjalanan. Sedangkan suaminya mengalami luka serius. Sementara Suminah, pejalan kaki luka di kepala dan patah tulang kaki kiri.
"Kasus kecelakaan tersebut sudah kami tangani. Korban yang luka dibawa ke rumah sakit. Untuk kendaraan yang terlibat kami amankan sebagai barang bukti. Kasusnya masih kami selidiki untuk mencari penyebab kecelakaan, dengan meminta keterangan saksi-saksi," papar Kanitalaka Polres Malang, Ipda Yoyok Supandi.
Sementara itu, dua orang tewas akibat kecelakaan di dua tempat lainnya kemarin. Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Sumber Waras, Kecamatan Lawang, yang melibatkan tiga kendaraan sekaligus yakni mobil Avanza, truk dan sepeda motor. Di lokasi tersebut, menyebabkan seorang korban tewas seketika di tempat kejadian.
Korban atas nama Erlina Srikustanti, 24 tahun, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, tewas terlindas truk. Korban sendiri saat itu bersama Novi Ardiyanti, 24 tahun, mengendarai sepeda motor Honda Beat N 4045 GQ. Dikabarkan Novi yang mengemudikan sepeda motor tersebut, mengalami retak pada bahu.
Informasi yang berhasil dihimpun sekitar pukul 12.00 WIB, saat Novi Adriyanti mengendarai sepeda motor keluar dari pertigaan Sumber Waras Lawang dan ingin menyeberang. Saat mereka ingin menyeberang, mobil Avanza menabrak sepeda motor. Sementara itu dari arah Malang ke Surabaya, meluncur truk gandeng bermuatan tebu.
Akhirnya sepeda motor masuk ke bawah kolong truk gandeng bagian belakang. Tabrakan itu, membuat Erlina terlindas truk dan tewas seketika. Sedangkan mobil Avanza yang menabrak itu, kabur. “Sopir truk bermuatan tebu, kami amankan untuk dimintai keterangan,” ujar Petugas Laka Lantas Lawang, Aiptu Slamet, kemarin.
Dijelaskannya, tabrakan tersebut membuat keduanya terlindas, namun yang meninggal adalah yang dibonceng yakni Erlina. Sedangkan pengemudinya mengalami luka patah bahu dan sekarang dirawat di RSSA Kota Malang. Pada hari yang sama, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari.
Kecelakaan terjadi pukul 13.00 WIB di dekat Kampus 2 ITN Malang. Mulanya, Mobil Nissan N 9890 A yang dikendarai Ugeng Waskito, berjalan menuju arah Kota Batu. Dari arah berlawanan, datang sepeda motor Honda Beat N 6087 BJ yang dikendarai Amin Samsudin, warga Lesanpuro, Kota Malang, berkecepatan kencang, usai menyalip mobil.
Karena tidak bisa mengendalikan kecepatan dan arah sepeda motornya terlalu ke kanan, tabrakan dengan mobil Nissan tidak bisa terhindar lagi. Tabrakan keras itu, membuat korban masuk ke dalam kolong motor dan tewas seketika. Saat itu, korban mengendarai sepeda motornya sendirian.
“Untuk korban yang tewas, telah kami bawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang. Sedangkan barang bukti berupa sepeda motor dan mobil tersebut, sudah kami amankan di Satpas,” terang Petugas Laka Lantas Polsek Singosari, Aiptu Bambang. Petugas lalu melakukan olah TKP untuk mengetahui kronologis kecelakaan itu. (agp/big/ary)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL