Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Babak Belur Dikeroyok Massa

MALANG- Kejengkelan massa terhadap aksi-aksi kejahatan meledak menjelang dini hari kemarin. Nanang, 37 tahun, tinggal di daerah Jodipan dikeroyok puluhan orang tak dikenal di tempat parkir selatan Pujasera Jalan Sriwijaya Malang. Pasalnya, dia dituding menjadi begal (pelaku perampasan motor) di Jalan Mawar Malang,  Minggu (24/8) lalu.
Selain tubuhnya babak belur, motor Honda Supra N 4950 CV yang dikendarainya juga nyaris dibakar. Kasus ini sendiri, hingga kemarin masih dalam penyelidikan intensif anggota reskrim Polsekta Klojen.
Informasi yang dihimpun Malang Ekspres (Malang Post Group, red), Nanang sudah menjadi target ‘operasi’ beberapa pemuda tak dikenal karena melakukan perampasan motor Honda Vario berwarna putih, di kawasan Samaan. Menurut sumber yang minta namanya dirahasiakan, motor yang dirampas ini, milik seorang pekerja salah satu cafe di Jalan Trunojoyo Malang. “Saat melakukan perampasan ini, korban sempat dipukul oleh Nanang dan temannya. Setelah motor dibawa kabur, barulah korban melapor ke polisi,” ungkapnya.
Diduga, selain melapor ke polisi, korban juga menggalang teman-temannya untuk mencari Nanang di sekitar Stasiun Kota Malang. “Ceritanya, saat melakukan perampasan, Nanang masih mentang-mentang berbicara kalau dia adalah preman Stasiun Kota Baru,” lanjut sumber terpercaya itu.
Justru berbekal pengakuan Nanang itulah, dia pun diburu. Salah satunya adalah kawasan Pujasera Jalan Sriwijaya Malang.  Rabu (27/8) malam sekitar pukul 22.30, sekitar 10 pemuda pemburu Nanang ini melihatnya di kawasan Stasiun. Saat itu juga, pemuda bertubuh tegap itu diikuti hingga dia membeli makanan di salah satu stand pujasera. Sedangkan motornya ditaruh di tempat parkir sebelah selatan. Hanya selang beberapa menit kemudian, beberapa pemuda tak dikenal ini pun menyerang Nanang saat kembali ke motornya. Tanpa banyak kata, dia yang juga penjual kopi di Jalan Trunojoyo Malang itu, dikeroyok.
“Banyak yang mengeroyok. Ada yang memukul, menendang, melempar batu sampai memukulkan kursi kayu. Sekitar 10 menit, dia dikeroyok dan akhirnya terkulai di parkiran. Bahkan, terakhir itu kursi kayu sempat dipukulkan ke dadanya. Hingga akhirnya terjengkang tak sadarkan diri dengan kursi kayu masih di dadanya,” ungkap Bagus Riyadin, 27 tahun, salah satu pengunjung Pujasera yang mengaku melihat kejadian ini.
Kapolsekta Klojen, AKP Teguh Priyo Wasono SH SIK menegaskan pihaknya belum mengetahui motif pengeroyokan tersebut. Dia beralasan Nanang masih dirawat di RSSA Malang karena luka-lukanya. Namun, dia membenarkan informasi yang masuk bila korban perampasan motor itu bertemu dengan Nanang di kawasan Pujasera. “Karena ditanya dan tidak mengaku, dia pun dikeroyok,” katanya. Keluarga Nanang sendiri, dikabarkan justru balik melaporkan kasus pengeroyokan yang menimpa pemuda yang sering berbuat ulah di kawasan Stasiun Kota Baru itu. (mar)  

Page 1 of 926

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »