Malang Post

You are here: Home

Kriminal


Berjudi, Tujuh Orang Ditangkap

Share
MALANG – Petugas Reskrim Polsekta Klojen, dini hari kemarin menggrebek arena judi kyu-kyu di Jalan Kyai Tamin, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Dari penggrebekan tersebut, tujuh orang pejudi berhasil diamankan. Barang buktinya satu set kartu domino serta uang tunai sebesar Rp 307 ribu.
Ketujuhnya adalah Ronny Hermawan, 30 tahun, Nur Yasin, 38 tahun, Muhammad Hamzah, 32 tahun, Muhammad Fauzan, 31 tahun, serta Slamet Riadi, 31 tahun, keempatnya warga Jalan Kopral Usman Malang. Kemudian M Syafrudin Zuhri, 22 tahun serta Muhammad Suwandi, 31 tahun, warga Jalan Kyai Tamin Malang.
“Ketika kami tangkap mereka sedang asyik bermain judi. Mereka sama sekali tidak bisa kabur, karena sebelumnya sudah kami kepung,” ungkap Kanitreskrim Polsekta Klojen, Iptu Danang Yudanto.
Menurutnya, penggrebekan judi kyu-kyu tersebut, bermula dari laporan masyarakat sekitar yang meresahkan adanya judi. Apalagi judi tersebut digelar tengah malam ketika warga sedang tidur. Berangkat dari informasi warga itulah, polisi lalu melakukan penyelidikan. Begitu benar, polisi langsung menangkap.
Pengakuan mereka, judi kyu-kyu tersebut baru kali pertama dilakukan. Kebetulan saat itu mereka sedang kumpul, kemudian untuk mengisi waktu sekaligus berjaga kampung mereka sepakat bermain judi. “Untuk ketujuh pelaku judi ini, usai kami periksa mereka langsung kami titipkan di Polres Malang Kota,” ujarnya.(agp)
comments

BNN Ringkus Tiga Bandar Narkoba

Share
Barang Haram Dipasok Napi Nusa Kambangan
MALANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang berhasil menangkap ‘ikan’ besar. Tiga bandar narkotika kelas kakap berhasil diringkus. Dua bandar asal Malang, satunya dari Kabupaten Kediri. Mereka inilah, yang mengedarkan barang haram di wilayah Malang Raya.
Ketiga bandar narkoba ini masing-masing, Rendi Subagyo alias Bondet, 36 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis. Slamet Arifin alias Reog, 44 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Dan Tony Iswahyudi, 31 tahun, warga Jalan Slamet, Pare, Kediri.
“Kami (BNN, red) menangkap pelaku narkoba berbeda dengan cara kerja polisi. Kalau kami selalu menangkap sampai jaringannya. Untuk A, napi LP Nusa Kambangan yang menjadi pemasok masih kami selidiki,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP Basuki Effendhy yang memimpin langsung penangkapan.
Dengan tertangkapnya tiga bandar narkoba ini, membuktikan bahwa peredaran narkotika di wilayah Malang Raya cukup marak. Barang bukti diamankan dari mereka, cukup banyak, yaitu 110 gram sabu-sabu (SS) senilai sekitar Rp 200 juta lebih serta 8 ribu butir pil koplo.
Yang lebih ironisnya lagi, barang haram serbuk putih tersebut, ternyata dipasok seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Nusa Kambangan. Barang dikirim lewat seorang kurir yang kini masih buron.
Menurut Basuki, dari ketiga bandar ini, Tony Iswahyudi yang kali pertama tertangkap dibekuk di sebuah apartemen di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Tony merupakan tangan kanan Rendi alias Bondet. Ia menjadi pengedar narkotika untuk wilayah Kota Batu, Pujon, Ngantang serta Kecamatan Kasembon. Termasuk mengedarkan barang haram itu di Kediri.
Barang bukti yang diamankan dari Tony ini, 10 gram SS senilai sekitar Rp 20 juta, 8 ribu butir pil koplo, sebuah timbangan elektrik serta seperangkat alat hisap. Dari penangkapan Tony ini, kemudian dikembangkan dengan menangkap Rendi alias Bondet, di rumah satunya di Desa Asrikaton, Pakis. Barang buktinya hanya berupa seperangkat alat hisap.
Selanjutnya, dari Rendi, BNN menjutkan buruannya ke Slamet alias Reog. Lagi-lagi, BNN mendapatkan hasil tangkapan yang memuaskan. “Slamet yang kami ringkus di rumahnya, didapati barang bukti berupa satu ons (100 gram) SS,” kata Basuki.
Berdasarkan pengakuan Rendi serta Slamet alias Reog inilah, diketahui bahwa barang haram yang mereka edarkan berasal dari A, seorang napi LP Nusa Kambangan. Mereka memesan barang haram tersebut lewat telepon, pembayarannya dikirim lewat rekening. Barang dikirim melalui seorang kurir dengan cara ranjau. Setiap sepekan sekali, barang yang dipesan 1 – 2 ons SS.
“Mereka ini kami kenakan pasal 112, 114 dan 132 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan untuk ketiga orang ini, sekarang kami proses dengan ditahan di BNN Provisi Jawa Timur,” paparnya.(agp/aim)
comments

Banyak Kasus Korupsi di Kota Malang Alot

Share
SELIDIKI: Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf usai melakukan kunjungan kerja Polda Jatim ke Polres Malang Kota, kemarin (25/11/14)
 
MALANG – Banyak kasus korupsi di Kota Malang belum terungkap. Hal ini membuat Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf tampak terkejut. Saat ditanyai soal sikap Polda Jatim melihat banyaknya kasus korupsi di Kota Malang yang belum selesai, mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini malah bertanya balik kepada wartawan.
"Kasus korupsi apa? Apa saja?" ujarnya dengan wajah terkejut saat ditanyai soal kasus-kasus korupsi di Kota Malang yang penyelesaiannya masih alot, usai melakukan kunjungan kerja Polda Jatim ke Polres Malang Kota, kemarin (25/11/14). 
Menurut dia, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanganinya. "Kita dengan KPK bergandeng tangan. Kita dan KPK punya tugas koordinasi dan supervisi," jelas dia.
Beberapa kasus korupsi di Kota Malang yang sempat hangat diperbincangkan adalah kasus korupsi RSUD Saiful Anwar, jembatan Kedungkandang, serta mark up dana lahan kampus II UIN Maliki Malang. Dalam pemberitaan Malang Post sebelumnya, KPK mulai menyorot kasus-kasus ini.
Anas sendiri menyatakan, dia belum mendapat laporan soal kasus itu. Kendati demikian, dia akan meneliti lebih lanjut soal korupsi tersebut. "Akan kita lihat potensi di Malang yang ada indikasi korupsi. Kita coba dalami," tandasnya. 
Lebih lanjut, Anas menyatakan seandainya benar-benar ada indikasi korupsi di Kota Malang. Pihaknya akan segera memproses. Bila tidak bisa diproses Polda, kasus tersebut akan dibawa ke KPK. "Kita minta kesediaan temen KPK untuk melakukan fungsi koordinasi dan supervisi," kata Anas.
Sebelumnya, penyidik KPK, Kompol Hendrik N Christian menyatakan mulai menyelidiki kasus korupsi di Kota Malang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Malang Post, dia sudah meminta pihak Pemkot Malang untuk memberikan data-data pendukung pengungkapan kasus korupsi. 
"Kami intensif memeriksa kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Malang, diantaranya proyek jembatan Kedungkandang dan RSUD," jelasnya beberapa waktu lalu, saat tengah memeriksa saksi dari PT Indra Karya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan detailing engineering design pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Mamberamo 2009-2010, yang menyeret mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu. (erz/ary)
 
comments

Penyulingan Oli Bekas Terbakar

Share
Diduga Usaha Ilegal
WONOSARI- Kebakaran kembali melanda Kabupaten Malang. Kali ini kebakaran terjadi di Jalan Raya Kebobang Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari kemarin siang. Sebuah gudang tempat penyulingan oli bekas hangus terbakar. Diduga, gudang tempat penyulingan oli bekas tersebut tidak berizin.
 “Kejadian kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menerima laporan itu, kami langsung datang ke lokasi kejadian,” ujar Kapolsek Wonosari AKP Afan Junaidi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa kebakaran itu, pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai bernama Riyadi, 35 tahun warga sekitar lokasi kejadian. Dia tengah menyuling oli bekas dari drum untuk diolah menjadi oli baru bersama tiga orang pegawai yang lain. saat proses produks tiga drum tidak masalah. Memasuki drum keempat, terdapat percikan api. Takut tersambar api dan kobaran api mulai membesar, ia lari keluar gudang minta bantuan warga.
Warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wonosari dan PMK Kabupaten Malang. Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Malang berhasil memadamkan api, setelah dilakukan pemadaman selama satu jam atau sekitar pukul 12.00 WIB api dapat dipadamkan.
“Dari keterangan pegawainya, mereka tidak tahu siapa pemilik gudang itu. Mereka baru bekerja selama dua hari di tempat itu,” terangnya.
 Untuk itu, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut terkait perstiwa ini  Penyelidikan diprioritaskan untuk mengetahui siapa pemilik gudang penyulingan oli bekas itu, dengan memeriksa beberapa saksi yang terdiri dari karyawan maupun warga sekitar lokasi kejadian.
“Kami akan memeriksa saksi-saksi dan mencari tahu SOP nya seperti apa, apakah ada pelanggaran aturan yang berpotensi membahayakan warga saat membangun pabrik,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balokk di pundaknya ini.
Bila tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan stadart yang berlaku dan tidak mengantongi izin, bisa dilakukan penindakan.
“Kami terlebih dahulu fokus untuk mencari siapa pemilik gudang penyulingan oli ini,” imbuhnya.
Dari informasi yang berkembang di warga sekitar, gudang tersebut berdiri sejak tahun 2012 dan sempat tidak beroperasi antara 2013 hingga 2014. Pabrik kembali beroperasi pada awal 2014 namun kembali berhenti lantaran mendapat protes warga setempat, sebelum kembali beroperasi dua hari belakangan. (big/aim)
comments

Mahasiswi PTN Ngutil Kosmetik dan Pakaian

Share
MALANG – Dua mahasiswi salah satu PTN di Malang, Minggu (23/11) malam lalu terpaksa berurusan dengan petugas Polsekta Klojen. Yaitu REP, 20 tahun serta ILI, 20 tahun, keduanya asal Probolinggo. Mereka ditangkap petugas security Hypermart Matos, setelah tertangkap tangan ‘ngutil’ parfum serta kosmetik.
“Mereka diserahkan ke Polsekta Klojen oleh petugas security Matos, beserta dengan barang buktinya. Ketika kami lakukan pemeriksaan, keduanya memang mengakui semua perbuatannya,” ungkap Kanitreskrim Polsekta Klojen, Iptu Danang Yudanto.
Aksi pencurian yang dilakukan keduanya ini, terjadi sekitar pukul 20.30. Keduanya berangkat dari tempat kos mereka di Kota Malang, menuju Hypermart Matos. Setiba di lokasi, seperti pengunjung lainnya mereka lalu berpura-pura belanja kosmetik serta parfum.
Kemudian ketika melihat karyawan Hypermart lengah, keduanya mengambil beberapa parfum serta kosmetik lalu dimasukkan ke dalam tas. Setelah mendapat beberapa barang yang diincar, keduanya lalu buru-buru keluar Hypermart.
Namun apes bagi mereka, saat keluar Hypermart, langkahnya dihentikan oleh petugas security. Keduanya diminta mengeluarkan semua barang yang ada di dalam tas. Meski awalnya mengelak, namun ketika digeledah dan ditemukan barang curian, keduanya akhirnya mengakui.
“Karena mengingat kerugiannya tidak besar hanya sekitar Rp 326 ribu, apalagi keduanya ini masih berstatus mahasiswa, mereka tidak kami lakukan penahanan. Mereka kami wajib lapor setiap Senin dan Kamis. Namun untuk kasusnya tetap kami proses lanjut sampai pengadilan,” terang Danang.
Selain dua mahasiswi PTN ini, sehari sebelumnya (Sabtu malam, red), petugas Reskrim Polsekta Klojen juga mengamankan dari dua wanita asal Dusun Kalianyar, Desa Bedali, Kecamatan Lawang. Yaitu RS, 17 tahun serta VS, 17 tahun. Mereka ditangkap juga karena ‘ngutil’ pakaian di pertokoan Ramayana Malang.
Modusnya, keduanya datang ke Ramayana dengan berpura-pura membeli pakaian. Selanjutnya mereka mencoba-coba beberapa pakaian di ruang ganti. Dari empat pakaian yang dicoba, tiga diantaranya dikembalikan, namun satu pakaian dimasukkan ke dalam tas. Total ada 22 potong pakaian wanita.
Tertangkapnya mereka ini, setelah satu karyawan mengecek pakaian yang ada di standnya berkurang. Karyawan lalu mencurigai keduanya sebagai pencuri, dan mengadukan ke petugas security. Saat mereka hendak keluar, langkahnya dihentikan oleh petugas yang kemudian menggeledah tas dan menemukan beberapa potong pakaian. Selanjutnya bersama dengan barang buktinya, mereka diserahkan ke petugas Polsekta Klojen.
“Sama seperti dua mahasiswi yang mencuri kosmetik. RS serta VS ini juga kami minta wajib lapor, namun perkaranya tetap lanjut hingga persidangan,” tegasnya.(agp)
comments

Page 1 of 201

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »