JAKARTA - Usai tak masuk susunan pengurus PBSI, Rexy Mainaky mendapat sejumlah tawaran dari negara lain. Salah satunya sebagai pelatih kepala timnas bulutangkis Thailand.
"Saya mendapat sms tawaran dari Thailand. Yang di mana mereka menunjukkan keseriusan untuk saya bergabung dengan mereka di Thailand, sebagai head coach," kata Rexy melalui pesan singkatnya kepada detikSport, Sabtu (10/12) kemarin.
Rexy juga mengungkapkan bahwa tawaran itu tak terikat tenggat waktu. Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabidbinpres) PBSI era Gita Wirjawan ini diberikan kebebasan untuk mengambil keputusan dan memberikan jawaban.
"Tidak ada (tenggat waktu). Mereka menunggu jawaban tetapi mereka berikan saya waktu bebas," ucapnya.
Rexy sendiri mengaku belum bisa memberikan jawaban karena dia harus berkoordinasi lebih dulu dengan sang istri, Henny Saijati.  "Saya mau bicara dengan istri dulu dan sore ini saya pun berangkat ke Kuala Lumpur," kata Rexy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PP PBSI terpilih, Wiranto, telah mengumumkan kabinetnya. Di antara nama pengurus, tak tercantum nama Rexy yang pada kepengurusan sebelumnya menjabat sebagai Kabidbinpres. Posisinya diisi mantan pemain nasional lain: Susy Susanti.
Sementara dengan kontrak yang habis akhir tahun ini, nasib Rexy bersama para pelatih masih menggantung. Sebab, hingga saat ini belum ada komunikasi dari pengurus anyar soal masa depan Rexy.
Sepanjang karirnya, Rexy sudah malang melintang menjadi kepala pelatih di berbagai negara. Seperti di antara lain Inggris selama empat tahun, lalu Malaysia selama tujuh tahun, kemudian Filipina selama satu tahun, sebelum akhirnya dipanggil PBSI. (dtc/van)


MALANG - Upaya Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Malang mencari bibit baru membuahkan hasil. Pasalnya sejumlah nama atlet baru lahir menjadi juara di kejuaraan atletik tingkat SD yang digelar PASI bekerjasama dengan KONI Kota Malang, Sabtu (10/12) di lintasan Stadion Gajayana, Sabtu (10/12) kemarin.
Hampir lima nomor yang dipertandingkan, semuanya mencatat nama-nama juara baru. Para juara baru itu bukan atlet yang dibina PASI selama ini.
"Banyak atlet-atlet potensial yang sudah masuk dalam monitor kami. Mereka sangat berbakat, dan beberapa layak jika harus di terjunkan di kejuaraan-kejuaraan yang akan membawa nama baik Kota Malang," ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Parmin kepada Malang Post.
Bahkan dikatakannya, beberapa atlet merupakan atlet pemula yang belum mengenal sama sekali namanya pembinaan sebagai seorang pelari. Namun atas bakat alami yang dimilikinya, maka limit terbaik bisa mereka dapatkan.
"Usaha kita untuk mencari bibit-bibit baru akhirnya berhasil. Kalau tidak ada kejuaraan seperti ini, tak mungkin bisa menemukan atlet berbakat. Saya rasa kejuaraan ini sangat pas, sebab jika menemukan potensi atlet sejak usia dini, maka untuk pembinaan kedepannya semakin mudah," lanjutnya.


SOLO - PB Djarum Kudus merebut gelar juara pada Kejurnas PBSI 2016. Pada partai final yang berlangsung Sabtu (10/12) kemarin,  PB Djarum mengalahkan rival terberat mereka, PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor telak 3-0.
Ini merupakan balas dendam yang sempurna buat PB Djarum. Seperti diketahui, pada final Kejurnas PBSI 2014 di Cirebon, mereka harus mengakui keunggulan Jaya Raya dengan skor 2-3.
Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex, Solo, poin pertama PB Djarum disumbang pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. Juara All England 2016 itu menang dua gim langsung atas Alfian Eko Prasetya/Greysia Polii dengan skor 21-13 dan 21-15.
"Kami tidak memiliki strategi tertentu, apalagi Eko latihan bersama kami di Pelatnas, sementara Greysia adalah pemain ganda, pasti agak berbeda," kata Praveen seusai pertandingan dilansir Bola.com.
Ihsan Maulana Mustofa yang diturunkan pada pertandingan kedua juga ikut menyumbang poin untuk PB Djarum. Dia pun menang dua gim langsung atas tunggal putra Jaya Raya, Krisna Adi Nugraha, dengan skor 22-20 dan 21-14.
"Krisna pemain yang komplet. Dia punya serangan, pertahanan dan stamina yang bagus. Tadi di awal saya sempat agak kurang percaya diri bermain di depan net, tapi saya akhirnya memaksa untuk terus mencoba dan akhirnya berhasil," ungkap Ihsan.
Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Mohammad Ahsan menjadi penentu kemenangan PB Djarum pada final Kejurnas PBSI 2016. Berhadapan dengan Angga Pratama/Hendra Setiawan, Kevin/Ahsan menang dengan skor 21-19 dan 21-15.
Sebelumnya dengan komposisi pemain yang dimiliki, PB Djarum sedikit lebih diunggulkan. Namun, manajer tim asal Kudus itu, Fung Permadi, tak ingin lengah. "Peluang sama-sama terbuka, tidak ada nomor yang benar-benar yakin menang. Kami akan mengadu semua nomor untuk balas dendam dan merebut juara," kata Fung.
Evaluasi langsung dilakukan tim pelatih PB DJarum usai memastikan satu tiket di partai puncak. Salah satu nomor yang memiliki catatan kurang memuaskan adalah sektor ganda putra.
Pasangan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih tampil naik-turun. Saat PB Djarum bertemu Suryanaga, mereka tumbang dari pasangan Didit Juang Indrianto/Rian Agung Saputra, 21-17, 16-21, 17-12.
Fung mengakui, ganda putra sejatinya jadi nomor andalan untuk mendulang angka. Untuk itu, timnya langsung menggelar briefing, termasuk menentukan nama-nama yang akan turun di laga siang nanti.
"Ada pergerakan di masing-masing sektor baik itu positif maupun negatif. Apalagi PB Djarum dan Jaya Raya sudah sama-sama tahu kekuatan tim," ungkap Fung. (bol/van)


Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memukul kok sebagai tanda Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 di buka kemarin (IRA RAVIKA/MALANG POST)

KOTA BATU – Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memberikan apresiasi dengan terselenggaranya Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016. Terlebih kejuaraan ini diikuti oleh banyak atlet, yang tentunya memiliki potensi dan bakat yang luar biasa.
“Saya bangga dengan anak-anak yang berbuat untuk Kota Batu,’’ kata Eddy mengawali sambutannya dalam pembukaan Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 kemarin. Dia menyebutkan, Bulutangkis merupakan Ikon Indonesia. Itu sebabnya, dia pun sangat berharap ada atlet  dari Kota Batu yang menjadi wakil kota wisata ini untuk bertanding dalam kejuaraan skala Nasional ataupun Internasional.
“Tidak perlu 10 atau lima, satu saja cukup bagi saya, atlet kota batu berlaga di kejuaraan nasional ataupun internasional,’’ tambahnya. Dan kejuaraan ini menjadi salah satu ajang untuk dapat mencapai harapan tersebut. Terlebih, para pemenang dalam kejuaraan ini, juga akan mendapatkan pembinaan khusus.
Dalam sambutannya kemarin, ER juga menyiapkan lapangan untuk para atlet bulu tangkis. Lapangan yang tentunya sangat mumpuni. Yaitu di Sport Centre. Sport centre yang saat ini dalam pembangunan tahap akhir ini, para atlet bulutangkis dapat latihan sepuasnya. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan dari PBSI maupun KONI Kota Batu.
“Tidak perlu menunggu satu tahun para atlet ini bisa mendapatkan fasilitas lapangan yang memenuhi standart. Tapi satu atau dua bulan lagi lapangan baru, berskala internasional dapat dinikmati para atlet. Silahkan pakai fasilitas yang ada. Harapannya dengan fasilitas yang diberikan itu para atlet pun dapat mencapai prestasi yang baik pula,’’ urainya. ER juga mengatakan, keikut sertaan para atlet dalam kejuaraan ini tak lepas dari peran orang tua. Itu sebabnya bapak tiga anak ini tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang sudah memberikan bimbingan dan arahkan kepada anak-anaknya untuk menggeluti dan menekuni olah raga bulutangkis. Dan prestasi yang diberikan anak-anak ini akan menjadi kebanggaan. Bukan hanya bagi orang tua, tapi juga sekolah dan pemerintah Kota Batu.
Sementara itu Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin juga mengapresiasi Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 ini. Itu karena kejuaraan ini sesuai dengan yang di harapkan, dengan peserta mulai usia dini hingga remaja lebih banyak.
“Mohon maaf pak wali, sebelum-sebelumnya pembinaan bulutangkis di Kota Batu ini untuk orang dewasa, atau kelas veteran. Tapi beberapa tahun terakhir sudah tepat, pembinaan dilakukan mulai usia dini hingga dewasa ada,’’ kata pria yang akrab disapa dengan panggilan Jinung ini.
Dia juga memberikan jempol kepada ketua PBSI Pengcab Kota Batu, karena sudah menjadikan olahraga bulutangkis disukai anak-anak. Itu terbukti dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Jika tahun sebelumnya pesertanya tidak lebih dari 100 sekarang sudah lebih dari dua kali lipat ini juga sangat luar biasa,’’ tambahnya.
Tapi demikian, Jinung sendiri enggan berjanji, terkait dengan permintaan Ketua Pengcab PBSI yang berharap ada tambahan anggaran. Dia mengatakan akan memberikan realisasi tambahan anggaran, jika Pengcab bisa memberikan prestasi.
Pembukaan Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 sendiri dimulai dengan upacara, yang diikuti oleh seluruh atlet. Kegiatan yang dilaksanakan di GOR Ganesha Kota Batu ini selain dihadiri oleh Wali Kota Batu, Ketua KONI Kota Batu, Pengurus Pengcab PBSI, juga dihadiri oleh Kapolres Batu AKBP Leonardus H Simarmata P, Pengurus Pengda PBSI Jatim, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Pembukaan Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 sendiri ditandai dengan pemukulan kok oleh Wali Kota Batu. Kegiatan ini makin meriah karena ada pertandingan Exhibisi ganda putra. Tidak main-main, dalam exhibisi ini yang bertanding adalah Kapolres Batu AKBP Leonardus H Simarmata P berpasangan dengan dr Gatot, melawan Ketua KONI Kota Batu Zainul Arifin yang berpasangan dengan Hasan Suwardi. Dalam pertandingan ini pasangan Kapolres dan dr Gatot pun berhasil memenangkan pertandingan. Dengan skor 21-13, pasangan ini berhasil mengalahkan Zainul dan Hasan Suwardi. “Pak Kapolres top, mainnya oke, harusnya juga ikut bertanding di kelas veteran,’’ puji Jinung.(ira/lim)


Atlet Bulutangkis bertanding seru di Djarum Kejuaraan Bulutangkis Kota Batu tahun 2016 di GOR Ganesha kemarin sore (DICKY BISINGLASI/MALANG POST)

KOTA BATU – Hari pertama Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 digelar, enam atlet unggulan kategori usia dini putra berhasil memenangkan pertandingan. Mereka masing-masing Bagas A, Nathan NaifArlaxa, Farel, Afgan, dan Fahmi F. Bertanding di kelas tunggal putra, mereka dengan mudah menumbangkan lawannya masing-masing.
Namun kemenangan ini bukan akhir. Sebab keenam atlet ini harus kembali bertanding kembali dengan menghadapi lawan yang tidak ringan. Tidak ada yang bisa menjamin, mereka semua akan mudah melenggang ke babak final. Karena lawan yang bakal mereka hadapi kualitasnya juga bagus-bagus.
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Pengurus Cabang Kota Batu Juhaimi ST mengatakan, untuk kategori Tunggal Usia Dini Putra diikuti 64 atlet. Dari kategori ini, ada atlet unggulan yang ikut bertanding. “Disebut unggulan karena mereka bukan kali pertama mengikuti kejuaraan. Dan mereka memiliki teknik bermain yang lebih dibandingkan dengan pemain lainnya,’’ katanya. Namun demikian, meskipun mereka adalah atlet unggulan, dan menjadi binaan dari PBSI Pengcab Batu bukan berarti mereka bisa berleha-leha di kejuaraan ini. Karena dalam kejuaraan ini, sportivitas dan fair play tetap dijunjung tinggi. Sehingga jika mereka bermain jelek, dan tidak bisa menguasai lawan, para pemain unggulan pun bisa kalah.
“Tapi Alhamdulillah, di babak pertandingan pertama tadi (kemarin, red) pemain unggulan kami bisa memenangkan pertandingan. Tinggal nanti, dilihat saat pertandingan selanjutnya. Apakah mereka bisa mempertahankan atau tidak, ‘’ ungkapnya.
Selain enam atlet unggulan usia dini putra, PBSI juga telah melakukan pendataan untuk pemain unggulan kategori tunggal anak putra. Ada tiga atlet, masing-masing Ibnu dari SDN Pandanrejo 3, Tri Wahyudi dari Pujon dan M Cello dari SDN Bumiaji 1. Sedangkan untuk kategori pemula putra juga ada empat atlet unggulan yang mengikuti kejuaraan yang digelar PBSI bekerja sama dengan PT Djarum ini. Yakni G Nathanael dari SMP Widyatama, Batu, Arvind Fernando SMPN 1, Imam Hafidz dari SMPN 1 dan Thimoty.
Sementara itu Sekretaris PBSI Pengcab Kota Batu Drs Qomaruddin mengatakan, ada 292 atlet yang ikut dalam Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016  ini. Rinciannya kategori usia dini putra 50 atlet, usia dini putri 16 atlet, kategori anak putra 21 atlet, anak putrid 6 atlet, pemula putra 10 atlet, pemula putrid 8 atlet, remaja putra 34 atlet, remaja putrid 6 atlet dan ganda serta kelompok umum atau veteran 112 atlet.
Pertandingan Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016 ini dimulai pukul 13.00 kemarin. “Pertandingan pertama tadi untuk kategori usia dini dan anak-anak. Sore ini (kemarin) dilanjutkan untuk kelas pemula dan malam harinya kelas veteran,’’ ucap Qomar.
Dia menyebutkan, Djarum Kejurkot Bulutangkis Batu Shining Challenger 2016, merupakan kejuaraan rutin yang digelar PBSI Pengcab Batu. Tujuannya untuk mendapatkan bibit atlet yang berbakat dan bertalenta, dan dapat mewakili Kota Batu di ajang kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.(ira/lim)

Halaman 1 dari 1063