Malang Post

Nasional

Honorer Kecewa Tidak Bertemu Presiden

Share
MALANG POST -- ‎Ribuan honorer K2 dari berbagai daerah, Rabu kemarin, mengepung Istana Presiden. Baik perempuan maupun laki-laki tidak bisa menahan tangis ketika orator membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.
Diiringi lagu Syukur yang dinyanyikan seluruh honorer serta kumandang takbir serta salawat, surat berisi permohonan honorer K2 mampu menggugah perasaan massa.
Banyak di antaranya yang menangis sesunggukan. "Kami mohon Presiden Jokowi membuka mata hatinya. Angkatlah kami jadi CPNS," ujar orator dalam aksi demo nasional, Rabu (10/2) kemarin.
Orator menambahkan, honorer K2 adalah anak bangsa yang butuh perhatian Presiden Jokowi. "Kami hanya butuh pengakuan atas pengabdian kami. Kami mengabdi puluhan tahun, tolong Pak Presiden buka hatimu," serunya.  
Honorer K2, lanjutnya, masih menaruh harapan kepada Presiden Jokowi. Honorer K2 percaya Presiden masih punya hati.‎ Puluhan ribu massa honorer kategori dua (K2) harus gigit jari. Mereka harus menelan kekecewaan karena Presiden Joko Widodo belum memberikan waktu luang untuk bertemu.
Sekitar pukul 14.00 WIB, beberapa perwakilan honorer K2 yang menamakan sebagai tim 9, akhirnya keluar dari Istana dan kembali berkerumun dengan para honorer lainnya di lapangan.
Sebagai gantinya, Jokowi diwakilkan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Namun, perwakilan tim 9 menolak untuk ditemui oleh Pratikno.
"Pak Jokowi katanya sedang sibuk jadwalnya, nggak ada waktu. Katanya kami mau ditemukan oleh pak mensesneg, tapi kami nggak mau. Kami pilih ke luar," ujar Syahrial, salah satu tim 9 kepada JPNN.com.
Pria asal Sumatera Utara ini menegaskan bahwa tim 9 hanya ingin bertemu mantan gubernur DKI Jakarta itu, bukan dengan yang lainnya.
"Ngapain? Kami nggak mau, yang kami cari itu pak presiden, bukan yang lain," tegas Syahrial di depan Istana Presiden.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pihaknya telah menerima hasil aspirasi ribuan honorer kategori dua (K2), yang sejak pagi tadi melakukan demo di depan Gedung Istana, Jakarta.
"Tadi menteri sekertaris negara dan dirjen hubungan kelembagaan yang menerima aspirasi K2. Tentunya apa yang menjadi aspirasinya sudah didengarkan, dicatat dan dilaporkan oleh pak mensesneg kepada presiden," ujar Pramono.
Mengenai tuntutan para honorer yang minta diangkat menjadi CPNS, mantan anggota DPR ini enggan berkomentar banyak. Katanya biar keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
"Saya tidak mau berandai-andai, ada aturannya, nanti biar secara resmi diputuskan oleh bapak presiden, karena itu domain beliau," tandas Pramono. (jpnn/aim)
comments