Nasional | Malang Post

Malang Post

Nasional


Panglima TNI : FKPPI Jadi Pemersatu Bangsa

JELANG PEMBUKAAN TARKORNA    : Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo didampingi  Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir.R.Agoes Soerjanto dan Ketua FKPPI Hans Silalahi di Surabaya kemarin. (FKPPI Jatim for Malang Post)

SURABAYA - Panglima TNI  Jenderal  Gatot Nurmantyo membuka Penataran Kader Organisasi Tingkat Purna (Tarkorna) Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan  dan Putra Putri TNI Polri  (FKPPI) Angkatan ke XIV tahun 2016,  di Gedung Kobangdikal Bumimoro, Surabaya, Selasa kemarin.
Pembukaan Tarkorna  diawali  menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta dipimpin  Jenderal Gatot Nurmantyo, Pembacaan Tekad Keluarga Besar FKPPI  diikuti   seluruh peserta dan  Hymne keluarga besar FKPPI.
Dihadapan  ratusan peserta Tarkorna FKPPI  dari 20 Pengurus Daerah (PD) se-Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, peran generasi muda sangat penting dan strategis dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan negara.
“FKPPI merupakan rumah kita bersama. Oleh karena itu, FKPPI harus independen karena kita menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika, FKPPI harus menjadi pemersatu bangsa karena pemuda merupakan agen perubahan,” kata mantan KSAD ini.
Ketua PD XIII GM FKPPI Jatim Ir.R.Agoes Soerjanto kepada Malang Post menjelaskan Tarkorna FKPPI rutin  digelar setiap tahun oleh  FKPPI.‘’Sebagai organisasi kader, keluarga besar FKPPI   terus  memperkuat kaderisasi diantaranya melalui  kegiatan Tarkorna ini. Sehingga, FKPPI menjadi organisasi yang benar-benar kuat,kompak,solid dan punya militansi mempertahankan bangsa dan negara,’’ papar tokoh pemuda asal Malang ini.
Agoes Soerjanto gembira karena  keluarga besar FKPPI di Jatim terus mengalami kemajuan dalam semua hal.Termasuk keaktifan  dalam melaksanakan seluruh program kerja mereka. ‘’Hal ini  membuktikan  konsolidasi kami  telah membuahkan hasil maksimal. Kami telah berhasil mengembalikan jati diri kami sebagai anak bangsa yang selalu solid ,kuat dan militan.Serta selalu berada di garda terdepan dalam menjaga dan mempertahankan NKRI,’’serunya.
Ditegaskan bahwa melalui Tarkorna yang berlangsung hingga 31 Mei mendatang, keluarga besar FKPPI terus mencetak kader-kader sebagai calon pemimpin bangsa dan negara.’’Kami tidak kemana-mana tetapi ada dimana-mana guna memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara,’’ serunya.
Pembukaan Tarkorna dihadiri Pangdam V/Brawijaya Mayjen (TNI) Sumardi, Para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman,  Dankodikal, para pejabat TNI dan Polri, Dewan Penasehat FKPPI Jatim H.Eddy Rumpoko  ditandai  sambutan Ketua Pusat FKPPI Hans Silalahi. Ia  berharap, FKPPI dibawah pembinaan TNI agar tidak mudah terprovokasi dan harus cerdas menghadapi situasi yang terus berkembang dan selalu berjuang dalam menegakkan keutuhan NKRI. (nug)

DAAS Bikin Taman Museum Bung Tomo di Dunia Maya


SURABAYA - Berbagai komunitas Surabaya terutama komunitas pemerhati sejarah dalam Dewan Arek-Arek Surabaya (DAAS) memutar orasi Bung Tomo di Car Free Day (CFD), depan Rumah Sakit Darmo, Minggu (21/5/2016).
Aksi ini sebagai reaksi atas robohnya Bangunan Cagar Budaya yang pernah menjadi tempat Radio Pemberontakan Bung Tomo di Jalan Mawar Nomor 10. Dalam aksi itu, mereka membagikan ikat kepala bertulisan #Balekno Suroboyoku (Kembalikan Surabayaku) kepada pengunjung CFD Jalan Raya Darmo. Tidak hanya itu, Sugeng salah satu seniman lukis Surabaya, membacakan puisi bertema perjuangan.
"Kami di-slentik, istilah Surabaya-nya, dengan robohnya bangunan cagar budaya Bung Tomo. Semangat ini di sosial media begitu hebat ya, tapi tanggapan masyarakat kok kurang," ujar Memet penggerak DAAS, Minggu (21/5/2016).
Pada 21 Mei 2016, bertepatan hari Kebangkitan Nasional, Memet mengumpulkan lintas komunitas di Warung Omah Sejarah Surabaya (WOSS) Bangunan Cagar Budaya rumah Roeslan Abdulgani salah satu tokoh perjuangan Indonesia kelahiran Surabaya. "Kok ya pas, bisa ngumpul semua. Kemudian kita bikin DAAS yang aktif di dunia maya," ujarnya.
DAAS, kata Memet bertujuan mengembalikan citra Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Sebab, Memet mencatat sejak Soekotjo sebagai Wali Kota Surabaya upaya penghilangan citra Surabaya sebagai Kota Pahlawan sebenarnya sudah tampak. Di masa Soekotjo, muncul julukan Kota Surabaya sebagai Kota Indamardi (singkatan dari Industri, Perdagangan, Maritim dan Pendidikan).
"Kota yang tidak ada pahlawannya sama sekali. Sampai Bu Risma, Wali Kota sekarang. Memang sudah bagus soal taman. Tapi tamannya tidak ada yang dinamai dengan nama pahlawan. Ini yang membuat, kami arek-arek Suroboyo ini, berontak. DAAS berkomitmen akan membangun kembali Cagar Budaya Bung Tomo ini, tapi di dunia maya," ujarnya.
Taman Museum Bung Tomo adalah kegiatan utama yang akan dilakukan oleh DAAS di dunia maya. Museum dunia maya ini, kata Memet, akan memuat museum tentang berbagai tokoh pahlawan di Surabaya. Misalnya Bung Tomo, WR Supratman, Bung Karno, dan lainnya.
"Kalau pemerintah berkuasa di "dunia nyata" tanpa bisa melakukan apa-apa, kami di dunia maya menggagas museum ini. Yang akan mengangkat kembali Surabaya sebagai Kota Pahlawan," katanya.
Kegiatan DAAS ini, menurut Memet, lebih kepada edukasi kepada generasi muda Kota Surabaya, khususnya dalam hal sejarah. Pemilihan dunia maya, ujar Memet, karena anak-anak generasi sekarang lebih banyak memperhatikan apa yang ada di dunia maya ketimbang. Sehingga, edukasi yang diberikan oleh berbagai lintas komunitas di dalam DAAS akan sampai kepada mereka.
"Kami ini tidak berurusan dengan gugat menggugat, itu terserah mereka lah, pemerintah biar menggugat Jayanata. Tapi kami melihat ada hal yang lebih penting. Karena saya, yang sudah seusia ini, tidak pernah berkunjung ke rumah radio pemberontakan Bung Tomo di Jalan Mawar itu. Apalagi anak-anak ini," tuturnya. (ss/det/udi)

Menyelam 28 Jam, Pecahkan Rekor MURI


BANYUWANGI - Sebanyak 58 nelayan eks pelaku pengebom laut di Pesisir Pantai Bangsring melakukan pertobatan massal. Pertobatan massal yang telah mereka lakoni selama 5 tahun terakhir ini ditandai dengan menantang MURI melalui penyelaman non stop selama 28 jam di Selat Bali.
Melalui gelaran Banyuwangi Underwater Festival, tak hanya melakukan penyelaman di Selat Bali, puluhan nelayan pahlawan konservasi laut itu membungkus pertobatan dengan monitoring flora dan fauna bawah laut. "56 Orang dari seluruh nelayan yang merupakan mantan pengebom ini melakukan pertobatan massal. Selama 28 jam mereka menyelam. Mereka juga monitoring, jenis-jenis ikan, karang dan catatannya diberikan ke petugas MURI dan Kelautan," ujar Shandi Sumarsono, Humas Bangsring Underwater (Bunder) di Rumah Apung Bunder, Sabtu (21/5/2016).
Usai melakukan upacara pengibaran bendera di bawah laut, 58 nelayan tersebut satu persatu melakukan penyelaman di perairan Selat Bali. Yang pertama kali melakukan penyelaman di Perairan Selat Bali ialah pengelola Bunder, Ikhwan Arief.
Menurut Shandi, masing-masing nelayan diberi waktu sekitar 30 menit untuk menyelam di kedalaman 8 hingga 12 meter. Melalui kegiatan ini, para nelayan Bunder ingin menularkan virus semangat konservasi. "Kami ingin membagi virus agar nelayan melakukan konservasi. Karena dengan konservasi laut, menanam terumbu karang maka populasi bawah laut akan kembali dan ikan akan kembali punya rumah-rumah baru," tambah Shandi.
Festival ini akan dipusatkan di obyek wisata Zona Perlindungan Bersama (ZPB) Rumah Apung, Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Zona Perlindungan Bersama (ZPB) Bangsring, sendiri terletak di wilayah laut Bangsring di selat Bali seluas 15 hektar. Laut Bangsring memiliki gugusan karang indah yang menjadi tempat bersembunyi bagi ribuan ikan hias yang menggemaskan.
Bangsring Underwater selama empat tahun terakhir ini telah menjelma menjadi salah satu obyek wisata favorit di Banyuwangi. Bangsring Underwater berada di Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo yang berjarak sekitar 27 Km dari Kota Banyuwangi menuju utara.
Di lokasi wisata ini, wisatawan bisa menikmati wisata bahari seperti berenang bersama anak ikan hiu di keramba rumah apung, serta memberi makan ikan laut liar yang ada di Selat Bali. Selain itu, wisatawan bisa juga diving dan snorkeling di sekitar keramba hingga ke Pulau Tabuhan yang terkenal dengan pasir pantainya yang putih.
Saat snorkeling, wisatawan bisa menikmati eksotisme pemandangan bawah laut yang dipenuhi dengan terumbu karang, koloni soft coral dan aneka ikan hias. Bukan hanya mempromosikan wisata, festival ini sekaligus sebagai kampanye konservasi ekosistem laut. Laut dikelola agar memberikan manfaat secara ekonomis bagi nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem didalamnya.
"Semangat perubahan dari masyarakat pesisir ini yang pionir dan virus positif untuk ditularkan. Bangsring menjadi model pengelolaan laut oleh nelayan yang seimbang antara ekploitasi dan upaya menjaga keberlanjutan populasi perikanannya. Bahkan nelayan Bangsring juga mampu mengemas ekosistem itu menjadi sebuah daya tarik wisata yang luar biasa. Lewat Festival ini kami berharap apa yang dilakukan nelayan Bangsring bisa menular ke nelayan lain di Banyuwangi" ujar Anas.
Di sela-sela pemecahan rekor MURI, acara dilanjutkan dengan simbolis penanaman 1.000 terumbu karang tranplantasi di Pantai Bangsring. Penanaman ini juga dilakukan secara serentak di wilayah pantai 9 kecamatan di Banyuwangi dengan jumlah mencapai 5000 terumbu karang.
Dalam festival itu, juga ada kegiatan Marine Education bagi 250 anak-anak usia PAUD, TK, dan SD di wilayah Bangsring. Rangkaian Bangsring Underwater Festival akan ada lomba fotografi bawah laut yang berlangsung pada 21-22 Mei. Obyeknya perairan Bangsring dengan memperebutkan total hadiah Rp. 25 juta bagi masyarakat umum.
(dtc/ra/udi)

Ultah ke 723 Tahun, Risma Buka Parade Bunga


SURABAYA - Warga Kota Surabaya memenuhi Jalan Pahlawan, terutama di depan Gedung Kantor Gubernuran. Mereka menyaksikan Parade Budaya dan Bunga 2016, dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke 723 tahun.
Warga juga sudah mulai banyak yang berfoto selfie di depan mobil yang sudah dihiasi bunga. Ruas jalan, mulai Jalan Pahlawan sudah ditutup total. Untuk jalan Kramat Gantung tidak ditutup, dan sudah dipenuhi warga yang ingin menonton Parade Budaya dan Bunga. Demikian juga Jalan Tunjungan masih ditutup, digunakan car free day, dan juga akan ditutup, untuk digunakan acara Parade Budaya dan Bunga. Sedangkan di jalan Gubernur Suryo juga sudah mulai dipenuhi warga, untuk menunggu Parade Budaya dan Bunga yang akan lewat di Gedung Grahadi.
Parade Bunga dan Budaya tersebut dilepas Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dari depan Tugu Pahlawan. "Kepada warga Surabaya yang saya cintai dan banggakan. Surabaya berusia 723, ini usia yang sangat tua. Ayo teruskan perjuangan, kita berantas kemiskinan dan kebodohan. Tidak boleh menyerah dan gampang putus asa. Selamat hari jadi Surabaya ke 723. Semoga ini mengawali menjadi kota dunia," ujar Tri Rismaharini dalam pidato singkat sebelum melepas Parade Budaya dan Bunga di Jl Pahlawan.
Risma mengatakan, sebanyak 7 ribu orang dari berbagai negara di bulan Juli nanti juga akan datang ke Surabaya untuk pra konferensi UN Habitat III PBB. "Jadi, kita harus terus semangat," kata Risma.
Parade Bunga dan Budaya ini diikuti lebih dari 72 peserta. Sebanyak 40 peserta di antaranya, mengikuti pawai kendaraan hias bunga. Parade Budaya dan Bunga itu berjalan mulai dari Jalan Pahlawan hingga finish di Taman Surya Balai Kota Surabaya.
Risma membuka beberapa acara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya sejak pukul 6.00 sudah memberangkatkan ngontel bareng para peserta Jambore Sepeda Kuno di Gelora 10 Nopember.
Sementara itu, aksi 20 Reog dan 15 singo barong dari Persatuan Unit-unit Reog Ponorogo Surabaya (Purbaya) menjadi barisan pemungkas Parade Budaya dan Bunga 2016. Aksi atraktif puluhan reog dan jaranan menarik perhatian masyarakat di Jl. Pahlawan.

Mensos Jenguk Korban Pemerkosaan di Sidoarjo


SIDOARJO - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjenguk korban pemerkosaan, N, yang kini sedang hamil sekitar delapan bulan di Desa Trompoasri, Sidoarjo. "Saya sudah ketemu dengan ibu korban dan lebih banyak menangis saat bertemu dengan saya. Dari keterangan orang tua korban juga sudah pernah melaporkan kejadian ini kepada polisi, namun belum di follow up lagi perkembangannya," kata Khofifah usai menjenguk korban pencabulan di Sidoarjo, Minggu (22/5).
Ia mengemukakan, pihaknya meminta kepada petugas kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan dari keluarga korban. "Karena sesuai dengan informasi yang saya terima dari ibu korban kalau pelaku tersebut berasal dari desa yang sama," ungkapnya.
Ia mengemukakan, pihaknya ingin rasa keadilan ini bisa diberikan dan meminta kepada aparat untuk segera menindaklanjuti laporan ini. "Belum adanya follow up ini salah satunya disebabkan oleh keadaan keluarga korban, seperti kemiskinan sehingga tidak adanya akses untuk keadilan ini," ujarnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah memberikan informasi terkait dengan adanya peristiwa ini sehingga bisa memberikan keadilan terhadap keluarga korban. "Saya ingin berterima kasih kepada rekan-rekan media, karena keluarga korban yang memang membutuhkan keadilan untuk kasus ini," tambahnya.
Sementara itu, Yuni tetangga korban mengatakan, kalau selama ini korban tinggal bersama kedua orang tuanya dan juga satu orang adiknya. "Awalnya tinggal di sebelah utara desa, dan sejak adanya peristiwa tersebut, korban terpaksa harus tinggal di kandang bebek seperti ini," ujarnya.
N yang kini tengah hamil sekitar delapan bulan diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh lima orang pelaku. Masing-masing dua orang dewasa dan dua orang masih anak-anak. Korban N yang masih berusia 14 tahun kini tinggal di bekas kandang bebek yang ada di desa setempat. (ra/udi)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL