TERBAKAR: Lima unit toko funiture atau mebel di depan kantor PLN Jalan Raya Gemblongan, Surabaya sekitar pukul 12.30 WIB kemarin terbakar.

SURABAYA - Lima unit toko funiture atau mebel di depan kantor PLN Jalan Raya Gemblongan, Surabaya. Rabu (24/8/2016) sekitar pukul 12.30 WIB terbakar. Dari pantauan dilokasi kejadian, lima bangunan yang terbakar dimulai dari Toko Trijaya (59) kemudian merambat Toko Sheldon Furniture (57) dan Toko Mebel Santoso (61) bagian atap runtuh dan ambruk. Sedang dua toko lainnya, yakni toko Prima (55) dan toko Surabaya Mebel (55 A) mengalami kebakaran dan tidak terlalu parah.
Besarnya si jago merah, maka Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menurunkan 20 unit untuk cepat melakukan pemadaman dan pengambilan air. Pihak kepolisian dari Polsek Bubutan melakukan penutupan jalan.
Meskipun sudah dilakukan pemadaman, ada beberapa toko yang ada di Jalan Baliwerti ikut terkena imbas kebakaran. Namun, hanya bagian belakang bangunan sedikit terbakar, lantaran petugas cepat melakukan pembasahan bangunan.
Menurut saksi mata, Yongky, mengatakan, awal mula dirinya melihat asap tebal dari lantai atas. "Pertama asap tebal, selang beberapa menit kemudian baru muncul api," kata Yongky.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Candar Oeratmangun, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa selain 20 unit PMK, pihaknya juga meminta bantuan enam unit mobil DKP. Selain itu, satu mobil skylift juga diterjunkan. Mobil tangga itu bertugas menyemprotkan air dari atas. Penanganan kebakaran cukup sulit dilakukan, karena banyaknya barang yang mudah dan awet terbakar, seperti kasur busa, springbed, kursi, dan mebel kayu.
Penyemprotan dari skylift terbukti efektif karena bagian dalam toko yang sulit ditembus akibat adanya tembok pemisah antartoko. Ketika api mulai bisa dikuasai, petugas PMK mulai masuk ke bangunan untuk mencari bara api agar dipadamkan. Sedangkan awal mula kebabaran ini, Candra mengatakan, "Kebakaran diduga dari arus pendek." (bj/udi)

Please publish modules in offcanvas position.