Malang Post

Nasional

Penembak Pelaku Penyanderaan Dapat Penghargaan

Share
GRESIK- Dukungan simpati terhadap korban penyanderaan Zahriyani Putri Agustin (9), atau Rani siswi SDN Tlogopatut 2 Gresik berdatangan. Orang nomor satu di Gresik, Sambari Halim Radianto bersama wakilnya M.Qosim menyambangi Rani di rumahnya Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis (18/12/2014).
Dua petinggi Gresik ini langsung masuk ke kamar Rani. Seolah sudah kenal dengan yang datang. Rani tidak keberatan digendong Sambari dan Qosim keluar menuju ruang tamu. Bupati dan Wabup datang bersama Kapten Arh Suwanto anggota Kodim 0817 Gresik yang turut menyelamatkan Rani saat disandera. "Ini ada Pakde Suwanto ikut, nanti kalau Rani sudah sehat bisa jalan-jalan dengan Pakde Suwanto," ujar Nur Fadilah (36) ibunda Rani.
Keinginan Rani bertemu Kapten Suwanto sangat beralasan. Pasalnya, anggota TNI tersebut yang pertama kali berusaha menyelamatkan nyawa Rani dari todongan pisau pelaku. "Pokoknya Rani harus sembuh dulu nanti kita jalan-jalan bersama," paparnya.
Terkait insiden penyanderaan, Bupati Gresik Sambari mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Polres Gresik, dan Kodim 0817 Gresik serta semua masyarakat atas keberhasilan menyelamatkan Rani dari usaha penyanderaan. "Semoga kejadian ini yang pertama dan menjadi yang terakhir," tutur Sambari.
Sampai kemarin, korban penyanderaan, Zahriyani Putri Agustin sudah berangsur-angsur lepas dari traumatik. Kendati demikian, anak pertama dari pasangan Nur Fadilah (36), dan Agus Setiawan (38), warga Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik itu tidak mau jauh-jauh dari ayahnya. "Anak pertama saya sudah berangsur-angsur mau diajak komunikasi. Sebab, sebelumnya lebih banyak berdiam diri di kamar dan tidak mau berbicara," ujar Agus Setiawan kepada wartawan, kemarin.
Diakui Agus Setiawan, dibanding kedua adiknya Bintang Nuraini (8), dan Nadia Salsabila (5). Prestasi Zahriyani Putri Agustin, atau Rani sapaan akrabnya sehari-hari lebih menonjol. Berbagai prestasi pernah diraih, di antaranya juara mewarnai tingkat sekolah, dan TK se-Kecamatan Kebomas. "Prestasi Rani memang lebih menonjol dan memiliki bakat di bidang kesenian yakni mewarnai," katanya.
Agus Setiawan menuturkan sebelumnya tidak menyangka Rani anaknya menjadi korban penyanderaan. Jika pada waktu insiden kemarin, anaknya tidak bisa diselamatkan kemungkinan besar dirinya bakal mengalami shock berat. Beruntung Allah SWT masih melindungi diri Rani selamat dari drama penyanderaan. "Berkali-kali anak saya melafalkan surat Al-Fatehah saat lehernya ditodong sebilah pisau oleh pelaku," paparnya.
Sementara itu, Nur Fadilah (36), ibunda Rani tak henti-hentinya  mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas keselamatan putrinya. Dirinya, pada waktu kejadian hanya berkomunikasi dengan suaminya lewat ponsel. "Saya sempat shock pada waktu kejadian. Lha wong kami dari keluarga tidak mampu. Tempat tinggal kami pun yang seperti ini," ungkapnya.
Zahriyani Putri Agustin, yang akrab dipanggil Rani tinggal dengan kedua adiknya serta orang tuanya di rumah berukuran 7X12 meter. Rumah dengan bangunan batako serta beratap asbes dan berlantai semen. Tiap harinya Rani bercengkerama dan menghabiskan waktu dengan kedua adiknya serta orang tuanya. Dari sorotan matanya, Rani kadangkala masih belum bisa melupakan kejadian yang menimpa dirinya. "Kalau besar saya ingin menjadi Polwan biar bisa menolong orang," ujar Rani kepada kedua orang tuanya.
Terpisah, dua Anggota Reskrim Polres Gresik dan dua prajurit Kodim 0817/Gresik yang melumpuhkan pelaku penyanderaan Zahriyani Putri Agustin, siswa SDN Tlogopatut II, mendapat penghargaan dari Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim.
Dua anggota Reskrim Polres Gresik yakni Aiptu Bambang Sulistyo dan Bripka Godlif Franklin. Sedangkan dua prajurit Kodim 0817/Gresik yang mendapat penghargaan, Kapten (Arh) Suwanto dan Serma Andi Junaidi. Keempatnya mendapat piagam penghargaan dan uang tunai untuk pembinaan. "Saya merasa bangga dan terima kasih atas keberanian menggagalkan penyenderaan anak kecil tanpa mempedulikan keselamatan jiwa. Ini merupakan bukti nyata prajurit sejati," kata Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko, dalam sambutan apel khusus pemberian penghargaan di lapangan apel Makodam V/Brawijaya, Kamis (18/12/2014).
Selain itu, Eko menilai upaya penyelamatan siswa SD yang dilakukan oleh TNI/Polri yang bekerjasama merupakan bukti nyata dan sinergitas yang baik. "Ini merupakan yang baik bagi TNI/Polri serta bukti nyata bahwa tidak hanya yang di atas yang berkerjasama maupun berkoordinasi, dibawah juga," ujarnya.
Menurut Eko, piagam penghargaan yang diberikannya akan menjadi catatan khusus jika nanti ada kenaikan pangkat bagi kedua prajuritnya maupun bagi kedua anggota Reskrim Polres Gresik.
Hal senada diungkapkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf yang mengaku sangat senang dengan adanya kerjasama TNI/Polri. "Dengan kejadian kemarin, kita sepakat (Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim) memberikan reward kepada anggota yang berjasa sebagai wujud kerja yang melebihi dari panggilan tugasnya," ungkapnya.
Suwanto adalah orang yang berinteraksi paling lama dengan pelaku, Fuad Ahmad (32). Mulai dari negosiasi hingga proses penyergapan di mobil. Serma Andi Junaidi membantu membebaskan sandera. Sedangkan Aiptu Bambang Sulistyo dan Bripka Godlif Franklin adalah orang yang membekuk pelaku. (jpnn/dtc/bj/udi)
comments

Page 1 of 1634

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »