Malang Post

Batu Agropolitan

Berita terbaru dan terlengkap  Kota Batu dan sekitarnya

Barongsai hibur pengunjung Jatim Park 1

Share
BATU – Long Weekend jumlah wisatawan di Kota Batu meningkat. Salah satu peningkatan wisatawan terlihat di Jawa Timur (Jatim)  Park Grup. Terbukti selama libur panjang, jumlah pengunjung di Jatim Park Group mencapai 30 ribu orang.
Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group Titik S Ariyanto mengatakan meningkatan pengunjung ini terlihat sejak Sabtu (6/2) lalu. Mereka yang datang tidak hanya dari Kota Batu atau Malang Raya, tapi banyak wisatawan dari luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Semarang dan Yogyakarta.
“Jika ditotal untuk seluruh Jatim Park Group (Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park, The Bagong Adventure, Museum Angkut, BNS, Predator Fun Park), sejak Sabtu (6/2) lalu sampai dengan hari ini (kemarin) jumlah pengunjung yang datang mencapai 30 ribu orang,’’ katanya.
Titik mengaku peningkatan jumlah pengunjung ini memang tidak maksimal. Itu karena kondisi cuaca di wilayah Kota Batu sedang hujan. “Berbeda dengan tahun lalu, dimana libur Imlek tidak ada hujan sehingga jumlah pengunjungnya lebih banyak,’’ katanya.
Peningkatan pengunjung dikatakan Titik, dapat dilihat di Jatim Park 1. Di tempat wisata yang berada di Jalan Kartika, Kota Batu ini jumlah pengunjung rata-rata selama long weekend 3000 orang perhari, atau ada peningkatan 20 persen, dibandingkan dengan hari biasa, dengan jumlah pengunjung rata-rata 2000-2500  orang perhari.
Seperti kemarin, meskipun diguyur hujan deras, pengunjung di Jatim Park 1 tampak membludak. Bahkan mereka berjubel sejak pagi sebelum area wisata ini buka. “Kami memang tidak menyediakan ruang khusus tiket. Tiket dapat diperoleh di tenda-tenda, dan tadi pengunjung berjubel di tenda-tenda penjualan tiket,’’ tambah Titik.
Tapi begitu, lantaran kondisi terus diguyur hujan, pengunjung pun tidak bisa leluasa menikmati wahana yang ada di Jatim Park 1. Ya itu, karena selama hujan mengguyur wahana permainan di area wisata ini dihentikan sementara. Tapi begitu, bukan berarti pihak Jatim Park 1 tidak memiliki solusi. Untuk mengganti wahana yang dihentikan sementara, pihak Jatim Park 1 menghadirkan hiburan lain. Yaitu Barongsai dan Live Musik di wahana  Amphi Theater.
Alhasil, dua hiburan inipun betul-betul membius para pengunjung. Mereka tidak sekadar berteduh di wahana ini, tapi juga melihat aksi atraktif Barongsai dari kelompok Naga Langit ini. Bahkan,  para pengunjung juga tidak berhenti mengabadikan penampilan apik pemain barongsai, baik itu memfoto maupun merekam video. Tidak sedikit pula dari para pengunjung yang minta foto bersama pemain Barongsai saat mendekat. “Buat kenang-kenangan. Kapan lagi bisa foto bersama Barongsai,’’ kata Lina salah satu pengunjung. Lina sendiri mengaku meski sudah beberapa kali datang ke Jatim Park 1 namun dia tidak merasa bosan. Itu karena selain menawarkan wahana-wahana menarik, Jatim Park 1 ini juga menjadi tempat edukasi, sehingga cocok untuk liburan keluarga.
Peningkatan jumlah pengunjung juga terlihat di Museum Angkut. Di tempat wisata yang buka pukul 12.00 ini jumlah pengunjung selama Long Weekend menjadi 3000 orang perhari.
Sama seperti Jatim Park 1, di Museum Angkut pengunjung selain bisa melihat secara langsung jenis kendaraan, pengelola juga memberikan hiburan.Untuk liburan kali ini, pihak pengelola penyuguhkan Parade Imlek, itu menampilkan tari Leang Leong.
Tapi begitu, karena pengunjung yang berjubel, tari leang-leong sendiri tidak maksimal. Tarian yang menggambarkan liak-liuk tubuh naga ini tidak bisa terlihat menawan. Kendati begitu, pengunjung tetap menikmati. Terbukti, mereka tidak sekadar melihat, tapi juga mengambil gambar.
“Untuk liburan panjang kami sengaja menghadirkan sesuatu yang lain, sehingga pengunjung pun bisa mendapat kepuasan,’’ tandas Titik.(ira)
comments

Pengunjung JTP Grup 30 Ribu Orang

Share

Long Weekend, Wisatawan Terus Meningkat
BATU – Long Weekend menjadikan wisatawan di Kota Batu meningkat. Salah satu peningkatan wisatawan terlihat di Jawa Timur (Jatim)  Park Grup. Terbukti selama libur panjang, jumlah pengunjung di Jatim Park Group mencapai 30 ribu orang selama tiga hari berturut-turut.
Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Ariyanto mengatakan, peningkatan pengunjung ini terlihat sejak Sabtu (6/2) lalu. Mereka yang datang tidak hanya dari Malang Raya, tapi banyak wisatawan dari luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Semarang dan Yogyakarta.
“Jika ditotal untuk seluruh Jatim Park Group (Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park, The Bagong Adventure, Museum Angkut, BNS, Predator Fun Park), sejak Sabtu (6/2) lalu sampai dengan hari ini (kemarin) jumlah pengunjung yang datang mencapai 30 ribu orang,’’ katanya.
Titik mengaku peningkatan jumlah pengunjung ini masih belum maksimal. Itu karena kondisi cuaca di wilayah Kota Batu terus hujan. “Berbeda dengan tahun lalu, dimana libur Imlek tidak ada hujan sehingga jumlah pengunjungnya lebih banyak,’’ katanya.
Peningkatan pengunjung dikatakan Titik, dapat dilihat di Jatim Park 1. Di tempat wisata yang berada di Jalan Kartika, Kota Batu ini jumlah pengunjung rata-rata selama long weekend 3000 orang perhari, atau ada peningkatan 20 persen, dibandingkan dengan hari biasa rata-rata 2000-2500  orang perhari.
Seperti kemarin, meskipun diguyur hujan deras, pengunjung di Jatim Park 1 tampak membludak. Bahkan mereka berjubel sejak pagi sebelum area wisata ini buka. “Kami memang tidak menyediakan ruang khusus tiket. Tiket dapat diperoleh di tenda-tenda, dan tadi pengunjung berjubel di tenda-tenda penjualan tiket,’’ tambah Titik.
Tapi begitu, lantaran kondisi terus diguyur hujan, pengunjung pun tidak bisa leluasa menikmati wahana yang ada di Jatim Park 1. Ya itu, karena selama hujan mengguyur wahana permainan di area wisata ini dihentikan sementara. Tapi begitu, bukan berarti pihak Jatim Park 1 tidak memiliki solusi. Untuk mengganti wahana yang dihentikan sementara, pihak Jatim Park 1 menghadirkan hiburan lain, yaitu atraksi Barongsay dan Live Musik di  Amphiteater.
Alhasil, dua hiburan inipun betul-betul membius para pengunjung. Mereka tidak sekadar berteduh di wahana ini, tapi juga melihat aksi atraktif  barongsay dari kelompok Naga Langit ini. Bahkan,  para pengunjung juga tidak berhenti mengabadikan penampilan apik pemain barongsay, baik itu memfoto maupun merekam video. Tidak sedikit pula dari para pengunjung yang minta foto bersama pemain Barongsai saat mendekat.
“Buat kenang-kenangan. Kapan lagi bisa foto bersama Barongsay,’’ kata Lina salah satu pengunjung.
Lina sendiri mengaku meski sudah beberapa kali datang ke Jatim Park 1 namun dia tidak merasa bosan. Itu karena selain menawarkan wahana-wahana menarik, Jatim Park 1 ini juga menjadi tempat edukasi, sehingga cocok untuk liburan keluarga.
Peningkatan jumlah pengunjung juga terlihat di Museum Angkut. Di tempat wisata yang buka pukul 12.00 ini jumlah pengunjung selama Long Weekend menjadi 3000 orang perhari.
Sama seperti Jatim Park 1, di Museum Angkut pengunjung selain bisa melihat secara langsung jenis kendaraan, pengelola juga memberikan hiburan.Untuk liburan kali ini, pihak pengelola menyuguhkan Parade Imlek, itu menampilkan tari Leang Leong.
Tapi begitu, karena pengunjung yang berjubel, tari leang-leong sendiri tidak maksimal. Tarian yang menggambarkan liak-liuk tubuh naga ini tidak bisa terlihat menawan. Kendati begitu, pengunjung tetap menikmati. Terbukti, mereka tidak sekadar melihat, tapi juga mengambil gambar.
“Untuk liburan panjang kami sengaja menghadirkan sesuatu yang lain, sehingga pengunjung pun bisa mendapat kepuasan,’’ tandas Titik. (ira/feb)
comments

Berwisata dan Ibadah di Batu

Share

Liburan Imlek
BATU - Kendati tidak ada perayaan hari Imlek secara khusus, kesemarakan tetap terlihat di Klenteng Kwan Im Tong, Jalan Gajah Mada Kota Batu, Senin (8/2) kemarin. Sejak pagi hingga sore, tidak hanya umat dari Kota Batu saja yang berdatangan, namun juga umat dari luar kota.
Jumlah kaum Tionghoa yang berdoa di Klenteng Kwan Im Tong cukup banyak, mengingat bertepatan dengan libur panjang selama dua hari. Handy Wijaya, Ketua Klenteng Kwan Im Tong mengatakan, kebanyakan umat dari luar kota menyempatkan beribadah di sela sela kunjungan wisata di Kota Batu.
“Cukup banyak wisatawan dari luar kota yang datang ke Klenteng Kwan Im Tong ini, jadi disela-sela liburan mereka datang ke Klenteng untuk beribadah,” ujar Handy.
Berbagai kegiatan perayaan Imlek memang tidak dilaksanakan di Klenteng Kwan Im Tong Kota Batu, karena sebagian besar perayaan Imlek dilaksanakan di Kota Malang.  Klenteng baru melaksanakan kegiatan perayaan Imlek pada hari Jumat, 26 Februari mendatang. “Kalau tidak ada aral melintang, kemungkinkan kita akan menyelenggarakannya 26 Februari mendatang,” terang Handy.
Kegiatan ini akan didukung oleh Forum Komunikasi Warga Tionghoa Kota Malang. Tidak hanya pertunjukan Barongsay, nanti di depan Klenteng akan dipasang panggung untuk pertunjukan hiburan masyarakat.
Pertunjukkan yang akan dilaksanakan adalah tari-tarian, nyanyian dan berbagai  kesenian tradisional lainnya. Secara khusus akan datang grup kesenian tradisional Tionghoa dari Surabaya untuk menyemarakkan acara ini.
Dalam kesempatan itu, Handy mengucapkan terima kasih kepada siapa saja yang turut menyemarakkan Hari Raya Imlek dengan memasang lampion mulai dari Alun-Alun Kota Batu hingga di depan Klenteng Kwan Im Tong.
 “Tahu-tahu lampionnya sudah terpasang di sepanjang itu, kita tidak tahu persis siapa yang memasang, mungkin Pemkot Batu atau pengusaha yang ada di Kota Batu ini,” ujar Handy. (muh/feb)
comments

APPPI Dukung Pendidikan Menengah ke Provinsi

Share

BATU - Rencana pengambilalihan kewenangan Pendidikan Menengah dari Dinas Pendidikan kota/kabupaten oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, didukung oleh Asosiasi Pendidik dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (APPPI).          Pengambilalihan ini, menurut APPPI akan semakin mengembangkan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. Pasalnya nanti akan ada pemeretaaan kualitas pendidikan di setiap daerah.
Slain itu, tidak akan terjadi penumpukan guru berkualitas pada satu daerah tertentu saja.  Semua guru di berbagai daerah memiliki kemampuan dan kualitas yang sama.  “Kita melihat kebijakan pengambilalihan pendidikan menengah dari kabupaten/kota ke Provinsi adalah kebijakan yang paling tepat dan lebih baik untuk pendidikan kita,” terang Isnandar, Ketua Umum APPPI disela-sela pelatihan pembuatan karya ilmiah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Batu, Minggu (7/2) lalu.
Selama ini menurut Isnandar ada perbedaan kualitas pendidikan di beberapa kota. Kota/kabupaten maju biasanya memiliki pendidikan lebih unggul. Salah satu hal yang membuat seperti itu adalah guru yang unggul selalu berkumpul di daerah-daerah yang maju, sementara kota/kabupaten pinggiran jarang mendapatkan guru berkualitas.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pengambilalihan pendidikan menengah mulai dari SMP dan SMA/SMK ini di Jawa Timur akan dilaksanakan April 2016 mendatang. Maksimal langkah ini harus sudah dilaksanakan pada Juli tahun 2016. Dinas Pendidikan Provinsi akan membentuk kantor perwakilan berbentuk kantor atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada setiap kota dan kabupaten yang ada.
Pengambilalihan ini, menurut Isnandar dilaksanakan berdasarkan amanat dari Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dimana sesuai dengan undang-undang tersebut, pendidikan dasar merupakan kewenangan pengelolaannya oleh kabupaten/kota. Sementara pendidikan dasar menengah pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, sementara Pendidikan Tinggi kewenangan ada di Pemerintah Pusat. Dengan pengambilalihan ini, diharapkan Pemerintah Daerah lebih fokus untuk mengembangkan pembangunan di daerah. (muh/feb)
comments

Gunakan Bus Pemkot ke Jakarta

Share

Pegawai Honorer K2
BATU –  Tidak hanya pegawai honorer kategori 2 (K2) Pemkot Malang dan Pemkab Malang yang pergi ke Jakarta. Honorer K2 Pemkot Batu juga siap berangkat. Bahhkan tidak hanya satu dua saja, tapi semua  honorer K2 Kota Batu yang berangkat ke Jakarta, Selasa (9/2) nanti.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Batu, Achmad Suparto. Seluruh pegawai honorer K2 Pemkot Batu akan datang ke Jakarta untuk menuntut hak mereka diangkat sebagai CPNS.
“Iya, mereka akan berangkat ke Jakarta, semuanya,’’ kata Parto panggilan akrab Achmad Suparto.
Para pegawai honorer K2 ini berangkat menggunakan bus milik Pemkot Batu. Mereka berangkat bersama-sama dari Kota Batu. “Mereka juga sudah meminta izin,’’ tambah Suparto.
Pihak BKD sama sekali tidak melarang honorer K2 pergi ke Jakarta. Terlebih, kepergian mereka untuk menuntut haknya, untuk diangkat menjadi CPNS.
Mantan Lurah Samaan Kota Malang ini mengaku sangat menyesalkan keputusan Menpan RB yang membatalkan rekruitmen honorer K2 menjadi CPNS. Padahal, K2 adalah ciptaan dari pemerintah pusat, dimana keberadaanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga fungsional, seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, mereka langsung diangkat menjadi CPNS.
“Pemkot Batu tidak akan diam terkait dengan hal ini. Kami berjanji untuk memperjuangkan nasib dari para honorer K2,’’ tambah Parto. Bahkan tidak hanya membuat surat tapi juga datang untuk menemui MenpanRB.
“Saya nanti akan mendampingi pak Wali, untuk bertemu MenpanRB. Intinya kami tidak diam, dan akan memperjuangkan nasib mereka,’’ tandas Suparto.
Sementara itu Sriyono salah salah satu honorer K2 mengatakan siap ikut ke Jakarta. Dihubungi Malang Post, Sriyono juga mengaku ingin memperjuangkan nasibnya. “Saya terdaftar menjadi pegawai honorer K2 tahun 2004, dan mendapatkan SK tahun 2006. Selama ini kami menunggu untuk diangkat menjadi CPNS,’’ katanya. Dia mengaku sangat kecewa dengan keputusan MenpanRB yang membatalkan pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS.
“Teman-teman K2 lainnya sudah saling berkoordinasi, dan kami siap datang ke Jakarta,’’ tandas pria yang bekerja di bagian Perpustakaan SMAN 2 Kota Batu ini.
Seperti di ketahui, jumlah pegawai honorer K2 di Kota Batu ada 66 orang. Jumlah tersebut didominasi oleh tenaga guru. Mereka umumnya telah bekerja lama. Bahkan ada yang lebih dari 15 tahun. Nasib mereka saat ini sedang diujung tanduk seiring keputusan MenpanRB yang membatalkan keputusan untuk rekruitmen honorer K2 menjadi CPNS. (ira/feb)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL