Malang Post

Batu Agropolitan

Resmikan Predator Fun Park, ER-Japto Main Angklung

Share
UNIK : Walikota Batu Eddy Rumpoko,  Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Japto S Soerjosoemarno  dan undangan memainkan musik angklung dalam peresmian Predator Fun Park, kemarin.

BATU – Belajar musik tradisional angklung ternyata tidak terlalu sulit. Para tokoh dan tamu undangan sudah merasakan bagaimana belajar musik angklung saat mereka menghadiri peresmian objek wisata Predator Fun Park Kota Batu, hari Minggu (2/8) kemarin.
Diantara mereka yang belajar musik angklung adalah Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila yang selanjutnya meresmikan Predator Fun Park. Selain itu, Walikota Batu Eddy Rumpoko, Kapolres Batu AKBP Decky Hendarsono, Dandim 0818 Letkol Inf. Riksani Gumay dan Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo. Selain itu para pengusaha, Kepala SKPD hingga masyarakat sekitar Desa Tlekung Kecamatan Junrejo juga ikut belajar musik angklung.
‘’Ayo kita belajar musik angklung. Bermusik angklung tidak sulit tetapi sangat mudah. Kita mulai dari lagu dengan not gampang dulu,’’ ungkap  instruktur musik angklung kepada Malang Post.
Sang instruktur memberikan kode tertentu menggunakan tangannya. Sedangkan angklung yang dipegang semua tamu sudah terdapat kode not berupa do, re, mi, fa, sol, la, si, doo. Jika instruktur memberikan kode tertentu maka pemegang angklung sesuai not harus membunyikan angklungnya.
Para tokoh dan tamu tersebut memulai bermain musik angklung dengan lagu Burung Kakak Tua. Lagu tersebut dianggap memiliki nada paling gampang. Ketika mereka membunyikan angklung sembari memperhatikan kode instruktur, maka bunyi-bunyi itu menjadi irama lagu Burung Kakak Tua.
Setelah lagu Burung Kakak Tua selesai, giliran lagu Munajat Cinta milik Ahmad Dhani. Begitu juga dengan lagu Cucak Rowo sangat enak didengar dengan angklung yang dimainkan para tokoh dan undangan Predator Fun Park.
Angklung merupakan musik tradisional yang berusaha dilestarikan oleh Predator Fun Park. Pengunjung bisa belajar musik angklung tersebut saat berkunjung pada objek wisata berlokasi di Jalan Raya Tlekung Kota Batu tersebut.
Walikota Batu, Eddy Rumpoko berharap, kehadiran Predator Fun Park tersebut akan semakin meningkatkan objek wisata baru itu makin meningkatkan kunjungan wisata ke kota wisata itu. Selama ini rata-rata kunjungan wisata Kota Batu adalah tiga hingga empat juta per tahun. Nantinya, kunjungan wisata diharapkan menjadi lima hingga enam juta per tahun.
‘’Tempat wisata ini juga harus memberikan kesempatan kepada warga lokal untuk bekerja. Mereka yang semula tidak memiliki skill bisa berjualan di sini. Mereka yang tidak memiliki pekerjaan ditampung untuk bekerja di tempat ini,’’ tegas ER,sapaan akrabnya.
Sementara itu Heru Suprapto, Direktur Utama PT Bhakti Batu Sejahtera, pengembang Predator Fun Park menjelaskan, objek wisata terbaru di Kota Batu tersebut dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektar dengan nilai investasi Rp 21 miliar.
Sebelum peresmian kemarin, objek wisata tersebut sudah dilakukan trial sejak 18 Juli lalu. Keberadaan Predator Fun Park ternyata mendapatkan sambutan luar biasa dari wisatawan karena angka kunjungan rata-rata 2000 orang per hari sejak trial itu. ‘’Kami memberikan kesempatan kepada warga Tlekung atau Kota Batu untuk memiliki objek wisata ini melalui pembelian saham. Untuk tahap pertama ini, saham dijual seharga Rp 500 ribu per unit. Sedangkan rencana pelepasan saham adalah 49 persen dari nilai investasi,’’ tegas Heru Suprapto, kemarin.
Predator Fun Park dilengkapi dengan wahana berbagai macam permainan anak-anak dan dewasa, seperti water park, croco train, extreme trompolin, wahana kuliner (sate dan telur buaya), berbagai macam ikan buas dan buaya, mancing buaya, pancing selfie, labyrinth maze, family fun house, play ground dan outbond. (feb/nug)  
comments