Malang Post

Batu Agropolitan

Depan BNS Dibongkar, Perayaan Tahun Baru Terancam

Share
Proyek normalisasi saluran air di depan BNS, membuat Jalan Raya Oro-Oro Ombo ditutup total sementara waktu.

BATU- Jalan Raya Oro-Oro Ombo, tepatnya depan BNS dilakukan penggalian saluran air melintang di tengah jalan mulai Senin (15/12) kemarin. Akibatnya, mobil, bus maupun motor tidak bisa melintas di jalan ini. Pengguna jalan pun terpaksa harus mencari jalan memutar melewati Jalur Lintas Barat (Jalibar) atau melewati Desa Beji, Kecamatan Junrejo.
Kondisi ini tentu mengancam perayaan tahun baru di kota wisata itu yang tinggal dua pekan lagi. Masalahnya jalan tersebut biasa digunakan sebagai pusat berkumpulnya massa. Jalan itu biasa digunakan wisatawan lalu lalang menghabiskan waktu di BNS. Saat melam perayaan tahun baru, jalan tersebut tersebut selalu macet.
Dari pantauan Malang Post, kemarin, sehari kemarin saja ada beberapa pengguna jalan yang kerepotan akibat jalan ditutup. Seperti tukang sayuran yang akan mengirim barang ke rumah YWI (Yayasan Warga Indonesia) terpaksa meninggalkan sepeda dan berjalan menuju ke YWI sambil menenteng dagangannya.
Karena begitu banyak barang dagangan yang harus diantarkan, ia pun ditolong oleh satpam setempat untuk mengambil barang dagangannya yang berada di sisi lain jalan yang sudah terpisah lubang.
“Terpaksa harus jalan kaki, karena motor tidak bisa lewat, kalau lewat jalan melingkar terlalu jauh. Sekarang saja seperti ini, lalu bagaimana saat tahun baru nanti. Jalan ini kan biasa dipadati kendaraan setiap tahun baru,” ujar pedagang sayuran ini.
Sementara itu, Iwan Sufrianto, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Pengairan membenarkan adanya perbaikan tersebut. Pihaknya membongkar total saluran air yang sudah ada selama ini. Saluran air jebol karena tidak mampu menahan beratnya kendaraan.
“Banyaknya bus yang melintas, membuat saluran air ini tidak mampu menahan beban, akhirnya jebol karena sering dilewati beban berat,” ujarnya.
Ditempat ini dalam sehari menurut Iwan bisa puluhan bus melintas di jalan ini, karena itu dibutuhkan normalisasi saluran air beserta beton penahannya. Agar lebih kuat, pihaknya akan memasang box culvert kemudian dipasang grill dari besi agar lebih kuat lagi.
Selain di Oro-Oro Ombo, pihaknya juga melakukan perbaikan di Jalan Sultan Agung dan Jalan Dieng. Satu fokus lokasi perbaikan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 45 juta. “Begitu box culvert terpasang, kita akan langsung memasang aspal hotmix,” ujarnya.
Perbaikan ini akan mampu membuat beton di atas saluran air ini bisa menanggung beban sampai 20 ton. “Kendala cuaca yang menjadi tantangan kita, tapi secepatnya perbaikan kita selesaikan,” terangnya. (muh/feb)
comments

Page 1 of 1225

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »