Malang Post

Banner
You are here: Batu Agropolitan

Batu Agropolitan

Diberondong Ledakan, Manusia Mercon Selamat

MENEGANGKAN: David Sugeng Hardianto saat menunjukkan kebolehannya di pentas terakhir Arts Island Festival.

BATU - Luarbiasa. David Sugeng Harianto, 21 tahun dari salah satu sanggar seni di Kota Batu, penampilannya benar benar membuat penonton diliputi kecemasan. Bagaimana tidak, sebuah mercon berukuran paha orang dewasa ditaruh di atas kepalanya, lalu diledakkan.
Sementara di punggungnya, juga terpasang ’sayap’ penuh rangkaian petasan. Ia hanya memejamkan mata, ketika satu demi satu mercon yang terpasang di tubuhnya meledak. Ledakan ini tidak hanya bisa merobek baju David, tapi juga bisa melukainya.
Sedikitnya 150 petasan memang dililitkan pada tubuh David. Dada penonton pun makin berdebar-debar, keheningan sempat melanda panggung Gedung Kesenian, Jl Raya Oro-Oro Ombo begitu mercon raksasa di kepala David meledak.
Tepuk tangan pun membahana, David membentangkan tangannya. Namun dalam aksi itu, tidak banyak yang tahu kalau di atas panggung adalah David, karena ia menggunakan topeng.
Atraksi yang tidak boleh ditirukan ini, ditunjukkan David di pertunjukkan dalam performance terakhir para seniman asing dan seniman Indonesia lewat kemasan Art Island Festival di Gedung Kesenian Kota Batu, Minggu (31/8) malam.
Selain David, ada 22 orang seniman asing dari Australia, New Caledonia, Malaysia, New Zealand, dan Holland menunjukkan performancenya. Semuanya menunjukkan kreasinya di hadapan publik Kota Batu. Soufiane Karim, seniman dari New Caledonia menampilkan karya Butterfly Effect, Frank Van De Ven dari Holand menampilkan karya Abudance, Jannete Hoe dari Australia menampilkan karya White Moth, Asley Nandong dari Malaysia menampilkan One With The Shadow.
Masih banyak karya terbaik para seniman asing yang menjadi sebuah tontonan menarik bagi warga kota wisata. Performance ini adalah penampilan para seniman asing yang merupakan pentas terakhir Arts Island Festival (AIF).
Agung Gunawan, Founder and Director Arts Island Festival menuturkan, AIF ini merupakan kesempatan langka dan unik bagi seniman kontemporer Indonesia untuk mempresentasikan karyanya.”Festival ini menawarkan platform bagi seniman untuk mempresentasikan hasil kerjanya, yang dikemas dalam sebuah festival budaya,” paparnya. (muh/lyo)

Page 1 of 1377

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »