Punjul Santoso

BATU - Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso meminta semua kepada Kepala SKPD bersikap fair dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
Pasalnya, selama ini banyak kepala SKPD tidak bisa melaksanakan program kegiatan yang dibuatnya sendiri. Hal ini tentu sangat berpengaruh, pada penghitungan dan penentuan besaran Perubahaan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2016.
Wawali juga wanti-wanti kepala SKPD membuat program yang rinci dan detail, untuk mempermudah dalam pelaksanaan, pengawasan dan pembuatan laporan pertanggungjawaban.“Tidak boleh seorang kepala SKPD membuat program perbaikan jalan, tanpa disebutkan letaknya. Harus terperinci, di jalan mana saja dan berapa panjang jalan yang diperbaiki tersebut,” tegas Punjul.
Kejujuran dan sikap fair SKPD, sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), yang sering kali menjadi rebutan antar SKPD.
Saat ini Silpa APBD Kota Batu, cukup besar berkisar Rp 91 miliar. Kondisi ini disebabkan banyak program tidak bisa dilaksanakan oleh SKPD, karena tidak sedikit program tidak sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD), maupun visi misi walikota.
Hingga saat ini, Bappeda terus melakukan koreksi terhadap semua program yang dibuat masing-masing SKPD. Tujuannya, agar program berjalan sukses dan masing-masing SKPD, diminta melakukan pemaparan dan menjelaskan program yang dibuatnya.  
Jika program tersebut sesuai dan layak dilanjutkan, maka bisa mendapatkan kucuran dana dari PAK APBD 2016. Punjul juga mengingatkan, bahwa penggunaan Silpa harus tetap sesuai peruntukkan. Artinya, Silpa yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) harus tetap diperuntukkan membiayai program DAU. Demikian juga Silpa dari Dana Alokasi Khusus (DAK), juga tetap dipergunakan dalam DAK. (muh/lyo)

loading...

Halaman 1 dari 78

Please publish modules in offcanvas position.