Malang Post

Batu Agropolitan

Kemenag Bakar Surat nikah

Share
BATU - Sebanyak 1942 pasang surat nikah untuk suami istri dimusnahkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu di halaman Kemenag, Jl Sultan Agung, kemarin. Pembakaran surat nikah cetakan tahun 2005 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kota Batu, H Jamal.
Surat nikah ini harus dimusnahkan karena sudah kadaluwarsa dan tidak bisa lagi dipergunakan. Surat nikah ini dimusnahkan beserta 2689 buku register nikah dan 2532 buku pemeriksaan nikah. “Kalau buku nikahnya sih utuh, namun kita anggap rusak dan kadaluwarsa lantaran sudah tidak bisa lagi dipergunakan karena sudah tidak sesuai lagi,” ujar Jamal.
Ia mencontohkan dalam surat nikah tersebut ditandatangani oleh Menteri Agama Muhammad M Basyuni, serta ada beberapa pengkodean surat yang sudah tidak sesuai lagi dengan format yang ada saat ini. Perubahan nama lembaga dari Departemen Agama menjadi Kementerian Agama menjadikan banyak perubahan dalam format maupun pengkodean surat nikah yang ada.
Meski ribuan surat dimusnahkan, Jamal memastikan tidak akan ada kelangkaan surat nikah, pasalnya tahun 2015 ini Kemenag sudah memiliki stok surat nikah sebanyak 5000 surat nikah. “1000 surat nikah baru saja kita distribusikan ke KUA Batu dan 1000 didistribusikan ke KUA Bumiaji, di Kemenag tinggal 3000 stel surat nikah,” paparnya.
Pemusnahan surat nikah dan beberapa buku penting ini terkait dengan perubahan sistem pencatatan dari manual menjadi online. Pencatatan dan pemeriksaan saat ini dilakukan secara online. Sehingga kalau sampai ada yang melakukan nikah ganda akan ketahuan. "Dengan sistem online, maka data antar KUA terhubung. Hal ini akan memudahkan petugas untuk memeriksa data calon pengantin. Misalnya si A di KUA Kecamatan yang satu sudah menikah, ternyata dia mengaku jejaka di KUA kecamatan lainnya, maka akan mudah terlacak," kata Jamal.
Sistem online ini berlaku di seluruh KUA, sehingga semua akan mudah terlacak, jika ada yang memalsukan.
Di tempat terpisah Kasi Bimas Islam H Rosyad mengatakan pemeriksaan secara manual memang menjadi kendala tersendiri dan menyulitkan karena seringkali data calon pengantin tidak sama.  "Antara nama KK, KTP dan Ijasah sering tidak sama. Ada juga nama bapaknya tidak sama karena bapak tiri dan bapak kandung. Dengan sistem online akan memudahkan pemeriksaan calon pengantin," kata Rosyad.
Ia menyebutkan jumlah pernikahan di seluruh KUA di Kota Batu tahun 2014 sebanyak 1.484 pernikahan. (muh/nda)
comments

Page 1 of 1259

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »