Malang Post

You are here: Batu Agropolitan

Batu Agropolitan

Pemkot Subsidi Pedagang Pasar Rp 5 M

Kondisi Pasar Besar Batu  yang semrawut butuh tekad kebersamaan untuk membangunnya.

BATU-Keinginan Pemkot mengeliatkan perdagangan di Pasar Batu agar kesejahteraan pedagang makin meningkat, benar-benar serius. Keseriusan itu selain berencana membangun fisik pasar, juga akan memberikan bantuan modal yang nilainya cukup fantatis, yakni Rp 5 miliar.
Rencana alokasi bantuan itu terungkap dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Menurut Punjul Santoso Wawali  Batu, Pemkot memang berencana memberikan bantuan modal untuk pedagang seiring dengan perencanaan pembangunan pasar.
Dana Rp5 miliar itu akan diberikan sebagai bantuan modal kerja baik untuk PKL (Pedagang Kaki Lima), maupun pedagang yang memiliki SK. Saat ini UPT Pasar sedang melakukan validasi data pedagang yang ada di pasar berlokasi di Jalan Dewi Sartika itu.
Data tersebut akan dijadikan patokan Pemkot dalam memberikan bantuan modal. Pemkot juga akan mengklasifikasikan pedagang yang benar-benar memiliki SK, dengan pedagang yang tidak memiliki SK. Selain itu, juga bakal memastikan bahwa pedagang benar-benar berjualan di Pasar Batu. Apalagi kata Punjul, kejadian saat pembangunan BTC beberapa tahun lalu tidak terjadi di pasar.
“Waktu itu begitu mendengar akan mendapatkan bantuan, mereka (PKL) ramai-ramai pindah ke BTC. Namun begitu menerima bantuan, mereka langsung menjual lagi bedaknya. Kali ini jangan sampai terjadi seperti itu,” tandasnya.
Cahyo Edi Purnomo anggota DPRD Kota Batu yang duduk di Banggar (badan anggaran), juga membenarkan alokasi bantuan dari Pemkot ke pedagang pasar itu.’’ Itu merupakan subsidi untuk modal pedagang, dan kami telah menyetujui sekaligus PAK tersebut telah didog dalam paripurna kemarin,’’terang Ketua DPC PDIP Kota Batu, yang berpeluang besar menjabat Ketua Dewan ini.
Sementara pedagang meminta Pemkot untuk lebih terbuka dalam pembangunan pasar. “Seharusnya terbuka. Sebelum ada pengesahan PKS, kami harus tahu terlebih dahulu isinya,” ujar Arif Setiawan Sekretaris HPP.
Menurut Arif, tidak ada salahnya Pemkot lebih terbuka mengenai PKS. Karena isi dari PKS akan sangat berdampak pada para pedagang yang ada di Pasar Batu. Salah satu yang membuat pedagang was-was, PKS tersebut pasti akan membahas mengenai harga bedak. Selama ini keengganan pedagang untuk mengabulkan pembangunan pasar, kata dia tak lain karena tingginya harga bedak yang ditawarkan oleh pihak investor.
Terkait PKS yang ditentang pedagang melalui demo Rabu lalu, pihak TKKSD (Tim Koordinasi Kerjasama Daerah) maupun anggota DPRD nampaknya sepakat memilih tutup mulut.
Simon Purwoali, anggota dewan yang sejak awal mengatakan akan memberikan dukungan kepada pedagang pasar, juga pilih diam.“ Langsung wawancara ke ketua saja (Suliadi), “ ujarnya.
Demikian pula Suliadi, ogah mengangkat teleponnya. Sedangkan Punjul Santoso menyarankan konfirmasi kepada Widodo Sekda Kota Batu yang juga Ketua TKKSD, yang juga enggan berkomentar soal isi PKS itu. (muh/lyo)

Page 1 of 1338

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »