Malang Post

You are here: Batu Agropolitan

Batu Agropolitan

Tak Ada Perubahan Perjanjian Block Office

Share
BATU-Pembangunan perkantoran terpadu atau block office, kembali tersendat lantaran beberapa hari ini  tidak ada tanda-tanda rekanan PT Prambanan Surabaya, melakukan aktifitas pembangunan di kolasi. Kondisi itulah yang mengundang kekhawatiran, bahwa penyelesaian block office akan kembali terlantar.
Benarkah bakal terlunta lagi ? Arif Setiawan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batu, mengatakan bahwa pembangunan masih menunggu kedatangan alat berat yang diperkirakan baru tiba awal Desember ini mendatang.
“Masih menunggu kedatangan alat berat, Insya Allah datang awal depan (Desember) ini,” kata Arif saat dikonfirmasi usai coffe morning di Balai Kota Batu, kemarin (24/11).
Pembangunan block office, diawali pemasangan tiang pancang dan pondasi, karena itu dibutuhkan alat berat. Pembangunan 9 block perkantoran terpadu ini, yang akan dilaksanakan dengan menggunakan dana multiyears.
Menurut Arif, kenaikan harga BBM juga berdampak pada perubahan standart satuan harga (SSH) tahun depan lantaran adanya kenaikan harga material.“Kalau tahun ini jelas tidak perlu ada perubahan, karena pelaksanaan tinggal sebulan lagi. Sedangkan tahun depan, bisa dilihat addendum (perubahan kontrak) terkait harga maupun waktu pengerjaannya,” terangnya.  
Ketika ada kenaikan material bangunan sebelum masa pengerjaan, menurut Arif menjadi resiko rekanan. Tahun ini untuk pembangunan gedung di Jalan Panglima Sudirman itu, dianggarkan sebesar Rp 25 milyar. Sisanya sebesar Rp 148 milyar, akan dialokasikan tahun 2015.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan tidak akan ada addendum. Menurutnya, rekanan tentunya sudah mempertimbangkan komponen kenaikan harga bahan bangunan seiring dengan kenaikan harga BBM.
“Tidak akan ada perubahan addendum, karena tentunya kemungkinan kenaikan harga BBM sudah jadi pertimbangan, toh wacana kenaikan BBM juga kan sudah lama,” paparnya.
Seperti diberitakan, pembangunan perkantoran terpadu ini, akan tetap dilaksanakan secara multiyears. Ada dua kontrak kerja yang ditandatangani oleh pemenang lelang, yakni kontrak induk dan ada anak kontrak.
PT Prambanan mulai bekerja pada minggu ini, tidak hanya fokus pada pembangunan blok A saja namun semua gedung hingga blok I. Dalam dokumen lelang disebutkan, pembangunan pada tahun ini tertera Rp 173 milyar.   
Teken kontrak ini mengagalkan prediksi banyak pihak yang menyatakan bahwa pembangunan gedung terpadu ini tidak bisa dilaksanakan tahun ini mengingat keterbatasan waktu yang ada
Block Office ini, mulai dibangun sejak tahun 2011 dengan anggaran Rp 32 milyar. Saat itu sempat terjadi pembongkaran bangunan eks hotel, sekaligus membangun kerangka beton. Tahun  2012 kembali dianggarkan Rp 35 milyar tapi pembangunan ini batal. Akhirnya dana untuk pembangunan dimasukkan dalam sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).  Tahun 2013, kembali dianggarkan Rp 35 milyar tapi lagi-lagi mengalami kegagalan. Sedangkan tahun ini, dianggarkan multiyears sebesar Rp 175 milyar. (muh/lyo)
comments

Page 1 of 1209

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »