Malang Post

Batu Agropolitan

Masuk Hutan, Jalanan Bumiaji Steril

Share
BATU – Presiden Joko Widodo bakal berkunjung ke Wana Wisata Coban Talun Kota Batu, Kamis (21/5) hari ini. Ini kali pertama seorang Presiden masuk hutan di Kota Batu. Sehingga protokoler kunjungannya benar-benar ketat bahkan diberlakukan jam steril di jalanan.
Jokowo tak hanya datang di Coban Talun saja, melainkan juga ke Desa Asrikaton Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Launching KIP, KIS dan KKS. Serta Ponpes Bahrul Maqfiroh Tlogomas Kota Malang Launching KIP, KIS dan KKS.
Namun sesuai rapat terakhir, durasi Presiden di masing-masing acara maksimal 45 menit. Aturan lainnya tidak diperbolehkan spanduk, umbul-umbul, baliho, bando jalan bergambar presiden dan ibu. Bahkan tidak diperbolehkan tepuk tangan begitu presiden datang.
Pada pelaksanaan acara, undangan boleh bawa HP tapi tidak boleh dibunyikan dan tidak diperkenankan memotret. Tidak boleh ada terop, panggung dan kursi VIP. Undangan di Coban Talun 1.500 orang, dan pukul. 13.30 lokasi Coban Talun sudah steril (meskipun pakai ID Card sudah tidak boleh masuk, Red).
‘’Beliau ingin suasana yang nyaman dengan suasana pertanian atau wisata alam. Coban Talun bakal dikembangkan menjadi wana wisata yang lebih bagus lagi dan memang mayoritas masyarakat adalah petani sehingga lebih pas menjadi lokasi pertemuan,’’ ungkap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post.
Menurutnya, ada 1.500 undangan yang bakal bertatap muka langsung dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Mayoritas dari mereka adalah masyarakat petani dan anak-anak petani. Mereka juga sekaligus menjadi penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
ER, sapaan akrabnya menjelaskan, suasana dialog tersebut bakal dikonsep secara sederhana. Jokowi tidak mau ada terop hingga kursi VIP. Hal itu dilakukan agar mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih membaur dengan masyarakat Kota Batu, khususnya petani.
Tidak adanya terop, kata dia, juga untuk menyatukan suasana Presiden dengan rakyatnya. Jika rakyat Kota Batu yang ditemui nanti kepanasan, maka Presiden juga akan ikut panas. Begitu jika suasana dingin, maka Presiden dan rakyat akan mendapatkan suasana yang sama.
Malahan, kata dia, sambutan terhadap Jokowi juga tidak boleh berlebihan. Spanduk ataupun umbul-umbul dilarang bergambar Jokowi dan istrinya. Jika ada pemasangan spanduk dan umbul-umbul, maka hanya diperbolehkan menggunakan tulisan.
Menurut ER, Jokowi sangat mendukung program pariwisata dan pertanian yang dikembangkan Kota Batu, khususnya Coban Talun. Coban Talun yang bakal dikembangkan menjadi kawasan wisata lebih bagus harus ikut menyejahterakan rakyat. Masyarakat setempat harus ikut dilibatkan sehingga memiliki nilai tambah untuk kesejahteraan.
Saat ini masyarakat setempat banyak hidup bertani dengan mengandalkan lahan perhutani. Ada sebagian masyarakat yang berjuang untuk mengubah lahan pertanian menjadi hak milik dengan melengkapi prosedur. ’’Sudah ada mereka yang mengantongi Sertifikat Hak Milik (SHM). Semua harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan kepemilikan lahan itu harus menjadikan masyarakat lebih sejahtera,’’ tegas ER.
Sementara itu pantauan Malang Post di Kota Batu, penyambutan tidak dilakukan secara besar-besaran. Jika ada baliho, spanduk atau umbul-umbul, tidak ada yang bergambar Jokowi dan istrinya. Seperti baliho besar yang terlihat di Jalan Panglima Sudirman dan Patimura, baliho tersebut berisi tulusan sambutan dari Pemkot Batu atas kedatangan Jokowi bersama Iriana Joko Widodo. Sedangkan gambar yang tertera adalah Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan Wakil Walikota, Punjul Santoso.(feb/ary)
comments