Batu Agropolitan

Malang Post

Batu Agropolitan

Berita terbaru dan terlengkap  Kota Batu dan sekitarnya

Siapkan Tiga Jalur Alternatif

PERSIAPAN: Kapolres Batu  AKBP Leonardus H Simarmata P usai memimpin Rapat Koordinasi Operasi Ramadania Semeru 2016, serta Pos Pelayanan yang sudah didirikan (Ft: Ira Ravika/Malang Post)

BATU - Mengantisipasi segala macam kemungkinan terjelek dalam liburan hari raya Idul Fitri, Polres Batu menggelar rapat koordinasi PAM Lebaran di Ruangan Pertemuan Utama (Rupatama) Polres Batu, Senin (27/6). Polres menginginkan, arus lalu lintas menjadi lancar sehingga wisatawan dan pemudik akan semakin nyaman di Kota Batu.
Seluruh stake holder yang ada di Kota Batu, mulai dari Pemkot Batu hingga berbagai elemen masyarakat diundang untuk menyamakan langkah dalam pengamanan lebaran yang bertajuk Operasi Ramadania Semeru tahun 2016 tersebut.
“Sengaja kita mengundang seluruh stake holder dari Pemkot Batu maupun masyarakat berbagai elemen tujuannya untuk mempermudah pelaksanaan Operasi Ramadania saat di lapangan nanti, dalam pertemuan ini kita sharing berbagai persoalan yang mungkin timbul,” terang Kapolres Batu, AKBP Leonardus H Simarmata.
Mengawali Operasi Ramadania tahun 2016, Polres Batu akan melakukan gelar pasukan di Balai Kota Among Tani, Kamis (30/6) mendatang dengan Wali Kota Batu sebagai Inspektur Upacara. Dalam operasi yang akan dilaksanakan H-7 dan H+7  Hari Raya Idul Fitri, Polres Batu akan mengerahkan 2/3 kekuatan dan akan diback up dengan personil pengamanan dari instansi samping, seperti Kodim, Satpol PP, Dishub, Orari, Rapi, Pramuka, Tagana, kader Bela Negara dan beberapa instansi lainnya.
Rencananya Polisi akan membangun 8 Pos Pengamanan, 1 Pos Pelayanan dan 1 Pos Wisata yang tersebar di wilayah Kota Batu, Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon.
Pos Pengamanan ini khusus pos yang ditempatkan di kawasan strategis yang berfungsi untuk pengamanan lebaran. Semua fungsi yang dibutuhkan ada di Pos Pengamanan, mulai dari ambulan PMI hingga mobil pemadam kebakaran.
Sementara Pos Pelayanan, Polisi memberikan pelayanan kepada para pemudik dan wisatawan. Di pos ini terdapat beberapa pelayanan seperti ruangan istirahat hingga makanan kecil untuk wisatawan melawan ngantuk.
Kapolres menjelaskan, Polisi juga menyiapkan 3 jalur alternatif, khususnya jalur yang berada di wilayah tempat wisata. Jalur alternatif ini dibuat untuk memecah keramaian dan kepadatan arus lalu lintas, baik dari pintu masuk wilayah Pujon maupun pintu masuk dari arah Malang.
Polres Batu menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Tidak main-main, untuk mengantisipasi terjadi kemacetan di jalan raya, Polres membuat jalur alternatif untuk kendaraan yang masuk ataupun keluar. Hal ini kemarin disampaikan Kapolres Batu AKBP Leonardus H Simarmata P saat memimpin Rapat Koordinasi Operasi Ramadniya Semeru 2016 yang digelar di Rupatama Polres Batu.
’’Untuk mengantisipasi kemacetan pada arus masuk Kota Batu, ada tiga jalur alternatif yang kami siapkan. Yakni pertama kendaraan masuk melalui jalur timur, jika terjadi kemacetan di jalur utama yakni Dau, Jalan Ir Soekarno, Jalan Patimura, dan seterusnya, kami siapkan jalur alternatif yakni Dau, Dadap Tulis Dalam, Simpang Lima Junrejo, Jalan Raya Tlekung, Jalan Raya Oro-Oro Ombo, Jalan Raya Agus Salim dan seterunya,’’ katanya.
Sementara untuk kendaraan yang masuk dari arah Karanglo, Kapolres juga memberikan alternatif jalan, yakni kendaraan bisa menggunakan jalur Jalan Girimoyo, Jalan Giripurno, Simpang Tiga Bendo, Jalan Brantas dan seterusnya.
’’Dari arah barat juga demikian, ada jalur alternatif yang disediakan,’’ katanya.
Jalur alternatif itu juga berlaku untuk kendaraan keluar. Saat kondisi arus sangat padat di jalur utama, kendaraan keluar bisa melewati dua jalur alternatif. Yakni  pengendarai melalui Jalan Brantas, Jalan Simpang Tiga Bendo, Jalan Raya Pandang Rejo, Karang Ploso dan seterusnya.
’’Dari Batos, pengendara yang keluar bisa menggunakan jalur Jalan Wukir, Jembatan Pendem, Jalan M Hatta dan seterusnya,’’ tambah perwira dengan dua melati di pundak ini. Dia mengatakan jalur alternatif ini sengaja dibuat, tak lain untuk memberikan kenyamanan kepada warga, baik itu pendatang atau wisatawan ataupun pengguna jalan lainnya. (ira/muh/feb)

KK Harus Dilegalisir

PPDB: Siswa mulai berbondong-bondong mendaftarkan diri ke sekolah-sekolah pilihan, kemarin. (Foto: Muhammad Dhani Rahman/mpg)

BATU - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA sederajat mulai dilaksanakan di Kota Batu, Senin (27/6). Sejak pagi, para calon siswa sudah menyerbu sekolah-sekolah pilihan mereka.
Hanya saja, hari pertama kebanyakan siswa masih belum memahami kesiapan berkas mereka. Seperti harus ada foto kopi Kartu Keluarga (KK) harus ada legalisasi dari instansi yang berwenang, seperti legalisir dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil, minimal dari desa ia bertempat tinggal.
Begitu juga ada beberapa sekolah yang mengajukan persyaratan tes kesehatan di instalasi kesehatan seperti puskesmas. Hal ini membuat beberapa siswa terpaksa harus bolak balik ke sekolah untuk melengkapi berkas.
Sama seperti di sekolah lain, di SMKN 3 Kota Batu di Jalan Terusan Metro, Desa Sumberjo ratusan siswa sudah memenuhi SMKN 3. Rata-rata pendaftar yang datang berkeinginan masuk ke SMKN ini karena menyesuaikan nilai ujian nasionalnya.
“Sempat bingung juga waktu disuruh memilih jurusan, anak saya suka komputer, pokoknya pilih SMKN 3 belum tahu jurusannya apa, untungnya sama petugasnya diarahkan memilih jurusan apa,” ujar Indriati, salah seorang orang tua calon siswa disela-sela mendaftarkan anaknya.
Di sekolah ini terdapat empat jurusan, yakni Multimedia, Animasi, Broadcast Penyiaran TV dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan pagu siswa sebanyak 360 siswa. Tidak hanya digemari siswa dari dalam kota, banyak siswa luar kota yang juga mendaftar di sekolah ini.
“Banyak juga dari luar kota, kita batasi hanya lima persen saja,” ujar Sutikno, Kepala SMKN 3 Batu. Dalam proses seleksi, pihak sekolah menerapkan beberapa aturan, salah satunya mewajibkan para siswa untuk mengikuti tes wawancara yang dilakukan oleh para guru.
“Kita ingin mengetahui motivasinya apa sekolah di tempat kita ini. Memang tidak mempengaruhi hasil seleksi, tapi setidaknya nanti kita bisa mengarahkan yang bersangkutan tidak salah dalam memilih jurusan,” ujar Sutikno.
Sementara itu Heru Soeprapto, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu mengatakan bahwa sistem PPDB di Kota Batu sudah berjalan dengan baik. Meski demikian pihaknya tetap akan menampung keluhan masyarakat.
“Setiap ada keluhan akan kita jembatani, hal itu sesuai dengan fungsi Dewan Pendidikan, menjembatani keluhan masyarakat untuk disampaikan kepada Pemkot Batu khususnya Dinas Pendidikan. Karena hari ini hari pertama, masih belum ada yang mengeluh,” ujar Heru. (muh/feb)

Trail Adventure Tutup HANI


Peserta adventure trail memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) ambil start di Balai Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu (IRA RAVIKA/MALANG POST)


BATU – BNN Kota Batu memusatkan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2016 di Balai Desa Sumbergondo, Kota Batu, Minggu (26/6) kemarin. Tidak sekadar seremonial, even yang dihadiri Kepala BNN Kota Batu, AKBP Heru Cahyo Wibowo ini terdapat adventure trail, bakti sosial dan buka bersama.
”Kami bekerjasama dengan Budak Ngalam Touring (BNT). Ada tiga kegiatan sekaligus, yakni Njalur, Baksos dan Bukber sore ini (kemarin),’’ katanya.
Heru mengatakan, adventure trail ini sengaja digelar lantaran sedang trend. Dia berharap, kegiatan tersebut mampu menekan angka peredaran narkoba di wilayah Kota Batu dan wilayah lain.
Heru mengatakan, peredaran narkoba di wilayah Kota Batu cukup tinggi. Itu terbukti banyak kasus peredaran narkoba yang terungkap, baik oleh BNN ataupun dari kepolisian. Heru cukup miris dengan peredaran narkoba ini, sudah menyasar semua kalangan, tidak terkecuali anak-anak.
”Itu sebabnya dengan adanya kegiatan ini anak-anak yang ingin coba-coba narkoba bisa mengurungkan niatnya dan beralih ke kegiatan positif,’’ kata orang nomor satu di BNN Kota Batu ini.
Peringatan HANI 2016 mengambil tema mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu  mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkoba.  ”Dari tema tersebut, kami juga berharap seluruh pihak, untuk berperan aktif melakukan pemberantasan peredaran narkoba. Kita ingin menciptakan generasi emas,’’ tambah Heru.
Bukan itu saja, Heru juga berharap kurikulum bebas narkoba yang diciptakan dapat terealisasi dengan baik. Para guru di sekolah diminta all out memberikan edukasi kepada para siswa terkait bahaya narkoba.
”Tahun ini kurikulum bebas narkoba diaplikasikan di semua sekolah. Kami berharap para guru di Kota Batu betul-betul all out sehingga para siswa pun memahami betul akan bahaya narkoba tersebut,’’ tandasnya.
Sementara adventure trail sendiri diikuti 1000 peserta. Mereka diberangkatkan Kepala BNN Kota Batu. Pemberangkatan tidak seketika, namun bertahap. Untuk tahap pertama peserta yang diberangkatkan 450 orang. Mereka langsung menjelajah rute yang sudah disiapkan oleh panitia, yaitu melintasi wilayah Sumbergondo, Sumberbrantas dan Tulungrejo.
”Tahap pertama diberangkatkan pukul 13.00. Kemudian peserta lainnya menyusul dan pemberangkatan kami tutup pukul 15.30,’’ kata Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Batu, Kompol Edi HK.
Pihaknya sengaja membatasi waktu pemberangkatan lantaran ada beberapa kegiatan lainnya, yaitu bakti sosial dan buka bersama anak yatim.
”Kami mengajak seluruh peserta untuk ikut dalam kegiatan bakti sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim. Alhamdulillah, mereka cukup antusias,’’ tambah Edi.
Kegiatan ini cukup meriah. Karena selain hiburan musik, vocalis Klanting yakni Wawan juga ikut hadir menghibur warga. Wawan menyumbangkan beberapa lagu. Dia juga tidak lupa mengajak seluruh peserta untuk melakukan kegiatan positif dan tidak terjerumus pada dunia narkoba.(ira/feb)

Anggaran Sudah Ada, Tunggu Peraturan Menteri

BATU - Pegawai Pemkot Batu mulai kasak-kusuk karena pencairan THR belum jelas hingga kemarin. Padahal lebaran sudah dekat, sehingga mereka masih menantikan pencairan THR yang diwujudkan sebagai gaji ke-14.
"Belum turun, kami di kantor juga bertanya-tanya," kata salah satu pegawai Pemkot Batu.
Pegawai yang namanya enggan disebutkan di koran ini menyebutkan sejatinya gaji ke-14 tersebut akan digunakan untuk membeli berbagai keperluan hari raya. Kebutuhan itu mulai dari belanja kue lebaran, kebutuhan pokok atau persiapan mudik. Karena belum cair, para pegawai pun memilih untuk menunda rencana mereka belanja.

Sumber lain juga mengatakan hal yang sama. Saat ini pegawai di kantornya banyak yang bertanya terkait belum ada pencairan ini. "Tahun lalu, kalau tidak salah sudah cair 10 hari sebelum hari raya. Lha sekarang kok malah lama ya," katanya.
Meski begitu, sumber tersebut tetap yakin bahwa THR atau gaji ke-14 akan cair sebelum hari raya. Gaji ke-14 itu betul-betul bisa cair karena sudah menjadi hak pegawai dan dananya berasal dari pemerintah pusat. "Gaji ke-14 ini kan hak pegawai, dan harus diberikan sesuai peraturan. Makanya itu saya yakin pasti cair. Cuma gak tahu kapan waktunya. Kami berharap secepatnya, karena kebutuhan lebaran juga semakin tinggi," urainya.
Secara terpisah Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pegawai Pemkot Batu tidak perlu resah dengan gaji ke-14. Itu karena saat ini pencairan gaji tersebut masih dalam proses.
"Dari laporan Kepala Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pencairan belum bisa dilakukan karena masih menunggu Peraturan Kementrian Keuangan," katanya.
Punjul mengelak jika belum adanya pencairan gaji ke-14 itu karena tidak ada dana. Sebaliknya, dana gaji ke-14 sudah ada sejak jauh hari. "Pencairan gaji ke-14 itu kan ada aturannya. Apa yang dicairkan itu hanya gaji pokok atau beserta tunjangannya, itu ada aturannya, jadi tidak sekadar mencairkan. Nah, peraturan itulah yang ditunggu," tambahnya.
Jika peraturan tersebut keluar, pencairan pun bisa langsung dilakukan. "Pegawai BPKAD siap lembur jika peraturan dari Kementeri Keuangan sudah ada. Ya, karena gaji ke-14 ini harus cair sebelum hari raya," tambah orang nomor dua di Pemkot Batu ini.
Punjul juga menjelaskan jika Pemkot lebih dulu mencairkan gaji ke-14 yang diwujudkan sebagai THR. Sedangkan gaji ke-13 dicairkan paling lambat akhir Juli, atau bersamaan pada momen kenaikan kelas.
"Gaji ke-13 ini disediakan untuk untuk memudahkan pegawai membayar biaya sekolah putra-putri mereka. Karena momen kenaikannya masih Juli dan lebih dulu lebaran, maka gaji ke-14 dulu yang dikeluarkan," katanya. (ira/feb)

Tembakan Meletus di Lippo Plaza


BATU – Lomba uji ketangkasan dengan air softgun, GBB Party digelar Bravo Malang. Minggu (26/6), bertempat di CQB Arena Lippo Plaza Batu, lomba uji ketangkasan diikuti  70 peserta. Menariknya, peserta uji ketangkasan ini  tidak hanya dari Kota Batu, tapi banyak dari mereka yang berasal dari luar Kota Batu.
”GBB Party ini adalah lomba atau uji ketangkasan menggunakan air softgun jenis pistol,’’ kata ketua panitia GBB Party, Yoan Baskara.

Dia mengatakan, jika GBB Party ini untuk mengenalkan kepada masyarakat, bahwa air softgun tidak hanya menggunakan senjata laras panjang. Tapi juga mengggunakan handgun atau kata lain dari pistol.
Sesuai namanya yaitu uji ketangkasan, masing-masing peserta wajib menjatuhkan sasaran yang terpasang dari jarak tujuh meter. Peserta yang paling cepat menjatuhkan sasaran, dialah yang menang. ”Untuk perangkat pistol menggunakan milik peserta. Tapi panitia juga menyediakan,’’ katanya.
Dalam uji ketangkasan ini, setiap game diikuti oleh dua orang. Agar lebih seru, masing-masing peserta tidak boleh langsung melihat. Dua peserta yang berkompetisi lebih dulu duduk membelakangi arena. Selanjutnya, mereka bergerak cepat begitu ada aba-aba dari juri.
’dor..dor..dor’ suara letusan dari air softgun pun menghentak. Selanjutnya, peserta yang merobohkan sasaran lebih awal langsung mengangkat tangan. Tidak hanya itu saja, sesuai dengan ketentuan yang dibuat, peserta juga wajib melepaskan magazine sebelum meninggalkan arena.
Dari pantauan Malang Post peserta yang ikut semuanya oke. Mereka juga sangat tajam untuk melihat sasaran. Terbukti, dari enam sasaran yang ditembak, peserta bisa menjatuhkannya kurang dari satu menit.
”Karena sistemnya kompetisi dengan sistem gugur, maka peserta yang menang pun kembali bertanding pada babak selanjutnya,’’ tambah Yoan. Seperti lomba pada umumnya, panitia juga menyediakan hadiah untuk para pemenang. Diantarannya tropi, serta doorpize.
”Ini merupakan lomba pertama yang digelar di CQB Arena Lippo Plaza,’’ tambah Yoan, yang mengatakan jika lomba ini digelar dengan persiapan yang sangat singkat.
Dia mengumumkan gelaran lomba ini melalui Facebook. ”Saya sendiri kaget. Karena begitu informasi lomba saya share ke Facebook, teman-teman komunitas se Jawa Timur ini responnya sangat bagus,’’ urainya. Lantaran itulah, Yoan pun berniat untuk menggelar lomba dengan skala lebih besar lagi. (ira/feb)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL