Malang Post

You are here: Batu Agropolitan

Batu Agropolitan

Kewajiban Bayar Zakat Mal Masuk Perda

Nantinya Gaji PNS Langsung Dipotong Masuk BAZ
BATU- Dalam hukum Islam dengan tegas mengurai, bahwa sebagaian dari penghasilan kerja setiap muslimin merupakan milik atau hak yatim-piatu maupun orang miskin. Nah, Pemkot Batu pun berencana memperjuangkan adanya Perda pembayaran zakat mal utamanya bagi PNS di lingkungan Pemkot maupun warga mampu secara ekonomi.
Wacana tersebut, saat ini juga sedang dalam penggodokan untuk penyempurnaan menjadi Raperda dan setelah itu diajukan ke DPRD. “Sekarang sudah disusun draftnya, kami target Perdanya tahun depan sudah disetujui dewan karena dalam tahun ini harus sudah dibahas dewan,”ungkap Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso.
Dengan Perda tersebut, secara otomatis nanti gaji pegawai akan dipotong langsung untuk dimasukan ke Badan Amil Zakat (BAZ). Kemudian, hasil zakat mal itu disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Dia menambahkan, pentingnya Perda zakat juga sudah tertuang dalam UU sehingga Pemkot hanya meneruskan untuk merealisasikannya.” Jika zakat mal dikelola secara profesional, maka nanti banyak masyarakat yang akan mendapat bantuan,”jelasnya kepada Malang Post.
Sementara Kepala Kemenag Kota Batu, H. M Jamal membenarkan jika Perda Zakat masih dalam perumusan. Sehingga semua zakat mal pegawai dan masyarakat bisa disalurkan dan dikelola secara benar. Adanya Perda ini bukan kesewenangan atau merampas hak asasi masyarakat dalam membayar zakat. Sebaliknya, Perda ini sebagai upaya untuk memberikan pemahaman tentang manfaat dan fungsi daripada zakat mal.
“Tidak hanya zakat mal, bisa infaq dan shodaqoh yang bisa disalurkan untuk dikelola BAZ,”urainya.
Meski demikian dalam usulan Perda Zakat itu, Kemenag dan Pemerintah tidak mencantumkan sanksi bagi masyarakat dan pegawai yang tidak membayar zakat. Sebab menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada saudara kurang mampu, telah dianjurkan dalam agama utamanya umat muslim.
Dengan berbagai macam cara, tambah dia penyaluran zakat tersebut diarahkan tidak hanya sekedar konsumtif, melainkan dapat dikelola yang memiliki manfaat dalam jangka panjang. Contohnya, bisa dalam bentuk usaha maupun mengelola secara berkelompok. “Zakat mal itu bisa dikelola, tapi untuk zakat fitrah diserahkan secara langsung dan diberikan sebelum hari raya,”pungkasnya.(mik/lyo) 

Page 1 of 1238

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »