Malang Post

Batu Agropolitan

Disiapkan Sensasi Naik Boeing 747-400 eks Norfolk Air

Share
MALANG POST - NAIK pesawat sekarang tidak perlu mengeluarkan kocek cukup dalam hanya untuk beli tiket.  Sensasi naik pesawat murah ini bisa dirasakan di Saygon Waterpark,  Sengon,  Sukorejo.
"Cukup 10 ribu sampean bisa merasakan sensasi naik pesawtat sebenarnya. Bukan pesawat mainan, " kata H Moch Roeslan,  owner Saygon kepada MP dirumahnya,  Sabtu siang.
Diceritakan dia,  agar wahana wisatanya memiliki kelebihan dibanding yang ada di Malang Raya maka Saygon dilengkapi satu unit Boeing 747-400 yang kondisinya masih utuh.
Pesawat buatan tahun 1980 eks Norfolk Air itu dibeli dari Cengkareng seharga Rp 1,7 miliar. Kemudian pesawat itu didesain sama seperti aslinya dan dipasang di Saygon.
"Harga itu sudah termasuk pemasangan kembali di sini (Saygon). Karena untuk membawanya agar lebih mudah  dipecah-pecah beberapa bagian," ujar pengusaha yang jabatan di kartu namanya menyebut Kabag Serabutan.
Sebenarnya Saygon akan diberi dua unit pesawat.  Karena Roeslan sudah membeli peswat di Cengkareng dua unit. Tetapi satu unit lainnya sengaja disumbangkan untuk salah satu pondok pesantren di Sukorejo.
"Di situ anak-anak sekolahnya biar belajar soal kelistrikan pesawat.  Karrna di pondok itu muridnya cukup banyak dan berhak menikmati ilmu seperti layaknya sekolah maju lainnya, " akunya.
Dari pantauan MP menunjukkan,  antusias pengunjung Saygon menikmati pesawat cukup tinggi.  Sebanyak 90 kursi yang disediakan didalamnya rata-rata load factor-nya kisaran 90 persen.
Untuk memasuki badan pesawat pun mereka harus melalui garbatala (tangga pesawat), layaknya di sebuah bandara. Maklum, pesawat yang didesain utuh dengan logo Saygon posisinya memang cukup tinggi. ‘’Ada logo Banyak (angsa). Bentuknya menyerupai huruf S (Saygon),’’ ujar Roeslan tentang pesawat terbangnya.
Hanya dengan tiket Rp 10 ribu pengunjung bisa menikmati suasana layaknya penerbangan komersial.  Sebelum pesawat disimulasikan take off,  terbang lalu landing dua pramugari memberikan arahan seperti kita naik pesawat.
Dua pramugari membagi posisi,  satu di depan dan sati ditengah.  Sesuai standar penerbangan,  merekapun menunjukkan cara menggunakan sabuk pengaman,  masker udara sampai pendaratan darurat jika penerbangan mengalami masalah.
"Ini yang saya inginkan,  bagaimana rasanya orang kecil bisa merasakan dan tahu naik pesawat.  Karena tidak semua orang punya kesempatan naik pesawat, " kata Roeslan dengan wajah sumringah. (has)
comments