Malang Post

You are here: Batu Agropolitan

Batu Agropolitan

Pengelola Dilatih Manajemen Plus Office Boy

BATU - Pesatnya pembangunan di Kota Batu utamanya melajunya kunjungan wisata, berdampak pada pertumbuhan home stay yang sangat drastis. Kondisi tersebut perlu disikapi secara tegas, agar penyedia rumah penginapan milik penduduk itu mampu memberi memberi pelayanan terbaik bagi wisatawan.
Hal itulah yang disampaikan Kabid Pengembangan SDM, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Susilo Trimulyanto di hadapan peserta pelatihan manajemen home stay desa wisata, kemarin. Tujuan pelatihan itu, dalam rangka inventarirasi idnetifikasi dan pemetaan potensi home stay yang semakin tumbuh pesat.
" Karena itu kami kumpulkan para pegiat home stay, agar semua home stay ada standarnya,"katanya.
Uuntuk mengantisipasi potensi permasalahan ke depannya, dikatakan, tak lain diperlukan peningkatkan SDM pengelola home stay.
‎​Dalam pelatihan ini, pihaknya memberikan petunjuk tentang sistem pengelolaan yang lebih baik. Paling penting, pengelola ikut mendorong dan mempromosikan keberadaan pengembangan pariwisata di Kota Batu.
"Kami mengajak pengelola home stay yang disediakan, mampu memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang datang menginap dan menikmati fasilitas home stay itu,"ujarnya.
Pria berkacamata itu menyebut, dalam kegiatan tersebut semua pengelola home stay juga dibekali teori dan praktek bahkan orientasi lapangan tentang fasilitas kamar home saty.
Diantaranya, mulai dari pengelolaan administrasi, keuangan, pelayanan, contoh kamar dengan fasilitas minimum. Tak hanya itu, peragaan house keeping dan office boy, juga dijelentrehkan.
Dia menjelaskan, saat ini ada sekitar 270 home stay yang tersebar di wilayah kota ini dan paling banyak  berada di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, sejumlah 70 unit dan itupun belum termasuk yang tidak terdaftar.
" Terpenting adalah cara pelayanan pengelola home stay kepada  tamu, jangan sampai menyiapkan makan menggunakan pakaian daster, belum mandi dan sebagainya. Ditambah saat tamu ingin istirahat, anak pemiliknya malah rame dan menangis sehingga bisa mengganggu tamu,"urainya.
Dalam kegiatan itu pula, dihadirkan narasumber dari PHRI, Irawan Kuncoro (Manager River Stone). Badan Penanaman Modal, Faridah Anifah. Dosen Unibraw, Siswantoro, dan perwakilan dari BNN, Rose Triwulandari.(mik/lyo)

Page 10 of 881