Malang Post

Batu Agropolitan

Ramadan, Harga Bawang Meroket

Share
BATU – Harga kebutuhan mulai meroket drastis menjelang Ramadan di Kota Batu. Kenaikan kebutuhan paling tajam terlihat pada bawang merah terlihat di Pasar Batu. Biasanya, bawang putih dijual pada kisaran Rp 12 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 29 ribu per kilogram.
Pedagang kuatir, harga bawang terus meroket seperti yang pernah terjadi di Batu maupun pasaran lain belum lama ini. Harga bawang waktu itu pernah tembus Rp 40 ribu akibat pasokan yang kurang.
Wawan, pedagang bawang merah di pasar besar Batu mengatakan kenaikan itu baru berlangsung lima hari. Harga bawang merah meroket karena tidak ada stok, padahal permintaan masyarakat masih sangat tinggi. ‘’Kami tidak tahu mengapa kenaikan ini bisa terjadi sangat tajam. Mungkin banyak petani gagal panen sehingga stok bawang jadi menipis,’’ tegas Wawan.
Dia menyebutkan, stok bawang merah di Kota Batu ini kebanyakan berasal dari daerah Junrejo dan Karangploso Karangploso. Jika dua lokasi ini tidak mampu menenuhi stok, maka bawang merah didatangkan dari luar Batu dan sekitarnya.
Jenis bawang merah yang ada di kota ini adalah Filipine. Bisa jadi bibit bawang tersebut berasal dari Filipina sehingga jenis bawan bernama Filipine.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu, Chairul S Tartila mengatakan kondisi ini bisa terjadi akibat hukum ekonomi. Jika stok sedikit permintaan banyak, maka harga akan tinggi.
‘’Kondisi tersebut kemungkinan terjadi karena adanya gagal panen pada beberapa tempat penghasil bawang. Semoga harga kembali stabil saat puasa nanti karena keberadaan stok dari petani,’’ ungkap mantan Asisten Bidang Perekonomian Pemkot Batu ini.
Untuk melakukan tindak lanjut dari kenaikan harga bawang, Diskoperindag masih menunggu instruksi dari Pemprov. Sebut saja jika Diskoperindag harus melakukan operasi pasar, hal itu harus sesuai dengan instruksi dari Jatim. Selain itu barang yang digunakan operasi pasar bisa berasal dari Pemprov. (feb)
comments