Patroli skala besar digelar Polres Batu dan Jajaran  untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas (IRA RAVIKA/MALANG POST)

KOTA BATU – Show Of Force kembali ditunjukkan anggota Polres Batu dan jajaran. Kamis (1/12) malam lalu, anggota Polres Batu menggelar patroli skala besar. Melibatkan 30 personel, patroli skala besar digelar di hampir seluruh jalan raya. Anggota yang terlibat patroli, melintasi seluruh jalan. Tentu saja, tidak hanya melintas, mereka juga melihat sekeliling jalan.
Kasubag Humas Polres Batu AKP Waluyo mengatakan, patroli skala besar ini digelar mulai pukul 20.15. Anggota yang terlibat lebih dulu berkumpul di Pos Alun-Alun Kota Batu. “Diikuti enam unit Mobil Patroli dan satu Regu Unit Sepeda Motor Patroli, dengan tiga puluh personel gabungan Satuan Sabhara dan Polsek Rayon Timur,’’ katanya.
Waluyo mengatakan, patroli skala besar ini bukan sesuatu yang istimewa. Sebaliknya, patroli ini merupakan kegiatan rutin yang digelar anggota Polres Batu dan Jajaran. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas. “Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas bersama Kasat Sabhara, Kasat Binmas, Kapolsek Batu, Kapolsek Junrejo,’’ tambahnya.
Dia menyebutkan, patroli skala besar ini berangkat dari Alun-Alun Kota Batu dan melewati rute Jalan  Diponegoro, Jalan Patimura, Jalan Ir. Sukarno, Simpang Lima Junrejo, Simpang Tiga Tiga Junwatu, Jalan Raya Tlekung, Jalan Raya Oro Oro Ombo, Jalan KH. Agus Salim, Jalan Sultan Agung, Jalan Abd  Gani Bawah, Jalan Suropati, Jalan Hasanuddin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Brantas, Jalan Bromo, Jalan Semeru dan kembali ke Alun-alun.
Dia juga mengatakan, selama melakukan patroli, petugas tidak berhenti di kantor apapun. Sebaliknya, mereka hanya melihat situasi dan kondisi kantor dari jalan. “Patroli skala besar ini merupakan perintah dari  Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata, S.Sos, S.I.K, M.H, dan menindak lanjuti menindak lanjuti perintah Kapolda dalam rangka menjaga dan memberi rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Jatim,’’ tandas Waluyo.(ira/lim)


BATU – Diplomat dari berbagai negara langsung melakukan aktivitas di Kota Batu, Kamis (1/12) hari ini atau sehari menjelang grand opening Batu International Islamic Tourism (BIIT). Aktivitas tersebut dikemas melalui diplomatic tour, yang salah satunya melakukan penanaman pohon di Arboretum Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji hingga berkunjung ke beberapa obyek wisata.
Mereka mulai datang ke Kota Batu sejak Rabu (30/11) kemarin setelah terbang dari Jakarta dengan mendarat di Bandara Abd Saleh Malang serta Juanda Surabaya. Pemkot Batu bersama panitia BIIT melakukan penjemputan para diplomat pada kedua bandara sebelum melakukan perjalanan darat ke Kota Batu.
‘’Sore ini (kemarin), kami melakukan penjemputan para diplomat di bandara, baik Abd Saleh dan Juanda. Besok (hari ini), para diplomat sudah banyak beraktivitas di Batu, mulai penanaman pohon hingga kunjungan obyek wisata. Dengan begitu, mereka akan lebih mengenal Kota Batu,’’ ungkap Walikota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post, kemarin.


Eddy Rumpoko bersama Camat Batu, Aries Setiawan bertemu dengan PKL Alun-alun kemarin. (Febri Setyawan/Ira Ravika/MALANG POST)


BATU – Walikota Batu, Eddy Rumpoko langsung memberikan solusi terkait permasalahan PKL di lingkaran Alun-alun. Solusi tersebut adalah pembuatan pujasera dua lokasi, yakni lahan parkir depan Batu Plaza dan depan GOR Ganesha. Pembuatan pujasera tersebut ditarget selesai dalam waktu sebulan.
Solusi tersebut sebagai buntut penertiban PKL alun-alun oleh Satpol PP, Selasa (29/11) malam. PKL sempat menghadang truk satpol PP dan tidak terima rombong atau lapak diangkut ke atas truk. Usai penertiban tersebut, para PKL mendatangi rumah dinas Walikota di Jalan Panglima Sudirman untuk meminta solusi.
ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko juga langsung datang ke lingkaran Alun-alun, Rabu (30/11) sore kemarin. Dengan didampingi Kepala Bagian Humas, Shanti Restuningsasi dan Camat Batu, Aries Setiawan, dan Lurah Sisir, Dian Fachroni,  ER bertemu anggota PNS (Pelaku Niaga Sipil), sebutan PKL di lingkaran alun-alun. Saat bertemu dengan PNS itulah ER langsung memberikan solusi.
‘’Kami akan bangun dua pujasera dalam waktu sebulan. Pertama adalah lahan parkir depan Batu Plaza yang sekarang dikelola Pemuda Pancasila dan berikutnya depan GOR Ganesha. Semua PKL di lingkaran alun-alun harus masuk ke pujasera itu,’’ tegas ER di sela-sela pertemuan dengan PNS, kemarin.
Dia juga menegaskan, pedagang yang berhak menempati pujasera tersebut adalah warga Kota Batu. Itu karena pihaknya pasti mengutamakan warganya untuk memiliki usaha di lingkaran alun-alun tersebut. Jika masih ada pedagang yang berjualan di lingkaran alun-alun, mereka akan langsung ditertibkan Satpol PP seperti Selasa malam.
Selain itu, Jalan Sudiro akan ditutup untuk jalur lalu lintas demi kepentingan pedagang. Pemkot juga akan koordinasi dengan Polres Batu terkait dengan penutupan Jalan Sudiro tersebut. Malam harinya, kemarahan PKL Alun-Alun Kota Batu tidak sekadar ditunjukkan dengan menghadang truk yang membawa rombong dan dagangan mereka. Selasa (29/11) malam lalu, para pedagang ini ngluruk gedung eks Balai Kota tempat rombong dan dagangan mereka diamankan.
Mereka meminta Satpol PP yang melakukan penertibanengembalikan rombong dan dagangan yanh sudah disita. Ya, sekalipun para pedagang ini tidak bisa masuk ke area gedung, tapi para PKL ini juga enggan pulang, sebelum harta benda mereka dikembalikan. Sembari berteriak, mereka memenuhi pintu gerbang eks Balai Kota tersebut.
"Satpol PP jangan tindak rakyat kecil, kami berdagang untuk mencari nafkah," teriak pedagang.
Kedatangan para pedagang ini seketika mendapat respon dari Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang memiliki rumah dan berada di kawasan gedung ini. ER yang mendapat laporan jika PKL mendatangi eks Balai Kota seketika pulang. Tanpa basa-basi, orang nomor satu ini meminta pintu gerbang eks Pemkot Batu dibuka dan menyuruh PKL masuk. Di pendopo eks Balai Kota, ER pun mengumpulkan para pedagang.
Kepada para pedagang ini, dia mengatakan jika tidak ada upaya pemerintah untuk mengusir pedagang atau melarang pedagang berjualan. Dengan tegas dia mengatakan harus dilokalisir. Lantaran itulah, ER meminta waktu kepada pedagang untuk mencari solusi.
"Saya minta waktu dua hari untuk mencari solusi. Dan selama waktu itu, saya minta pedagang untuk tidak berjualan dulu. Saya janji akan memanggil SKPD terkait untuk mendapatkan solusi yang terbaik," kata ER malam itu.
ER menjelaskan bahwa Alun-Alun Kota Batu merupakan kawasan bersih dari PKL. Ada Perda dan Perwali yang mengatur tentang larangan itu. Tapi demikian, pihaknya juga tidak akan semena-mena. Alias memiliki tanggung jawab memberikan tempat para PKL agar tetap bisa berjualan.
"Nanti harus di lokalisir di satu tempat. Sehingga keberadaannya pun tidak mengganggu yang lainnya," ucap politisi PDI Perjuangan ini. Terlebih menurut ER Alun-Alun merupakan kawasan yang padat pengunjung. Dimana pengunjung tidak hanya warga Kota Batu, tapi juga warga dari daerah lain. Itu sebabnya, agar sama-sama nyaman, maka PKL pun harus mematuhi aturan. (ira/feb)


Sosialisasi persiapan Pengamanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017 digelar di aula Desa Pesanggrahan. (IRA RAVIKA/MALANG POST)


BATU - Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) harus netral dalam Pilkada. Sekalipun bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memiliki hak pilih, sepanjang menggunakan seragam, anggota Linmas wajib bersikap netral.
Hal ini disampaikan oleh komisioner Panwaslih Kota Batu Supriyanto saat mengikuti Sosialisasi Persiapan Pengamanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu 2017 yang digelar di aula Desa Pesanggrahan, Kota Batu Selasa (29/11) malam lalu.
"Linmas merupakan pengaman sipil negara yang keberadaannya telah diatur oleh Permendagri," terang Supri.
Dia mengatakan sebagai lembaga sipil anggota Linmas memiliki kewenangan dalam pengamanan pemilu. Oleh karenanya dia wajib bersikap netral.
"Jika ada anggota Linmas yang tidak netral maka bisa mengganggu jalannya pemungutan suara dan penghitungan suara dalam TPS" tegas Supriyanto.
Pria yang juga berprofesi sebagai wartawan ini mengatakan jika Linmas bertugas di pintu masuk TPS. Dia juga melakukan pengamanan kotak suara, mulai membawanya dari Kantor KPU hingga usai pemungutan dan mengembalikannya ke kantor KPU. "Agar anggota Linmas bersikap netral harus ada pembinaan. Saat ini Linmas berada di bawah naungan Satpol PP," urainya. Sementara Ketua KPU Kota Batu, Rochani yang malam itu juga ikut hadir dalam sosialisasi menjelaskan perlu adanya sosialisasi kepada Linmas selaku petugas keamanan dan ketertiban di TPS .
Dia mengatakan jika masing-masing TPS akan dijaga oleh dua orang anggota Linmas. Mereka akan melakukan lenjagaan di area pintu masuk dan pintu keluar.
"Mereka (anggota Linmas) bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan TPS," tambahnya.
Bukan itu saja, anggota Linmas juga memiliki peran dari pergeseran logistik, dari kantor KPU Kota Batu hingga diterima KPPS. Anggota Linmas, kata ibu dua anak ini juga harus memantau selama proses pemingutan suara berlangsung. Selanjutnya Linmas juga ikut mengamankan logistik setelah proses pemungutan selesai.
"Menggunakan HP dan melakukan perekaman saat pemilihan tidak boleh dilakukan. Di sini Linmas wajb melakukan pengawasan," tambahnya.
Pemilih boleh membawa HP tapi selama proses pemungutan tidak boleh menggunakannya. Itu sebabnya Rochani mengimbau pemilih untuk menitipkan alat komunikasinya kepada Linmas dan mengambilnya kembali setelah proses pemungutan.
Linmas dikatakan Rochani tidak hanya melakukan pengamanan di TPS, tapi juga melakukan pengamanan di Rumah Sakit maupun di rumah tahanan.
Sementara itu selain dihadiri Ketua KPU Kota Batu dan komisioner Panwaslih, sosialisasi persiapan pengamana pemilu Selasa (29/11) malam lalu juga dihadiri oleh seluruh anggota Linmas Kota Batu, Kepala Satpol PP Kota Batu, anggota TNI/Polri.  (ira/feb)


Petugas Polres Batu saat melakukan Operasi Zebra beberapa waktu lalu (IRA RAVIKA/MALANG POST)

BATU - 16 hari pelaksanaan operasi Zebra 2016, anggota Satlantas Polres Batu berhasil menindak 1134 pelanggaran. Namun demikian, tidak semua pelanggaran mendapatkan sanksi tilang. Dari jumlah tersebut 274 pelanggar hanya mendapatkan sanksi teguran saja.
Kasatlantas Polres Batu, AKP Ari Galang Saputra mengatakan, jika penindakan yang dilakukan itu menggunakan langkah preventif. Pengendara yang terjaring dalam operasi saat pelaksanaan Operasi Zebra 2016 tidak seketika ditilang.
Galang menyebutkan, dari jumlah 1134 pelanggar, paling banyak karena surat kendaraan, mencapai 914 pelanggar. Sedangkan pengendara yang tidak membawa SIM saat berkendara jumlahnya 198.
"Kami juga menindak kendaraan yang dimodifikasi, atau onderdil yang digunakan tidak sesuai dengan spektek. Jumlanya ada 22," ucapnya. Kendaraan yang dimodifikasi tersebut  oleh petugas langsung diamankan. Pemilik dapat mengambil kendaraan, dengan syarat yaitu mengembalikan kondisi kendaraan sesuai pabrikan.
Terkait jumlah pelanggar yang mencapai 1134 tersebut, Galang mengatakan didominasi oleh pelajar, mahasiswa, serta PNS. Dia juga menguraikan, dari jumlah tersebut pelanggaran paling banyak adalah roda dua yaitu mencapai 1057 unit, 31 mobil penumpang, tujuh bus, dan 39 mobil barang.
"Tahun ini jumlah pelanggaran lalulintas saat Operasi Zebra lebih banyak dibandingkan tahun 2015 lalu.  Meningkatnya jumlah pelanggaran ini karena kesadaran masyarakat tentang tertib berlalu lintas masih sangat minim," urainya.
Galang juga mengatakan, Operasi Zebra 2016 digelar selama 16 hari, sejak 14 - 29 November 2016. Berbeda dengan Operasi Zebra pada tahun-tahun sebelumnya. Operasi Zebra 2016 ini dia menggunakan metode hunting sistem. Dimana petugas langsung mendatangi kendaraan-kendaraan yang dinilai melakukan pelanggaran.
"Contohnya di tempat parkir ada pengendara yang mengendarai kendaraan protolan, langsung ditindak. Selain itu kendaraan roda dua yang lampunya tidak menyala di siang hari juga kami tindak," ucapnya.
Sementara itu dia juga berharap, Operasi Zebra 2016 ini dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat atau pengendara. Mereka akan lebih tertib berlalulintas. Untuk itu, pihak Satlantas Polres Batu pun tidak berhenti melakukan sosialisasi, baik itu memasang banner, maupun menyebar brosur serta mendatangi sekolah-sekolah.(ira/feb)