Malang Post

Batu Agropolitan

Berita terbaru dan terlengkap  Kota Batu dan sekitarnya

Batu-Sukorejo Dapat Dukungan Pusat

Share
 
Pemprov Masih Selesaikan DED  
 
BATU - Pembangunan jalan tembus Batu-Sukorejo Pasuruan tidak hanya dilakukan oleh Provinsi Jatim, tetapi mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat akan melakukan sharing anggaran dengan Pemprov Jatim dalam tahun 2017 nanti. 
Saat ini Pemprov masih menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan yang melintasi tiga wilayah di Jatim ini.  "Saat ini adalah DED," ungkap Gubernur Jatim, Soekarwo usai menghadiri rapat pimpinan (Rapim) Polda Jatim di Hotel Purnama Kota Batu, Kamis (11/2) kemarin. 
Pak De Karwo, panggilan akrabnya, tidak menjelaskan berapa anggaran sharing dari pemerintah pusat. Tentunya, anggaran tersebut memperhatikan DED yang sedang dibuat oleh Pemprov Jatim. 
Pihaknya sangat sungguh-sungguh untuk mendukung terwujudnya jalan tembus Batu-Sukorejo tersebut. Masalahnya, keberadaan jalan itu bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim karena roda perekonomian yang semakin lancar. 
Lebih lanjut, dia mengharapkan sinergitas antara Pemerintah, TNI dan Polri dalam pembangunan untuk menjalankan roda perekonomian. Sinergitas tersebut berguna untuk menjaga keamanan investor semakin percaya untuk menanamkan modal serta kesejahteraan masyarakat Jatim cepat meningkat. 
Rapim Polda Jatim tersebut salah satunya juga menyikapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Rapim dihadiri Pejabat Utama Polda Jatim dan Kapolres dari 38 kota dan kabupaten di Jatim. Ada kesepatakan tentang pentingnya sinergitas TNI, Polri dalam mengamankan kebijakan pemerintah dalam menghadapi MEA. Selain Soekarwo, hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, dan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Sumardi.
Gubernur Jatim dalam pengarahannya memaparkan tentang tantangan masuknya arus barang, orang dan jasa dengan diberlakukannya MEA tersebut. "Pemerintah perlu melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban diberlakukannya MEA. Masuknya tenaga kerja asing misalnya harus diperketat agar tenaga kerja yang ada di Jatim tidak kalah atau tersisih. Kita harus perketat dengan memeriksa dokumen tenaga kerja asing tersebut, peran TNI/Polri tentu sangat kita perlukan untuk mengawasi mereka," tambahnya.
Pemerintah terus berupaya mempersiapkan skill tenaga kerja lokal dengan sertifikasi kompetensi, tetapi kalau serbuan tenaga kerja asing ilegal tak terbendung, maka akan menyingkirkan tenaga kerja lokal di semua sektor.
Sementara itu Kapolda Jatim,  Irjen Pol Anton Setiadji menegaskan rapim itu merupakan tindak lanjut rapat pimpinan di Mabes Polri. Makanya Rapim di tingkat Polda, Gubernur Jatim hadir untuk menyampaikan prioritas pembangunan sehingga Polri bisa mengamankannya.
"Kesejahteraan masyarakat akan tercapai kalau keamanan terjamin. Oleh karena itu prioritas pembangunan yang dilaksanakan pemerintah akan kita kawal, terutama terkait program pelayanan publik," tegas Kapolda Jatim.
Terkait MEA, kata dia, diperoleh data sekitar 30 persen tenaga kerja masih lulusan SD. Mereka tentu sangat rawan untuk bisa bersaing dengan tenaga negara tetangga dalam persaingan bebas. ‘’Nanti Polri juga ikut melakukan sosialisasi, hingga pengamanan terkait ini,’’ katanya. 
Sebelum rapim Polda Jatim, kemarin, suasana gayeng terlihat di Sekardjati Restaurant Hotel Purnama, malam harinya. Hampir semua pejabat pemerintahan, TNI, Polri hadir pada jamuan. Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Pangdam V Brawijaya Mayjend Sumardi dan Walikota Batu Eddy Rumpoko hadir dalam jamuan itu. (ira/feb)
comments

Suliyati Dilarang Bangun Rumahnya

Share
 
BATU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melarang Suliyati, korban tanah longsor Dusun Ngebruk, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji untuk membangun kembali rumahnya yang hancur di lokasi yang sama. Pasalnya tanah yang selama bertahun-tahun dihuni oleh Suliyati ini merupakan kawasan berbahaya yang tidak layak untuk dijadikan sebagai permukiman. 
Sebagai kompensasi penawaran tersebut, BPBD bersama-sama Camat dan Kades Gunungsari memfasilitasi tukar guling lahan. Kebetulan ada tiga warga Desa Gunungsari yang berminat untuk menukar guling lahan seluas lebih dari 200 meter tersebut dengan lahan lain yang lebih aman dibandingkan lokasi tersebut.
 “Hanya saja, Bu Suliati tidak bersedia untuk dilakukan tukar guling, ia memilih untuk tinggal bersama anaknya di Dusun Jurangkuali, Desa Sumberbrantas,” terang M Rochim, Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu.
Terkait dengan permintaan tersebut, Rochim mengatakan pihaknya akan mensurvei rumah sang anak, apakah layak atau tidak. Setelah semalam menginap di Puskemas Beji, Suliyati dan anak mantunya sudah diperbolehkan pulang. Bantuan sembako dan kebutuhan lainnya pun sudah diberikan oleh BPBD Kota Batu kepada keluarga ini.
Selain rumah Suliyati, ada dua rumah warga lain yang juga menjadi korban tanah longsor. Yakni rumah Mat Soli dan Suwito, warga Dusun Brau. Tanah longsor ini baru dilaporkan ke BPBD Kota Batu. Tim dari BPBD, PMI serta relawan pun melakukan pembersihan di rumah kedua warga tersebut. “Material longsor sudah menempel tembok, kalau tidak segera dibersihkan, begitu hujan tembok kedua rumah itu bisa jebol,” ujar Rochim. (muh/feb)
 
comments

Penyuluh Minta Wisatawan Pakai Batik Batu

Share
 
BATU – Para penyuluh agama ikut berpartisipasi dalam dunia pariwisata yang cukup berkembang di Kota Batu. Mereka menginginkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bisa merealisasikan, wisatawan yang masuk ke Kota Batu mengenakan batik kas kota wisata itu. 
Hal itu merupakan sebagian rekomendasi yang diberikan penyuluh melalui rapat koordinasi antar instansi dan lembaga keagamaan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Rabu (10/2) kemarin. Rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam Kemenag ini dihadiri oleh para penyuluh keagamaan, perwakilan KUA, Bakesbangpol, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, berbagai ormas Islam dan BNN Kota Batu. 
‘’Kalau ditempat lain bisa mewujudkan wisatawan mengenakan kain khas, di Batu pasti bisa. Seperti halnya di Candi Borobudur, Sangeh Bali, wisatawan wajib mengenakan kain khas sana. Kalau di Batu, wisatawan layak mengenakan kain batik khas Kota Wisata Batu,’’ tegas M Rosyad, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Batu kepada Malang Post, kemarin. 
Mengenai batik ini, tidak harus untuk semua wisatawan. Misalnya wisatawan objek wisata tertentu yang mereka diharuskan mengenakan kain batik. Hal itu untuk memberikan identitas lebih ketika mereka berada di Kota Batu, sekaligus membantu perajin batik dalam mengembangkan perekonomian. 
Rekomendasi lain terkait pariwisata, kata dia, peserta menginginkan dampak negative semakin diminimalisir. Mereka menginginkan, aparat pemerintahan maupun keamanan semakin rajin melakukan razia pada daerah-daerah rawan. Misalnya, bukit Teletubis di Bumiaji, selama ini banyak kondom berserekan sehingga dicurigai sering digunakan untuk berbuat tidak senonoh. 
Peserta rakor juga menyikapi adanya aliran-aliran garis keras. Mereka menginginkan, Kota Batu terbebas dari aliran keras seperti Gafatar, ISIS dan lainya. Ada himbauan, pelaku kesenian segera mendaftarkan kelompoknya ke Dinas Pariwisata, sedangkan lembaga keagamaan melaporkan ke Kemenag. 
‘’Jika ada kegiatan pengajian, siapa pembicara darimana asalnya, dan apa temanya harus dilaporkan terlebih dahulu. Peserta juga menolak legalitas LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Tranjender) Kami juga menginginkan sosialisasi atau dakwah melalui videotron milik Pemkot Batu,’’ tambahnya. 
Rapar koordinasi dilakukan dengan tujuan melalukan pemetaan tempat dakwah, pemetaan berbagai ancaman. Dalam rapat tersebut juga hadir Kasi Pencegahan BNN, Edi HK memaparkan darurat narkoba di Indonesia, termasuk ancaman di Batu, terutama pada pelajar. (feb)
comments

Honorer Kota Batu Berangkat Dinihari

Share

MALANG POST - Sementara itu di Kota Batu, Perjuangan Honorer Kategori 2, diangkat menjadi PNS tidak hanya ditunjukkan dengan berbicara di koran saja.  Dinihari kemarin, mereka juga berangkat ke Jakarta. Bersama-sama dengan honorer K2 se Indonesia, mereka berencana melakukan aksi di depan Istana Negara. 
Sriyono salah satu honorer K2 mengatakan jika berangkat ke Jakarta ini merupakan jihad.  Dimana para Honorer K2 ini,  menuntut kepada presiden Jokowi agar mereka dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Kami mengajukan mosi tidak percaya kepada MenpanRB, dan menuntut kepada presiden untuk mengangkat kami sebagai PNS,'' katanya.
Sriyono mengatakan, jika mereka berangkat bersama-sama menggunakan bus milik Pemkot Batu. Tentu saja mereka berharap, keberangkatannya  ke Jakarta tersebut tidak sia-sia.
"Kami berencana melakukan aksi selama 3 hari, mulai Rabu. Tapi kami akan terus menggelar demo di depan Istana Negara jika tuntutan kami tidak dipenuhi," urainya.
Keberangkatan para honorer K2 ke Jakarta ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Batu. Terbukti selain memberikan izin, Pemkot juga memberikan pinjaman bus.
"Kami mendukung langkah para honorer K2. Tadi dinihari mereka berangkat, menggunakan dua bus dari Pemkot," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Batu Achmad Suparto.
Ditemui Malang Post, Parto begitu Achmad Suparto akrab dipanggil mengatakan jika honorer K2 yang berangkat sebanyak 42 orang dari total 65 honorer K2.
"Memang tidak semua berangkat, hanya 42 saja. Alasan honorer K2 tidak berangkat pertimbangannya karena memiliki anak kecil," tambahnya.
Dia juga salut dengan langkah para honorer K2 yang berangkat ke Jakarta. Terlebih ada beberapa dari mereka yang kondisinya sakit dan tetap memaksa ikut berangkat.
"Mereka berangkat bersama dari Kantor Balai Kota Wong Tani, Batu. Kami berharap keberangkatan mereka tidak sia-sia," tambahnya.
Bukan itu saja, dukungan terhadap honorer K2 ini juga mendapat dukungan dari Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Orang nomor satu di Pemkot Batu ini juga akan ikut mendatangi Istana Negara mengiringi para Honorer K2.
"Sore nanti (kemarin) pak Eddy ke Jakarta, saya ikut mendampingi. Kami mendukung penuh apa yang dilakikan honorer K2," tambahnya.
Parto sendiri kembali menegaskan penyesalannya seiring dengan keputusan MenpanRB, yang membatalkan rekruitmen Honorer K2 untuk menjadi PNS. Padahal menurut dia, honorer K2 adalah ciptaan dari pusat, dimana keberadaannya adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga fungsional seperti tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
"Dulu sebelum ada PP no 53 tahun 2010, honorer banyak. Pemerintah pusat tidak ingin itu, dan mengangkatnya. Tapi kemudian kenyataannya masih ada honorer di daerah-daerah, sehingga terciptalah PP tersebut," katanya.
Selanjutnya dengan PP tersebut sambung Parto para honorer yang tersisa digolongkan menjadi honorer K2, dimana mereka digaji tidak menggunakan APBD ataupun APBN, tapi digaji oleh sekolah atau yayasan yang menaungi.
Tahun 2014, ada pengangkatan atau tmrekruitmen honorer K2. Bahkan akhir tahun 2015 MenpanRB juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) yaitu Honorer K2 akan diangkat secara bertahap. Tapi faktanya awal tahun lalu, MenpanRB justru membatalkan rekruitmen. "Ini kan lucu, merek jmharus memikirkan sebelum membuat keputusan," katanya, sembari menyebutkan sedianya di Pemkot Batu jumlah Honorer K2 sebanyak 122 orang. Tahun 2014 lalu masuk seleksi 57 orang. "Sekarang sisanya 65 orang. Mereka inilah yang menuntut diangkat," tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Dra Mistin mengaku memberikan izin kepada honorer K2 yang berangkat ke Jakarta. Bahkan dia berdoa, tuntutan para honorer K2 ini dapat dipenuhi, dan mereka yang berjuang dapat durekrut menjadi PNS.
"Tidak semuanya dari tenaga pendidikan. Ada yang dari kesehatan. Yang pasti kami mendukung langkah para honorer K2 untuk menjadi PNS," tandasnya.(mg6/ira/ary)
comments

Barongsai hibur pengunjung Jatim Park 1

Share
BATU – Long Weekend jumlah wisatawan di Kota Batu meningkat. Salah satu peningkatan wisatawan terlihat di Jawa Timur (Jatim)  Park Grup. Terbukti selama libur panjang, jumlah pengunjung di Jatim Park Group mencapai 30 ribu orang.
Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group Titik S Ariyanto mengatakan meningkatan pengunjung ini terlihat sejak Sabtu (6/2) lalu. Mereka yang datang tidak hanya dari Kota Batu atau Malang Raya, tapi banyak wisatawan dari luar kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Semarang dan Yogyakarta.
“Jika ditotal untuk seluruh Jatim Park Group (Jatim Park 1, Jatim Park 2, Eco Green Park, The Bagong Adventure, Museum Angkut, BNS, Predator Fun Park), sejak Sabtu (6/2) lalu sampai dengan hari ini (kemarin) jumlah pengunjung yang datang mencapai 30 ribu orang,’’ katanya.
Titik mengaku peningkatan jumlah pengunjung ini memang tidak maksimal. Itu karena kondisi cuaca di wilayah Kota Batu sedang hujan. “Berbeda dengan tahun lalu, dimana libur Imlek tidak ada hujan sehingga jumlah pengunjungnya lebih banyak,’’ katanya.
Peningkatan pengunjung dikatakan Titik, dapat dilihat di Jatim Park 1. Di tempat wisata yang berada di Jalan Kartika, Kota Batu ini jumlah pengunjung rata-rata selama long weekend 3000 orang perhari, atau ada peningkatan 20 persen, dibandingkan dengan hari biasa, dengan jumlah pengunjung rata-rata 2000-2500  orang perhari.
Seperti kemarin, meskipun diguyur hujan deras, pengunjung di Jatim Park 1 tampak membludak. Bahkan mereka berjubel sejak pagi sebelum area wisata ini buka. “Kami memang tidak menyediakan ruang khusus tiket. Tiket dapat diperoleh di tenda-tenda, dan tadi pengunjung berjubel di tenda-tenda penjualan tiket,’’ tambah Titik.
Tapi begitu, lantaran kondisi terus diguyur hujan, pengunjung pun tidak bisa leluasa menikmati wahana yang ada di Jatim Park 1. Ya itu, karena selama hujan mengguyur wahana permainan di area wisata ini dihentikan sementara. Tapi begitu, bukan berarti pihak Jatim Park 1 tidak memiliki solusi. Untuk mengganti wahana yang dihentikan sementara, pihak Jatim Park 1 menghadirkan hiburan lain. Yaitu Barongsai dan Live Musik di wahana  Amphi Theater.
Alhasil, dua hiburan inipun betul-betul membius para pengunjung. Mereka tidak sekadar berteduh di wahana ini, tapi juga melihat aksi atraktif Barongsai dari kelompok Naga Langit ini. Bahkan,  para pengunjung juga tidak berhenti mengabadikan penampilan apik pemain barongsai, baik itu memfoto maupun merekam video. Tidak sedikit pula dari para pengunjung yang minta foto bersama pemain Barongsai saat mendekat. “Buat kenang-kenangan. Kapan lagi bisa foto bersama Barongsai,’’ kata Lina salah satu pengunjung. Lina sendiri mengaku meski sudah beberapa kali datang ke Jatim Park 1 namun dia tidak merasa bosan. Itu karena selain menawarkan wahana-wahana menarik, Jatim Park 1 ini juga menjadi tempat edukasi, sehingga cocok untuk liburan keluarga.
Peningkatan jumlah pengunjung juga terlihat di Museum Angkut. Di tempat wisata yang buka pukul 12.00 ini jumlah pengunjung selama Long Weekend menjadi 3000 orang perhari.
Sama seperti Jatim Park 1, di Museum Angkut pengunjung selain bisa melihat secara langsung jenis kendaraan, pengelola juga memberikan hiburan.Untuk liburan kali ini, pihak pengelola penyuguhkan Parade Imlek, itu menampilkan tari Leang Leong.
Tapi begitu, karena pengunjung yang berjubel, tari leang-leong sendiri tidak maksimal. Tarian yang menggambarkan liak-liuk tubuh naga ini tidak bisa terlihat menawan. Kendati begitu, pengunjung tetap menikmati. Terbukti, mereka tidak sekadar melihat, tapi juga mengambil gambar.
“Untuk liburan panjang kami sengaja menghadirkan sesuatu yang lain, sehingga pengunjung pun bisa mendapat kepuasan,’’ tandas Titik.(ira)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL