Malang Post

Komunitas


Ikut Atur Lalulintas dan Dilibatkan Ungkap Kriminalitas

Share
Berdiri sejak 37 tahun lalu, kiprah Saka Bhayangkara Polres Malang Kota, tidak perlu diragukan. Berada di bawah binaan Satuan Bimas Polres Malang Kota, mereka tidak hanya hadir sebagai organisasi pemanis. Keberadaannya, sangat membantu polisi di lapangan. Mulai ikut mengatur lalulintas, sampai membantu berbagai kegiatan pengamanan. Termasuk saat ada peristiwa kriminal, tenaga anggota Saka Bhayangkara ini juga dilibatkan.
‘’Saat mengetahui ada kejadian kriminal, mereka juga menjaga di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka ikut mengamankan, agar orang-orang tidak masuk dan menganggu proses penyelidikan berjalan lancar,’’ kata Kasat Bimas Polres Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.
Saka Bhayangkara di Polres Malang Kota, berdiri tahun 1978 lalu. Kali pertama berdiri, anggotanya hanya 10 orang. Jumlah tersebut terus bertambah, seiring banyaknya anggota Pramuka, yang ingin bergabung pada wadah ini.
‘’Saka Bhayangkara sebetulnya merupakan wadah kebhayangkaraan, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),’’ kata pria yang juga menjadi Ketua Saka Bhayangkara Polres Malang Kota.
Tak heran jika anggota saka ini, tidak sekadar fokus pada kegiatan kepramukaan. Mereka juga belajar banyak seputar kebhayangkaraan, atau yang terkait dengan kepolisian. ‘’Tidak terlalu sulit untuk mengajarkan kebhayangkaraan kepada anggota Saka, mengingat mereka ini sudah memiliki basic sebelumnya,’’ tambahnya.
Meski demikian, tidak semua anggota Pramuka, bisa masuk organisasi ini. Seleksi ketat tetap dilakukan, untuk mendapatkan tenaga Saka Bhayangkara yang handal dan cekatan. Itu sebabnya, dalam penerimaan, pihak Polres Malang Kota melalui Pamong Saka, juga memberikan syarat-syarat tertentu. ‘’Yang ikut atau boleh menjadi anggota, adalah anggota pramuka dari golongan penegak dan pandega. Atau anggota penggalang yang berminat di bidang kebhayangkaraan dan memenuhi syarat tertentu,’’ tambah Rama begitu Ramadhan Nasution akrab dipanggil.
Tapi begitu, kendati mereka yang bergabung adalah anggota yang handal, pembinaan tetap wajib diberikan. Sedikitnya sekali dalam seminggu anggota Saka Bhayangkara ini terlibat latihan. Latihan ini wajib dilakukan. Selain memantapkan berbagai teori yang pernah diajarkan sekaligus untuk menguatkan tali silaturahmi.
“Latihannya tidak sekadar kepramukaan, tapi juga kebhayangkaraan, seperti latihan pengaturan lalulintas, latihan memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan diberikan. Sehingga saat mereka menemui di jalan langsung bisa bertindak dengan cepat,’’ tandasnya. (ira/sir)
comments

Latih Jiwa Sosial, Lakukan Bhakti Sosial

Share
Kendati bergelut dengan dunia Kepramukaan dan Kebhayangkaraan, anggota Saka Bhayangkara Polres Malang Kota tidak lupa mengadakan kegiatan sosial. Seperti pada Bulan Ramadan lalu, anggota Saka Bhayangkara, menggelar kegiatan bhakti sosial (baksos).
Baksos digelar di beberapa panti asuhan. Pamong Saka Bhayangkara Polres Malang Kota Sugeng Riyadi, menguraikan baksos yang dilakukan tidak sekadar membagikan sembako kepada anak-anak yatim dan piatu yang ada di beberapa Panti Asuhan, tapi juga memberikan pakaian bekas layak pakai dan santunan.
“Kegiatan baksos ruting digelar saat bulan puasa. Kegiatan baksos yang dilakukan selain menyediakan paket berbuka bersama, juga memberikan sembako, pakaian layak pakai dan santunan,’’ kata Sugeng kemarin.
Kegiatan Baksos ini menurut Sugeng tidak sekadar menjadi agenda rutin, tapi sekaligus untuk melatih jiwa sosial setiap anggota Saka Bhayangkara.
Salah satu Panti Asuhan yang dipilih anggota Saka Bhayangkara sebagai tempat baksos adalah Panti Asuhan Yatim Piatu Al Qarni. Di Panti Asuhan ini, para anggota Saka Bhayangkara dipimpin langsung Kasat Bimas Polres Malang Kota menyerahkan berbagai bantuan. Panti asuhan ini sengaja dipilih, karena tempat ini jarang dikunjungi dan mendapatkan bantuan. “Fokus atau prioritas kami adalah Panti Asuhan yang memang jarang mendapatkan kunjungan,’’ tambah Sugeng.
Untuk melakukan kegiatan sosial ini, Sugeng menyebutkan persiapan yang dilakukan tidak lebih dari 10 hari. Sebelumnya dia mempercayakan kepada seluruh anggota Saka Bhayangkara mencari tempat. Tentu saja, pencarian tempat itu disertai dengan penggambaran lokasi sekaligus berapa jumlah penghuninya. Karena dari laporan itulah, yang akan dijadikan dasar tempat mana saja yang akan dituju saat Baksos. “Setelah ada laporan, kami lebih dulu melakukan seleksi,’’ katanya.
Selanjutnya setelah ada tempatnya, anggota Saka Bhayangkara mulai melakukan penggalangan dana. Setelah semuanya siap, bakti sosial pun langsung digelar. Dan, menjadi agenda rutin Saka Bhayangkara, karena untuk melatih jiwa sosial anggota. Ya, itu karena tidak jarang baksos yang digelar tersebut menggunakan uang pribadi masing-masing anggota.
Dalam organisasi Saka Bhayangkara, seluruh anggota wajib mementingkan kepentingan bersama. Karenanya, anggota Saka Bhayangkara dilarang mementingkan kepentingan pribadi. “Karena disini diajarkan kebersamaan, kepentingan pribadi menjadi nomor dua, yang kita junjung adalah kepentingan bersama,’’ tandasnya. (ira/udi)
comments

Bertugas Layaknya Anggota Kepolisian

Share
Saka Bhayangkara memang bukan sekadar sebagai organisasi pemanis. Selain mahir Kepramukaan mereka juga banyak dilibatkan dalam kegiatan kepolisian. Seperti Operasi Pengamanan Lebaran 2015 lalu. Sebanyak 130 anggota Saka Bhayangkara dilibatkan. Mereka ditempatkan di enam Pos Pengamanan, dan satu Pos Pelayanan yang didirikan oleh Polres Malang Kota.
Keberadaan mereka tidak sekadar sebagai pelengkap. Tugas mereka sama seperti anggota kepolisian yang melakukan pengamanan. Mereka terlibat langsung melakukan pengaturan lalulintas, dan patroli jalan kaki.
“Saat ada kepadatan arus lalulintas, anggota Saka Bhayangkara ikut terlibat melakukan pengaturan. Tentu saja, keterlibatan mereka ini sangat membantu kami dalam pencairan arus,’’ kata Kasat Bimas Polres Malang Kota AKP Ramadhan Nasution.
Dia sama sekali tidak pernah meragukan kemampuan anggota Saka Bhayangkara dalam hal pengaturan Lalulintas. Karena anggota Saka Bhayangkara sudah mendapatkan pelatihan khusus.
Selain itu anggota Saka Bhayangkara juga dilibatkan dalam patroli di berbagai obyek vital dan fasilitas umum seperti Stasiun, Terminal, Alun-alun dan lainnya. Alhasil, keberadaan anggota Saka Bhayangkara ini mampu menekan peristiwa kriminal. Dan itu terbukti, selama Operasi Pengamanan Lebaran tidak ada kecopetan di Stasiun Kota Baru.
“Anggota Saka Bhayangkara kami libatkan langsung dalam pengamaan. Mereka juga ikut kami patroli di objek-objek dan atau tempat fasilitas umum. Alhamdulillah, yang dilakukan ini betul-betul membantu kami dalam menekan angka kriminal,’’ urainya.
Keterlibatan dalam pengamanan Lebaran disambut gembira oleh anggota Saka Bhayangkara. Karena disini mereka tidak sekadar lagi belajar teori tentang kepramukaan atau kebhayangkaraan, tapi terjun langsung. Para anggota Saka Bhayangkara mengaplikasi semua teori yang diperoleh dalam latihan saat terlibat pengamanan.
“Kalau pertama ikut terlibat pengaturan lalulintas memang deg degan. Ya meskipun hanya ikut membantu tapi takut salah juga,’’ kata Irwan salah satu anggota Saka.
Tapi juga sudah berulang kali, Irwan pun mengaku terbiasa. Dia pun menikmati. Dia juga menyebutkan, tidak jarang anggota Saka Bhayangkara ikut dilibatkan dalam pengamanan TKP. Keberadaan anggota Saka di TKP adalah menjaga TKP agar tidak banyak orang masuk. “Sebelum tim identifikasi datang TKP harus tetap bersih, agar tidak rusak, karena berkaitan dengan penyelidikan. Makanya, kami pun sering dilibatkan dalam pengamanan awal tersebut. Kegiatan itu menjadi kegiatan seru, selain anggota Saka Bhayangkara juga memiliki agenda kegiatan lainnya,’’ tambah Irwan. (ira/udi)
comments

Kompak Dengan Tunggangan Ala Retro

Share
MALANG – Retro. Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata itu? Jawaban yang muncul pasti masa jadul atau zaman dulu. Bagaimana dengan tunggangan atau sepeda motor? Scoopy menjadi salah satu jawabannya. Motor retro ini pun, telah memiliki penggemar yang tergabung dalam komunitas Scooma atau Scoopy Malang.
Scooma merupakan sekumpulan anak muda, yang memiliki tunggangan senada dari pabrikan Honda bernama Scoopy. Belum begitu banyak anggotanya, namun mereka tetap kompak dalam mengembangkan komunitas ini.
Awal mula berdirinya Scooma ketika beberapa anak tergabung dalam forum di jejaring sosial, Facebook. Ramai dalam perbincangan berskala nasional, terbesitlah keinginan untuk mengumpulkan anggota jejaring yang berasal dari Malang Raya. “Pertama kami kopdar. Setelah beberapa kali, diputuskan untuk meresmikan Scooma,” ujar Ketua Scooma, Ardho Prasetya.
Menurut dia, berbagai kegiatan dilakukan oleh anggota Scooma, yang sebagian besar masih berusia di bawah 25 tahun ini. Selain bertemu rutin setiap akhir pekan, sekali waktu acara berupa touring bareng hingga rolling city (berkeliling kota).
Ketika kopdar, diakui menjadi quality time bagi anggota komunitas. Pasalnya, mereka bisa bercerita tentang satu kesamaan hobi akan sepeda motor. Mulai dari aksesoris hingga konsultasi mengenai modifikasi kerap terjadi dalam perbincangan tersebut. “Ketika ngobrol santai, yang diomongin ya Scoopy. Bagaimana biar motor tampil kian menarik, hingga tempat untuk memodifikasi sepeda motor yang paling bagus,” beber Ardho kepada Malang Post.
Menurutnya, sekali waktu pembicaraan juga berubah menjadi lebih serius. Misalnya ketika anggota mulai menyamakan tujuan touring ke luar kota, hingga persiapan untuk berbagi dengan orang yang kurang mampu. “Saat itu, tempat kongkow kami di Jalan Ijen, di utara Mueseum Brawijaya akan berubah menjadi arena lebih serius,” tambah dia, lantas tertawa. (ley/udi)
comments

Belum Genap Empat Bulan, Sudah Banyak Kegiatan

Share
MALANG – Scooma baru berdiri pada 24 Maret tahun ini. Namun, jangan ragukan akan aktivitas mereka. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya destinasi perjalanan yang telah dilalui oleh anggota komunitas tersebut.
Tercatat, hanya dalam waktu tiga bulan beberapa wilayah sudah Scooma datangi. Di luar kota, ada Surabaya, Gresik dan Gunung Bromo. “Sebagai komunitas yang baru, kami memang lumayan sering keluar bareng,” ujar Ketua Scooma, Ardho Prasetya.
Dia menuturkan, ketika ke Surabaya dan Gresik, sebagian besar anggota dipastikan turut serta. Tidak hanya berjalan untuk berwisata jalanan, Scooma pun menghampiri sesama komunitas Scoopy di luar kota. “Misalnya ke Gresik, kami mampir ke komunitas Scoopy Gresik. Ya sekalian silaturahmi,” beber dia kepada Malang Post, kemarin.
Ardho mengakui, untuk saat ini kegiatan touring memang masih terbatas. Lingkup perjalanan masih Jawa Timur, paling jauh seperti ke Gresik. Sebagian besar kegiatan touring dengan tujuan explore Malang Raya dulu. “Paling tidak komunitas ini harus bertahan dulu. Mengedepankan kebersamaan anggota, bukan hanya touring luar kota,” tegasnya.
Beberapa anggota, diakuinya juga pernah mewakili Honda MPM Malang untuk touring skala nasional, yang berlangsung Juni lalu. Bergabung dengan perwakilan Vario Owner Club Chapter Blitar, Vario Owner Club (VOC) Malang, Next Vario Malang, Honda BeAT Club, perjalanan diawali dari Kota Malang ke Kota Surabaya. “Kami ikut menyukseskan acara Smart Rider Honda. Ada tiga anggota terpilih yang mewakili Scooma,” tambah dia.
Ardho menuturkan, selain touring, Ramadan tahun ini, juga kesempatan bagi komunitas ini untuk berbagi. Scooma mengadakan bagi-bagi takjil dan kunjungan ke panti asuhan, dengan uang hasil urunan. “Selain senang-senang, kami juga ingat dengan sesama. Meskipun sedikit, tetapi ikhlas dan maksimal,” tutur Ardho. (ley/udi)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL