Malang Post

Komunitas


Mengenalkan Sensasi Kereta Api

Share
BERBAGAI komunitas unik dan menarik banyak ditemui di Malang Raya. Salah satunya adalah Indonesia Railfans +444 Malang Raya. Sesuai  namanya, komunitas ini berkaitan erat tentang perkeretaapian. Komunitas yang dibentuk pada tahun 2010 lalu ini  bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap kereta api.

Mayoritas anggota komunitas ini  merupakan  mahasiswa. Selain itu, beberapa anggotanya  merupakan  pengusaha, dosen, anggota polisi, prajurit TNI dan pelajar. Hingga sekarang  terdapat puluhan anggota yang tergabung dalam komunitas tersebut. Melalui komunitas ini, mereka saling sharing dan tukar pikiran  serta pengalaman tentang perkeretaapian.
Koordinator Indonesia Railfans +444 Malang Raya,  Rakhmadhanu Primananda mengatakan, awal mula terbentuknya komunitas tersebut dari oborolan melalui media sosial. “Kemudian kami berinisiatif  kopi darat atau bertemu. Pada akhirnya, kami sepakat membentuk komunitas ini,” ujarnya kepada Malang Post.
Dijelaskannya, seluruh anggota yang bergabung dalam komunitas tersebut mempunyai pandangan yang sama. Yakni cinta terhadap kereta api. Seluruh anggota komunitas ini  juga rutin berpergian luar daerah menggunakan kereta api. Sehingga, banyak pengalaman yang bisa diceritakan kepada keluarga dan teman-teman mereka.
“Kereta api ini  merupakan suatu hal yang menarik. Karena transportasi ini, mengangkut banyak orang dan mempunyai jalur sendiri,” terangnya. Sehingga, banyak yang ingin merasakan naik kereta api.
Anggota Indonesia Railfans +444 Malang Raya telah menjajal  jenis kereta api dari berbagai jurusan yang ada di Stasiun Kereta Api di Malang Raya. Yakni Kereta Api (KA)  Gajayana, KA Malabar Eskpres, KA  Matramaja, KA Malioboro Eskpres dan KA Penataran/Dhoho.
“Kecintaan terhadap kereta api  juga harus dibuktikan. Salah satunya dengan cara menggunakan  kereta api  saat berpergian ke luar daerah,” terangnya.
Selain itu, kata dia, melalui komunitas ini, mereka saling berbagi pengalaman tentang perkeretaapian. Mulai dari jenis kereta api, rute yang ditempuh, hingga harga tiket. “Anggota kami juga ada yang mengoleksi miniatur kereta api. Semua kegiatan positif terkait kereta api, bisa dieksplorasi melalui komunitas ini,” pungkasnya. (big/van)
comments

Kampanye Tak Serobot Palang Pintu KA

Share
AKSI NYATA – Anggota Indonesia Railfans +444 Malang Raya saat melakukan kampanye di perlintasan Kerta Api di Kepanjen.

BERBAGAI kegiatan diadakan Komunitas Indonesia Railfans +444 Malang Raya. Diantaranya perjalanan ke luar daerah menggunakan kereta api, hunting foto kereta api, hingga kampanye  tertib lalu lintas saat melewati perlintasam kereta api. Seluruh kegiatan itu  rutin diadakan oleh komunitas yang terbentuk 30 April 2010 ini.
Untuk kegiatan kampanye tertib lalulintas saat melewati perlintasam kereta api diadakan pada Minggu (3/5) yang lalu. Tepatnya di perlintasan kerata  di wilayah Kecamatan Kepanjen. Seluruh anggota komunitas ini  rela turun ke jalan untuk kampanye berhati-hati saat melewati pintu perlintasan rel kereta.
“Utamanya memberi edukasi kepada pengendara untuk tidak menerobos palang pintu kereta api  saat ditutup,” ujar Humas Indonesia Railfans +444 Malang Raya, Priyo Sulaksono ST.
Dijelaskannya, kegiatan tersebut juga menggandeng Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
Menurut Priyo, masih banyak pengguna jalan yang tak peduli kesalamatan saat pintu KA ditutup. Saat pintu jalur kereta api ditutup, banyak pengendara yang menerobosnya. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan para pengendara itu sendiri.
“Bila nekat menerobos perlintasan kereta api saat ditutup, maka hal itu bisa dikategorikan melanggar peraturan lalu lintas,” terangnya. Yakni melanggar pasal 296 junto pasal 114 huruf A tentang pengendara motor yang menerobos palang pintu kereta api. Pengendara yang melanggar aturan  tersebut bisa ditilang. Ancaman hukumannya berupa denda sebesar Rp 750 ribu.
Selain membentangkan spanduk, komunitas tersebut juga membagikan pamflet.  
Isinya yakni berupa ajakan bagi pengendara supaya tertib berlalu lintas dan tidak menerobos palang pintu kereta api yang sedang ditutup
“Selain itu, kami juga mengajak anggota dan masyarakat untuk berpergian keluar daerah menggunakan kereta api. Tentunya wajib membeli tiket, dan merasakan sensasi merasakan perjalanan jauh menggunakan kereta api,” pungkasnya. (big/van)
 
comments

Rutin Gelar Aksi Sosial

Share
Komunitas Indonesia Railfans +444 Malang Raya juga punya aksi sosial dan peduli kereta. Diantaranya mengadakan kegiatan mencuci kereta api, blusukan jalur mati dan bakti sosial (baksos). Kegiatan ini  dilakukan untuk  menumbuhkembangkan kecintaan terhadap perkeretaapian.
Koordinator Indonesia Railfans +444 Malang Raya,  Rakhmadhanu Primananda mengatakan, aksi nyata dan sosial dilakukan secara rutin.  “Saat bulan Puasa, kami selalu mengadakan baksos. Salah satunyna berkunjung ke  panti asuhan dan menyerahkan sedikit bingkisan,” ujarnya.
Tidak hanya pada bulan Puasa, baksos juga diadakan saat komunitas tersebut mengadakan kegiatan blusukan jalur mati. Blusukan jalur mati, dilakukan untuk menelusuri jejak kereta api, yang dulu pernah hidup. Kemudian, anggota komunitas ini  mengabadikan jalur mati melalui foto dan rekaman video.
Aksi nyata lainnya, kata dia, yakni mencuci kereta api. Kegiatan tersebut, dilakukan secara rutin atas kesepakatan para anggotanya. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan dan menambahkan kecintaan terhadap kereta api.
Sedangkan yang tidak kalah pentingnya yakni memberikan bantuan kepada masinis dan penjaga palang pintu kereta api. Semua kegiatan sosial itu dilakukan supaya anggota komunitas ini peduli terhadap keberadaan kereta api dan petugasnya.
“Saat hari liburan, masinis dan penjaga palang pintu kereta api ini tidak bisa merasakan libur. Untuk itu, kami memberikan sedikit bantuan kepada mereka,” katanya. “Selain itu  agar anggota komunitas  merasakan sulitnya masinis dan penjaga palang pintu perlintasan saat bekerja. Tentunya, juga peduli terhadap mereka,” pungkasnya. (big/van)
 
comments

Jadi DJ Terbesar di Malang

Share
MALANG – Siapa sangka obrolan-obrolan kecil lima orang DJ bisa berubah menjadi salah satu komunitas DJ terbesar di Malang? Itulah kisah yang menggambarkan perjalanan SoulD’Beat. Yakni, komunitas Disc Jockey yang dibangun sejak tahun 2010 oleh DJ asli Malang, Andhi Souldj alias Andi Yulianto.
Andhi menceritakan, SoulD’Beat saat ini sudah memiliki sekitar 40 anggota komunitas. “Pertumbuhan kita cukup pesat akhir-akhir ini. Dari hanya lima orang di awal berdiri tahun 2010, sekarang bisa mencapai 40 orang lebih. Komunitas ini awalnya hanya untuk sharing soal profesi DJ, mulai musik, teknik dan hal lain yang berhubungan dengan jalur musik kita,” tandas Andhi, kepada Malang Post, di Soecorn, markas SoulD’Beat.
Andhi bertutur, empat orang selain dirinya, yang ikut bergabung dalam SoulD’Beat awal adalah para DJ senior Malang. Beberapa orang adalah resident DJ dan punya nama di Malang. Dari sharing tersebut, SoulD’Beat memunculkan ide untuk bikin sekolah DJ di Malang. Namun, kesibukan empat DJ lain, membuat ide ini tidak bisa terlaksana.
“Dari situ, saya yang terhitung paling junior, berani ambil keputusan untuk laksanakan ide itu. Sendirian. Modal saya usahakan. Tidak sampai satu tahun setelah SoulD’Beat berdiri, Andhi mendirikan SoulDJ Course alias sekolah DJ,” tutur Andhi yang juga menjadi DJ reguler di My Place tersebut.
Dari sini, perjalanan Andhi membangun sekolah DJ sekaligus komunitas SoulD’Beat dimulai. Awalnya, tentu saja dia mengajak teman-teman kampusnya, UMM, untuk bergabung dalam komunitas. Lalu,dengan berjalannya waktu, Andhi pun bisa menggandeng mahasiswa dari kampus lain, termasuk komunitas mobil.
“Sebagian SoulDJ anak klub mobil, dari kampus-kampus Malang. Awalnya ketemu saat dugem, lalu ikut course di SoulD’Beat, ternyata mampu dan punya bakat. Mereka kita rekrut ke manajemen. Tidak semua anggota komunitas ini DJ, ada juga siswa SoulD’Beat dan member,” sambung Andhi.
Beberapa nama DJ yang kini tergabung dalam SoulD’Beat adalah Mc Oka, Ryan Janitra (FISIP UB), Wika Aditya (FISIP UMM), Yoska Savidon (FISIP UMM), Rio Liur (FIA UB), Iqbal Fatoni (UMM) dan Jay Sanjaya (FISIP UB). Ada pula Female DJ yang aktif bekerja dalam manajemen SoulD’Beat. Ada Vika Alamanda (UM), Oza Cataleya (UMM), Zee Marcella dan Leni Okta.(fin/feb)
comments

Siap Rekrut Siswa DJ Course

Share
MALANG – SoulD’Beat bukan sekadar komunitas DJ. Andhi SoulDJ bersama rekan DJ yang tergabung dalam komunitas ini, juga membangun sekolah DJ, mulai 2010. Mereka merekrut calon siswa yang ingin mempelajari musik lewat turntable dan mixer. Yoska Savidon, salah satu DJ di SoulD’Beat, menyebut bahwa ada tawaran yang diberikan SoulD’Beat untuk calon DJ.
“Kita punya paket DJ Course untuk mereka yang ingin belajar. Tiap bulan, kita patok harga Rp 1,5 juta. Calon siswa akan mendapatkan 8 kali pertemuan dan belajar langsung di turntable kita di Soecorn lantai 3,” ujar Yoska kepada Malang Post. Selama ini, kalangan mahasiswa menjadi murid yang paling banyak belajar di SoulD’Beat.
Sebab, saat ini Eletronic Dance Music (EDM) sedang booming. Banyak anak muda yang kini bercita-cita jadi DJ seperti Hardwell, Martin Garrix hingga Afrojack. EDM sekarang bukan hanya konsumsi favorit para clubber yang hobi dugem. Bahkan, ledakan EDM membuat banyak anak muda yang tak pernah injakkan kaki di klub malam, menyukai aliran ini.
Hal tersebut, secara tidak langsung berdampak pada animo penggemar EDM di Malang. “Secara otomatis, yang ingin belajar DJ juga makin banyak. Namun, tidak semua siswa yang belajar di SoulD’Beat bisa langsung jadi DJ. Itu tergantung dari pribadi masing-masing. Tak hanya bakat, dia harus punya kemauan belajar,” tandas Yoska.
Menurutnya, siswa yang berbakat dan punya basic skill instrumen seperti gitar atau piano, jauh lebih cepat menguasai turntable dan mixer. Sebab, siswa yang seperti ini tidak buta dan tuli nada, serta punya feeling serta penguasaan tempo-ritme yang bagus. Menurut Yoska, siswa dengan bakat musik dan kemauan keras, biasanya hanya butuh 3 sampai 4 bulan.
“Paling lambat, mereka yang kerja keras dan punya bakat hanya butuh 4 bulan untuk menguasai turntable. Tapi,setelah itu mereka tidak hanya latihan di DJ Course saja. Kalau bagus, mereka akan kita rekrut di manajemen, dan dicoba di klub. Mereka juga butuh jam terbang,” papar Yoska.
Saat ini, Soul’Dbeat punya sekitar 20 DJ baik dari siswa maupun rekrutan untuk menjalankan sistem DJ Course di Soecorn lantai 3. Menurut Yoska, SoulD’Beat tidak mau profesi DJ dianggap sebagai pemburu eksistensi. “SoulDJ tidak cari eksistensi. Kita menjiwai musik yang disajikan pada pendengar. Kita tidak mau main biasa-biasa,” tutupnya.(fin/feb)

Female DJ Juga Laris
MALANG – Sentuhan wanita memang mempengaruhi suasana serta animo dalam sebuah pertunjukan Disc Jockey. Tak terkecuali, para Female DJ (FDJ) yang tergabung dalam komunitas SoulD’Beat. FDJ punya daya tarik tersendiri buat para clubber yang hobi dugem dan memanaskan dance floor.
Ryan Janitra, salah satu SoulDJ, membenarkan bahwa FDJ dianggap lebih menjual oleh pengelola klub malam. “Soalnya DJ cewek itu jarang. Mereka dianggap menjual oleh pengelola klub. Sejujurnya mereka lebih banyak dicari oleh klub yang kontak dengan SoulD’Beat,” kata Ryan kepada Malang Post.
Secara teknis, mungkin FDJ tidak banyak dipandang oleh kalangan DJ pria. Sampai saat ini, nama-nama besar DJ di Indonesia maupun dunia, didominasi oleh kaum pria. Namun, jangan salah. FDJ bisa menggaet lebih banyak pengunjung. Mereka ingin melihat sosok seksi dan cantik yang mampu mengguncang klub lewat turntable.
Apalagi, pesona FDJ dianggap jauh lebih menarik ketimbang DJ laki-laki. Demi menyambut animo pasar yang menyukai FDJ, SoulD’Beat mengorbitkan beberapa nama. “Profesi ini adalah profesi yang keras, persaingan berat. Namun, FDJ tetap punya tempat sendiri, karena mereka selalu dicari oleh pengelola klub dan pelanggannya,” tambah Ryan.
Saat ini, manajemen SoulD’Beat punya empat FDJ yang menonjol dan sudah punya pengalaman manggung. Yakni, Vika Alamanda, Oza Cataleya, Zee Marcella dan Lenny Okta. Secara bisnis, FDJ memang digemari karena mampu menyedot lebih banyak pengunjung klub. Namun, SoulD’Beat tidak mau sembarangan mengorbitkan FDJ.
“Kita terbuka untuk calon FDJ yang masuk dalam sekolah kita. Namun, tidak semuanya bisa jadi DJ. Kita tetap memperhatikan kualitas serta bakat siswa. Meskipun punya penampilan menarik dan menjual, skill dan talentanya harus mengimbangi. Soalnya, mereka bawa nama SoulD’Beat,” sambung Ryan.
Menurutnya, saat ini kaum hawa memang ikut menggemari profesi DJ. Beberapa siswa SoulDJ Course saat ini juga cewek. “Yang jelas, tidak ada perbedaan dalam sekolah kita. Materi yang diberikan sama, update dan punya standar. Tergantung siswanya mau belajar dan kerja keras, tidak peduli cewek atau cowok,” tutupnya.(fin/feb)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL