Malang Post

Komunitas


Ayo peduli Malang

Berawal tidak memiliki kegiatan yang rutin dan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah-pulang, muncullah ide untuk mendirikan komunitas peduli sesama. Muhammad  dibantu lima temannya, Anton, Debby, Bella, Febby dan Ucup, berinisiatif untuk membuat komunitas yang bernama Ayopeduli Malang. Komunitas ini didirikan pada tanggal 1 Desember 2013. Saat itu hanya memiliki anggota 10 orang. Namun seiring perkembangannya komunitas ini cukup menarik perhatian anak muda.
Terbukti sekarang, anggotanya mencapai 68 orang. Berdirinya Ayopeduli Malang ini ditandai dengan aksi pertama yaitu Gerakan Ambil Sampah di Car Free Day Ijen Malang. Pada umumnya, komunitas ini tidak hanya bergerak di bidang sosial, tapi juga kesehatan dan lingkungan.
Maka itu, pada aksi pertama tersebut, mereka berudaha untuk mengajak masyarakat untuk membantu mengambil sampah yang ada di depan mereka dengan tujuan supaya masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan. “Tidak hanya mengajak masyarakat begitu saja, tapi kami juga memberikan reward untuk pengunjung yang mau membantu berupa merchandise Ayopeduli Malang,” jelas Muhammad.
Muhammad pun mengakui, aksi sederhana yang baru kali pertama dilakukan ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Itu terbukti, dalam aksi ini tidak hanya orang dewasa saja yang terlibat, tapi juga banyak anak-anak. Tanpa ada paksaan, masyarakat langsung memungut sampah di dekatnya kemudian memasukkannya ke dalam kantong sampah yang disediakan.
“Secara umum masyarakat sadar akan keindahan. Itu sebabnya, masyarakat pun langsung turun tangan saat diajak untuk melakukan bersih-bersih dengan memungut sampah. Karena notabene, kebersihan ini menjadi kunci pokok sebuah lingkungan atau kota terlihat indah,’’ kata Muhammad, yang mengaku sangat puas, lantaran aksi pertamanya ini sedikit banyak memberikan dampak kesadaran kepada masyarakat pentingnya membuang sampah di tempatnya.
Sejak kali pertama didirikan, aksi peduli sampah ini sudah dimasukkan dalam agenda AyoPeduli Malang. Lantaran itulah, setelah melakukan bersih-bersih sampah di area Car Free Day, kegiatan bersih-bersih sampah ini pun berlanjut di beberapa poros jalan.  Ajakannya pun sama, menggugah masyarakat untuk memungut sampah paling tidak yang ada di sekitar tempatnya berdiri.  
“Sudah beberapa kali dilakukan dan Alhamdulillah, aksi peduli sampah ini cukup berhasil. Kita ingin menciptakan lingkungan yang bersih,’’ tandasnya.
Ayopeduli Malang, tidak hanya ada di Malang, namun juga ada di enam kota lainnya di Indonesia. Jakarta, Bekasi, Medan, Bandung, Purwakarta dan Semarang.
Malang merupakan kota ketujuh yang bergabung dalam Ayopeduli. Induk dari komunitas ini adalah Ayopeduli.com, yang di launching pada 14 Februari 2012. Ayopeduli.com merupakan website collaboration, yang mana setiap orang bisa memasukkan aksi sosial apapun dan menggalang dana melalui website tersebut. Ada 3 kategori aksi sosial yang ada di ayoeduli.com, yaitu kesehatan, lingkungan dan pendidikan.
Meskipun induknya hanya sebuah web, namun antusiasme dari setiap regional yang tergabung dalam ayopeduli.com sangat tinggi. Saat ini, tingkat keaktifan tertinggi komunitas Ayopeduli, adalah regional Malang. “Diantara tujuh kota yang ada, Malang jadi kota yang paling aktif. Pengelola web yang merupakan founder ayopeduli.com dan pengurusnya, Jaenal Gufron sangat menyambut setiap aksi positif dari kami. Ayopeduli.com, sebelumnya di bawah naungan yayasan solidaritas anak terlantar, sekarag sudah membangun sendiri bernama yayasan ayopeduli nusantara,” ungkap Muhammad,founder ayopeduli.com
Visi secara umum ayopeduli adalah memberikan solusi sebagai sosial collaboration media dalam penggalangan dana yang kredibel dan transparan. Sedangkan AyoPeduli Malang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitarnya yang lebih dekat terlebih dahulu, memfokuskan aksi khusus untuk kota Malang. Maka dari itu, dibentuknya Ayopeduli di setiap kota, supaya tujuan dari ayopeduli.com bisa terwujud.(ira ravika/ary)

Lahir Lewat Social Media Strategic

Sedikit berbeda dengan organisasi atau komunitas pada umumnya. Struktur yang dimiliki Ayopeduli Malang yaitu Person In Charge yaitu Muhammad, Sekretaris yaitu Shinta Purnama Dewi, Bendahara yaitu Selly, Project Manager yaitu Susilo, Social Media Strategic yaitu Gea, Person In Charge Lingkungan yaitu Yusuf Haryo, Person In Charge Kesehatan yaitu Debby, dan Person In Charge Pendidikan yaitu Bella.
Komunitas ini juga memiliki nama divisi yang hampir mirip-mirip jobdesknya antar divisi jika sekilas dilihat. Namun sebenarnya tidak. Project Manager bertugas untuk memantau dan member masukan ke setiap program yang dilaksanan setiap divisi.
“Person In Charge adalah orang yang memikirkan bagaimana project yang mereka kerjakan bisa berjalan dengan baik dan lancer,’’ kata Bella selaku Person In Charge Pendidikan.
Social Media Strategic merupakan admin dari semua akun media sosial yang dimiliki AyoPeduli Malang, yaitu Twitter (@ayopeduliMLG) dan Instagram (ayopeduliMLG). Selain itu, AyoPeduli juga belum memiliki struktur yang jelas, sehingga masih saling membantu mengerjakan apa yang bisa dikerjakan. Menyadari pentingnya struktur untuk memperjelas jobdesk masing-masing, akhirnya Muhammad dkk merumuskan sebuah struktur pengurus Ayopeduli Malang.
Selama lebih dari enam bulan berjalan, sudah banyak aktifitas yang dilakukan sedikitnya ada delapan program kegiatan. Meskipun tidak kesemuanya adalah hasil murni kegiatan yang dilaksanakan oleh Ayopeduli Malang, melainkan juga berkolaborasi dengan komunitas lainnya. Yaitu, gerakan ambil sampah, Ayopeduli Anak Bangsa, Aksi Hari Bumi, Aksi Hari Anak dan Hari Susu, Charity Night Lupus, Aksi Lupus di CFD, Aksi World Water Day, dan Penggalangan dana untuk Kelud.
Dari beberapa program di atas, ada dua yang menjadi program tetap Ayopeduli Malang, yaitu Ayo Peduli Anak Bangsa dan Charity Night Lupus. “Kedua aksi itu akan menjadi program rutin kami. Jadi setiap tahun, kami akan melaksanakannya. Tujuannya sih, tetap ingin membantu sesama,” papar Bella.
Aksi Ayo Peduli Anak Bangsa merupakan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah negeri maupun swasta yang tidak memiliki fasilitas cukup. Baik fasilitas sumber daya pengajarnya maupun fasilitas lainnya. Aksi ini dilakukan selama 4 bulan, dengan berpindah-pindah lokasi. Artinya, setiap empat bulan sekali tim Ayopeduli Malang berpindah sekolah untuk mengajar.
“Ayo Peduli Anak Bangsa merupakan aksi nyata kami untuk membantu teman-teman yang kurang beruntung. Kami mengajar di sekolah-sekolah yang fasilitas SDM atau pendidikannya kurang memadai. Kami mengajar setiap hari Sabtu, dan setiap 4 bulan sekali kami pindah sekolah. Terakhir untuk periode Maret – Juli, kami mengajar di MI Al-Irsyad Tumpang,” jelasnya.
Tenaga pengajar untuk aksi ini adalah volunteer Ayopeduli Malang. Materi yang diberikan juga berbeda setiap pertemuannya, tidak hanya terpaku dengan materi-materi yang biasanya diajarkan oleh guru dikelas. Tidak jarang pula, Ayopeduli Malang menggaet orang-orang yang memang kompeten dibidangnya. Sehingga ketika materi yang tidak begitu mereka kuasai, mereka akan mengajak komunitas atau perorangan yang memang menguasai materi yang akan mereka sampaikan kepada siswa.
Misalnya, ketika Ayopeduli menyampaikan materi mengenai kanker, mereka bekerja sama dengan Duta Kanker Anak Malang, sehingga materi yang mereka sampaikan kepada siswa bukan sekedar yang mereka tahu. Selain itu, untuk membantu mereka memetakan kemampuan siswa, mereka juga bekerja sama dengan Psikologi Club Universitas Muhammadyah Malang (UMM).
Dengan adanya program ini, Muhammad mengaku bahwa semakin banyak komunitas, organisasi atau bahkan perorangan yang membantu mereka. Sekedar hanya menjadi tenaga pengajar ataupun memberikan sumbangan berupa buku atau materi lainnya. “Untuk saat ini kami baru satu kali melaksanakan program ini yang berakhir akhir bulan Juli. Untuk empat bulan ke depan, kami masih dalam proses perijinan, rencananya kami akan mengajar di salah satu sekolah di Singosari. Kami akan memulai program ini kembali sekitar akhir Agustus atau awal September, karena masih menyesuaikan. Tapi, yang jelas program ini akan tetap ada,” pungkasnya.(ira ravika/ary)

Keanggotaan Terbuka, Tak Pilih-Pilih Volunteer

Ayopeduli Malang sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung dengan komunitas ini. Saat ini sudah terdaftar 68 orang yang menjadi volunteer Ayopeduli Malang yang terdiri dari pelajar hingga pengusaha. “Kami tidak pilih-pilih volunteer. Siapapun boleh bergabung dengan AyoPeduli Malang, malah kami sangat senang kalau yang menjadi volunteer semakin banyak.” ucap Muhammad.
Ia menambahkan, untuk bergabung di ayopeduli.com dan membuat komunitas di kota masing-masing saja mudah, apalagi hanya untuk menjadi volunteer Ayopeduli Malang tidak akan mempersulit. Karena menurutnya, selama ini banyak mahasiswa yang ingin bergabung dengan komunitas-komunitas yang ada, namun mereka terbentur dengan adanya seleksi atau waktu yang dibatasi, sehingga mereka urung untuk bergabung.
Berdasarkan pengalaman seperti itu, maka itu Ayopeduli Malang hanya mematok syarat pengumpulan biodata saja. Siapapun yang ingin menjadi volunteer, cukup mengirimkan biodata lengkap ke email Ayopeduli Malang, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Kemudian, melakukan konfirmasi kepada Muhammad di nomor 085697459743. Setelahnya, volunteer akan selalu diberi info jika ada agenda kegiatan, baik rapat ataupun aksi.
Volunteer Ayopeduli Malang tidak hanya berasal dari Kota Malang saja, namun dari Kabupaten Malang. “Ada dari SMAN 1 Tumpang, dan dia yang paling semangat kalau kita sedang rapat atau aksi. Selain itu juga ada dari SMAN 4 Malang, SMAN 1 Lawang, SMAN 3 Malang, sedangakan yang mahasiswa berasal dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadyah Malang (UMM), Universitas Malang (UM) dan Institut Teknologi Nasional (ITN). Volunteer AyoPeduli Malang sendiri sebenarnya di dominasi oleh mahasiswa, 70 persen adalah mahasiswa,” urainya.(ira ravika/ary)

Berkumpul Setiap Kamis Sore
Berkumpul bersama, sekedar kumpul hore ataupun membahas salah satu rencana merupakan kegiatan rutin volunteer Ayopeduli Malang. Setiap hari Kamis sore, semua volunteer Ayopeduli Malang berkumpul untuk melakukan koordinasi. Kegiatan rutin itu mereka lakukan di Gazebo Universitas Brawijaya. Tempat ini dipilih karena dirasa sangat mudah untuk dijangkau oleh semua volunteer yang meskipun tidak semuanya adalah mahasiswa Universitas Brawijaya.
“Waktu kumpul rutin itu biasanya kami membahas planning apa saja yang kharus kami lakukan. Apalagi, waktu bulan-bulan kemarin kebetulan kami sedang ada program Ayo Peduli Anak Bangsa, jadi kita manfaatkan waktu berkumpul itu untuk berkoordinasi mengenai materi atau hal lainnya,” papar Muhammad mahasiswa fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya.
Selain kumpul rutin setiap hari Kamis, tidak jarang juga mereka menghabiskan waktu bersama untuk mempererat kekeluargaan mereka. Biasanya, mereka berolahraga bersama ketika CFD atau nonton bareng. Meskipun jika berkumpul seperti ini tidak semua volunteer bisa, karena mereka juga memiliki kesibukan yang lain. “Paling kami hanya 10-15 orang kalau jalan-jalan atau olahraga bareng,” tambahnya.
Selain bertemu secara langsung, mereka juga memiliki group BBM untuk mempermudah komunikasi mereka. Namun menurut Muhammad, tidak jarang koordinasi mereka di group BBM berubah menjadi candaan dan Out of Topic (OOT). Hal-hal seperti inilah yang membuat mereka semakin kompak. Tapi, bukan berarti volunteer Ayopeduli Malang tidak bisa serius, hanya saja ketika suasana sudah mulai sangat serius, mereka berusaha untuk mencairkan suasana.(ira ravika/ary)

Buronan Mertua Juara Executive

MALANG - Namanya memang tidak enak didengar bahkan diucapkan. Bahkan saat ada orang menyebut namanya, pasti akan membuat bergidik bagi orang lain yang mendengar. Ya dialah "Buronan Mertua". Burung jenis Kacer ini diberi nama unik oleh Hamid, pemiliknya. Bukan lantaran dirinya menjadi buronan mertuanya lantaran jarang pulang, tapi Hamid hanya ingin memberikan ciri khas kepada burung kesayanganya.
"Orang boleh takut mendengar namanya, tapi mereka akan merindu saat mendengar kicaunya," katanya sembari tersenyum.
Kicau Buronan Mertua betul-betul dibuktikan Selasa (8/7) lalu. Buronan mertua betul-betul  mengeluarkan segala kempuannya untuk berkicau saat Latihan Prestasi di gantangan Arcom BC. Tidak hanya memiliki suara khas, tapi dia juga mampu memberikan beberapa suara lain dari peserta lain. Hal inilah yang membuatnya berbeda, dan layak mendapatkan juara I di kelas Executive.
Hamid mengatakan, ini merupakan kali pertama Buronan Mertua naik gantangan setelah Mabung. "Waktu mengikutkan saya sempat tidak yakin, tapi ternyata dia menunjukkan kualitasnya," kata Hamid, yang mengaku sangat bangga dengan kicau burungnya ini.
Hamid mengakui sejak empat bulan lalu, Buronan Mertua hanya berada di rumahnya. Mabung atau istilah lain ganti bulu memaksanya untuk berisirahat dari panggung gantangan. Namun begitu, selama waktu tersebut, Hamid tetap mengontrol  perkembangan burungnya ini, termasuk melatihnya. "Di rumah kebetulan ada beberapa burung, jadi saat istirahat Buronan Mertua bisa sekalian latihan, agar mentalnya tetap terjaga," kata Hamid.
Upaya itupun tidak sia-sia, terbukti setelah mabung, Buronan Mertua kembali koncer dan menunjukkan jati dirinya sebagai burung yang hebat. (vik/feb)

Serdadu Rebut Dua Gelar

MALANG - Prestasi Serdadu tidak perlu diragukan. Buktinya, hampir setiap even yang digelar baik dalam Latihan Bersama (latber), Latihan Prestasi (Latpres), ataupun Cup, burung Kenari milik H Andry, Suketeki ini selalu koncer.
Tidak terkecuali saat Latpres di Arcom BC, Selasa (8/7) lalu, burung dengan mayoritas warna kuning ini berhasil merebuat dua juara sekaligus. Yakni Juara I di kelas eksekutif dan juara 2 di kelas bintang. "Kebetulan Latpres kemarin ada empat kelas lomba untuk kategori Kenari, yakni kelas executive, bintang A, Bintang B dan Bintang C, Serdadu hanya ikut kelas Ect dan Bintang A. Keduanya koncer, kelas Ect dapat juara 1 sedangkan yang kelas Bintan A dapat juara 2," kata Andry.
Kemenangangan Serdadu di dua kelas sekaligus tentu menambah daftar prestasi burung dengan warna mayoritas kuning ini. Begitu pula, Andry pun tidak segan-segan mengikutkan Serdadu ke tingkat lomba lebih tinggi.
"Minggu nanti ada Latpres di Arema BC (Denpom) dan di Angkasa BC, Serdadu akan naik gantangan di salah satunya," kata Andry yang merasa yakin, burung kesayangannya ini akan kembali menoreh prestasi. (vik/feb)

Page 1 of 8

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »