Malang Post

Komunitas


Tempat Rekreasi Jiwa

Share
Diberi nama Komunitas Yoga For Everyone bukan tanpa alasan. Pencetus ide komunitas ini, Inggal Esty  sejak awal menginginkan semua kalangan menikmati yoga secara berkomunitas. Mulai dari orang tua hingga generasi muda.
“Dulu nggak ada konsep apa-apa sih, cuman kepingin olahraga ini bisa dinikmati juga untuk kalangan tua-muda, pria-wanita, bahkan anak kecil sekalipun,” kata Esty, sapaan akrab Inggal Esty saat ditemui Malang Post.
Tidak ada segmentasi khusus untuk olahraga ini. Karena sejatinya yoga adalah olahraga yang sama dengan olahraga fisik pada umumnya. “Sama seperti fitnes, sekarang juga banyak perempuan yang berotot, tidak ada salahnya juga pria bergabung dengan olahraga yang identik dengan perempuan ini,” tutur wanita bertubuh mungil itu.
Saat ini peminat yoga pada komunitas yang Esty bentuk sejak lima bulan lalu itu terus bertambah. Kini jumlah anggotanya  bertambah dari 30 orang menjadi 50 orang.
Rupanya, menurut Esty, masyarakat sudah mulai sadar akan manfaat yang dihasilkan dari Yoga.  Bahkan kini peminat yoga datang dari komunitas seni yang didominasi oleh kaum pria dan juga anak-anak muda.
“Karena yoga kan olahraga yang bertumpu pada jiwa, kemudian berpengaruh pada fisik dan keadaan sehari-hari. Jadi mereka mulai merasakan manfaat yoga di kehidupan mereka dan semakin ketagihan berlatih yoga,” jelas Esty.
Baginya, yoga merupakan sarana rekreasi jiwa untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Mengingat di era yang serba canggih seperti saat ini, orang tidak dapat menikmati sensitivitas dalam tubuh mereka. “Dengan yoga secara tidak langsung dapat melatih sensitivitas tubuh, kemudian berimbas pada pikiran dan kehidupan,” paparnya.
Menurut wanita yang  menjadi trainer yoga semenjak tujuh tahun lalu itu, olahraga batin ini benar-benar menuntun manusia  merasakan diri mereka masingh-masing. Sedangkan perpaduan yoga dengan alam terbuka dapat menghubungkan manusia kepada cinta yang universal.
Selain itu ia juga mengajak anggota komunitas untuk dapat menikmati yoga tidak terbatas hanya pada ruangan dan diatas matras. Anggota Komunitas Yoga For Everyone biasa berkumpul setiap 1,5 bulan sekali di alam terbuka. Seperti di Taman Slamet dan belum lama ini mereka mengadakan latihan di Candi Sumberawan di Singosari.
“Diatas rumput yang basah pun kita juga bisa membersihkan jiwa kita,” katanya. “Ketika yoga ditambah dengan ketenangan alam, hawa pagi yang masih sejuk, manusia dapat mengeluarkan emosi mereka yang dipendam,” sambung alumnus Universitas Brawijaya ini.
Selama proses meditasi berlangsung, tak jarang para anggota Komunitas Yoga for Everyone mengucurkan air mata. Ini  sebagai wujud pelampiasan emosi yang selama ini terpendam.
Menurut Esty, terkadang manusia terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing hingga melupakan siapa diri mereka sebenarnya. Sehingga melalui alam dan yoga, diharapkan dapat mengembalikan eksistensi jiwa manusia selama ini yang terlupakan. “Melalui perantara yoga dan alam, manusia diharapkan dapat mengingat mengenai dirinya sendiri, apa yang dibutuhkan jiwanya, bukan hanya sekedar ego saja,” ujarnya. (mg6/van)
comments

Pribadi Peka, Tenggang Rasa Bertumbuh

Share
MENDIRIKAN Komunitas Yoga for Everyone tak lepas dari suka dan duka. Alam yang berubah-ubah tak jarang membuat Inggal Esty khawatir ketika akan memulai proses meditasi. “Kendala utama di cuaca, seperti kemarin di Candi Sumberawan tiba-tiba hujan,” katanya.  Esty memilih lokasi di alam terbuka agar para peserta Yoga lebih mendekatkan diri dan jiwa mereka pada alam.
Selama mempertahankan komunitas ini, wanita yang mendapatkan ilmu yoga dari sang bunda itu mengaku tidak memiliki peserta yang rewel dan manja. Sekalipun ada saja masalah yang datang ketika proses meditasi berlangsung, anggota komunitas tidak ada yang mengeluh. Justru mereka masih bisa tertawa dan saling menyenangkan satu sama lain.
Hal ini menjadi bukti, bahwa tujuan yoga sudah mulai mereka terapkan dalam kehidupan masing-masing. “Cinta sudah hadir dalam jiwa dan diri mereka, sehingga lebih terbuka menyikapi kendala apapun yang terjadi,” imbuhnya.
Esty mengungkapkan rasa kebahagiaannya karena tidak hanya berkumpul dan meditasi.  Hubungan dan kedekatan antar anggota dalam komunitas ini juga mulai terbina. “Rasa tepo sliro (tenggang rasa) sudah mulai hadir dalam jiwa mereka, meskipun mereka rata-rata baru saling kenal, tetapi seolah-olah sudah saling mengenal akrab,” pungkasnya.
Pada awal membentuk komunitas, wanita yang juga melatih yoga di Nadia Spa dan Yoga House ini tak  menyangka akan banyak peminat. Mulanya ia mengira hanya peserta sanggar senam yang ia latih saja yang datang. Kenyataannya peserta dari luar juga banyak berdatangan. (mg6/van)
Juga Buat Prakarya Hingga Perluas Pengetahuan//
TIDAK  hanya berlatih dan meditasi, setiap kali pertemuan Inggal Esty juga mengajak kawan-kawan anggotanya untuk membuat prakarya. Contohnya membuat kaos Tie Die. Selain itu, seperti saat berlatih di Candi Sumberawan, peserta juga diperkenalkan dengan sejarah dan budaya masa lalu candi yang menambah pengetahuan mereka. “Jadi selain sehat dan segar, ada sesuatu lagi yang dibawa pulang oleh mereka,” terang Esty.
Selama ini pengumuman dan akses informasi terkait tempat, waktu dan pelaksanaan rutinitas Komunitas Yoga For Everyone masih dari mulut ke mulut. Mereka belum menggunakan fasilitas sosial media. Hal ini karena pemilihan waktu yang diagendakan setiap 1,5 bulan sekali.
Sebagai pendiri, Esty berharap Komunitas Yoga For Everyone semakin berkembang pesat. Tidak hanya kuantitas pesertanya saja yang bertambah, tetapi juga kualitas dari intensitas pertemuan. “Anggota yang bertambah tidak ada artinya kalau tidak saling serawung (bertegur-sapa), karena tujuan yoga adalah untuk cinta kasih,” pungkasnya (mg6/van)
comments

Jadikan Malang Cyber City

Share
Malang Cyber Crew (MCC) merupakan salah satu komunitas IT di Kota Malang yang berfokus mempelajari IT Security khususnya di bidang Hacking. Komunitas ini terbentuk pada tanggal 1 Januari 2010 dan biasa melakukan pertemuan atau mereka lebih sering menyebutnya dengan kopi darat (kopdar) di kampus-kampus Kota Malang. MCC ingin menjadi sentral komunitas IT berbasiskan Hacking dan Security yang ada di Kota Malang.
Komunitas yang didirikan pada tahun 2010 ini memiliki anggota dari berbagai universitas di Malang yaitu UB, STIKI, UMM dan universitas lainnya yang juga didukung oleh Malang Tech.
Mereka mempelajari ilmu yang berhubungan teknologi informasi yang meliputi kriptografi, steganografi, pemrograman, hacking, dan Linux. Selain mempelajari ilmu tentang IT security, MCC juga menyebarluaskannya kepada masyarakat melalui seminar dan workshop dengan tujuan agar masyarakat sadar betapa pentingnya keamanan sistem di dunia cyber.
Sebagai sebuah komunitas mereka menjalankan beberapa misi, yaitu pendidikan dan pengajaran bersama (Sharing), penelitian dan pengembangan (Research IT) serta pengabdian kepada Masyarakat. “Target kami adalah membantu Pemerintah Kota Malang untuk mengembangkan IT,” ujar pembina MCC, Zen Rooney kepada Malang Post, kemarin.
Selain itu, komunitas ini juga memberikan informasi kepada mahasiswa seputar IT. “Kami ingin Malang menjadi cyber city,” jelasnya. Mereka ingin menjadikan masyarakat kota ini memahami tentang IT sehingga Kota Malang terwujud sebagai kota yang menerapkan IT dengan baik.
Dengan jalan pengabdian masyarakat, mereka mulai mengenalkan mengenai pentingnya teknologi bagi kehidupan manusia pada zaman globalisasi ini. Saat ini, semua hal yang ada dunia ini berkaitan dengan teknologi. Ditambah lagi, perkembangan teknologi di Indonesia juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harapannya, mereka dapat mengajarkan mengenai teknologi kepada masyarakat dimulai dari hal yang kecil, agar mereka sadar akan arti penting teknologi bagi kehidupannya. (mg1/aim)
comments

Kopi Darat Bahas Teknologi IT Terbaru

Share
Kegiatan rutin yang selalu mereka lakukan adalah kopdar yang dilaksanakan di kampus-kampus Kota Malang. Mereka berkumpul untuk melakukan diskusi terkait IT security yang mereka pelajari selama ini. Kegiatan diskusi ini terkait dengan kemanan jaringan. Sejauh ini, sudah ada 20 mahasiswa yang tergabung di dalam keanggotaan MCC.
10 orang sebagai staff  dan 10 orang serabutan yang dibagi lagi jadi 3 divisi, yaitu divisi Network Security, Web Security, dan Dekstop Programming.
“Kita biasanya kopdar seminggu sekali,” ujar Ketua MCC, Rahmat Oki Abdul Rokim. Mereka hanya dapat bertemu satu kali saja setiap minggunya.
Rahmat mengaku sulit melakukan koordinasi karena anggotanya terdiri dari mahasiswa yang berbeda-beda kampusnya. Saat ini mereka sedang mencari tempat untuk berkumpul untuk melakukan diskusi secara lebih tertutup.
Mereka juga mengikuti beberapa perlombaan. Lomba Cyber Defense Competition, Cyber Jawara dan lomba Capture the Flag (CTF) yang diadakan oleh pemerintah setiap tahunnya. Mereka berhasil meraih penghargaan dari beberapa perlombaan tersebut. Terakhir, MCC mengikuti acara Nasional CDC (Cyber Defance Competition) 2015 di Yogyakarta dan berhasil mendapatkan juara dua.
Komunitas ini juga melakukan penelitian setiap bulannya tentang masalah yang terdapat di dunia Teknologi Informasi khususnya yang terkait dengan keamanannya. Beberapa masalah yang digarap oleh komunitas ini antara lain kriptografi, reverse engineering, hacking tools, dan sebagainya.
Hasil dari penelitian tersebut biasanya disampaikan ke masyarakat luas dalam suatu seminar yang diadakan oleh MCC. Selain itu, mereka juga melakukan Sosialisasi kepada pemerintah untuk mengembangkan programnya di website pemerintah. Sebagai IT Security, mereka juga mengembangkan website dan melakukan riset mengenai teknologi.
“Saat ini, teknologi bukanlah hal yang dianggap asing bagi masyarakat. Keberadaan MCC ini ingin membantu memberikan informasi terkait perkembangan teknologi, terutama yang berkaitan dengan IT Security,” terangnya.
 Selain itu, MCC yang anggotanya terdiri dari mahasiswa yang ada di Malang ini juga memberikan bantuan kepada mahasiswa. Bantuan tersebut berupa informasi mengenai hacking yang saat ini semakin berkembang di dunia IT.
Anggota komunitas MCC ini tidak hanya peduli pada bidang IT security saja. Mereka juga mempunyai jiwa sosial yang cukup tinggi. Mereka juga ikut serta untuk membantu korban letusan Gunung Kelud beberapa bulan yang lalu. Anggota MCC membuka posko peduli korban bencana. Mereka mendapatkan bantuan dari banyak pihak dan kemudian disalurkan kepada korban bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap korban bencana. (mg1/aim)
comments

Bantu Keamanan Cyber Pemerintah dari Hacker

Share
MCC ingin membantu pemerintah Kota Malang dalam hal IT. Saat ini keamanan jaringan di Indonesia cukup memprihatinkan. Telah banyak hacker yang melakukan pembobolan terhadap sistem yang dikembangkan oleh pemerintah. Pembobolan sistem seringkali dilakukan untuk menguntungkan satu pihak saja. Sedangkan dalam hal tersebut tentunya akan merasa dirugikan.
Dari situ tumbuh keinginan anggota MCC untuk membantu Pemerintah Kota Malang. Mereka membantu pemerintah dalam hal keamanan jaringan. “Salah satu yang paling sering dilakukan adalah melakukan sosialisasi tentang cara menjaga keamanan jaringan,” kata Ketua MCC, Rahmat Oki Abdul Rokim.
 Selain itu, mereka juga memberikan penjelasan kepada pemerintah tentang bagaimana cara menciptakan suatu sistem yang tidak dapat dibobol oleh hacker. Menurut survey yang dilakukan ID-SIRTII pada tahun 2014, terdapat ribuan sistem pemerintah yang dibobol oleh hacker. Yang membobol juga kebanyakan hacker dalam. Oleh karenanya, MCC mencoba untuk memberi informasi dan saran bagi keamanan sistem pemerintah. MCC berusaha untuk membantu pemerintah untuk mengamankan jaringan agar tidak dirusah oleh para hacker yang mengambil keuntungan dari dunia internet dan jaringan. Harapannya, MCC bisa Go Internasional dalam artian riset-risetnya bisa masuk ranah Internasional dan menjadi pusat informasi terkait keamanan sistem IT di dunia. (mg1/aim)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL