|
Berwisata Religi ke Kampung Glam |
|
Jumat, 03 September 2010 14:23 |
Pada bulan puasa seperti sekarang, Masjid Sultan di Kampung Glam di Singapura sangat direkomendasikan bagi pecinta kuliner. Masjid ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Singapura. Hingga kini, masjid bersejarah itu masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing yang datang ke Singapura. Ada apa saja di sana jika bulan Ramadan ? Berikut catatan dan foto yang berhasil direkam kontributor Malang Post, Diana Permana* yang baru saja dari Singapura.
Kawasan kampung Glam tidaklah jauh dari Stasiun MRT Bugis. Tempat perbelanjaan yang ramai seperti Bugis Junction dan Bugis Market laik dikunjungi. Di sana anda akan menemukan deretan ruko konservasi yang dicat dalam warna yang ceria dan memenuhi Jalan Bussorah, Jalan Baghdad dan Kandahar Streets.
Masjid Sultan yang merupakan masjid tertua di Singapura,ini pernah menerima penghargaan dari Majelis Ugama Islam Singapura(MUIS). Penghargaan diberikan atas upayanya menarik wisatawan mancanegara antara lain dengan menyediakan pemandu tur gratis selama mereka berkunjung ke masjid tersebut.
Ketika saya berkunjung ke sana beberapa waktu lalu, tampak benar mereka sigap dalam menerima tamu-tamunya. Salah satunya dengan menyediakan kerudung bagi perempuan untuk menutupi rambut. Sebagai daya tarik wisata utama, Masjid Sultan didatangi ratusan wisatawan asing setiap hari, termasuk di antaranya seratusan wisatawan dari Jepang yang mengawali perubahan tentang arus informasi dari Masjis Sultan.
Jauh sebelumnya selama bertahun-tahun, staf masjid tidak dapat berkomunikasi dengan efektif untuk memberitahu wisatawan tentang sejarah masjid dan Islam. Khawatir para wisatawan akan pulang tanpa pemahaman yang jelas terhadap agama Islam, maka pegawai masjid mencari orang Jepang Muslim di sana yang dapat melayani sebagai pemandu secara sukarela.
Dibantu Asosiasi Muslim Muallaf Singapura, mereka akhirnya mendapatkan dua orang wanita Jepang yang telah menjadi muslimah,ketika mereka menikah dengan muslim Singapura. Sejak 2007 mereka telah menyediakan dua pemandu tur gratis bagi turis Jepang yang tiba di masjid dan menjawab pertanyaan mereka tentang Islam.
Maka saya sebutkan, betapa perbedaan keyakinan tidak menghalangi, perbedaan agam untuk saling menghormati dan mengagumi keindahan masjid bagi orang-orang yang beragama lain.
Struktur awal masjid yang berada di daerah perkampungan arab ini dibangun sekitar tahun 1826 oleh masyarakat Jawa yang kebanyakan pedagang awal di Singapura. Mereka menjalankan aktivitas perdagangandengan masyarakat Arab, Boyan dan Bugis sebelum kedatangan pedagang-pedagangTionghoa. Bangunan masjid itu menjadi tempat tinggal atau kawasan permukiman awal beberapa etnik masyarakat Indonesia.
Kemudian pada 1920-an ia dibangun kembali seperti sekarang dan kini ia telahdirenovasi dan ditetapkan sebagai produk pariwisata Singapura.(*)
Bangunan Serupa Taj Mahal
Bangunan bagian dalam masjid ini dihiasi ornamen-ornamen khas berwarna hijau. Sementara lantainya tertutup hamparan karpet berwarna merah berkualitas terbaik. Sepintas, masjid ini didesain dengan mengadopsi rancang bangun khas Taj Mahal dengan kubah ala Persia dan Turki.
Nama dari kawasan bersejarah yang tua namun menarik ini kemungkinan berasal dari Pohon Gelam yang dulu tumbuh berlimpah di area ini. Pada tahun 1822, lahan Kampung Glam secara resmi dialokasikan kepada kaum Melayu dan umat Muslim lainnya. Juga merupakan rumah bagi komunitas pedagang Arab kecil namun sukses.
Pada tahun 1989, Urban Development Authority setempat mengumumkan Kampung Glam sebagai area konservasi dan sebagian besar arsitektur aslinya telah diperbaiki dan direnovasi.
Banyak di antaranya sekarang dihuni perusahaan desain dan TI, restoran, galeri seni dan toko kerajinan dan cinderamata.
Setelah mengunjungi masjid Sultan Mosque yang bersejarah, Anda dapat pergi keBussorah Street yang telah berubah menjadi kawasan bagi pejalan kaki. Selama masa kolonial, area ini adalah pusat kampung Arab dan dipergunakan untukmelayani kebutuhan religi komunitas Muslim.
Sekarang ini, Anda dapat menemukan perpaduan yang eksentrik dari toko-toko kuno dan baru yang menjualbarang-barang khas Singapura seperti gaun Singapore Airlines yangterkenal, perhiasan kecil, asesoris dan buku-buku yang berhubungan denganbudaya dan agama Muslim dan etnis Arab.
Dari Bussorah Street, Anda dapat melanjutkan perjalanan Anda ke Muscat Street sebelum berbelok ke Arab Street, yang terkenal sebagai pusat tekstil pada tahun1950-an dan 1960-an. Anda masih dapat menemukan sutra, batik, renda, organzadan bahan-bahan lain di sini, yang juga menyediakan jasa pemesanan dan penjahit.(*)
Belanja Yuk !
Jika ke sana, jangan lupa membawa pulang pakaian khas Melayu tradisional atau moderen yang sudah jadi, atau carilah berbagai macam permainan tradisional seperti congkak(permainan dengan kelereng dan papan kayu), karpet, barang antik dan kerajinan rotan seperti keranjang anyaman untuk menghias rumah Anda.
Di ujung Arab Street terdapat North Bridge Road, di mana Anda dapat menemukanberbagai toko yang menjual barang-barang yang unik untuk melayani komunitas Muslim. Seperti sandal kayu, tasbih, rehal (tempat buku yang digunakan secarakhusus untuk Al Quran) dan sikat gigi dari kayu.
Juga jangan lupa mengunjungi Haji Lane dalam kunjungan anda ke Kampung Glam. Lorong yang ramai di belakang Sultan Mosque ini pastinya menghibur parapenggemar belanja dengan serangkaian butik pakaian dan toko-toko kecil yang unik.
Arab Street adalah pusat masyarakat Muslim di mana dahulu menjadi tempat penjualan utama dari tutup kepala laki-laki Muslim (songkok), kitab suci Al'Quran,sajadah dan tekstil. Saat ini, kebanggaan utama dari KampongGlam dan Arab Street adalah tekstil. Bal-bal kain sifon, sutra, katun georgettedan kain mewah lainnya memenuhi trotoar, dalam corak warna bagai pelangi
Daerah ini juga terkenal untuk batik dari Indonesia dan Malaysia, kain buatantangan yang sangat indah dengan metode pencelupan lilin dan biasanya dijual sepanjang sarung. Batik cetak mesin dengan rancangan tradisional juga tersediadalam satuan meter atau dalam bentuk celana pendek, baju santai, dasi, taplakmeja dan berbagai barang jadi lainnya.(*)
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |